Home » Buat Nanda

Ilmu Fardhu ‘Ain & Fardu Kifayah

2 January 2009 No Comment

Anakku, diantara bekal yang bisa mengantarkan seseorang kepada pencapaian kemuliaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat adalah ilmu. Peran ilmu dalam kehidupan seorang anak manusia, laksana peran lampu dalam kegelapan. Ilmu menjadi penerang dalam perjalanan hidup seseorang. Dengan ilmu manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Ilmu akan menjadi penuntun bagi pemiliknya untuk melakukan sesuatu atau menghindarinya. Karena itu anakku, engkau harus memiliki bekal ilmu seluas-luasnya baik ilmu tentang duniamu dan terlebih lagi ilmu tentang akhiratmu.
Anakku, islam sangat memuliakan orang-orang yang berilmu. Coba engkau baca firman Alloh dalam al Qur’an:” : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS: Az Zumar (38) : 9 ). Jelas anakku, tidak sama antara orang yang berpengetahuan dengan orang yang tidak menguasai ilmu.
Anakku, engkau dalam hatimu mungkin bertanya,” Ilmu banyak macamnya. Lalu mana yang harus dikuasai agar mencapai derajad kemuliaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat?”
Anakku, menjawab pertanyananmu itu, ayah akan menjelaskan tentang ilmu yang maslahat atau ilmu yang baik yang banyak berguna dalam kehidupan. Ketahuilah olehmu anakku, dari sisi kewajiban, ilmu itu terbagi menjadi dua golongan. Ilmu fardhu a’in dan ilmu fardhu kifayah.
Seperti engkau ketahui anakku, fardhu a’in itu berarti wajib dikuasai oleh setiap orang muslim. Tidak ada pengecualiannya, baik putra maupun putri. Yang termasuk kedalam ilmu fardhu a’in karena terkait langsung dengan kewajiban beribadah kepada Alloh serta ilmu yang berguna untuk membedakan mana yang hak dan batil. Penjelasannya begini, misalnya engkau sudah baligh. Saat itu memasuki waktu sholat dhuhur, maka engkau wajib mengusai ilmu tentang sholat dhuhur, agar engkau bisa menunaikan sholat dhuhur. Kalau tidak mengusai, bagaimana akan bisa melaksanakan sholat dhuhur? Sedang ilmu tentang sholat asar di waktu dhuhur belum menjadi kewajiban. Tetapi saat tiba waktu sholat asar, maka menjadi wajib bagimu untuk menguasai sholat ilmu tentang sholat asar. Demikian seterusnya. Seperti itulah imam al Ghazali memberi penjelasan tentang ilmu fardhu a’in.
Anakku, engkau bisa melanjutkan prinsip pemahaman tentang ilmu fardhu a’in bagi seseorang dengan banyak contoh yang lain. Saat memasuki usia akil baligh, maka ilmu tentang mandi wajib, menjadi fardhu a’in bagi yang bersangkutan, baik rukun-rukunnya maupun tata caranya. Saat seseorang memiliki harta yang jumlahnya sampai pada batasan nisob zakat. Maka ilmu tentang zakat menjadi wajib a’in bagi orang tersebut. Ia harus mempelajarinya agar ia bisa mengeluarkan zakat dengan benar. Demikian pula saat memasuki bulan ramadhon. Bagi semua orang yang masuk usia akil baligh, ilmu tentang puasa hukumnya menjadi fardhu a’in atau wajib dikuasai oleh setiap orang.
Ilmu fardhu a’in disamping terkait dengan kewajiban beribadah kepada Alloh. Juga bisa menyangkut keperluan untuk membedakan yang hak dan yang batil. Suatu saat misalnya engkau menjumpai orang-orang di suatu daerah suka makan ular dan bekicot. Sementara engkau belum mengetahui hukum halal  haram dari makan ular dan bekicot. Bila pada saat itu engkau berkeinginan untuk juga makan ular dan bekicot, maka engkau harus mempelajari hukum halal-haram tentang makan ular dan bekicot. Seperti itulah contoh tentang ilmu fardhu a’in dalam kehidupan seseorang. Silahkan anakku engkau lanjutkan memahami ilmu fardhu a’in dengan prinsip seperti ayah jelaskan diatas.
