Home » Serial Remaja

Katakan Cinta

24 January 2009 2 Comments

Malamnya Leonardo nggak bisa tidur enak. Wajah manis si Cinta terus berkelebat di pelupuk matanya. Jujur aja, walaupun dia rada emosi sama si Cinta karena bikin selebaran dakwah tentang kesia-siaan Valentine, tapi di hati kecil Leonardo terbetik rasa kagum. Dia salut banget sama keberanian dan ketegasan prinsip si Cinta. Dan,…diam-diam dia juga mengagumi wajah si Cinta yang dengan helai jilbab yang menjulur hingga setengah badannya si Cinta tampak makin anggun dan mempesona.
“Ah Cinta..cinta…cinta..ciin..tha..tha..tha” desisnya sampe terlelap tidur. Dia berharap si Cinta hadir dalam mimpinya.
Paginya rumah Leonardo ribut. Pasalnya Leonardo ngompol lagi. Maminya si Leonardo ngomel-ngomel dari atas genteng (ih, ngapain juga nongkrong di genteng). Pembokatnya juga ngacung-ngacungkan pemukul kasur, protes minta uang ceperan karena kerja ekstra ikut bersihin ompol. Papinya udah siap-siap pegang gunting (biar dramatis gitu, tapi yang ini nggak ada hubungannya karena cuman mau gunting rumput). Sementara Leonardo dengan sekujur badan bau pesing dan wajah mirip cacing, tertatih menggiring kasur dalam keadaan nungging.
Ceritanya, tadi malem kan Leonardo terlelap sambil bayangin wajah si Cinta. Nah, ternyata nggak sesuai skenario, boro-boro mimpinya ketemu si Cinta tapi malah mimpi dikejar banci. Di film mimpinya, Leonardo lari terbirit birit. Saking takutnya sama tuh banci, sebab bancinya aneh, wajahnya mirip Edy Murphy, trus berjambang, bercula satu, gak ada bola matanya, trus teriak teriak,“mas Leo..mas Leo…pijetin dedek dong!!”, ih, siapa coba yang nggak mati berdiri kalo digituin. Leonardo lari sampe terkencing-kencing. Dan ternyata kencingnya asli.
Tapi gimanapun Leonardo tetep Leonardo, biar tadi malam nih anak ngompol, di sekolah gayanya tetep selangit. Paginya Leonardo yang biasanya nggak kacamataan terlihat pake kacamata warna bening. Balutan sweater warna hijau nutupin seragamnya. Senyumnya dibikin sehangat mungkin. Bisa ditebak, nih anak sedang terobsesi sama Afgan. Walaupun kenyataan bicara lain, dia malah keliatan mirip Anjasmara..itupun pas lagi akting si Encep.
Di Sekolah Leonardo tergolong cowok trendy (katanya sih gitu). Dia selalu up to date dalam urusan gaya rambut hingga gaya kuku. Liat aja, dalam sebulan Leonardo bisa berganti penampilan tiga sampe lima kali. Pas musim rambut di rebounding, dia ikut-ikutan ngerebounding. Dua minggu yang lalu, nih anak maksa nyolong celana oversize milik papinya yang obesitas. Celana kedodoran ituh di serasikan sama jaket gede capuco, katanya sih dia lagi ngikutin tren anak hip-hop. “Yo..yo..aha..yeah..aha..aha” , waktu itu hampir seminggu dia sering ngomel-ngomel kayak orang epilepsi gitu.
Seminggu kemudian celananya berganti jins pensil. Karena bentuknya yang ngepres dari atas sampe bawah, celana ini juga akrab dibilang celana KETUKAR alias “Kentut Tak Keluar-keluar”. Makanya dikabarkan beberapa pembokat protes lantaran waktu nyuci celana pensil milik anak majikannya mesti ngeluarin bau nggak sedap (nah lo!). Tambah lagi assesories sepatu boot, kalung rantai dan rambut jambul ayam jago. Kaosnya warna item nggak ganti-ganti bertuliskan “PUNK IS NOT DEAD”. Kali ini ia lagi terobsesi jadi anak punk.
