Home » Buat Nanda

Anakku Pilih Makanan Halal

3 January 2009 No Comment

Anakku, dari hari ke hari usiamu terus bertambah. Seiring dengan pertambahan umurmu, tentu semakin bertambah pula ilmu yang engkau kuasai. Entah ilmu yang berhubungan dengan bekal perjalanan hidupmu di muka bumi yang engkau peroleh, maupun ilmu agama yang menjadi penerang hati dan jalan hidupmu. Demikian pula dengan pengalaman hidupmu, tentu bertambah pula. Engkau semakin kaya dengan ragam pengalaman batin sebagai hasil dari bergaul dan berinteraksi dengan sesama. Ilmu dan pengalaman yang makin kaya dan beragam itu akan menjadikan dirimu semakin dewasa dan bijaksana.
Anakku, sekecil dan sesedikit apapun, ayah akan terus membantu memperkaya ilmu dan pengalaman hidupmu dengan cara memberi contoh kepadamu dalam bersikap dan melalui dialog-dialog rutin harian denganmu. Alhamdulillah, selepas maghrib, setelah kita ruku’ dan sujud kepada Alloh yang dilanjutkan dengan dzikir bersama, kita selalu duduk bersama untuk berbicara tentang ilmu dan pengalaman hidup. Semoga Alloh terus memberi kita kekuatan untuk istiqomah dalam majelis ilmu setiap hari.
Anakku, kali ini ayah akan berbicara tentang makanan dan minuman halal. Engkau tahu semua manusia butuh makan dan minum disepanjang hidupnya. Makanan dan minuman dibutuhkan oleh tubuh manusia sebagai sumber-sumber energi, pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Bahan dasar makanan yang dikonsumsi manusia umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan, ikan dan hewan.
Anakku, berkali-kali ayah katakan kepadamu, Islam memberi tuntunan yang lengkap kepada manusia untuk menjalani kehidupan di dunia. Mulai dari aturan persoalan-persoalan besar hingga persoalan keseharian. Termasuk memberi tuntunan tentang makan. Soal tuntunan memilih makanan misalnya, Alloh membimbing manusia dengan kasih sayang-Nya. Alloh menghendaki kebaikan dalam urusan makan bagi semua hamba-hamba-Nya. Alloh berfirman,” Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Alloh kepadamu; dan syukurilah nikmat Alloh, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS : An Nahl (16) : 114).
Anakku, alangkah indahnya bimbingan Alloh yang menyuruh manusia memilih makanan yang halal dan baik. Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar. Ayah bertakbir saat membaca bimbingan-Nya tentang pedoman memilih makanan. Ketahuilah olehmu anakku, andai manusia menerapkan pedoman halal dan baik dalam memilih makanan, niscaya manusia di muka bumi akan hidup tentram, aman dan damai. Juga manusia akan jauh lebih sehat badannya.
Anakku engkau mungkin bertanya-tanya,” Apa hubungannya antara makanan dengan hidup tentram, aman dan damai di muka bumi.” Penjelasannya begini anakku. Halal itu mencakup dua pengertian, yaitu bahan atau jenis makanannya dan cara memperolehnya. Makanan seperti babi, binatang bertaring, binatang yang disembelih tidak dengan menyebut Asma Alloh dan bahan makanan lainnya yang telah ditetapkan keharamannya dalam agama, maka semua makanan itu haram atau dilarang untuk dikonsumsi oleh manusia.
Anakku, jawaban atas pertanyaannmu diatas terkait dengan kehalalan cara memperolehnya. Makanan yang halal seperti nasi, ikan, buah-buahan, sayuran dan seterusnya yang dimakan manusia sehari-hari, bisa berubah menjadi haram dimakan jika diperoleh dengan cara yang tidak benar. Misalnya diperoleh dengan cara tidak jujur dalam berdagang, mencuri, korupsi, dan cara-cara tidak jujur lainnya. Pendek kata jika harta yang digunakan membeli makanan berasal dari rezeki yang tidak diridhoi Alloh, maka makanan itu menjadi haram dimakan.
Anakku, andai manusia mematuhi tuntunan Alloh untuk hanya memakan makanan yang dibeli dari rezeki yang halal, maka semua manusia akan bekerja dengan jujur dimanapun ia bekerja. Semua manusia tidak akan berani mengambil rezeki yang bukan haknya. Manusia akan menghormati hak-hak rezeki orang lain dengan sebaik-baiknya. Tidak ada orang yang berani menipu dalam urusan harta. Berdagang memilih cara jujur. Di kantor tidak berani korupsi. Tidak berani menggunakan kesempatan dan jabatan untuk memperkaya diri dengan cara bermaksiat dalam meraih harta. Maka akan kita saksikan manusia-manusia terhormat dan terpuji dimana-mana. Di pasar, di kantor, di jalan, di kota, di desa dan dimanapun bumi ini akan diisi manusia-manusia terbaik dihadapan sesama dan dihadapan Tuhan-Nya. Maka akan tercipta hubungan antar manusia yang saling percaya, saling menghormati, saling menjaga agar tidak ada yang dirugikan. Anakku, dalam hubungan antar manusia seperti itu, dengan sendirinya akan tercipta suasana hidup di muka bumi yang tentram, aman dan damai.
Sayang anakku, banyak manusia yang mengabaikan tuntunan Alloh untuk memakan makanan yang halal lagi baik. Akibat atau dampaknya langsung kembali kepada manusianya sendiri. Kembali kepada para pelakunya dan kepada kita semua. Ketika keculasan menjadi bagian dari perniagaan dan ketidakjujuran menjadi budaya di perkantoran, maka yang namanya pemerataan ekonomi menjadi berat diwujudkan dalam kenyataan. Ibarat perputaran roda, karena tidak rata, maka tidak lancar jalannya. Antar pelaku ekonomi tanpa menyadari berperilaku saling menghambat dan menyulitkan. Itulah akibat dari manusia mengabaikan tuntunan Tuhan-Nya.
Anakku, kini engkau menjadi tahu hubungan antara makanan yang halal dengan hidup tentram, aman dan damai. Ayah berpesan kepadamu, dimanapun dan sampai kapanpun engkau harus tetap memilih makanan halal. Baik halal jenis atau bahannya maupun cara memperolehnya. Andai engkau saksikan banyak manusia yang memilih jalan sebaliknya, jangan sedikitpun engkau terpengaruh. Tidak akan pernah hadir ketentraman hati yang hakiki dalam kehidupan orang-orang yang mengingkari tuntunan Tuhan-Nya. Memilih menyalahi jalan Alloh itu hanya akan menghadirkan kekeringan dan kegersangan hati.
Anakku, itulah dialog yang bisa ayah sampaikan kali ini kepadamu. Jadikan pesan ayah ini hikmah yang engkau gigit dengan gigi gerahammu. Artinya pegang kuat-kuat disepanjang hidupmu. Jika engkau menjaga soal kehalalan makanan, maka engkau akan menempuh jalan keselamatan hidup. Engkau akan menjadi orang yang disenangi oleh sesama serta dicintai oleh Alloh.
Anakku, jangan lupa jaga ibadah dengan sebaik-baiknya, dimanapun engkau berada. Terus sambungkan hati dengan Alloh, Tuhan yang sangat mencintai hamba-hamba-Nya. Salam dari ayah yang sangat mencintaimu, karena cintanya kepada-Nya.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.