Anakku, setelah ayah menjelaskan ilmu fardhu a’in, sekarang ayah akan menjelaskan ilmu fardhu kifayah. Seperti engkau ketahui anakku, fardhu kifayah itu adalah kefardhuan atau kewajiban yang apabila ditunaikan oleh seseorang, maka gugur kewajiban orang-orang lain. Yang banyak diketahui contoh tentang fardhu kifayah adalah tentang sholat jenasah. Sholat jenasah itu wajib. Tetapi tidak seperti sholat lima waktu yang harus dikerjakan semua orang. Kewajiban sholat jenasah bila dikerjakan satu atau dua orang (lebih banyak lebih utama), sudah menggugurkan kewajiban banyak orang yang lain.
Anakku, ilmu fardhu kifayah berbeda dengan ilmu fardhu a’in. Kebanyakan jenis ilmu yang berhubungan dengan kemaslahatan hidup manusia di muka bumi. Misalnya di suatu daerah tidak ada dokter yang bisa mengobati orang-orang yang sakit. Maka ilmu tentang kedokteran di daerah itu hukumnya menjadi wajib. Kalau kemudian ada satu atau dua orang mempelajari ilmu kedokteran dan melakukan praktek pengobatan di daerah tersebut, maka gugurlah kewajiban menguasai ilmu kedokteran pada semua orang di daerah itu. Demikian juga misalnya, di daerah itu tidak ada orang yang bisa mengajar baca dan tulis. Maka ilmu mengajar baca dan tulis hukumnya menjadi fardhu kifayah. Kalau kemudian ada yang mempelajari dan menjadi pengajar di daerah itu, maka gugurlah kewajiban fardhu kifayah pada semua orang di daerah itu.
Dari penjelasan ilmu fardhu a’in dan fardhu kifayah tersebut diatas, engkau kini menjadi tahu. Bahwa yang pertama-tama harus dipahami oleh semua orang islam adalah bahwa menguasai ilmu agama itu wajib bagi setiap pribadi muslim. Orang tidak mungkin bisa beribadah dengan baik jika tidak mengusai ilmu agama. Sholatnya tidak akan benar jika tidak menguasai hukum-hukum rukun, wajib dan sunnah-sunnah sholat. Puasanya boleh jadi akan sia-sia jika berpuasa tanpa mengetahui hukum-hukum puasa. Hartanya tidak akan berkah jika tidak menguasai hukum-hukum tentang zakat, infaq dan shodaqoh. Karena boleh jadi zakat, infaq dan shodaqohnya justru mengundang dosa dan siksa. Misalnya karena terjebak dalam hati riya’ atau ingin di puji oleh sesama. Ibadah haji yang ditunaikan boleh jadi akan sia-sia. Hajinya tidak mendapatkan apa-apa, karena selama haji ia tidak menguasai rukun, wajib dan sunnah-sunnah haji. Boleh jadi karena ketidaktahuannya selama berhaji justru banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang mengakibatkan batalnya haji. Demikian seterusnya.
Anakku, diantara yang paling mendasar ilmu yang harus engkau kuasai dan dikuasai oleh teman-temanmu sebelum mempelajari ilmu agama adalah engkau harus bisa membaca al Qur’an dengan baik dan benar. Kemampuan bisa membaca al Qur’an menjadi fondasi bagi sempurnanya ibadah kepada Alloh. Bagaimana akan sholat dengan benar, jika baca al Qur’annya belum bisa. Sedang bacaan dalam sholat diantaranya membaca ayat-ayat Qur’an. Lagi pula engkau akan sangat rugi jika tidak bisa membaca al Qur’an. Engkau tidak akan memperoleh keutamaan yang sangat besar dari membaca ayat al Qur’an. Bukankah engkau pernah mendengar bahwa membaca satu huruf saja dalam al Qur’an, ditulis sepuluh pahala. Lagi pula terasa sangat aneh orang islam tidak bisa membaca kitab sucinya.
Anakku, mudah-mudahan tulisan ayah ini makin menguatkan kesadaranmu dan juga menyadarkan teman-teman dan orang tua teman-temanmu untuk lebih bersemangat dalam mengajari anak-anaknya bisa membaca al Qur’an. Insya Alloh akan ayah sambung kembali tulisan ayah dengan topik-topik yang lain di kesempatan lain.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.