Dua hari yang lalu, ganti lagi, rambutnya di bikin keriting dan pake kefiyeh (serban) di lilit di leher, katanya sih, cewek sekarang lagi ngidolakan si Giring Nidji. Nah, siapa tahu ada cewek rada rabun yang keliru ngirain dia Giring Nidji. Kan lumayan. Walaupun di luar dugaan, pak Satpam yang dangdut mania ikutan minta tanda tangan sama dia, pasalnya Leonardo malah dikirain Rhoma Irama lagi ngadain kunjungan.
Leonardo pengen nunjukin keahliannya meluluhkan hati seorang wanita. Walaupun sudah puluhan cewek jatuh di pelukannya, tapi ngeraih hatinya Cinta bagi Leonardo sebuah tantangan besar. Cinta bukan sembarang wanita. Dia tipe cewek apa adanya, kuat megang prinsip, aktivis dakwah, dan satu lagi…ANTI PACARAN. Belum lagi, Leonardo merasa getaran hatinya mengatakan ini adalah Cinta sejati, jadi harus diperjuangkan hingga titik darah penghabisan (bujug!). “Bukan maen-maen, cuy, gue gimana gitu..sama si Cinta” Ujarnya kepada Supri, Aktivis Gank Apek yang ditasbihkan oleh kawan-kawannya sebagai DORCI alias Dokter Cinta.
Pagi sebelum masuk kelas, dari Supri, Leonardo sudah mendapat tips berjudul GHADUNGAN, kepanjangan dari Getarkan HAti wanita berkeruDUNG dengan nyanyiAN.
“ih maksa banget singkatannya cuy” ujar Leonardo.
“udaah..yang penting isinya moncer, cuy” sahut Supri.
Kebetulan kelas kosong. Kabarnya Guru Matematika sakit perut karena nggak sengaja nelen angka (?). Kesempatan ini nggak disia-siakan sama Leonardo. Tanpa ragu dia maju ke depan. Berdiri sebentar, tarik nafas seperti penyanyi orkestra mau unjuk suara.
“Terima kasih cinta…untuk segalanya” Leonardo berusaha se-Afgan mungkin.
Dan suasana yang tak diharapkan itupun terjadi, bermacam-macam benda mulai dari kertas, karet penghapus, uang logam, kaos kaki aroma terasi, tusuk gigi, hingga bola kasti beterbangan ke arah sang Maestro yang tetep khusyuk melantunkan lagunya.
Sementara Cinta, sibuk dengan buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” karya Salim Akhukum Fillah, sok nggak peduli sama keributan di kelasnya.
Tapi ya gitu, sikap dingin Cinta itulah yang malah bikin Leonardo makin tergila-gila (haduuh..wees..wes)
***
14 Pebruari, Hari Valentine tiba. Kehidupan SMU Jiwa Kelana nampak berjalan seperti biasa. Nggak keliatan ada siswa yang ngerayain, bahkan sekedar ngucapin selamat-selamatan. Acara Valentine bikinan Leonardo yang digadang-gadang bakalan menjadi acara valentine paling spektakuler sepanjang sejarah perayaan Valentine di SMU Jiwakelana batal dilaksanakan. Wah berarti dakwah si Cinta dan temen-temen Masjid sukses, dong!. Ya juga sih, tapi sebenarnya ada faktor lain yang bikin acara Valentine itu nggak jadi. Dua hari yang lalu, Gank Apek Ngadaian konferensi pers di SUTOS, alias Sebelah Utara TOilet Siswa. Dalam konferensinya, Leonardo membatalkan acara itu dengan alasan yang juga di luar dugaan diucapin anak semacam Leonardo dan Gank Apeknya, yaitu karena Valentine mendekati maksiat, katanya (waah..salut, euy!)
“Dengan senang hati, saya membatalkan acara ini, saya mengajak kita memperlakukan cinta dengan sewajarnya, cinta itu suci jangan dikotori” ujar Leonardo. Surat pernyataan itu plus rekaman pidato Leonardo juga dikirimkan ke alamat Masjid dengan tujuan khusus kepada “Fitri Cinta Khoirunnisa”.
***
Siang jam istirahat, Leonardo menjumpai Cinta yang lagi sendirian duduk di bangku koridor kelas.
