Home » Generasi Emas

IBNU JAZZAR Dokternya Orang Miskin

19 January 2010 No Comment

Dunia barat mengenal dokter yang sangat peduli terhadap kaum miskin ini sebagai Algazir. Nama lengkap beliau adalah Abu Ja’far Ahmad bin Ibrahim bin Abu Khalid Ibnu al-Jazzar al-Qairawani atau akrab disapa Al-Jazzar. Ia adalah dokter berpengaruh dan sangat populer di abad ke-10 M. Tanggal lahir beliau tidak diketahui pasti namun sejarah mencatat beliau meninggal dalam usia yang lanjut sekitar 395 H atau 1004 M. Beliau begitu dikenal atas karya yang ditulisnya mengenai pengobatan Islam.
Dalam sejumlah literatur disebutkan Al-Jazzar berasal dari keluarga yang juga berkecimpung di bidang kedokteran. Ibnu Juljul dalam karyanya Tabaqat al-atibba’ dan Ibnu Abi Usaybi’a dalam karyanya ‘Uyun al-Anba’ mengungkapkan bahwa keluarga Al-Jazzar merupakan keluarga dengan latar belakang pengobatan sehingga sejak kecil Al-Jazzar akrab dan tertarik di bidang medis.
Jacquart-Micheau dalam karyanya La Medecine Arahe mengungkapkan, al-Jazzar merupakan murid seorang filsuf dan dokter Yahudi terkenal bernama Ishaq bin Sulayman Al-Isra’ili (243H/855M-343H/955M). Di literatur lain redaksi menemukan nama Ishaq bin Sulayman al-Ismaili, dan kedua nama ini merujuk pada sosok yang sama yaitu guru Al Jazzar. Dari Al-Isra’ili inilah Al-Jazzar menimba ilmu kedokteran. Sang guru juga sangat dikenal di dunia kedokteran Barat.
Ibnu al-Jazzar memulai praktiknya kedokterannya di tanah kelahirannya Qairawan (Tunisia sekarang). Dengan penuh dedikasi dan ketelatenan, beliau mengobati penduduk asli di wilayah tersebut. Dia melewati kehidupan yang keras di daerah yang miskin. Setiap musim panas, ia melakukan perjalanan menjelajahi al-Munastir, di pesisir pantai Mediterania. Hingga akhir hayatnya Al Jazzar dikenal sebagai sosok dokter yang memiliki sifat amat baik. Meski profesinya sebagai seorang dokter begitu terhormat dan terpandang, namun dia tak silau dengan posisi dan jabatan yang menjanjikan. Selama hidupnya waktunya diabdikan untuk mempelajari dan mempraktikkan ilmu kedokteran.
Berbeda dengan dokter lainnya yang berlomba mencari posisi sebagai dokter istana, ia justru lebih memilih melayani masyarakat biasa. Ibnu Al-Jazzar sangat menyadari posisinya sebagai dokter, dia melakukan pengobatan dengan profesional, menerima dan memeriksa pasiennya selama jam konsultasi dengan menganalisis urin pasien, pengaturan makanan dan kedokteran internis.
Hebatnya, setelah melakukan pemeriksaan, Ibn Al-Jazzar memberikan obat-obatan yang diperlukan bagi pasiennya secara gratis. Sikap mulia dengan kedermawanannya, gaya hidup yang disiplin, hemat dan cermat inilah yang membuat nama Al-Jazzar harum dan selalu dikenang. Namun sayangnya, jejak kehidupan Al-Jazzar tak terekam sejarah dengan baik.
Ibnu al-Jazzar merupakan penulis yang produktif dalam bidang kedokteran. Kitab-kitab yang ditulisnya begitu terkenal dan berpengaruh dalam dunia kedokteran Barat di abad pertengahan. Berkenaan dengan keberfihakannya kepada kaum miskin beliau menerbitkan risalah khusus tentang pengobatan untuk kaum papa yaitu Tibb al-Fuqara‘ wa Al-Masakin (Medicine for the Poor). Kitab sang dokter agung ini telah dianalisis oleh Ed S Catahier dan JacquaI-Micheau dalam bentuk artikel ilmiah sehingga karya Ibnu al-Jazzar ini, kata Catahier, menjadi sebuah literatur yang populer khususnya selama abad pertengahan.
