Home » Generasi Emas

Al Biruni, Guru Segala Ilmu-bagian I

19 January 2010 No Comment

Jika pembaca mengamati judul di atas, boleh jadi anda akan mengingat nama salah satu merk produk Herbalshop Nurul Hayat. Tapi kali ini kita tidak sedang membicarakan produk herbal tersebut, namun tokoh yang menginspirasinya.
Saat kita membicarakan masa keemasan Islam pada kisaran abad pertengahan lalu, tidak mungkin kita tidak membicarakan tokoh satu ini. Memang peran ilmuwan bernama lengkap Abu ar Raihani Muhammad ibnu Ahmad al Biruni ini sangat fenomenal. Dengan kecerdasan yang dimilikinya serta kelengkapan pengetahuan yang dikuasainya, ia mampu memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu-ilmu humaniora secara lebih komprehensif.
Abu Raihan Al-Biruni yang lahir pada 15 September 973 dan wafat pada usia 75 tahun ini merupakan pakar di banyak sekali bidang. Beberapa yang bisa disebutkan antara lain matematika, astronomi, fisika, ahli botani, penulis ensiklopedia, filsuf, adventurir, geografi, sejarawan, farmakolog, geolog, sosiolog, guru dan sebagainya.
Al-Biruni dilahirkan di Khawarazmi, Turkmenistan di kawasan Danau Aral, Asia Tengah yang pada masa itu masuk dalam wilayah kekaisaran Persia. Al Biruni dibesarkan dalam keluarga yang mencintai ilmu pengetahuan dan juga taat beragama. Beberapa tokoh ulama yang pernah menjadi gurunya sewaktu kecil antara lain Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraqi, Syekh Abdusshamad bin Abdusshamad, dan Abu Al-Wafa Al-Buzayani. Berbagai ilmu yang diajarkan kepadanya, adalah ilmu pasti, Astronomi dan ilmu Kedokteran.
Awal perkenalannya dengan botanist Yunani yang sedang mengerjakan proyek penelitian di kota kelahirannya membawa perubahan arah hidup Abu Raihan, dari seorang anak pencari kayu bakar di hutan menjadi ilmuwan besar di eranya. Hal ini disebabkan karena minatnya yang besar terhadap alam dan lingkungan. al Biruni kecil merupakan anak yang dikenal tekun, gemar belajar, dan suka bereksperimen sehingga tak mengherankan bila ia telah ahli di berbagai bidang dan berhasil membuat beberapa karya ilmiah hebat sejak masa belia.
- Ketika usia 17 tahun, ia telah meneliti garis lintang bumi berdasarkan perhitungan altitude maksima matahari.
- Usia 22 tahun ia telah menulis beberapa hasil kerja ringkas termasuk kajian proyeksi peta, Kartografi, dan juga metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar.
- Di usia 27 tahun al Biruni menulis buku tentang astrolab, buku tentang sistem angka desimal, 4 buku kajian perbintangan dan 2 buku tentang sejarah. Dan di sepanjang hayatnya Al Biruni telah menghasilkan sekitar 200 karya, namun hanya 120an karya yang terlacak.
Produktifitas Al-Biruni amat menonjol dan terdepan pada masanya, jauh mendahului penemuan-penemuan yang enam abad kemudian baru dikemukakan oleh ilmuwan-ilmuwan Renaissance Eropa. Karena itulah para ahli sejarah dunia Barat kagum terhadap kejeniusan Al-Biruni ini. Sejarawan barat dan para orientalispun antara lain George Sarton, Carlo Nallino, Mayerhov, Arter Ibhem Bob dan Schacht memberi apresiasi tinggi kepada Al-Biruni yang jika disimpulkan sebagai berikut :
Abad XI Masehi merupakan abad Al-Biruni. Ia adalah tokoh dan ilmuwan Islam terbesar. Astronom yang paling cerdas dan paling luas ilmunya. Namanya adalah nama yang amat menonjol dari sederetan nama ilmuwan terbesar dunia. Al-Biruni harus ditempatkan pada posisi yang terhormat. Ia termasuk salah seorang pemikir yang paling menonjol sepanjang masa. Kejeniusan Al-Biruni, tak obahnya dengan otak-otak besar, berciri universal, tidak terikat oleh waktu. Tanpa Al-Biruni, tidak mungkin penulisan sejarah, matematika astronomi, geografi, ilmu-ilmu humaniora atau perbandingan agama, bisa lengkap. Sebab, apa yang ditulis oleh Al-Biruni, sejak 1000 tahun yang silam, mendahului sejumlah metode dan aksiomatika yang dikatakan modern. Luar biasa…!!
Al Biruni merupakan orang yang haus akan kebenaran dan ilmu pengetahuan. Berbagai upaya ilmiah ia lakukan untuk memahaminya, sehingga ia sangat menghargai ilmu jauh di atas kekayaan materi. Misalnya suatu saat karena jasanya memajukan pengetahuan, ia diberi penghargaan berupa uang emas yang diangkut oleh tiga ekor unta saking banyaknya. Namun ia menolaknya dengan mengatakan bahwa ia mengembangkan ilmu pengetahuan itu bukan demi uang.
Masa hidup ilmuwan ini bukanlah masa yang sepenuhnya mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Kekacauan perpolitikan di wilayahnya membuat ketenangannya mengembangkan ilmu menjadi terganggu. Demi terus menghidupkan dedikasinya terhadap pengetahuan itulah, al Biruni dan banyak ilmuwan lain sezamannya rela pergi meninggalkan pusat kota untuk melakukan penelitian.
Saat itu usia Abu Raihan telah mencapai 26 tahun. Semangat untuk mempelajari segala sesuatu sedang bergelora. Karena itu untuk mendukung minatnya tersebut ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang jauh dari kebisingan perebutan pengaruh dan kekuasaan politik. Ia menyingkir demi menekuni pekerjaan ilmiahnya secara sempurna.
Dan pilihannya jatuh di kota Bukhara. Kota ini benar-benar mendukung kerja seorang ilmuwan sehingga pikirannya jauh berkembang. Salah satu pendukung itu adalah terdapatnya perpustakaan besar yang letaknya dekat dengan istana raja. Al-Biruni kemudian tenggelam dalam bacaan-bacaan. Semua terasa menantang untuk dilahap. Banyak buku di perpustakaan itu yang belum pernah dibaca Al-Biruni. Karena itu ia menikmatinya dengan penuh kesenangan.
Keadaan perpustakaan itu sangat lengkap. Pengelolanya adalah seorang cendikiawan Islam terkenal yaitu Ibnu Maskawaih. Pengunjungnya demikian melimpah. Mereka adalah orang-orang yang haus akan ilmu dan penemuan-penemuan baru. Disini pula Al-Biruni bertemu dengan seorang dokter yang juga dikenal sebagai filosuf islam terkenal saat ini, Ibnu Sina. Usia Ibnu Sina masih sangat belia,18 tahun. Tetapi sudah amat terkenal disebabkan keberhasilannya menyembuhkan penyakit raja Al-Manshur II yang sudah mencapai kritis. Walaupun pertemuan itu pertama kali bagi keduanya, tetapi masing-masing telah mengenal kemahsyuran nama dan karya mereka berdua.
Dua orang tersebut segera bersahabat. Bahkan Oleh Ibnu Sina, Al Biruni akhirnya diperkenalkan kepada Raja Al-Manshur II.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.