Sekolah Ramadhan
Buku panduan tentang tata cara beribadah di bulan Ramadhan pasti sudah sangat sering kita jumpai. Namun buku panduan Ramadhan yang dikemas dalam gaya bertutur yang ringan dibaca hanya ada segelintir, buku ini adalah salah satunya.
Seperti judulnya buku karya Dr. ‘Aid ‘Abdullah al-Qarni ini mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menjadikan bulan Ramadhan laksana sekolah kehidupan yang mampu menempa pribadi kita menuju derajat taqwa.
Penulis buku ini, memulai bahasannya dengan menerangkan beberapa hal penting tentang puasa Ramadhan. Menariknya hal-hal penting tersebut diceritakan dalam poin-poin yang ringkas dan padat, namun tanpa mengurangi kejelasan makna dan hikmah dibaliknya.
Selanjutnya penulis akan menyuguhi kita dengan berbagai ragam pelajaran yang dapat kita terapkan di bulan Ramadhan. Istimewanya, ragam pelajaran yang disampaikan tidak hanya sebatas teori melainkan disajikan dalam tataran aplikatif yang membumi. Kita sebagai pembaca, akan langsung termotivasi ketika membaca tulisan penulis yang begitu persuasif mengajak kita untuk bersama-sama menghidupkan Ramadhan.
Ragam pelajaran yang disajikan juga sangat lengkap dan meliputi berbagai aspek. Dari aspek individu, penulis memberikan kiat-kiat menyambut bulan Ramadhan, kiat-kiat mempuasakan lidah, mata, telinga, hati, serta kiat-kiat menyempurnakan ibadah yang lain hingga penghujung Ramadhan. Dari aspek keluarga, penulis mengajak kita untuk turut menghidupkan rumah tangga dalam nuansa Ramadhan, beserta kiat-kiat mendidik anak dan keluarga di bulan Ramadhan. Dari aspek masyarakat, penulis mengajak kita untuk menjadikan Ramadhan sebagai moment untuk mengeratkan ukhuwah islamiyah, antara lain dengan menggiatkan silaturrahmi.
Dr. ‘Aid ‘Abdullah al-Qarni lewat buku ini mampu mengemas kewajiban ibadah sebagai bagian dari syariat yang membahagiakan pelakunya. Al-Qarni memang puasa, namun puasanya adalah : sekolah yang mengajarkan banyak hal, kumpulan kenangan indah, potret utuh sebuah ketaatan, menumbuhkan solidaritas kemanusiaan, dan masih banyak lagi.
Membaca buku ini, kita akan menjadi tuan rumah yang siap menyambut kedatangan tamu agung bernama Ramadhan. Marhaban yaa Ramadhan..



Komentar Saudara !