Kitabnya Al-Adwiya Al-Mufrada atau Treatise on Simple Drugs (Risalah Pengobatan Sederhana-red) telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, Latin dan Ibrani dan dicetak beberapa kali. Karya ini menjadi sangat populer setelah diterjemahkan Constantine, seorang ilmuwan asal Afrika, dengan judul Liber de Gradibus. Sejak mengenal kitab ini, dunia kedokteran Barat mulai mengenal pharmacopeia (risalah obat-obatan-red). Rocha Pereira dalam karyanya Obras Medicas de Pedro Hispanokarya, mengatakan, karya Ibnu al-Jazzar ini juga dilirik oleh Petrus dari Spanyol, seorang dokter dan filsuf yang menjadi Paus dengan nama John XXI.
Karya Ibnu al-Jazzar lainnya yang berpengaruh adalah Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir (Provisions for the Traveller and the Nourishment of the Settled). Kitab Zad Al-Musafir merupakan karyanya yang terbesar. Yang saat itu, sebagian besar ditulis masih dalam bentuk manuskrip (naskah). Kitab ini bukanlah merupakan buku panduan bagi wisatawan, tetapi merupakan buku panduan medis yang sistematis, membahas berbagai penyakit dan perawatan capite ad calcem (dari kepala ke ujung kaki) dalam tulisan yang begitu singkat.
Karyanya itu berisi banyak kutipan yang berharga dari dokter dan filosof Yunani terkenal, seperti, Hippocrates, Aristotle, Rufus, Galen, Paulus dari Aegina, Palladios dan lainnya. Kitab yang berpengaruh itu mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada awal abad ke-11 M. Kitab ini didistribusikan secara luas.
Buku kedokteran yang ditulis Ibnu al-Jazzar ini begitu popular di kalangan Yahudi. Buktinya, kitab itu diterjemahkan sbeberapa kali ke dalam bahasa Ibrani.
Selain itu, dia juga membuat buku tentang penyakit gangguan tidur (sleep disorder). Dia juga menyusun sebuah risalah dalam kasus angka kematian. Dia juga menulis buku tentang pediatrik (ilmu kesehatan anak anak), demam, penyakit seksual, pengobatan bagi si miskin. Risalah ini diringkas oleh Gerrit Bos menjadi “Ibn al-Jazzar on Medicine for the Poor and Destitute”, dalam Journal of the American Oriental Society.
Sejumlah karyanya di bidang kedokteran yang berjumlah sekitar 20 judul telah banyak yang hilang, dan hanya tinggal sedikit yang tersisa dan masih dapat ditemukan, misalnya “Risalah ft Ihdal al-Adwiya “‘(Tentang Succedania) dan terutama karyanya yang gemilang “Zad al-Musatir” (”viaticem”). Buku terakhir ini di kemudian hari dikenalkan di Spanyol oleh muridnya, Umar bin Hafs bin Barik yang juga menjadi masyhur namanya di Italia.
Karyanya yang lain meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, antara lain mencakup bidang filsafat, sejarah, biografi, dan geografi. Beberapa yang dapat disebutkan adalah antara lain Kitab Maghazi Ifrikiyya (tentang penaklukan Arab), Kitab Akhbar ad-Dawla (tentang dinasti Fathimiyyah), Kitab at-Ta’rifbi Shahih at-Tarikh (sebuah koleksi biografi), Kitab Ajaib al-Buldan (sebuah karya geografi). Karangan Ibnu Jazzar tersebut di atas telah digunakan oleh beberapa tokoh kenamaan, antara lain oleh al-Bakri, Ibnu  Hayyan, Abu Bakr al-Maliki, as-Safadi dan lain-lain.

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.