Home » Buat Nanda

Anakku Berdoalah

3 January 2009 One Comment

ANAKKU, BERDO’ALAH
Anakku, kali ini ayah akan mengajak engkau berdialog tentang do’a. Tentu engkau sangat akrab dengan do’a. Dimana-mana engkau menjumpai orang berdo’a. Di masjid-masjid, musholla, rumah, di perjalanan dan dimana saja. Manusia akan memanjatkan do’a dikala dirinya merasa butuh kepada Tuhan-Nya.
Ragam do’a yang dipanjatkan manusia, sebanyak kebutuhan manusia kepada Tuhan-Nya. Tentang kesejahteraan, keselamatan, jalan keluar dari kesulitan, tentang ibadah, dan tentang apa saja.
Anakku, do’a itu merupakan sebagian dari adab atau etika hubungan manusia dengan Tuhan-Nya. Dengan berdo’a manusia menunjukkan kebutuhannya kepada Sang Maha Pemberi. Manusia itu semakin banyak merasa butuh kepada Tuhan-Nya, maka ia makin baik adab hubungan dirinya dengan Tuhan-Nya. Sebaliknya orang-orang yang enggan berdo’a, sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sombong. Merasa diri sudah cukup tanpa pertolongan-Nya. Karena itu anakku, berdo’alah engkau selalu dalam segala urusanmu, mudah-mudahan Alloh akan selalu menyertai dengan rahmat-Nya atas seluruh perjalanan hidupmu.
Anakku, waktu berdo’a itu bisa dilakukan kapan saja sekehendak hati manusia. Bisa pagi, siang, sore atau malam, bahkan tengah malam. Sungguhpun begitu anakku, ada waktu-waktu mustajabah, yaitu dimana do’a sangat dekat untuk dikabulkan. Di waktu-waktu mustajabah, tentu merupakan saat terbaik untuk berdo’a. Diantara waktu-waktu mustajabah adalah seusai melaksanakan sholat, seusai membaca al Qur’an, di dua pertiga malam terakhir, menjelang berbuka puasa, antara adzan dan iqomah, duduk diantara dua khutbah jum’at, saat berwukuf di arofah.
Anakku, do’a yang engkau panjatkan bisa engkau peroleh dari berbagai sumber. Yang terbaik tentu do’a yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi. Banyak buku-buku kumpulan do’a yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi yang bisa engkau peroleh di toko-toko buku. Tersedianya banyak referensi buku, tentu sangat memudahkan dirimu untuk belajar tentang do’a.
Anakku, sungguh beruntung orang-orang yang berdo’a. Setidaknya ia bisa memperoleh dua keuntungan. Pertama bisa menyampaikan hajat kebutuhan kepada Alloh seraya berharap hajat kebutuhannya dipenuhi oleh-Nya. Kedua, bisa selalu dekat dengan Alloh. Perhatikan saja anakku, bagaimana Rosululloh SAW memberi contoh kepada kita ummatnya. Semua gerak hidup dari yang tampak sepele sampai yang sangat penting ada tuntunan do’anya. Misalnya do’a mau masuk kamar mandi, do’a keluar kamar mandi, do’a memakai baju, do’a memakai baju baru, do’a melepas baju, do’a bercermin, do’a mau makan, do’a setelah makan, do’a mau tidur, do’a bangun tidur dan seterusnya. Jika dalam setiap kesempatan kita berdo’a kepada Alloh, berarti setiap saat pula hati selalu tersambung dengan Alloh.
Anakku, Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Karena itu berdoalah dengan suara lembut yang disertai hati penuh pengharapan agar do’amu dikabulkan. Alloh tidak menyukai orang-orang yang berdo’a dengan suara keras. Apalagi melampaui batas. Seperti itulah Alloh memberi tuntunan kepada hamba-Nya dalam etika berdo’a sebagaimana firman-Nya :”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (QS: Al A’ Raaf (7) : 55 ).
Anakku, saat engkau berdo’a hendaklah engkau menyatukan dua rasa dalam hatimu. Yaitu rasa khawatir doamu tidak akan diterima dan rasa pengharapan yang sangat akan terkabulnya doa’mu.”Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Alloh amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS: Al A’ Raaf (7) : 56).
