Home » Buat Nanda

Pembela Rakyat Miskin

29 April 2009 No Comment

Oleh : Hani Fatma Yuniar

Siang kali ini, langit begitu cerahnya. Hamparan biru muda nan cantik, dihiasi awan-awan putih selembut kapas. Matahari pun sejak pagi tadi tak pernah sembunyi, sinarnya merebak ke seluruh penjuru kota, seolah ingin turut serta menghadirkan keceriaan untuk hari ini.
Subhanalloh, memang sungguh istimewa hari ini. Hari dimana anak-anak dari keluarga berada berbaur dan ikut berbagi dengan anak-anak jalanan dari kawasan Jembatan Merah Surabaya.
Anakku, hari ini Bunda memang ingin memenuhi janji pada murid-murid Bunda yang tergabung dalam klub Ahad School Al Irsyad. Janji untuk mempertemukan mereka dengan saudara-saudara kita yang setiap hari harus berjuang untuk sekedar mencari sesuap nasi, dengan mengamen, berjualan koran atau asongan, tidak seperti kita yang telah dilimpahi rezeki yang cukup oleh Alloh, sehingga bisa makan dengan menu lengkap tiga kali dalam sehari.
Seperti biasa, Bunda juga turut mengajakmu Nak. Lebih-lebih karena hari ini Bunda ingin secara khusus menjawab pertanyaan yang pernah kau lontarkan. Tentang arti namamu.
“Bunda, kenapa namaku Ghifary?”, tanyamu saat itu. “Memangnya Ghifary itu artinya apa?” dengan raut muka penasaran kau hadapkan wajahmu ke arah Bunda, seolah menuntut jawaban yang lengkap secepatnya. Lantas Bunda tersenyum, meraih tubuh mungilmu dalam pangkuan Bunda, serta menghadirkan sebuah kisah tentang salah seorang sahabat kesayangan Rosululloh SAW yang bernama Abu Dzar Al Ghifary.
Abu Dzar Al Ghifary adalah seorang sahabat yang ahli zuhud. Ia tidak pernah mengumpulkan harta, juga tidak menyukai orang yang menumpuk harta. Ia sering mengecam para hartawan, sehingga Khalifah Ustman RA menyuruhnya agar menyendiri di Rabzah, yaitu suatu pemukiman di hutan yang sangat sedikit penduduknya.
Pada suatu hari, seseorang memberitahu bahwa ada beberapa orang yang tinggal di dekat mata air dalam keadaan darurat dan sangat membutuhkan makanan. Maka Ia menyuruh pelayannya untuk mengambilkan seekor unta terbaik untuk disedekahkan kepada beberapa orang yang membutuhkan tersebut. Akan tetapi pelayannya merasa sayang untuk menyedekahkan unta terbaik tersebut, lantas menggantinya dengan unta yang lain.     Mengetahui hal tersebut Abu Dzar Al Ghifary berkata kepada pelayannya, “Engkau telah mengkhianatiku!”. Sang pelayan memahami maksudnya dan segera menukar unta tersebut dengan unta terbaik tadi.
Setelah unta terbaik tersebut disembelih dan disedekahkan kepada beberapa orang yang membutuhkan tadi, Abu Dzar Al Ghifary bertanya kepada pelayannya, “Bukankah aku telah menyuruhmu agar memilih benda yang terbaik untuk disedekahkan, tetapi engkau dengan sengaja atau tidak telah mengingkarinya. Namun tidak mengapa jika engkau memang lupa”. Sang pelayan menjawab, “Sebenarnya aku tidak lupa. Pada mulanya aku telah memilih unta yang terbaik tadi, tetapi hatiku berkata bahwa unta itu paling baik dalam bekerja dan engkau sangat memerlukannya. Karena itulah aku tinggalkan unta itu. Kemudian Abu Dzar Al Ghifary menimpalinya, “Benarkah engkau meninggalkannya untuk keperluanku?”. Sang pelayan kembali menjawab, Ya, sengaja aku tinggalkan untuk keperluanmu.” Selanjutnya Abu Dzar Al Ghifary menegaskan, “Tidakkah engkau ingin mengetahui kapankah hari keperluanku? Hari keperluanku adalah ketika aku akan diletakkan dalam kubur seorang diri. Itulah hari keperluanku yang sebenarnya. Sesungguhnya dalam harta itu ada tiga pemilik : yang pertama adalah takdir. Ia begitu saja mengambil hartamu yang baik maupun yang buruk tanpa menunggu apapun. Kedua, pewaris yang menanti hartamu. Jika engkau mati, mereka akan mengambilnya. Dan ketiga adalah dirimu sendiri. Jika dapat, jangan menjadi yang paling lemah di antara ketiganya. Alloh SWT berfirman : “Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang paling kamu cintai.” (QS. Ali Imran : 92). Oleh sebab itu aku infaqkan harta yang paling aku cintai sehingga akan menjadi tabunganku di akhirat kelak.”
Itulah sepenggal kisah dari Abu Dzar Al Ghifary yang dapat kita teladani Anakku. Betapa beliau memiliki kezuhudan dan sifat dermawan yang luar biasa mengagumkan.
“Assalamualaikum…”, terdengar suara salam bersama riuh rendah tawa anak-anak, membuyarkan lamunan Bunda tentangmu dan Abu Dzar Al Ghifary. “Waalaikumsalam warahmatulloh”, jawab Bunda menyambut kedatangan murid-murid yang baru selesai menjajakan koran dan asongan di sekitar kawasan Jembatan Merah. Memang Ahad School kali ini murid-murid sengaja dilepas berkelompok, masing-masing kelompok berbaur dengan dua orang anak jalanan, serta didampingi seorang ustadzah yang mengawasi masing-masing kelompok dari kejauhan. Mereka ditugaskan untuk membantu anak jalanan tersebut untuk menjajakan koran atau asongan. Dengan begitu, murid-murid akan turut merasakan betapa sulitnya anak-anak tersebut berjuang mencari sesuap nasi, sehingga akan mengasah rasa kepedulian dan kesetiakawanan sosial mereka. Sekaligus juga akan memupuk rasa syukur mereka kepada Alloh SWT atas rezeki yang telah dilimpahkan selama ini.
Menutup Ahad School kali ini, selepas sholat dhuhur berjamaah dan makan siang bersama tadi, pemandangan yang menggetarkan terjadi. Saat murid-murid saling berangkulan untuk berpamitan dengan saudara-saudara mereka dari kawasan Jembatan Merah. Murid-murid mungil itu masing-masing memberikan bingkisan kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Bingkisan itu adalah hasil patungan murid-murid yang diambil dari uang tabungan mereka sendiri.
Dan Ghifary, subhanalloh sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya dia bercerita tentang pengalamannya berjualan koran dan asongan hari ini. Betapa takjubnya dia akan kegigihan anak-anak jalanan tersebut untuk memperjuangkan hidup mereka. Ghifary berazzam akan terus memberikan perhatian pada saudara-saudaranya yang kurang beruntung tersebut. Dia akan selalu berupaya untuk mensedekahkan harta yang paling dicintainya untuk mereka. Dan kelak saat dewasa, dia bercita-cita untuk selalu memperjuangkan nasib rakyat miskin seperti yang dilakukan oleh idolanya, Abu Dzar Al Ghifary.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.