Home » Uncategorized

Terapi untuk Perut Melilit

28 April 2009 No Comment

Dalam Shohih Al Bukhori dan Muslim disebutkan sebuah hadits dan Abul Mutawakkil, dari Abu Said Al Khudri : Ada seorang lelaki yang dating menemui Nabi SAW. Lelaki itu mengadu, “Saudaraku terserang penyakit perut melilit.” Dalam riwayat lain diceritakan, “Perutnya melilit-lilit.” Maka beliau bersabda, “Minumkanlah ia madu.” Lelaki itu pun pulang ke rumah. Tak lama ia kembali lagi dan berkata, “Sudah kuminumkan madu, tetapi belum juga sembuh.” Dalam riwayat lain dikisahkan, “…bahkan penyakitnya semakin bertambah.” Demikian dikisahkan bahwa dia mengatakan demikian dua atau tiga kali. Setiap kembali, Rosululloh selalu bersabda, “Minumkanlah ia madu.” Pada kali yang ketiga atau keempat beliau menambahkan, “Sungguh Mahabenar Alloh, dan sungguh perut saudaramu yang berdusta.”
Madu memiliki banyak khasiat. Madu dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada usus, pembuluh darah, dan yang lainnya, dapat menetralisir kelembaban tubuh, baik dengan cara dikonsumsi atau dioleskan, amat bermanfaat untuk lanjut usia dan mereka yang memiliki keluhan pada dahak atau yang metabolismenya cenderung lembab dan dingin. Madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, mengawetkan pasta atau makanan yang direndam dengan pasta, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan lever, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Bila diminum dalam keadaan panas dicampur dengan air mawar, bisa berguna mengusir serangga dan pengaruh opium. Kalau diminum begitu saja dicampur dengan air putih, bisa berguna mengobati sakit akibat gigitan anjing gila (rabies) atau akibat keracunan jamur. Kalau sebongkah daging segar dimasukkan ke dalamnya, akan bisa terawetkan selama tiga bulan.
Demikian juga apabila mentimun, labu, pumpkin, dan terong direndam dalam madu, juga bisa terawetkan dalam waktu yang sama. Bahkan buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan hingga enam bulan. Madu juga bisa digunakan untuk pembalseman mayat, sehingga bisa disebut : pembalseman yang aman. Bila dioleskan ke tubuh dan rambut yang berkutu, akan bisa membunuh kutu dan menghilangkan ketombe. Madu juga dapat memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya. Kalau digunakan sebagai celak, akan mempertajam pandangan mata. Kalau digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan mengilatkan gigi, bisa menjaga kesehatan gigi dan menyehatkan gusi. Madu juga berfungsi membuka simbul-simbul pembuluh darah dan membersihkan kotorannya. Bila dijilat saja bisa menghilangkan dahak, mencuci lambung dan menyingkirkan kotorannya, bisa juga menghangatkan tubuh secara stabil dan membuka penyumbat-penyumbat dalam tubuh. Madu juga bermanfaat untuk lever dan ginjal serta kandung kemih. Sementara madu tidak terlalu berbahaya untuk penderita kelainan lever dan limpa, seperti zat-zat gula lainnya.
Selain itu, madu relatif aman dari kerusakan, relative kurang berbahaya termasuk untuk mereka yang terkena penyakit kuning. Untuk menghilangkan bahayanya sama sekali, bisa dicampur dengan cuka buah dan sejenisnya, bahkan bisa berubah menjadi obat yang bermanfaat sekali.
Madu bisa menjadi makanan bila dicampur dengan makanan, menjadi obat bila dicampur dengan obat-obatan, bisa menjadi minuman bila dicampur dengan minuman, bisa menjadi zat gula bila dicampur dengan karbohidrat, bisa menjadi cream pelembut kulit bila dicampur dengan cream, bisa menjadi minuman berenergi bila dicampur dengan minuman sejenis. Tidak ada suatu zat yang setara dengan madu yang diciptakan oleh Alloh, tidak ada yang lebih baik, tidak ada yang sama atau sekedar mendekati kualitasnya. Madu menjadi satu-satunya andalan orang-orang terdahulu. Bahkan buku-buku pengobatan klasik tidak pernah menyebut-nyebut unsur gula selain madu, unsur gula lain baru dikenal oleh kedokteran belakangan ini saja.
Nabi biasa meminum madu dicampur dengan air, untuk membersihkan air liur. Namun kebiasaan itu menyimpan sebuah rahasia menakjubkan untuk menjaga kesehatan. Kiat itu hanya dipahami oleh orang-orang yang cerdas saja. Nanti hal itu akan kami ulas dalam pembahasan tentang petunjuk Nabi dalam menjaga kesehatan .
