Tuhanku Esa
Sampit, Januari 2008
Apa kabar sahabatku. Tak terasa setahun sudah kita tak bertemu ya, bagaimana keadaan tanah Jawa sekarang. Pasti tambah semakin sesak aja. Kamu belum lupa kan padaku. Si hitam manis dari tanah Papua. Sekarang aku tinggal di kota Sampit loh. Ayahku dipindahtugaskan di sini. Rumah baruku berseberangan dengan sebuah masjid. Setiap memandangnya teringat pada kain putih penutup kepala yang biasa engkau pakai. Jadi kangen..
Sahabat, tahu gak. Sebenarnya diam-diam aku sering mengamati orang yang sedang berangkat ke masjid loh. Semakin aku amati, semakin aku tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai agamamu. Apalagi bila kulihat wajah-wajah mereka bersinar saat hendak beribadah, rasa penasaranku semakin membuncah.
Sahabat, sebenarnya apa sih arti dari lantunan bahasa arab yang sering dikumandangkan saat tiba waktu beribadah itu. Mau kan menjelaskan sedikit tentang Tuhanmu. Semoga engkau tidak keberatan. Sebelumnya, makaci yah..
Sohibmu,
Maria
Surabaya, Januari 2008
Apa kabar sahabatku? Syukur Alhamdulillah kita bisa tetap berhubungan setelah sekian lama sempat terputus. Kabarku sehat dan baik. Senang bisa mengetahui engkau dalam keadaan baik juga. Senang dong bisa keliling nusantara nih, pasti semakin banyak teman dan kenalan ya. Aku juga kangen dengan pelintiran rambut kribomu itu(hi..hi..bercanda, jangan marah ya). Bukan hanya aku loh yang kangen, tapi juga pohon jambu di depan rumahku yang biasa engkau panjati dulu. Sekarang buahnya lagi ranum-ranumnya tuh.
Yang engkau sebut lantunan bahasa arab itu adalah “Adzan”, seruan untuk beribadah agama kami. Dan artinya adalah :
Alloohu akbar = Alloh Maha Besar
Asyhadu an laa ilaahha illallooh = aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh
Asyhadu anna Muhammadarrosuulullooh = dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Alloh.
Hayya ‘alash-sholaah = marilah sholat (sembahyang/beribadah)
Hayya ‘alal-falaah = marilah menuju kemenangan
Laa ilaaha illallooh = tiada Tuhan (yang di sembah) selain Alloh.
Ada loh biasanya di televisi ketika Adzan sedang di kumandangkan, biasanya waktu maghrib. Coba kapan-kapan Maria perhatikan deh.
Salah satu penjelasan mengenai Alloh terdapat dalam kitab suci kami (Al Quran). Tepatnya berada di Surat Al Ikhlas yang berbunyi :
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Alloh Yang Maha Esa (satu). Alloh tempat meminta segala sesuatu. (Alloh) tidak beranak dan tidak pula di peranakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Jadi kepunyaan Allohlah apa yang ada di dunia dan akhirat ini. Termasuk jiwa dan raga kita. Kami meyakini bahwa tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan sudah di atur-Nya.
Sebelumnya aku minta maaf sahabatku. Mungkin baru itu penjelasan yang bisa aku berikan. Maklum ilmuku juga belum seberapa. Semoga bisa mengobati rasa penasaranmu dan syukur-syukur bila disertai hidayah untukmu. Sudah dulu ya Maria,
Sampit, Februari 2008
Salam kembali dari Mama dan Papa. Mereka juga titip salam untuk orangtuamu. Beserta surat ini ada bingkisan untuk keluarga di Surabaya. Wah..Cuma iming-iming nih ceritanya. Pasti anak-anak pada main ke rumahmu ya, untuk memetik jambu. Aduh bisa gak kebagian nih…
Terimakasih untuk penjelasannya, sangat menyentuhku. Jadi terbuka pikiranku, selama ini gak pernah loh aku berfikir sampai sejauh itu. Bahwa apa yang terjadi di dunia ini ada yang mengatur. Gak sempat memperhatikan sih, aku pikir semua itu begitu saja terjadi.
