Kebencian Terhadap Islam Ternyata Salah Besar
Tak ada ungkapan lain yang senantiasa harus saya syukuri, kecuali rasa berterimakasih kepada Alloh. Dialah sang maha pemberi hidayah, pembuka jalan kebenaran. Jika Alloh telah menghunjamkan karunia hidayah-Nya, tidak ada seorangpun yang bisa melepaskannya. Saya yakin Allohlah satu-satunya penolong.
Sebagaimana yang difirmankan dalam Al Qur’an, “Dan orang yang dipimpin Alloh, maka tiadalah orang yang akan menyesatkannya” (Q.S. Az Zumar [39]:37). Juga, “Dan siapa yang disesatkan oleh Alloh, maka tidak ada yang dapat menunjukinya” (Q.S. Ar Ra’du [13]:33).
Saya melihat terlalu banyak orang yang hanya akan menjaga dengan sungguh-sungguh sesuatu yang dianggapnya berharga dan membuang sesuatu yang dianggapnya tidak berharga. Semakin bernilai dan semakin berharga suatu benda, maka akan lebih habis-habisan pula dijaganya. Ada yang mati-matian menjaga harta, penampilan dan kedudukan karena itu semua dianggap membuat dirinya berharga.
Namun saya yakin, yang lebih penting dari semua itu adalah menjaga hidayah dan taufik dari-Nya. Saya yakin bahwa hidup tidak akan selamat mencapai akhirat kecuali dengan hidayah dan taufik dari Alloh.
Alloh Dzat Maha Pemberi Karunia Hidayah, alhamdulillah telah mengajarkan kepada saya agar senantiasa bermohon kepada-Nya sehingga selalu tertuntun dengan cahaya hidayah dari-Nya.
Saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara, dibesarkan dalam didikan Kristen. Semakin usia menginjak dewasa, hati saya selalu bertanya-tanya tentang agama yang haq itu yang mana. Hidup sekali di dunia ini, saya tak ingin tersesat. Lalu saya pun mencoba untuk belajar banyak agama. Di samping kitab suci bawaan saya, Injil, saya juga mempelajari beberapa kitab suci agama lain, di antaranya Budha dan Islam. Karena itu ada yang mengatakan agama saya waktu itu campur-campur.
Saya ingin membanding-bandingkan mana ajaran yang benar. Itu saya lakukan sendiri, relatif tanpa bimbingan siapapun. Terhadap Islam pun, saya pernah punya pandangan negatif. Dalam pencarian itu saya pernah menganggap Islam itu agama yang identik dengan kekerasan, atau yang berbau teroris. Betapa tidak, saya menyaksikan betul adanya organisasi yang mengatasnamakan Islam untuk berbuat kekerasan dam memaksakan maksud dan tujuannya. Teus terang, saya tidak sependapat dan sepaham dengan itu. Saya lebih suka kedamaian dan ketenteraman. Maka saya pun sempat menganggap Islam tidak tepat saya anut, hingga akhirnya saya menjauhinya. Saya pun sempat membenci Islam.
Namun entah kenapa, greget untuk tahu banyak tentang Islam seolah-olah mendapat dorongan kuat. Kembali saya “menaruh perhatian” belajar Islam. Terus terang, dalam hal mempelajari Islam pun saya lebih banyak belajar dari televisi. Semua stasiun TV yang menayangkan bimbingan keIslaman saya ikuti. Saya ingat betul acara yang paling saya sukai waktu itu adalah Indahnya Kebersamaan di SCTV yang diasuh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa’ Gym).
Astaghfirullah, tiba-tiba saya tersadar. Anggapan saya tentang Islam selama ini benar-benar keliru. Kebencian saya terhadap Islam itu salah besar. Melalui acara-acara itu saya seperti terbangun. Wajah Islam yang benar ternyata tidak seperti anggapan saya selama ini. Ternyata Islam tidak mengajarkan kekerasan namun lebih menonjolkan kebersamaan dan kasih sayang. Islam juga tidak membeda-bedakan golongan. Di hadapan Alloh SWT semuanya sama, yang membedakan adalah amal ibadahnya. Islam adalah agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam.