Manusia itu pantas khawatir do’anya tidak diterima. Bukan karena Alloh tidak akan memberi. Alloh Maha Pemurah. Tapi manusia harus khawatir do’anya justru  terhalangi oleh perbuatan dosa dan maksiatnya sendiri. Betapa manusia selalu saja banyak berbuat kesalahan dan dosa. Baik siang maupun malam. Entah dosa karena kurang bersungguh-sungguh dalam memenuhi perintah-Nya atau dosa karena melanggar larangan-larangan-Nya.
Anakku, sungguhpun kita perlu mengkhawatirkan tidak diterimanya do’a, jangan sekali-kali berlebihan dengan mengecilkan besarnya harapan akan terkabulnya do’a. Antara kekhawatiran dan harapan terkabulnya do’a hendaknya diberi porsi yang seimbang. Ketahuilah olehmu anakku, Alloh telah memaklumkan kepada semua hamba-Nya. Bahwa Alloh akan mengabulkan semua do’a hamba-hamba-Nya.” Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS: Al Mu’min (40) : 60).
Jembatan yang menghubungkan antara kekhawatiran tidak diterimanya do’a dengan terkabulnya do’a adalah istighfar atau permohonan ampunan kepada Alloh. Sebelum berdo’a perbanyaklah memohon ampunan kepada-Nya. Sadari bahwa diri ini hina dihapan-Nya karena banyak berbuat salah dan dosa. Mudah-mudahan Alloh mengampuni dosa-dosa dan kesalahan diri dan menerima do’a yang kita panjatkan. Sedang Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Anakku, ayah berpesan dengan sangat kepadamu. Engkau harus berhati-hati dalam menjaga tabiat dasar dirimu sebagai manusia. Manusia itu bersifat tergesa-gesa. Termasuk ketergesa-gesaan dikabukannya do’a. Sadari olehmu anakku, yang mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita hanyalah Alloh. Maka berbaik sangkalah kepada Alloh. Cepat atau lambat dikabulkannya do’a,  kita serahkan sepenuhnya kepada-Nya. Bahkan  boleh jadi diantara do’a-do’a yang kita panjatkan ada yang tidak dituruti seperti apa yang kita minta. Tapi Alloh ganti dengan ampunan dosa dan pahala di sisi-Nya. Mungkin apa yang kita minta tidak akan mendatangkan banyak kebaikan pada diri kita. Seperti anak kecil yang minta dibelikan korek api. Tentu saja orang tuanya tidak menuruti. Seperti itulah jalan pemahaman pemikiranmu tentang dikabulkannya do’a.
Satu hal yang pasti anakku, dari sejak sekarang engkau harus berinvestasi do’a. Artinya dari sejak dini, dari sejak engkau belum memasuki usia dewasa, engkau harus terus istiqomah  dalam berdo’a. Mohonlah kepada Alloh kebaikan yang berlimpah di usia dewasamu. Mudah-mudahan kelak saat engkau dewasa bisa engkau petik hasilnya.  Dalam do’amu mohonlah tentang kesempurnaan iman, istiqomah dalam beribadah, hidup yang banyak bermanfaat bagi sesama, keluasan rezeki yang barokah, keluarga yang sakinah, akhir hidup yang khusnul khotimah, kelapangan di alam barzah dan keselamatan di negeri akhirat.
Anakku, itulah yang bisa ayah sampaikan kepadamu. Lain kali akan ayah sampaikan pengajaran yang lain yang bermanfaat bagimu. Jangan lupa anakku, engkau harus terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Salam dari ayahmu

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.

One Comment »

  • Nizar said:

    Ass… WR WB,Salam perjuangan wahai saudaraku.Buat rekan-rekan NH kobarkan semangatMU,Sandarkan JihadMU dengan Aklakul Karima,Berpegang teguh pada AL`QUR,AN dan AS`SUNNAH, Selalu tebarkan Kemanfaatan untuk UMAT dan berbagi Kesejukan untuk Sesama.Tunjukan betapa indahnya ISLAM dengan komitmen Rahmatan Lil Alamin…Wassalam…