Home » Buku Pilihan

Ponari Sweat

8 April 2009 No Comment

Sohib menggeleng-geleng kepala. Di televisi dilihatnya berita tentang Ponari. Disitu terlihat berjubel antrean orang-orang yang minta airnya dicelupi batu Ponari, ribuan orang. He’eh, fenomena batu Ponari yang dipercaya mampu menyembuhkan orang-orang sakit situasinya makin menghawatirkan. Selain udah makan korban jiwa, korban luka-luka dan korban perasaan (misalnya mereka yang udah antre berhari-hari tapi nggak dapet ituh), ditengarai pengobatan tersebut bisa menimbulkan korban rusak aqidah.
Kian hari, fenomena itu makin berkembang dengan dibukanya praktek-praktek pengobatan media batu lainnya. Seperti yang dibuka oleh Ponaryo asal Jombang dan Mpok Nari di Blitar. Dalam strategi pemasarannya, Ponaryo berani mengusung slogan “Bergaransi uang kembali”. Sedangkan Mpok Nari agar bisa bersaing mengusung slogan “Mengatasi Masalah tanpa Masalah” (yee, itu kan moto pegadaian). Di lokasi lain, karena dalam praktek perdukunannya pake membaca doa-doa berbahasa Arab, seorang laki-laki yang mengaku kejatuhan sebuah batu dari arah yang nggak jelas waktu tawuran massal di desanya (yee, pantes aja kale) bernama Naripo berani mengangkat Slogan “Pertama Sesuai Syariah” (Astaghfirulloh, beraninya)
Berita di Tipi berganti topik. Sohib tetep geleng-geleng kepala. Rupanya dari tadi Sohib nonton tivi sambil olahraga peregangan kepala (ih, kirain). Tapi bagaimanapun sebagai aktivis dakwah, fenomena Ponari menggelisahkan Sohib en rekan-rekannya. Makanya besok lusa kajian bincang remaja di Masjid sekolah, Sohib mengusulkan untuk mengangkat tema tentang bahaya TBC. Loh, kok TBC sih. TBC ituh singkatan dari Takhayul, Bid’ah, Churafat, tauk!.
***
“assalamualaikum”
“wa’alaikumsalam warohmatulloh” Pak Kardi, paman Sohib, menjawab salam sambil beranjak untuk membukakan pintu.
Usai dibukakan pintu, bang Riksyi, tanpa dipersilahkan duduk langsung mengambil tempat. Bahkan kagak hanya ngambil tempat, kue kering di atas meja juga diambil.
“Hehe..maaf pak, tadi belum makan”, Ujar bang Riksyi sekenanya. Di Kampung, bang Riksyi dikenal sebagai Pengarang alias Pengangguran tidur Jarang alias suka keluyuaran malam. Tapi begitu, bukannya dia nggak punya semangat kerja. Dia sudah merasakan kerja di banyak perusahaan. Tapi ya gitu, baru tiga hari dia sudah dipecat. Semua alasannya sama. Soalnya karakter Bang Riksyi yang nyebelin, orangnya sok tahu dan banyak omong alias nggedabrusz!.
Pernah Pak Kardi nawarin dia buat narik becak sekaligus minjemin  modal buat beli properti becak. Tapi bang Riksyi menolak. “hehe, maaf bukan saya mau nolak tawaran baik Pak Kardi, tapi gimana ya, saya sih masih malu dilihat orang-orang narik becak, apalagi bapak kan tahu, saya lagi PDKT sama putrinya pak RT, kalo dia lihat saya narik becak, nggak lucu kan pak..”Ujarnya waktu itu.
“kira-kira ada apa ya dik Riksyi, tumben kok pagi-pagi dek Riksyi kesini” tanya Pak Kardi.
“gini Pak Kardi, saya ada kabar gembira buat Pak Kardi, berupa ide cemerlang hasil renungan saya dua hari dua malam, tapi mohon ide ini jangan disebarluaskan ke siapa-siapa, khawatir ada yang menduplikasi”
“kira-kira apa ya dek”
“saya menawarkan Pak Kardi join” bang Riksyi mendekat ke Pak Kardi, sepertinya yang mau disampaikan amat rahasia sehingga perlu disampaikan dengan bisik-bisik.
