Ujian Itu Bernama ABK…
Kebahagiaan pasti datang bila Alloh SWT mempercayai kita untuk mempunyai anak. Tapi kekecwaan pun bisa datang kala itu saat menyadari anak kita terlahir dengan kekurangan. Saat inilah tingkat kedewasaan dan keimanan orang tua teruji.
Dari beberapa orang tua yang sharing, terlihat bahwa cara pandang orang tua menentukan
perlakuan yang diberikan pada anak. Anak berkebutuhan khusus (dahulu disebut anak luar biasa ) mempunyai kebutuhan yang sama dengan anak biasa dalam hal pendidikan dan kasih sayang, bahkan mereka perlu perhatian lebih untuk mempelajari hal yang remeh sekalipun dengan kekurangannya. Jangan karena mereka serba kesulitan lalu Anda sebagai orang tua memanjakannya dengan dalih kasihan atau iba. Itu sama saja Anda menghambat proses mereka dalam mengenal, mempelajari dan memahami.
Mereka memerlukan kemandirian layaknya kita, paling tidak untuk melayani keperluannya sendiri. Tak inginkah Anda melihat putra-putri Anda luwes mengerjakan pekerjaan rumah tangga?Karena ketakutan terbesar orang tua yang putra-putrinya kurang mandiri adalah bayangan yang terjadi jika kelak mereka tiada. “Bagaimana nasib anakku besok?” atau “Kalau aku mati, siapa yang ngurus anakku?”
Start it from now. Mulailah dari sekarang. Bentuk kemandirian putra-putri Anda. Tak semua dari mereka memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, tapi hargailah setiap kerja keras yang sudah mereka raih, apapun hasilnya. Karena itu memacu mereka untuk dapat lebih baik lagi. Setiap anak punya potensi, cermatlah menangkap dan mengembangkannya.
Anak berkebutuhan khusus (ABK) mempunyai kesempatan untuk bersekolah bersama dengan anak biasa baik negeri atau swasta dengan program inklusi. Dengan catatan, ia
tidak mempunyai halangan dalam intelegensinya alias berIQ normal. Bijak sebagai orang tua sangat membantu, tak perlu gengsi mengakui mereka sebagai ABK. Banyak kejadian karena gengsi, lalu orang tua memasukkan anaknya yang berIQ rendah ke sekolah biasa, lalu sang anak tak bisa menangkap pelajaran dan tak luluslah ia. Lagi-lagi anak yang jadi korban.
Di mata kita manusia, tentu melihat ABK sebagai anak yang tidak sempurna. Tapi apakah juga demikian di hadapan Sang Maha Pencipta ? Sebagai muslim kita percaya bahwa segala hal yang diciptakan Alloh adalah sempurna. Termasuk ABK. Ia dilahirkan dengan skenario dari sutradara yang Maha Sempurna. Subhanalloh…Kami sesama guru bahkan percaya bahwa anak-anak yang kami didik adalah ahli surga.
Jadi, apapun profesi Anda, pejabat, direktur, ibu rumah tangga, dokter, guru sampai abang becak, yakinlah bahwa anak Anda adalah pembawa rezeki untuk Anda.
Oleh : Mira Adhininggar, SPd.
Guru Sekolah Berkebutuhan Khusus
Donatur Nurul Hayat Surabaya



Komentar Saudara !