Home » Cermin

Ketika Fajar Romadhon Menjelang

29 August 2009 No Comment

Ketika fajar Romadhon datang menjelang, langit, bumi dan seluruh isinya bergembira menyambut kedatangannya. Bumi yang kita injak, Udara yang kita hirup. Matahari yang menyinari bumi. Bulan yang berputar mengelilingi matahari. Bintang-bintang dan planet-planet diseluruh jagad raya. Burung-burung yang terbang di angkasa. Binatang yang berjalan dan melata di muka bumi. Pepohonan, gunung, lembah, ngarai. Ikan-ikan yang berenang di lautan dan di perairan daratan. Semua bersuka cita saat menyambut fajar Romadhon yang datang menjelang.
Makhluk-makhluk Alloh itu bergembira karena mengetahui besarnya rahmat Alloh buat ummat Muhammad. Bahwa makhluk-makhluk itu bersuka cita, tidaklah mengherankan. Makhluk-makhluk itu senantiasa bertasbih kepada-Nya.” Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Alloh. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS : Al Israa’ (17) : 44).
Namun begitu, tidak seluruh makhluk bergembira saat fajar Romadhon datang menjelang. Ada yang justru merasakan susah yang teramat sangat. Mereka adalah setan dan golongannya. Setan susah karena tahu selama Romadhon rahmat Alloh tercurah luar biasa buat ummat Muhammad. Setan tahu pintu ampunan-Nya terbuka lebar-lebar di bulan Romadhon. Setan menyadari kalau sampai ummat Muhammad berpuasa, lalu diterima puasanya. Maka sia-sialah pekerjaan setan selama bertahun-tahun menggelincirkan manusia. Setan tahu dosa-dosa manusia akan dihapus sehingga manusia keluar dari bulan Romadhon laksana bayi yang baru lahir. Setan menangis karena dengan demikian manusia terbebas dari siksa neraka. Setan tahu bahwa puasa adalah merupakan jurus pamungkas bagi anak manusia untuk mematahkan sumpah setan yang akan menggelincirkan manusia. Setan susah karena ia tahu dengan puasa Ramadhon makin banyak hamba-Nya yang tercatat sebagai calon penghuni surga.
Bagaimana realitas dikalangan ummat manusia menyambut datangnya bulan Ramadhon? Dengan kadar yang berbeda-beda, menyadari atau tidak, manusia pasti menggolongkan diri kedalam salah satu dari 3 golongan berikut. Pertama, Orang-orang yang bergembira menyambut fajar Romadhon. Mereka ini adalah orang-orang yang beriman yang lurus imannya. Mereka ini bahkan jauh sebelumnya sudah merindukan kehadiran bulan Ramadhon. Mereka berharap bisa mereguk perjamuan Alloh di bulan Romadhon. Perjamuan ruhaniyah yang istimewa yang disediakan bagi hamba-hamba yang akan diselamatkan-Nya. Diselamatkan dari siksa api neraka dan disediakan jaminan syurga.
Kedua, golongan pertengahan. Mereka ini adalah orang-orang yang berimbang antara perbuatan baik dan mungkar selama Ramadhon. Mereka ini praktek berpuasanya pertengahan pula. Secara jasad mereka berpuasa. Tetapi ruhaniyahnya kurang menyertainya. Puasa dikerjakan, maksiat tetap jalan. Mereka berpuasa, tapi tidak melepaskan diri dari kemungkaran dan kemaksiatan.
Ketiga, golongan yang tidak menyukai kehadiran Romadhan. Golongan ini sudah pasti terserang virus iblis dan syetan. Bulan Romadhon, mereka rasakan menghambat aktivitas dunianya. Aktivitas jasadnya. Mereka tidak peduli ruhaniyah diri gelap bertumpuk salah dan dosa. Dosa pengingkaran, kemaksiatan dan berbagai kedzaliman. Golongan ini tidak menyadari beratnya beban dosa yang dipikul ruh sendiri. Tidak menyadari kelam dan gelap gulitanya ruh diri. Mereka ini sesungguhnya tidak lebih dari menganiaya diri mereka sendiri.