“Cinta, maafin kesalahanku” ucap Leonardo selembut mungkin.
“Ah, nggak ada yang salah akhi, ana senang antum mau berubah”
Leonardo melempar senyum. Cintapun membalas senyum. Pandangan mata keduanya bertemu. Cinta menundukkan pandangan. Hati Leonardo berdesir. Cinta menangkap sesuatu yang aneh, diapun segera pergi ninggalin Leonardo yang masih berdiri cengir-cengir nggak jelas.
Malam hari menjelang bobo Cinta dapet SMS. “Cin, ajarin aku ilmu agama, sungguh, hati ini ingin merasakan kedekatan dengan ilahi, dan membangun cinta yang sejati”. Cinta membalas SMSnya “Besok datang saja ke Masjid, ketemu sama para ikhwan (cowok), mereka sangat senang kalau antum mau bergabung sama mereka”.
SMS masuk lagi, “Cin, menurut kamu cinta itu seperti apa, yah”. SMS dibalas “Cinta kepada Alloh dan Rosulnya, kedua orang tua dan cinta sesama muslim karena Alloh”. SMS masuk lagi, “Wah cinta sesama muslim juga yah, berarti kita berdua harus saling mencintai ya Cin”. SMS nggak dibalas. SMS masuk lagi, “loh, kok nggak dibalas?, sorry Cin maksud gue cinta sesama muslim, Cin”. SMS nggak dibalas. SMS masuk lagi, “met bobo yah, oh iya, nanti aku tolong dibangunin tahajjud ya, aku pengeeen sekali sholat tahajjud”. SMS tetep nggak dibalas.
Akhir-akhir ini Leonardo sering datang ke Masjid. Dia nggak pernah absent ikut kajiannya Sohib cs semacam Bincang Remaja, PERANG (Pengajian Rabu Siang), PENJAHAT (Pengajian Jam Istirahat) dan laen-laen. Kehadiran Leonardo sangat mengejutkan bagi beberapa anak. Sampe temen-temennya di gank APEK ngirain Leonardo kena pengaruh dari jin Islam (bujug, kebanyakan nonton pilem Jin dan Jun). Sementara seperti biasa, Sohib seneng banget dapet kader dakwah baru di masjid. Sohib nemenin terus tuh anak sambil dikasih nasehat.
Aslinya dibalik sikap Leonardo menghentikan acara Valentine dan sering dateng ke masjid ada niat buat meraih simpati Cinta. Liat aja, sebelum masuk Masjid dia mesti mondar-mandir dulu di deket tempat wanita, caper gitu. Setiap ngisi absensi di acara kajiannya sohib cs, biar kebaca sama Cinta, mesti nomornya paling atas, ditulis tebal, warna merah plus digaris bawahi lagi (busyet).
Tapi lama-lama dakwah Sohib kena juga di hatinya. Walaupun ya emang susah ngilangin perasaan, di hati Loenardo api cinta sama si Cinta masih tetap menyala-nyala.
***
Cinta menemui Sohib ditemenin si Fitri. Sepertinya Cinta tahu gelagat Leonardo berubah sekarang niatnya nggak tulus semata-mata karena Alloh, tapi juga karena ingin ngedapetin atinya si Cinta. Pasalnya, tiap malem si Leonardo mesti SMS si Cinta yang isinya nggak penting-penting. Kayak ngasi tahu dia sudah bisa ngaji lah, yang sudah sholat dhuha lah, yang dapet nilai baguslah, yang beli buku islami-lah, yang nggak sengaja nyium ketek Abdulloh-lah, pokoknya nggak penting. Makanya Cinta minta tolong Sohib buat nyadarin tuh anak.
Di kajian PERANG (Pengajian Rabu Siang), Sohib ngisi ceramah tentang Niat. Dia bercerita kisah tentang seorang wanita yang ikut berhijrah bersama nabi ke Madinah.
“namanya Ummul Qais, tapi diam-diam seorang lelaki mengikuti Ummul Qais berhijrah ke Madinah. Niat si lelaki bukan hijrah karena Alloh tapi dia Hijrah karena dia ingin menikahi Ummul Qais” Ungkap sohib.