Islam adalah agama kasih sayang. Islam mengajarkan kita untuk bersikap rendah hati kepada sesama orang beriman, sesama muslim. Apa pun kedudukan sosial ekonomi dan politiknya; apa pun suku bangsa, ras, dan bahasanya; seorang muslim harus kita hormati dan tidak kita hadapi dengan sikap arogan. Sebab, pada hakikatnya seorang muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah laksana satu tubuh.
Mereka saling hormat dan saling merendah, bukan saling merendahkan dan menghinakan. Lebih dari itu, mereka saling menyayangi dan bergaul dengan penuh kehangatan dan kekompakan. Laksana satu tubuh. Bahkan sikap ramah ini juga ditunjukkan kepada non-Muslim yang menghargai integritas kaum muslimin dan mengakui kedaulatan syariat Islam, sekalipun mereka tidak mengimani Islam.
Merasa pas dan mantap akan kebenaran Islam, dengan niat yang bulat, saya mengikhlaskan melepas keyakinan lama saya. Pada tahun 2003, saya melakukan ikrar, mengucap kalimat syahadat di Masjid Al Falah Surabaya. Bersyukur, tak ada “perlawanan” yang cukup berarti dari keluarga besar saya.
Saya pun bisa menimba ilmu keIslaman lebih dalam dan leluasa, tak hanya belajar sendiri, namun sudah mencari pembimbing. Perjalanan waktu semakin menguatkan keyakinan saya tentang kebenaran Islam. Dibandingkan agama lain, ada yang menganggap untuk menjalankan ibadah Islam itu sangat berat. Soal sholat lima waktu saja misalnya. Tak setiap orang bisa dengan ikhlas meninggalkan kesibukan dunianya untuk bersegera menghadap Alloh bila panggilan sholat telah tiba. Bagi saya orang yang demikian sangat merugi. Semua ibadah yang dilakukan seseorang itu sebenarnya untuk kepentingan dia sendiri. Jadi kenapa harus dianggap berat.
Alhamdulillah, hingga kini saya diberi kekuatan untuk senantiasa memelihara hidayah tersebut. Termasuk memelihara agar senantiasa sholat tepat waktu dan istiqomah menjalankan syariat Islam lainnya… . (*)

baguslah bapak…cepat tersadar…akan lingkungan bapak,….maju terus pak mari kita cari..bekal kita bila nanti sudah mati….bukan harta duniawi…yangkita bawa…amal& kebaikanlah yakita bawa
semoga Alloh memberkahi hidup saudara
saya yakin bila semua orang didunia ini mempeljari Al quran dan hadits secara benar dan membuka hati, maka petunjuk Allah akan menembus ruang hatinya dan menerima islam serta mengamalkannya. Sedangkan orang yang membenci islam hanya melihat kulit luar islam saja atau ada kepentingan pribadi yang tidak menguntungkan dirinya. Sesungguhnya jika semua manusia didunia ini tidak menyembah Allah SWT,sedikitpun tidak akan mengurangi kekuasaan Nya. Demikian juga, jika semua manusia di dunia ini menyembah Allah SWT tidak akan menambah sedikitpun kekuasaan NYa.
# Silaturrahim
# Cermin
# Menu Utama
# Keberkahan Finansial
# Konsultasi
# Bagi-Bagi
# Cahaya Islam
# Doa
# Cerpen Anak
# Cermin, Yuk Belajar Bersama Nuri
# Buku Pilihan
# Buat Nanda
# Generasi Emas
# Rehat
# Sakinah
# Wanita
# Kisah Hikmah
# Hikmah Muallaf
# Nuansa Qolbu
# Fitrah
# Iqro'
# Fadhilah Amal
Random Image
Berita Terbaru
Komentar Terbaru
Polls
Agenda Kegiatan
Memisahkan Hati dari materi»
Tersenyumlah»
Buat Hidup Yang Bersahaja»
Merepotkan Orang Sampai Tua»
Katagori Penerima Nikmat»
Perampok kebahagiaan»
Moment Mengasah Kecintaan Kepada Rasulullah»
Musim Hujan»
Bangkitlah Ketika Difitnah»
Hati yang bercahaya»
Mengelola Hutang Agar Tidak Buntung»
Liburan Kok Ngutang»
Mahalnya Harga Sebuah Gengsi»
POS PENGELUARAN UNTUK BERBAGI»
Investasi Emas untuk Menjaga Kekayaan»