Penggolongan kategoris dalam menyambut Romadhon merujuk kepada firman-Nya” Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Alloh. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar (QS : Fathir (35) : 32).
Disaat fajar Romadhon segera menjelang seperti saat ini, ada sebuah pertanyaan yang mesti kita jawab di hati masing-masing. Termasuk golongan yang mana diri ini? Akankah termasuk golongan pertama yang bersuka cita? Atau masuk golongan petengahan? Atau masuk golongan yang susah saat memasuki Romadhon (naudhubillah). Yang tahu jawabannya adalah diri kita masing-masing. Sekedar referensi, mungkin kita bisa menghadirkan pengalaman-pengalaman Ramadhan tahun-tahun yang telah berlalu.
Kepada yang selalu bersuka cita saat menyambut datangnya Romadhon. Bersyukurlah karena termasuk hamba-hamba yang telah dipilih oleh-Nya. Kepada mereka yang termasuk golongan pertengahan dan apalagi golongan yang tidak suka saat menyambut Romadhon, saatnya untuk menyelami dan mengenali hati sendiri. Tatap dikedalamannya, apa yang tergambar disana? Dalam setiap diri kita ada dua potensi, yaitu potensi fujur dan potensi takwa. Firman-Nya ” maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS: Asy Syam (91) : 8).
Kalau ada orang tidak bahagia saat menyambut puasa, mungkin itu buah dari terlalu banyak memanjakan jiwa fujur. Sementara jiwa takwa dikebiri. Akibatnya tanpa menyadari, dari waktu ke waktu dirinya makin jauh dari Sang Maha Pencipta. Orang-orang yang jauh dari Alloh, pasti merasa berat untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. Kondisinya seperti para perokok. Mereka tahu bahwa merokok itu tidak baik buat kesehatan. Tapi tetap saja para perokok membeli dan menghisapnya. Seperti itu pula orang yang jauh dari-Nya. Ia tahu kebaikan yang terkandung dalam semua perintah-Nya. Namun terasa berat untuk melaksanakannya. Mereka tahu akibat buruk dari menyalahi aturan-Nya. Namun tidak bisa menjauhinya.
Saudaraku, rahmat Alloh terbuka bagi siapapun. Jangankan buat orang beriman. Orang-orang yang sangat zalim sekalipun, yang keterlaluan kezalimannya. Mereka ini kalau tidak berputus asa, tetap bisa berpengharapan atas rahmat-Nya. Alloh yang memastikan jaminan atas pemberian rahmat-Nya” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS : Az Zumar (39) : 53 ).
Ketika tahu betapa besarnya rahmat Alloh, maka saat menyambut datangnya fajar Romadhon, jangan pedulikan kelamnya masa lalu diri. Jangan hiraukan noda dan dosa-dosa diri. Fokuskan hati dan pikiran pada besarnya rahmat kurnia-Nya. Fokuskan hati dan pikiran kepada Rahman dan Rohim-Nya. Sesungguhnya kasih sayang Alloh mengalahkan murka-Nya. Buncahkan kegembiraan hati kala menyambut datangnya fajar Romadhon. Insya Alloh rahmat-Nya akan memasuki hati kita. Hati kita akan bergetar saat menyambut datangnya fajar Romadhon. Akan meleleh air mata kita. Air mata syukur dan bahagia yang tak terhingga. Kesejukanpun akan menyelinap di dalam dada kita. Bila saat-saat seperti itu hadir kedalam diri kita, sujud syukurlah. Berkomitmenlah untuk berpuasa dengan sebenar-benarnya. Berpuasa yang nanti di hari yang fitri berbuah jiwa takwa.
Selamat menyambut datangnya fajar Ramadhon yang segera akan tiba. Semoga rahmat Alloh bagi kita semua. Aamiin….

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.