“Berita itu sampai kepada Rosululloh, lantas, dengan wajah sedikit marah Rosululloh bersabda : Sesungguhnya amal itu bergantung niat, dan setiap orang memperoleh berdasar apa yang ia niatkan, maka barangsiapa hijrahnya karena Alloh dan Rosul-Nya maka hijrahnya (pahalanya) dari Alloh dan Rosul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk dunia yang dicintai atau untuk wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya mendapat seperti yang ia niatkan.” Ucap Sohib lantang.
Sementara di pojok belakang seorang anak menunduk terus. Air mukanya kemerahan menahan malu. Leonardo, kawan. Dia tampaknya ketohok telak sama nasehatnya Sohib. Usai kajian Leonardo mengampiri Sohib, “thanks Hib nasehatnya” ucapnya pelan lantas berpamitan pulang.
Malam harinya nggak ada lagi SMS yang masuk ke HP Cinta.
Keesokan harinya si Leonardo nggak nongol di Masjid. Siang pas acara bincang remaja juga nggak ada. Udah lima hari, Leonardo nggak muncul di Masjid. Semua anak pada menanyakan keberadaan Leonardo.
Rupanya Leonardo nggak bisa nahan malu. Dia malu sama anak-anak masjid, sama Sohib, lebih-lebih malu sama Cinta. Makanya dia nggak bisa nunjukin muka di depan anak-anak Masjid.
Tapi bukan serta-merta dia ninggalin ibadah. Kalo kamu mau liat lebih teliti, tiap hari shaff sholat subuh Masjid Al-Furqon ketambahan satu orang anak muda. Ya, Leonardo nggak pernah absen sholat Jamaah di Masjid dekat rumahnya itu.
Sementara dari sound system milik mang Udin tetangga Leonardo, terdengar sayup-sayup lagu dari Afgan, “terima kasih Cintaaa…untuk segalanya”.Malamnya Leonardo nggak bisa tidur enak. Wajah manis si Cinta terus berkelebat di pelupuk matanya. Jujur aja, walaupun dia rada emosi sama si Cinta karena bikin selebaran dakwah tentang kesia-siaan Valentine, tapi di hati kecil Leonardo terbetik rasa kagum. Dia salut banget sama keberanian dan ketegasan prinsip si Cinta. Dan,…diam-diam dia juga mengagumi wajah si Cinta yang dengan helai jilbab yang menjulur hingga setengah badannya si Cinta tampak makin anggun dan mempesona.
“Ah Cinta..cinta…cinta..ciin..tha..tha..tha” desisnya sampe terlelap tidur. Dia berharap si Cinta hadir dalam mimpinya.
Paginya rumah Leonardo ribut. Pasalnya Leonardo ngompol lagi. Maminya si Leonardo ngomel-ngomel dari atas genteng (ih, ngapain juga nongkrong di genteng). Pembokatnya juga ngacung-ngacungkan pemukul kasur, protes minta uang ceperan karena kerja ekstra ikut bersihin ompol. Papinya udah siap-siap pegang gunting (biar dramatis gitu, tapi yang ini nggak ada hubungannya karena cuman mau gunting rumput). Sementara Leonardo dengan sekujur badan bau pesing dan wajah mirip cacing, tertatih menggiring kasur dalam keadaan nungging.
Ceritanya, tadi malem kan Leonardo terlelap sambil bayangin wajah si Cinta. Nah, ternyata nggak sesuai skenario, boro-boro mimpinya ketemu si Cinta tapi malah mimpi dikejar banci. Di film mimpinya, Leonardo lari terbirit birit. Saking takutnya sama tuh banci, sebab bancinya aneh, wajahnya mirip Edy Murphy, trus berjambang, bercula satu, gak ada bola matanya, trus teriak teriak,“mas Leo..mas Leo…pijetin dedek dong!!”, ih, siapa coba yang nggak mati berdiri kalo digituin. Leonardo lari sampe terkencing-kencing. Dan ternyata kencingnya asli.