“psst..psst…psst..nah, gimana menurut Pak Kardi”
“astaghfirulloh..saran bapak jangan dilanjutkan ide itu, itu tidak baik dek Riksyi”
“wah, bapak ini gimana, ide narik becak dianggap baik, ini ada ide bagus dibilang malah tidak baik, ya sudahlah, biar saya jalan sendiri, tapi kalo saya sukses bapak jangan nyesel loh ya”
Bang Riksyi langsung pamitan pulang. Tidak lupa ia minta ijin untuk membawa dua buah jeruk yang ada di atas meja (busyeet, nggragas). Sementara Sohib masih olahraga pagi di depan Tipi, menggeleng-geleng kepala.
***
Siang pulang sekolah Masjid sudah penuh dengan para siswa yang akan mengikuti kajian Bincang Remaja. Kang Wazdi, yang menjadi idola para siswa karena penyampaian kajiannya yang arif dan lugas serta humoris, sudah bersiap untuk menyampaikan materi. Walaupun masih muda, Kang Wazdi kaya dengan ilmu agama dan pengetahuan umum. S1 lulusan Teknik Informatika di PTN terkemuka di Surabaya, sedang S2 lulusan Ekonomi Islam Universitas Indonesia.
Semua peserta menyimak dengan khusyuk materi yang disampaikan oleh Kang Wazdi. Materi tentang bahaya TBC ia sampaikan dengan lugas.
“Islam tidak melarang untuk berobat, bahkan Rosululloh pernah bersabda dalam hadist riwayat Ahmad, “Berobatlah kamu karena sesungguhnya Alloh Dzat yang membuat penyakit, Dia pula yang membuat obatnya””
“Hanya saja Islam melarang berobat dengan sesuatu yang ghaib yang tak ada sandarannya dalam Islam maupun secara Medis, misalkan memakai jimat, meyakini batu yang bisa menyembuhkan, dan lain sebagainya”
***
Pulang sekolah Sohib, Jodi dan Junet mampir ke pasar. JJS sebenarnya nggak biasa pergi ke pasar, biasanya pergi ke Mall. Eh nggak lah, ya kalian kan tau gimana kondisi dompet mereka. Jangankan ke pasar buat beli-beli, baju aja tiga kali hari raya nggak ganti-ganti (hihi..). Makanya saat di Surabaya didirikan komunitas P-O-BOKS alias Persatuan Orang Bokeks, mereka dengan bangga ikut bergabung.
JJS ke pasar buat nganterin Jodi yang dititipin engkongnya buat beliin parfum Hajarul Aswat. Saat melintas di pasar, di pojok pasar terdengar suara-suara keras. Suara itu berasal dari tengah-tengah kerumunan.
“bapak-bapak, Ibu-ibu, tante-tante dan om-om, yang saya cintai dan yang mencintai saya. Dengan bangga saya persembahkan produk-produk langka untuk anda semuanya. Hasil perburuan saya dari gunung ke gunung, dari gua ke gua, dari Guru satu ke Guru lainnya” Rupanya suara promosi seorang penjual obat.
Tapi mendengar promosi kayak gitu, JJS jadi penasaran.
“bagi anda yang saat ini sedang merindukan keturunan tapi nggak turun-turun (huss, sembarangan), maka cobalah gunakan Azimat “Puspa Lancar Buang Hajat” hehehe bercanda para hadirin..TAPI INI jimat “Jaka Branakpinak” dijamin anda akan melahirkan anak sesuai dengan yang anda inginkan, mau satu, dua, tiga, empat, tak masalah yang penting masukkan dalam KSK, hahaha..” si tukang ngibul nunjukin kotakan berwarna hitam.
“Yang ini “Mayang Kembang Kasih” Ajimat ampuh bagi anda yang berwajah buruk tapi sok pede pengen dapet wanita cantik jelita, semuanya menjadi nyata dengan ajimat ini, cukup disarungkan ke sabuk lalu lihatlah dengan penuh perasaan wanita yang ingin anda tembak, maka dalam hitungan menit dijamin kleper-kleper”
Semua hadirin manggut-manggut, mau-maunya dibodohin sama si dukun ngibul.