Dalam Sunan Ibnu Majah, terdapat riwayat marfu’ dari Abu Hurairah :
“Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan, niscaya ia tidak akan terkena penyakit berat.”
Dalam riwayat lain disebutkan :
“Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat: madu dan Al Qur’an.”
Disitu dikombinasikan antara kedokteran manusia dengan kedokteran Ilahi, antara terapi fisik dengan terapi ruhani, antara obat berunsur bumi dengan obat berunsur langit.
Bila hal ini sudah dipahami, maka demikianlah yang digambarkan oleh Nabi berkaitan dengan madu : madu berfungsi menyingkirkan kotoran yang terkumpul di lambung dan usus. Karena madu memang mengandung unsur penolak segala macam kotoran. Terkadang lambung dihinggapi oleh zat-zat lengket yang menghalangi makanan akibat kandungan unsur perekatnya. Bila zat-zat perekat itu menempel di lambung, ia akan bisa merusak lambung sekaligus merusak makanan yang masuk. Maka obat yang dibutuhkan adalah yang mampu menyingkirkan unsur-unsur perekat tersebut. Madu adalah obat pencerna. Madu amat cocok untuk mengobati penyakit semacam itu. Terutama sekali bila dicampur dengan air panas.
Perintah mengonsumsi madu secara berulang-ulang itu juga mengandung rahasia medis yang mengagumkan. Obat harus dikonsumsi dengan dosis dan kuantitas yang tepat sesuai dengan penyakit yang diderita seseorang. Kalau dosisnya kurang, tidak akan menghilangkan penyakitnya secara keseluruhan. Tetapi kalau dosisnya berlebihan juga bisa melemahkan tubuh sehingga menimbulkan bahaya lain. Nabi memerintahkan lelaki tadi untuk meminumkan madu kepada saudaranya yang sakit dengan dosis yang sesuai untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Namun dosis yang diminumkannya tidak mencapai takaran yang pas. Ketika lelaki itu datang memberitahukan keadaan si sakit, Nabi mengerti bahwa dosis yang diberikan memang belum cukup. Setelah ia datang berulang-ulang, beliau menekankan untuk terus menambah dosisnya sehingga mencapai dosis yang sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi penyakit tersebut. Ketika obat itu diminumkan secara berulang-ulang, dengan izin Alloh penyakit itu pun sembuh. Pengenalan terhadap dosis obat, cara mengonsumsi obat dan kadar berat ringannya penyakit adalah formula ilmu kedokteran yang terbesar.
Sementara sabda beliau, “Sungguh Mahabenar Alloh dan sungguh perut saudaramulah yang berdusta,” mengisyaratkan bahwa obat tersebut memang manjur. Penyakit itu masih terasa bukan karena obatnya yang tidak berkhasiat, akan tetapi karena perutnya yang bermasalah karena terlalu banyak mengandung zat-zat merusak. Sehingga beliau terus memerintahkan agar pengobatan diulang, karena unsur yang harus dibersihkan terlalu banyak.
Kedokteran ala Nabi memang berbeda dengan ilmu medis para dokter pada umumnya. Kedokteran Nabi bersifat pasti dan absolute serta bernilai kedokteran Ilahi, berasal dari wahyu dari lentera kenabian serta kesempurnaan intelegensi. Sementara kedokteran lain kebanyakan bersifat diagnosis, perkiraan, dan eksperimen belaka. Memang tidak disangkal, banyak sekali orang yang tidak mampu memanfaatkan kedokteran ala nabi ini. Penyebabnya adalah bahwa kedokteran Nabi hanya bisa dimanfaatkan bila disertai dengan keyakinan dan sugesti terhadap kesembuhan serta mengoptimalkan penggunaannya dengan iman dan kepasrahan. Terapi kenabian hanya sesuai dengan tubuh yang sehat ruhaninya. Sebagaimana pengobatan Al Qur’an hanya berguna bagi mereka yang berjiwa sehat dan berhati hidup. Mengapa banyak orang enggan menggunakan pengobatan ala nabi? Tak jauh berbeda alasannya dengan kenapa mereka tidak menggunakan pengobatan Al Qur’an, padahal jelas pengobatan Al Qur’an amat bermanfaat. Bukan karena pengobatan tersebut yang tidak berkhasiat, tetapi memang tabiat jiwa manusianya yang buruk, diri manusianya yang tidak mampu menerimanya. Semoga Alloh memberikan taufik-Nya.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.