Home » Sakinah

Mereguk Keberkahan di malam Pertama

24 December 2008 No Comment

SAATNYA BERBUKA PUASA UNTUK WILAYAH YANG MENJAGA MATA DAN SEKITARNYA
“Saatnya berbuka puasa untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya…ehem, maaf untuk kali ini saja penulis ganti dengan ““Saatnya berbuka puasa untuk wilayah yang menjaga mata, mulut, kemaluan dan sekitarnya!”. Ya, apresiasi dan penghargaan buat anda yang telah sekian lama berjuang menjaga diri dalam interaksi-interaksi sebelum pernikahan. Dan kini saatnya anda berbuka.
Malam zhafaf ibarat buka puasa. Dimanapun dan dalam keadaan apapun suasana buka puasa pasti begitu nikmat dan menyenangkan. Sebaliknya yang tak biasa puasa, yang tak ada perjuangan dan kesabaran menahan hati dan diri ketika menuju kesana, akan melihatnya hanya sebagai menu yang hampir biasa-biasa saja. Secara aktivitas lahiriah pada keduanya terlihat sama, tapi suasana psikologisnya pasti sangat berbeda. Secara keberkahannyapun pasti berbeda antara hidangan bagi orang yang berpuasa dengan hidangan biasa. Maksudnya, jika dihubungkan dengan pembahasan pernikahan, kesabaran untuk menahan diri dari hal-hal yang diharamkan dalam interaksi dengan lawan jenis pasti akan menambah keberkahan dalam pernikahannya. ”Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Alloh : a. Orang yang berjihad berperang di jalan Alloh. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
Di malam pertama ini seorang laki-laki dan wanita bertemu dalam bingkai sudah menjadi suami istri. Ada perasaan malu tapi senang. Ada tingkah mengambil jarak tapi sebenarnya ingin mendekat. Rasa takut saat itu sudah tak bisa dibedakan dengan rasa bahagia sehingga malah terasa manis sekali paduan takut dan bahagia itu. Dalam hal ini grogi dan jantung berebar-debar tak karuan sekali lagi adalah biasa. Kata Ustadz Fauzil A’dhim, itu adalah sebagian rahmat Alloh yang dihadiahkan untuk anda.
Tak menunggu lama dari proses akad nikah, pada malam pertama sesungguhnya kita memulai tanggungjawab merajut benang keberkahan. Ada banyak tuntunan yang sebaiknya kita ikuti. Mulai dari perjumpaan pertama dengan pasangan tercinta hingga proses-proses berikutnya.

Apa yang Harus Dipersiapkan?
Kesan pertama begitu menggoda, begitu kata sebuah iklan. Malam zafaf adalah kesan pertama seorang suami istri saling melayani dalam hal hubungan biologis. Perlu persiapan matang agar tak muncul kekecewaan-kekecewaan.
Setelah seharian capai mengikuti prosesi walimah, sebelum menuju ke pembaringan, kita perlu “rekonstruksi” pada penampilan kita. Upayakan kondisi badan kembali dalam keadaan segar, mandi dan memakai wewangian. Mulai bau mulut hingga rambut-rambut yang tumbuh dibadan sebaiknya dihilangkan. Gunakan pakaian terbaik yang anda miliki. Bagi anda para istri, walau dalam keadaan sudah wudhu, jangan sampai menghalangi merias diri anda secantik mungkin untuk suami tercinta.
Sholat Dua Rakaat Untuk Keberkahan Kita
Setelah seluruh handai taulan mulai berkurang dan sudah cukup untuk kita layani, maka berikutnya adalah kesempatan suami-istri untuk “beribadah” di malam zafaf. Ketika suami-istri pertama kali masuk kamar pengantin, dianjurkan untuk melakukan sholat dua rakaat terlebih dahulu. Suatu ketika seorang yang biasa dipanggil Abu Huraiz datang kepada Abdulloh Bin Mas’ud kemudian berkata, “Aku menikah dengan seorang gadis dan khawatir ia membenciku”. Abdulloh bin Mas’ud berkata “Cinta
Itu berasal dari Alloh, sedangkan kebencian berasal dari setan yang bermaksud memasukkan rasa benci di dalam hatimu terhadap apa yang dihalalkan Alloh. Jika dia (istrimu) datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk menunaikan sholat dibelakangmu dua rokaat” (HR. Abdur Rozaaq. Syaikh al-Albani menShahih-kannya)
Usai sholat, sempatkan suami berdoa sambil menyentuh ubun-ubun istri dengan telapak tangan kanannya :

Ya Alloh, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tabi’atnya (wataknya). Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabi’atnya. (HR. Abu Daud)

Sabar, do’a dulu yuk!
Sebelum memulai jima’, bacalah do’a berikut :

