Home » Buat Nanda

Kekuatan Cinta Bunda

24 November 2009 No Comment

Semula Bunda pikir hal yang paling menakjubkan dan membahagiakan di dunia ini adalah bisa bertemu dan menikah dengan laki-laki sebaik Ayahmu, namun ternyata Bunda salah. Ternyata ada lagi hal yang tak kalah menakjubkan dan membahagiakannya, yakni bisa mengandung, melahirkan, dan akhirnya menjadi Ibumu.
Semula Bunda pikir akan tahan untuk tidak mengeluh saat menghadapi sakitnya melahirkan, namun ternyata Bunda keliru. Maka Ayah dan Nenekmu lah yang senantiasa membisikkan asma Alloh di telinga Bunda, agar Bunda ingat bahwa hanya Alloh lah tempat Bunda memohon pertolongan saat ini, kemarin, dan nanti.
Dan segala rasa sakit pun akhirnya terobati, demi mendengar tangis pertamamu di dunia ini. Kau terbaring lemah di perut Bunda, masih berlumuran lendir dan darah, lantas dengan cekatan para Bidan membersihkanmu lalu mengizinkan Bunda menyusuimu. Dua hari setelahnya, kita pun pulang dari Rumah Sakit.
Hari-hari pertama bersamamu, Bunda dan Ayah langsung menyadari, ternyata menjadi orangtua tidaklah semudah yang kami kira. Terutama ketika engkau terbangun terus sepanjang malam, menangis, minta digendong, buang air, ingin disusui dst. Hanya kekuatan cinta dari Alloh lah yang mampu membuat kami bertahan untuk tetap cekatan merawat dan mendidikmu, meski sepanjang siang aktivitas kami pun tak terkira banyaknya…
Anakku, sungguh memilikimu adalah kebahagiaan tak terperi bagi kami, kedua orangtuamu. Karenanya kami akan berusaha untuk menjaga dan mendidikmu selaku amanah dari-Nya. Usah kau meragukan cinta kami Anakku, karena insyaAlloh kami rela berkorban apa saja demi kemaslahatan dunia dan akhiratmu.
Anakku, kami sungguh bersyukur engkau terlahir dengan sehat, normal, tak kurang suatu apa pun, karena ruam aneh atau serangan kolik saja bisa membuat kami kebingungan dan panik. Dari luka kecil hingga demam tinggi, dari keluhan samar hingga erangan dan igauan dalam tidurmu, selalu membuat kami berdebar-debar cemas dan berharap bisa menggantikan posisimu.

