Home » Generasi Emas

Hasan Al Basri, Sufi dan Teolog yang Bersahaja

23 November 2009 No Comment

Hasan Al Basri. Nama lengkap beliau adalah Abu Sa’id Al Hasan Ibnu Abi Al Hasan Yassar Al-Basri. Beliau di lahirkan pada tahun 21H/642M di Madinah. Ayahnya bernama Yassar Maula Zaid bin Tsabit, salah seorang juru tulis wahyu Alloh sedangkan ibunya bernama Khairah Maulut Ummul Mukminin Salamah.
Pada tahun 37 H setelah Perang Siffin Hasan Al Bashri yang saat itu usianya masih belia pindah ke Basrah. Dan dari sinilah beliau memulai perjalanannya sebagai ulama, seorang zahid besar yang amat berpengaruh dalam peradaban Islam. Beliau meninggal dunia di Basrah pada tahun 110 H/729. M. Aban bin Muhbir menceritakan bahwa beberapa saat menjelang wafatnya beliau di datangi oleh para sahabatnya seraya berkata, ”Wahai Abu Sa’id, berilah kami pada beberapa kalimat yang bisa memberikan manfaat kepada kami.” Maka Hasan Al-bashri pun berkata, “Aku membekali kalian dengan tiga kalimat, setelah itu bersegeralah pergi dan biarkan aku menghadapi apa yang akan terjadi. Ketiga hal tersebut adalah:
1. Apa pun urusan yang dilarang bagi kalian hendaklah kalian menjadi orang yang paling jauh meninggakannya
2. Kebaikan apapun yang diperintahkan kepada kalian, hendaklah kalian menjadi manusia yang paling giat melaksanakannya
3  Ketahuilah bahwa ada dua macam langkah bagi kalian. Satu langkah menguntungkan kalian sedangkan satu langkah yang lain mencelakakan kalian, karena itu hendaklah kalian memperhatikan kemanakah akan pergi di waktu pagi dan sore hari.”

Hasan Al Bashri memperdalam ilmu agama islam kepada ulama-ulama terkemuka, sehingga dalam rangka itulah ia telah menjumpai 70 orang sahabat nabi peserta perang badar dan 300 orang sahabat lainnya. Hasan Al-Bashri memiliki sifat terpuji dan ilmu pengetahuan yang luas dan dalam bidang keagamaan.
Suatu ketika Ali bin Abu Tholib menemui Hasan yang sedang serius berbicara di depan kelompok pengajiannya. Ali bertanya: ”Hai Hasan, aku ingin bertanya kepadamu tentang dua perkara. Apabila engkau dapat menjawab dua perkara itu engkau dapat meneruskan pelajaran dalam kelompokmu. Namun kalau ternyata engkau tidak dapat menjawabnya maka engkau akan dikeluarkan dari masjid ini sebagaimana aku bertindak kepada yang lain.“ Ali lalu melanjutkan pertanyaannya. “Ceritakan kepadaku tentang kebaikan agama dan yang dapat merusak agama“. Hasan Al-Bashri menjawab: ”Kebaikan agama adalah hidup wara’ dan yang merusak agama adalah tamak”. Ali berkata: ”Engkau benar dan sekarang lanjutkan pelajaran di kelompokmu itu.“
Anas bin Malik, Abu Qatadah, dan lain-lain  yang sezaman dengan mereka memberikan pujian kepada Hasan Al-Basri serta mengakui akan keluasan ilmunya. Menurut Abu Na’im  Al-Ashafani, Hasan Basri adalah orang yang selalu takut dengan Alloh sepanjang hari, selalu hidup zuhud dan wara’ sepanjang masa. Beliau tidur dalam keadaan senang karena mengingat Alloh, menolak godaan dunia dan tidak meminta-minta.
Tentang hal tersebut, menurut Hasan Al-Basri, bagaimana kita tidak takut kalau seluruh kehidupan di dunia ini akan kita pertanggung jawabkan sedang kehidupan itu sendiri amat pendek dan di batasi oleh maut yang kapan saja tanpa kita menyadarinya ternyata sudah siap untuk menjemputnya. Apakah bersama maut derita siksa akan berkepanjangan atau justru akan menikmati ketenangan? Bagi orang yang beriman kehidupan di dunia ini seharusnya bukan untuk bersenang senang semata, akan tetapi hidup di dunia adalah sebuah wahana untuk mempersiapkan dan serta meningkatkan amal sholeh dalam diri, selalu takut (khauf) dan dengan itu selalu berharap (raja) akan kemampuan dan rahmat-Nya.
Bagi Hasan Al-Bashri dunia ini adalah tempat untuk duka dan prihatin. Bagaimana tidak berduka dan prihatin kalau manusia ini pasti akan menghadapiNya dengan penuh gelimangan dosa? Lebih lanjut Hasan Al-Basri berpendapat bahwa dengan banyaknya berduka dan berprihatin di dunia maka hal tersebut akan memperteguh semangat manusia untuk beramal saleh, memperkuat zuhud dan wara’ serta menjadi semangat dalam menjauhkan diri dari kemurkaan Tuhan. Namun semua itu akan benar-benar tertanam dalam diri manusia kalau ia memiliki iman dan ilmu. Iman dan ilmu merupakan suatu kemestian sebagai dasar bagi orang-orang yang mendekat diri kepada Alloh sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an  surat Al-Mujadalah ayat 58.
Ibadah yang didasarkan kepada iman dan ilmu akan membawa orang selalu takut dan prihatin sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Fathir ayat 28 dan Surat Al-Hujurat ayat 13.
Hasan Al-Bashri juga merupakan sosok yang juga terkenal berani memberi peringatan kepada penguasa. Kepada Umar Hubairat yang di angkat menjadi Gubernur Irak (722M/103 H) dan telah berjanji untuk senantiasa melaksanakan perintah kholifah Yazid misalnya, ia memberi nasihat: ”Tanamkanlah perasaan gentar kepada Alloh, bukan kepada Yazid, sedangkan Yazid tidak akan mampu memisahkan anda dari Alloh. Alloh pada suatu saat akan mengirimkan malaikat-Nya untuk merenggut anda dari kursi jabatan anda, dan menarik anda dari istana yang luas ini untuk dibaha ke ruang kubur yang sempit. Pada saat itu tidak ada yang dapat membebaskan anda kecuali amal anda sendiri.“
Hasan Al-Bashri selalu memesankan agar manusia waspada terhadap dunia karena dunia seperti ular. Terasa lembut sentuhannya namun ternyata sangat mematikan bisanya. Berpalinglah dari pesonannya dan waspadalah terhadap gigitannya.
Menurut Hasan Basri sesungguhnya manusia telah mendapat hikmah dari Rosululloh ketika Alloh menawarkan padanya berupa dunia, kunci-kunci serta isinya dunia tanpa mengurangi sedikit pun keduduka beliau di hadapan Alloh. Namun ternyata Rosululloh menolak tawaran itu karena dunia itu dapat mempesona dan menipu kehidupan.
Hasan Basri menghadapi dunia ini dengan prihatin dan waspada, berlaku zuhud dan penuh kesucian. Menajamkan mata hati dengan selalu takut dan berharap kepada Alloh pada setiap waktu dan setiap keadaan.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.