“dan yang ini para hadirin, hanya ada disini dan tidak ada di outlet dukun manapun, sebuah fenomena abad ini kini saya hadirkan ditengah-tengah anda, perkenalkan produk terbaru dari kami, PONARI SWEAT, minuman ajaib dalam kemasan berkhasiat tangkal segala penyakit”
“tersedia dalam dua kemasan, kemasan pertama berdosis sedang, yaitu air biasa yang sudah dicelupi batu milik anak ajaib Ponari, dan yang ini PONARI SWEAT dosis tinggi, berasal dari air bekas mandi Ponari. Dan sebelum jimat-jimat dan PONARI SWEAT ini anda miliki, perkenankan saya menyampaikan kabar gembira dan kabar buruk buat anda”
Semua hadirin tertegun. Ada yang sudah bersiap dengan uang seratus ribuan buat membayar. Ada yang bingung cari hutangan ke temannya. Dan ada yang sudah ngambil dompet dari saku. Bukan sakunya sendiri tapi sakunya orang lain alias nyopet.
“Kabar gembiranya adalah, hari ini barang-barang sakti ini saya berikan gratis buat anda”
Kontan saja semua hadirin jadi ribut, mereka bersiap-siap ngambil benda-benda milik sang dukun. Mumpung gratisan, boy. Mendengar itu, penonton lain berdatangan. Bahkan para penjual di pasar rela meninggalkan dagangannya.
“eit..eit sebentar sebentar hadirin, saya belum menyampaikan berita buruknya. Berita buruknya adalah, saya bilang gratisan itu bo’ongan, yeee..kena deh”
“Huuu…” semua hadirin protes. Sementara si dukun ngikik tanpa dosa.
“ya nggak lah, masak barang berharga kayak gini gratisan, yang bener aja hadirin, tapi saya jamin, walaupun benda-benda ini kelihatan mahal tapi sebenarnya memang tidak murah, hehe maksudnya tapi bila dibandingkan dengan khasiatnya, dijamin anda tidak bakalan nyesel…ayo..ayo silahkan beli”
“Mana buktinya!” tiba-tiba terdengar suara dari balik kerumunan.
“Sohib!” Si Dukun  kaget.
“Bapak-ibu, kenapa anda tidak bertanya kepada dia, dia sendiri yang punya jimat sakti itu, apakah sudah mendapat istri cantik, apakah sudah punya pekerjaan, apakah sudah kaya?!!” Sohib berusaha bersuara sekeras mungkin. Para hadirin manggut-manggut dengan mata berkunang-kunang (tanda-tanda orang mau tobat, gitu).
“Seharusnya dia tidak berprofesi seperti ini, kalau dia punya jimat sakti, pastinya dia datang kesini dengan naik mobil, pakaiannya mahal!”
“bapak ibu, kita wajib hanya bergantung kepada Alloh. Tidak ada yang kuasa memberi manfaat maupun mudhorot kecuali Alloh. Meyakini jimat atau takhayul adalah syirik dan termasuk dosa besar yang tak diampuni”
“Huss, kualat kau ngomong seperti itu dihadapan keris Ki Slamet Kliwon ini” Potong si dukun menakut-nakuti sambil menunjukkan sebilah keris.
Sohib langsung mengambil keris tersebut dan tanpa di duga ia mematahkan gagangnya. “lihat, bagaimana mungkin benda ini menyelamatkan kita sedangkan menyelamatkan dirinya sendiri saja tidak bisa”
Suasana Hening. Si Dukun masih tampak emosi. Dan satupersatu semua hadirin membubarkan diri. Tinggal JJS dan si dukun.
“bertobatlah bang, jangan lakukan ini lagi”
Bang Riksyi masih kelihatan nggak terima.
“maafkan saya, tapi ini demi kebaikan abang sendiri dan orang-orang. Lebih baik abang mendapat peringatan keras dari saya daripada kelak abang mendapat Siksa yang sangat keras dari Alloh ta’ala. Banyak jalan untuk menjemput rizkinya Alloh dengan cara yang halal, bang. Percayalah bang, Alloh bersama orang-orang beriman dan berbuat baik”
Bang Riksyi terpaku melihat JJS berlalu. Marahnya mereda, berganti suasana hati yang menurutnya jarang ia rasakan sebelumnya.
***
Sore itu, di pojok pasar, di tempat pembuangan sampah, terlihat asap hitam membubung tinggi. Seorang pria tampak duduk termenung didekat kobaran api. Bang Riksyi, membakar benda-benda syirik itu.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.