Tapi gimanapun Leonardo tetep Leonardo, biar tadi malam nih anak ngompol, di sekolah gayanya tetep selangit. Paginya Leonardo yang biasanya nggak kacamataan terlihat pake kacamata warna bening. Balutan sweater warna hijau nutupin seragamnya. Senyumnya dibikin sehangat mungkin. Bisa ditebak, nih anak sedang terobsesi sama Afgan. Walaupun kenyataan bicara lain, dia malah keliatan mirip Anjasmara..itupun pas lagi akting si Encep.
Di Sekolah Leonardo tergolong cowok trendy (katanya sih gitu). Dia selalu up to date dalam urusan gaya rambut hingga gaya kuku. Liat aja, dalam sebulan Leonardo bisa berganti penampilan tiga sampe lima kali. Pas musim rambut di rebounding, dia ikut-ikutan ngerebounding. Dua minggu yang lalu, nih anak maksa nyolong celana oversize milik papinya yang obesitas. Celana kedodoran ituh di serasikan sama jaket gede capuco, katanya sih dia lagi ngikutin tren anak hip-hop. “Yo..yo..aha..yeah..aha..aha” , waktu itu hampir seminggu dia sering ngomel-ngomel kayak orang epilepsi gitu.
Seminggu kemudian celananya berganti jins pensil. Karena bentuknya yang ngepres dari atas sampe bawah, celana ini juga akrab dibilang celana KETUKAR alias “Kentut Tak Keluar-keluar”. Makanya dikabarkan beberapa pembokat protes lantaran waktu nyuci celana pensil milik anak majikannya mesti ngeluarin bau nggak sedap (nah lo!). Tambah lagi assesories sepatu boot, kalung rantai dan rambut jambul ayam jago. Kaosnya warna item nggak ganti-ganti bertuliskan “PUNK IS NOT DEAD”. Kali ini ia lagi terobsesi jadi anak punk.
Dua hari yang lalu, ganti lagi, rambutnya di bikin keriting dan pake kefiyeh (serban) di lilit di leher, katanya sih, cewek sekarang lagi ngidolakan si Giring Nidji. Nah, siapa tahu ada cewek rada rabun yang keliru ngirain dia Giring Nidji. Kan lumayan. Walaupun di luar dugaan, pak Satpam yang dangdut mania ikutan minta tanda tangan sama dia, pasalnya Leonardo malah dikirain Rhoma Irama lagi ngadain kunjungan.
Leonardo pengen nunjukin keahliannya meluluhkan hati seorang wanita. Walaupun sudah puluhan cewek jatuh di pelukannya, tapi ngeraih hatinya Cinta bagi Leonardo sebuah tantangan besar. Cinta bukan sembarang wanita. Dia tipe cewek apa adanya, kuat megang prinsip, aktivis dakwah, dan satu lagi…ANTI PACARAN. Belum lagi, Leonardo merasa getaran hatinya mengatakan ini adalah Cinta sejati, jadi harus diperjuangkan hingga titik darah penghabisan (bujug!). “Bukan maen-maen, cuy, gue gimana gitu..sama si Cinta” Ujarnya kepada Supri, Aktivis Gank Apek yang ditasbihkan oleh kawan-kawannya sebagai DORCI alias Dokter Cinta.
Pagi sebelum masuk kelas, dari Supri, Leonardo sudah mendapat tips berjudul GHADUNGAN, kepanjangan dari Getarkan HAti wanita berkeruDUNG dengan nyanyiAN.
“ih maksa banget singkatannya cuy” ujar Leonardo.
“udaah..yang penting isinya moncer, cuy” sahut Supri.
Kebetulan kelas kosong. Kabarnya Guru Matematika sakit perut karena nggak sengaja nelen angka (?). Kesempatan ini nggak disia-siakan sama Leonardo. Tanpa ragu dia maju ke depan. Berdiri sebentar, tarik nafas seperti penyanyi orkestra mau unjuk suara.
“Terima kasih cinta…untuk segalanya” Leonardo berusaha se-Afgan mungkin.
Dan suasana yang tak diharapkan itupun terjadi, bermacam-macam benda mulai dari kertas, karet penghapus, uang logam, kaos kaki aroma terasi, tusuk gigi, hingga bola kasti beterbangan ke arah sang Maestro yang tetep khusyuk melantunkan lagunya.