Berarti Tuhan cuma ada satu ? .
Terus, kalau semua dah di atur sama Alloh, kalau gitu orang yang sudah di takdirkan hidup enak tidak perlu susah payah untuk berusaha dong. Kan semua sudah ada yang atur.
Oh ya makasih tentang arti Adzannya. Sekarang kalau lagi ada Adzan di TV jadi suka memperhatikan. Habis mendengarnya saja jadi terasa sejuk hati ini. Oh ya, lalu Muhammad itu siapa. Hi..hi..jadi banyak tanya ya. Tapi aku tahu kok temanku yang satu ini tidak akan keberatan untuk memberi penjelasan. Makacih lagi loh ya…
Teman Setiamu
Maria
Surabaya, Maret 2008
Orangtuaku berterima kasih untuk kirimannya. Wah, rupanya rumah depan masjid banyak membawa kebaikan nih. Buktinya orang secuek Maria bisa tersentuh hatinya (Alhamdulillah kalau begitu). Sekedar info, jambunya dah habis tuh…
Iya Tuhan cuma ada satu, yaitu Alloh. Bukan tiga atau lebih dari satu. Kebayang nggak, kalo Tuhannya lebih dari satu. Setiap mau menciptakan sesuatu mereka harus diskusi dulu, dan pasti sering beda pendapat. Misalnya dalam menciptakan manusia, Tuhan yang satu minta tuh bayi dilahirkan tanggal 18 Juni, yang satunya minta tanggal lain. Kemudian mereka juga gontok-gontokan nentuin model hidungnya si manusia yang mau diciptakan. Yang satu minta pesek, yang satu minta mancung, yang satu minta yang lain. Belum lagi masalah memberi ampunan, Tuhan yang satu mengampuni, eh malah Tuhan yang lain protes bersikukuh untuk tetep ngasih hukuman. Ih, aneh kan?. Padahal Tuhan itu harusnya Maha Kuasa. Dan bagaimana bisa Tuhan berkuasa penuh kalau Tuhannya lebih dari satu.
Trus masalah yang aku bilang bahwa Alloh yang mengatur semuanya kemudian kamu bilang berarti kalo gitu kita tak usah usaha. Ya gak gitu lah. Kami diwajibkan untuk berusaha malah. Tapi ikhtiar atau usaha saja tentu tidak cukup. Usaha atau ikhtiar itu wilayahnya manusia, namun hasil akhirnya Alloh yang menentukan.
Nabi Muhammad adalah seorang Rosul, yang membawa berita baik berupa kitab suci Al Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Agar lebih lengkap lagi, beserta surat ini aku sertakan sebuah Al Quran sekaligus terjemahannya. Jadi Maria bisa mudah memahami isinya.
Sudah dulu ya sahabat, silakan mendalami kandungannya. Semoga ada secercah cahaya yang bisa menerangi hatimu di dalamnya. Ngomong-ngomong kapan nih main lagi ke pulau Jawa lagi. Aku tunggu kabar selanjutnya.
Yang Merindumu
Siti
Sampit, Mei 2008
Baca suratmu tentang Tuhan gontok-gontokan bikin aku ketawa. Tapi penjelasanmu itu sangat ringan dan mengena bagiku. Sahabatku, disini ada seorang Ustadzah yang baek banget. Aku mengenalnya saat berpapasan dengan beliau yang mau ke masjid. Ustadzah Aisyah itu orangnya ramah dan pintar, seringkali aku ikut ndengerin kalo bliau lagi mengajar TPA di masjid. Aku minta diajari tentang Islam oleh bliau, dan dengan telatennya bliau bersedia mengajariku, kini aku dah dianggapnya adik sendiri.
Terima kasih untuk kirimannya sahabatku. Tidak ada yang pernah menggetarkan hati ini, selain kata demi kata yang teruntai dalam kitab sucimu. Tak kuasa membendung air mata ketika membaca kata-kata indah itu.
Aku jadi makin semangat mempelajari agama Islam. Doakan aku ya sahabat, moga-moga aku segera menemukan kebenaran yang slama ini kucari.
Trimakasihku
Maria



Komentar Saudara !