Berbeda dengan beberapa orangtua di dunia ini yang hampir-hampir tak bisa tidur dan seringkali dihimpit kecemasan karena penyakit ganas atau ragam kelainan yang tengah mencengkeram puteranya. Anakku kali ini Bunda ingin sedikit menuturkan kisah mereka padamu, sekedar menunjukkan kiprah para orangtua hebat yang atas izin Alloh, serta dengan kekuatan cintanya begitu gigih merawat dan akhirnya melepaskan puteranya dari cengkeraman penyakit ganas tersebut. Agar engkau tahu sayang, bahwa begitulah cara orangtua mencintai putera-puterinya, kasih sayang orangtua sepanjang jalan, sepanjang masa. Dan insyaAlloh begitu pun cinta kami kepadamu. Mari Bunda ceritakan kisah-kisah yang selalu menjadi inspirasi bagi Bunda selama mengasuhmu.
Adalah sebuah keluarga yang dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Lorenzo. Ketika anak ini lahir hingga berumur 5 tahun tidak ada keanehan sedikitpun padanya. Namun mulai memasuki usia ke-6, dia mulai berperilaku aneh. Dia sangat agresif dan gerakannya tidak terkontrol, dia juga tidak doyan makan. Kemudian orangtuanya memeriksakan dia ke dokter spesialis. Setelah dites ternyata Lorenzo menderita LAD, yaitu suatu kelainan berupa penumpukan lemak yang menutupi otaknya. Pada waktu itu, belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan kelainan ini. Setiap anak yang menderita LAD pasti divonis kematian. Bahkan Lorenzo juga divonis hanya mampu bertahan selama 3 bulan. Orangtuanya terpukul hebat, karena Lorenzo adalah anak satu-satunya. Hari demi hari Lorenzo kian terganggu oleh kelainannya. Dia mulai tidak bisa berjalan (lumpuh), rambutnya rontok, tidak bisa bicara, bahkan sering kejang-kejang. Orangtuanya kemudian berpikir, kenapa kita harus berdiam diri saja menunggu ajal menimpa Lorenzo? Apakah tidak ada usaha yang bisa dilakukan? Maka segera, kedua orangtuanya -yang bukan dokter- rajin ke perpustakaan. Mereka sangat serius membaca, mencari informasi tentang penyakit yang menimpa anaknya. Bahkan waktunya mereka korbankan untuk itu. Sampai-sampai rumahnya mau mereka jual untuk membiayai penelitian tentang penyakit yang menimpa anaknya. Mereka terus melakukan terapi-terapi yang mereka rancang sendiri.Suatu saat gagal, yang hampir membuatnya putus asa. Tapi di saat yang lain berhasil. Terus demikian. Pada akhirnya mereka berhasil menemukan “minyak dari sari pati kentang”. Minyak itulah yang diberikan kepada Lorenzo sebagai campuran makanannya. Lorenzo pada waktu itu mampu bertahan sampai umur 12 tahun. Luar biasa. Pada umur yang ke-12 itu, Lorenzo mulai sadarkan diri, dan mulai belajar bicara, walaupun dia masih terbaring di tempat tidur. Penemuan besar oleh kedua orangtua Lorenzo sangat berarti bagi dia,dan anak-anak lain yang menderita gangguan yang sama. Minyak hasil penemuan kedua orangtuanya itulah yang sampai sekarang dikenal dengan nama “Lorenzo’s Oil” atau Minyak Lorenzo.
Ada lagi kisah nyata tentang seorang Ibu yang begitu gigihnya berusaha meloloskan puteranya dari cengkeraman Leukemia dengan terapi sedekah. Ya, terapi sedekah. Awalnya langit terasa runtuh ketika Diana mengetahui puteranya, Abi, divonis Leukemia. Sejuta tanya seketika tumbuh di hatinya. Mengapa Alloh memberi ujian yang teramat berat baginya? Pilihan tunggal secara medis untuk mengobati Abi adalah kemoterapi. Keputusan yang tidak mudah bagi banyak orangtua. Satu hal karena biaya yang tidak ringan. Sementara, proses kemoterapi tidak boleh terputus selangkah pun. Hal lain adalah mitos-mitos menyeramkan yang akan dialami semasa menjalani kemoterapi. Namun, ibu mana yang merelakan anaknya terus dicengkeram maut? Atas petunjuk-Nya, Diana memutuskan untuk menjalani terapi sedekah. Dengan bersedekah, Diana berharap doa-doanya akan lebih mudah dikabulkan. Dan itu terbukti! Begitu banyak hikmah yang dipetik Diana saat menjalani ujian kehidupannya. Banyak pula karunia Alloh yang dirasakannya setelah menjalani terapi sedekah.
Anakku, begitulah cara para orangtua mencintai putera-puterinya. Tak terkecuali kami, insyaAlloh. Saat engkau tertimpa musibah apapun, ingin rasanya Ayah dan Bunda menggantikan posisimu…
Biarlah sakit itu untuk kami saja yang sudah dewasa ini. Engkau baru saja tumbuh, masih begitu rapuh, mengeluhkan rasa sakit dengan jelas pun belum bisa. Dan betapa baru sedikit waktu yang telah engkau lalui dengan bermain…

Oleh : Hani Fatma Yuniar

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.