Sementara Cinta, sibuk dengan buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” karya Salim Akhukum Fillah, sok nggak peduli sama keributan di kelasnya.
Tapi ya gitu, sikap dingin Cinta itulah yang malah bikin Leonardo makin tergila-gila (haduuh..wees..wes)
***
14 Pebruari, Hari Valentine tiba. Kehidupan SMU Jiwa Kelana nampak berjalan seperti biasa. Nggak keliatan ada siswa yang ngerayain, bahkan sekedar ngucapin selamat-selamatan. Acara Valentine bikinan Leonardo yang digadang-gadang bakalan menjadi acara valentine paling spektakuler sepanjang sejarah perayaan Valentine di SMU Jiwakelana batal dilaksanakan. Wah berarti dakwah si Cinta dan temen-temen Masjid sukses, dong!. Ya juga sih, tapi sebenarnya ada faktor lain yang bikin acara Valentine itu nggak jadi. Dua hari yang lalu, Gank Apek Ngadaian konferensi pers di SUTOS, alias Sebelah Utara TOilet Siswa. Dalam konferensinya, Leonardo membatalkan acara itu dengan alasan yang juga di luar dugaan diucapin anak semacam Leonardo dan Gank Apeknya, yaitu karena Valentine mendekati maksiat, katanya (waah..salut, euy!)
“Dengan senang hati, saya membatalkan acara ini, saya mengajak kita memperlakukan cinta dengan sewajarnya, cinta itu suci jangan dikotori” ujar Leonardo. Surat pernyataan itu plus rekaman pidato Leonardo juga dikirimkan ke alamat Masjid dengan tujuan khusus kepada “Fitri Cinta Khoirunnisa”.
***
Siang jam istirahat, Leonardo menjumpai Cinta yang lagi sendirian duduk di bangku koridor kelas.
“Cinta, maafin kesalahanku” ucap Leonardo selembut mungkin.
“Ah, nggak ada yang salah akhi, ana senang antum mau berubah”
Leonardo melempar senyum. Cintapun membalas senyum. Pandangan mata keduanya bertemu. Cinta menundukkan pandangan. Hati Leonardo berdesir. Cinta menangkap sesuatu yang aneh, diapun segera pergi ninggalin Leonardo yang masih berdiri cengir-cengir nggak jelas.
Malam hari menjelang bobo Cinta dapet SMS. “Cin, ajarin aku ilmu agama, sungguh, hati ini ingin merasakan kedekatan dengan ilahi, dan membangun cinta yang sejati”. Cinta membalas SMSnya “Besok datang saja ke Masjid, ketemu sama para ikhwan (cowok), mereka sangat senang kalau antum mau bergabung sama mereka”.
SMS masuk lagi, “Cin, menurut kamu cinta itu seperti apa, yah”. SMS dibalas “Cinta kepada Alloh dan Rosulnya, kedua orang tua dan cinta sesama muslim karena Alloh”. SMS masuk lagi, “Wah cinta sesama muslim juga yah, berarti kita berdua harus saling mencintai ya Cin”. SMS nggak dibalas. SMS masuk lagi, “loh, kok nggak dibalas?, sorry Cin maksud gue cinta sesama muslim, Cin”. SMS nggak dibalas. SMS masuk lagi, “met bobo yah, oh iya, nanti aku tolong dibangunin tahajjud ya, aku pengeeen sekali sholat tahajjud”. SMS tetep nggak dibalas.
Akhir-akhir ini Leonardo sering datang ke Masjid. Dia nggak pernah absent ikut kajiannya Sohib cs semacam Bincang Remaja, PERANG (Pengajian Rabu Siang), PENJAHAT (Pengajian Jam Istirahat) dan laen-laen. Kehadiran Leonardo sangat mengejutkan bagi beberapa anak. Sampe temen-temennya di gank APEK ngirain Leonardo kena pengaruh dari jin Islam (bujug, kebanyakan nonton pilem Jin dan Jun). Sementara seperti biasa, Sohib seneng banget dapet kader dakwah baru di masjid. Sohib nemenin terus tuh anak sambil dikasih nasehat.