Artinya : dengan nama Alloh, ya Alloh, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan agar tak mangganggu apa (anak) yang Engkau rizkikan kepada kami
Imam bukhori meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa Rosululloh bersabda : “Seandainya salah seorang dari kalian berucap ketika mendatangi isterinya (dengan do’a tersebut di atas), kemudian Alloh menentukan diantara keduanya dalam percampuran itu memberikan anak, maka setan tidak akan memberikan mudhorot kepadanya, selamanya.”
Karena pentingnya do’a tersebut, bacalah selalu ketika akan melakukan aktivitas senggama dan pahami betul maknanya. Mudah-mudahan kita dikaruniai keturunan yang sholih yang taat pada Alloh dan Rosul-Nya. Amiin..

Tenang, kondisikan dulu keadaan…
Jangan tergesa-gesa untuk langsung menuju pada intinya. Sangat disayangkan, kalau kesempatan yang indah dihabiskan dalam waktu sebentar saja. Hendaklah kita pandai mengkondisikan keadaan. Cobalah saling berbicara dulu. Saling mengungkapkan rasa cinta dan sayang, saling mungungkapkan perasaan bahagia di hati. Saling mencumbu dan merayu. Ibnu Qudamah berkata, “dianjurkan mencumbui isterinya sebelum persetubuhan, untuk membangkitkan syahwatnya, sehingga dia mendapatkan kenikmatan persetubuhan seperti yang diperoleh suaminya. Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Azis, bahwa Rosululloh bersabda “jangan mencampurinya, kecuali setelah syahwatnya datang kepadanya, seperti yang datang kepadamu, agar kamu tidak mendahuluinya dalam orgasme”.
Karena faktor biologis wanita yang mengalami orgasme lebih lambat dari laki-laki, maka hal ini butuh perhatian dan kepandaian suami agar kepuasan istri juga dapat terpenuhi. Apalagi ini adalah kesan pertama yang akan memberikan pengaruh pada hubungan-hubungan berikutnya.

Jangan Mencoba-Coba Yang Haram
Suatu ketika Umar bin Khattab datang kepada Rosululloh seraya mengatakan, “wahai Rosululloh aku binasa.” Beliau bertanya, “apa yang membinasakanmu?” ia menjawab, “Aku mendatangi istriku dari arah belakangnya, tapi tidak ada wahyu mengenainya. Kemudian turunlah ayat ini kepada Rosululloh,(yang artinya) “istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki…(QS. Al-Baqoroh: 223), lalu Rosululloh bersabda, “Lakukan lewat depan dan belakang, serta jauhilah dubur dan yang sedang haidh”.
Jadi, menyetubuhi istri lewat dubur adalah haram hukumnya!

Seputar Melihat Farji
Dalam hal ini penulis kutipkan dari buku “Seks Islami” karangan Jasim Bin Muhibbin. Bahwa dalam hal ini pendapat ulama terbagi dua. Pendapat pertama tidak boleh berdasar hadist dari Aisyah, “saya tidak pernah melihat farji Rosululloh sama sekali”. Kedua, pendapat ulama yang membolehkan melihat farji (kemaluan) berdasarkan kata-kata Aisyah, “Saya mandi bersama nabi Saw dalam satu tempat yang dinamai Al-Faraq”
Menurut Ibn Hajar dalam al-fath al-Dawabi, memahami hadist kedua tentang mandinya Aisyah dan nabi Saw di atas sebagai dasar diperbolehkannya melihat aurat istri atau sebaliknya. Dikuatkan pula riwayat Ibnu Hibban. Dia ditanya perihal tentang laki-laki melihat farji istrinya. Dia menjawab, saya bertanya kepada Atha’, saya bertanya kepada Aisyah, lalu dia (Aisyah) menyebutkan hadist di atas. Menurut Jasim Bin Muhibbin, pendapat kedua yang mengatakan boleh melihat farji lebih rajih karena hadist yang pertama sifatnya dla’if.

Sentuhan Terakhir…
Aisyah berkata : “Aku mandi bersama nabi Saw dalam satu tempat yang dinamai Al-Faraq”
Kalau anda punya kesempatan dan kelapangan melakukan sebagaimana yang dilakukan nabi, bisa anda lakukan ketika mandi Junub.
Terakhir, apapun yang kita lakukan dalam malam zafaf, selalu gantungkan niat dihati dalam rangka ibadah kepada Alloh dan cita-cita semoga dari hubungan tersebut lahir generasi-generasi sholih yang taat dan cinta kepada Alloh dan rosul-Nya. Demikian, mudah-mudahan tidak ada yang menyisakan kemudhorotan dari apa yang penulis tuangkan. Allohumma Amiin…

Oleh : Ibunu Latief

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.