Home » Buat Nanda

Cita-citaku Adalah Menjadi Ibumu

29 June 2009 No Comment

Gelak tawa riang memecah kesunyian pagi ini. Satu demi satu anak-anak sholih itu memarkir sepedanya di depan garasi. Lantas berlarian menyerbu pisang goreng dan teh hangat yang sudah kusiapkan di meja teras. Seperti biasa, sambil menikmati hidangan pemuda-pemuda kecil itu duduk berselonjor melepas lelah. Bercengkrama riang, sambil menyusun agenda acara yang akan mereka lakukan pada ahad kali ini.
Dari kejauhan kupandangi anak-anak mungil itu, dua diantara mereka adalah puteraku. Ahad kali ini, memang seperti biasa selepas sholat shubuh dan mengaji bersama di masjid, mereka habiskan untuk bersepeda gembira berkeliling kompleks rumah, kemudian melaju ke lapangan olahraga untuk bermain basket atau futsal. Setelah puas bermain, persinggahan berikutnya adalah rumah kami, yang selama ini memang menjadi markas mereka.
Subhanalloh, hanya dengan memandang wajah-wajah polos itu saja, rasanya tenteram sekali batin ini. Memang tak salah jika Alloh menyebut mereka sebagai qurota ayun, penyejuk hati. Merekalah yang senantiasa mengalirkan semangat dan kekuatan kala permasalahan hidup datang silih berganti. Merekalah penawar duka lara itu, iyalah, anak-anakku…
Sayangku, Bunda ingat saat baru saja lulus dari Fakultas Ekonomi Unair dulu. Saat itu Kakekmu bertanya kepada Bunda, “Mau bekerja dimana? Mau disini atau disini?”, lanjut kakekmu sembari menawarkan beberapa lowongan pekerjaan referensi teman-teman beliau. Saat itu Bunda hanya tersenyum, sejak masih berstatus mahasiswa Bunda sudah menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas sosial dan dakwah, Bunda juga seringkali bekerja freelance pada beberapa perusahaan baik sebagai trainer ataupun marketer, terkadang Bunda juga menekuni dunia entrepreneur bersama teman-teman Bunda. Namun kini setelah lulus dari perguruan tinggi, Bunda justru ingin melakukan ‘pekerjaan’ yang lain.
“Ya Robbi, hamba hanya ingin menjadi Ibu. Seorang ibu yang sanggup mendidik anak-anaknya agar bertakwa pada Robb-nya”
Kala itu yang terbayang di benak Bunda adalah sosok-sosok ibu sukses seperti Ibu Wirianingsih dengan kesebelas puteranya yang menjadi penghafal Al Quran, juga Bunda Neno Warisman dengan kecerdasan parentingnya yang mampu menginspirasi para orangtua di Indonesia, atau Helvy Tiana Rosa dengan tulisan-tulisannya yang mampu memberikan hikmah pada sekian banyak pembaca di Indonesia bahkan di dunia, dialah yang melahirkan seorang bocah jenius bernama Abdurrahman Faiz. Aah…, Bunda ingin sekali menjadi seperti mereka, atas izin Alloh mereka mampu mencetak generasi-generasi robbani yang berakhlakul karimah insyaAlloh.
Dan itulah cita-cita yang terpatri dalam dada Bunda selama ini anakku, Bunda hanya ingin menjadi Ibumu…
Alangkah bahagianya Bunda, ketika cita-cita itu hampir terwujud. Ketika Alloh berkenan meniupkan ruhmu ke rahim Bunda…
Bunda menyambut kehadiranmu di dunia ini dengan penuh suka cita. Bunda senantiasa mendoakan kebarokahan, kebaikan dan keselamatan untukmu. Ayah dan Bunda pilihkan nama yang terbaik untukmu…
Anakku, Bunda tak ingin kehilangan sedikitpun waktu bersamamu. Oleh karena itu, sebelum engkau terlahir ke dunia, Bunda telah mengundurkan diri dari kantor Bunda. Sungguh, bukannya Bunda tidak setuju pada bunda-bunda yang lain yang tetap berkarir meski telah memiliki amanah seorang anak. Tentu mereka punya pertimbangan sendiri, dan Bunda yakin mereka sanggup membagi waktu antara urusan karir dan keluarga. Namun bagi Bunda, Bunda tak ingin kehilangan momen-momen berharga dari pertumbuhan dan perkembanganmu setiap waktu. Saat engkau menangis, tertawa, merasakan sakit, atau menemukan sesuatu yang baru, Bunda ingin ada di sisimu untuk mendidik dan memberikan dukungan sepenuhnya untukmu. Bunda hanya ingin menjadikan keluarga kita betul-betul menjadi madrasah pertama untuk pertumbuhanmu…
Kini, mudah-mudahan Bunda telah melakukan tahapan-tahapan yang benar dalam mendidikmu. Seperti yang Bunda rencanakan dulu, Bunda telah membuatkan taman baca spesial untukmu. Ayah dan Bunda sejak dulu telah memiliki perpustakaan keluarga tempat kita menuntut ilmu dan menguak cakrawala dunia. Namun spesial untukmu, Bunda telah buatkan taman baca yang asyik, dengan rak berwarna-warni, karpet yang lucu, dan yang terpenting ada banyak buku-buku menarik dan bergizi untukmu…
Selain itu, Bunda juga telah menyiapkan sebuah ruangan khusus untukmu juga teman-temanmu. Temboknya penuh dengan lukisan dan hiasan yang lucu. Ada banyak permainan edukatif di sana, juga beberapa alat musik, dan boneka. Kita juga bisa menjadikannya ruangan untuk mengaji dan mendengarkan dongeng-dongeng Islami dari Ayah…
Ruangan itu juga akan sekaligus Bunda jadikan laboratorium Rumah Qur’ani. Iya, Rumah Qur’ani. Selama ini, Ayah dan Bunda selalu ingin menciptakan keluarga yang mencintai Al Qur’an, dan ini sudah kita lakukan bersama-sama, mulai dari mengaji bersama setelah shubuh, juga dari Kisah-Kisah Islami dalam Al Qur’an yang sering diceritakan Ayah. Dengan mendirikan Rumah Qur’ani kita akan mendapatkan yang lebih dari itu anakku. Di laboratorium ini, Bunda akan mengajakmu juga teman-temanmu untuk mempelajari Al Qur’an dengan permainan-permainan yang sangat menyenangkan. Bunda yakin, kamu dan teman-temanmu akan lebih mencintai Al Qur’an hingga bisa mengamalkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Anakku, Bunda ingin mendedikasikan diri Bunda demi kecemerlangan masa depanmu, juga untuk keselamatan dunia-akhiratmu. Bunda ingin menjauhkan dan melindungimu dari segala macam kekerasan dan kebobrokan zaman…
Anakku, Bunda ingin menjadi ibu tangguh yang sanggup mendidik kalian
agar menjadi anak-anak bertakwa.  Bunda ingin menghadiahkan kalian
pada Alloh, dengan menjadikan kalian tentara-tentara-Nya yang sejati…
Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurota a’yun waj’alna lilimuttaqina imama

Aamiin.. ya Robbal alamiin..

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.