Aslinya dibalik sikap Leonardo menghentikan acara Valentine dan sering dateng ke masjid ada niat buat meraih simpati Cinta. Liat aja, sebelum masuk Masjid dia mesti mondar-mandir dulu di deket tempat wanita, caper gitu. Setiap ngisi absensi di acara kajiannya sohib cs, biar kebaca sama Cinta, mesti nomornya paling atas, ditulis tebal, warna merah plus digaris bawahi lagi (busyet).
Tapi lama-lama dakwah Sohib kena juga di hatinya. Walaupun ya emang susah ngilangin perasaan, di hati Loenardo api cinta sama si Cinta masih tetap menyala-nyala.
***
Cinta menemui Sohib ditemenin si Fitri. Sepertinya Cinta tahu gelagat Leonardo berubah sekarang niatnya nggak tulus semata-mata karena Alloh, tapi juga karena ingin ngedapetin atinya si Cinta. Pasalnya, tiap malem si Leonardo mesti SMS si Cinta yang isinya nggak penting-penting. Kayak ngasi tahu dia sudah bisa ngaji lah, yang sudah sholat dhuha lah, yang dapet nilai baguslah, yang beli buku islami-lah, yang nggak sengaja nyium ketek Abdulloh-lah, pokoknya nggak penting. Makanya Cinta minta tolong Sohib buat nyadarin tuh anak.
Di kajian PERANG (Pengajian Rabu Siang), Sohib ngisi ceramah tentang Niat. Dia bercerita kisah tentang seorang wanita yang ikut berhijrah bersama nabi ke Madinah.
“namanya Ummul Qais, tapi diam-diam seorang lelaki mengikuti Ummul Qais berhijrah ke Madinah. Niat si lelaki bukan hijrah karena Alloh tapi dia Hijrah karena dia ingin menikahi Ummul Qais” Ungkap sohib.
“Berita itu sampai kepada Rosululloh, lantas, dengan wajah sedikit marah Rosululloh bersabda : Sesungguhnya amal itu bergantung niat, dan setiap orang memperoleh berdasar apa yang ia niatkan, maka barangsiapa hijrahnya karena Alloh dan Rosul-Nya maka hijrahnya (pahalanya) dari Alloh dan Rosul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk dunia yang dicintai atau untuk wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya mendapat seperti yang ia niatkan.” Ucap Sohib lantang.
Sementara di pojok belakang seorang anak menunduk terus. Air mukanya kemerahan menahan malu. Leonardo, kawan. Dia tampaknya ketohok telak sama nasehatnya Sohib. Usai kajian Leonardo mengampiri Sohib, “thanks Hib nasehatnya” ucapnya pelan lantas berpamitan pulang.
Malam harinya nggak ada lagi SMS yang masuk ke HP Cinta.
Keesokan harinya si Leonardo nggak nongol di Masjid. Siang pas acara bincang remaja juga nggak ada. Udah lima hari, Leonardo nggak muncul di Masjid. Semua anak pada menanyakan keberadaan Leonardo.
Rupanya Leonardo nggak bisa nahan malu. Dia malu sama anak-anak masjid, sama Sohib, lebih-lebih malu sama Cinta. Makanya dia nggak bisa nunjukin muka di depan anak-anak Masjid.
Tapi bukan serta-merta dia ninggalin ibadah. Kalo kamu mau liat lebih teliti, tiap hari shaff sholat subuh Masjid Al-Furqon ketambahan satu orang anak muda. Ya, Leonardo nggak pernah absen sholat Jamaah di Masjid dekat rumahnya itu.
Sementara dari sound system milik mang Udin tetangga Leonardo, terdengar sayup-sayup lagu dari Afgan, “terima kasih Cintaaa…untuk segalanya”.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.

2 Comments »

  • Akhmad Fathir said:

    ku rasa ku suka sama Fitri Cinta Khoirunnisa

    ASS WR WB

  • ismy said:

    assalamualaikum,,
    saya suka sekali dengan JJS series ini,karna bs menuntun sy dlm menghadapai dunia remaja yg sekarang ini,dan jg sangat menghibur saya.
    JJS series ini sangat bermanfat buat saya.Dan semoga,jg bermanfaat u/ para pemabaca lain,khususnya para pembaca remaja.