Home » Buat Nanda

Menjadi Orangtua Baru

19 January 2010 One Comment

Sayang, akhirnya kau hadir juga di tengah-tengah kami, Ayah dan Bundamu. Dengan senyummu, tawamu, bahkan tangisanmu, kau warnai hari-hari dengan keceriaan dan kebahagiaan.
Karena hadirmu, maka kami dipanggil ’orangtua’. Hmm.., sebuah predikat yang akhirnya harus kami pertanggungjawabkan kelak di hadapan Alloh SWT.
Menjadi orangtua. Sepertinya mudah saja. Ayah pergi pagi pulang petang mencari nafkah untukmu. Bunda menyusui, memandikan dan mengganti popokmu. Ups, kalau cuma begitu apa bedanya Ayah dan Bunda dengan si Mio, kucing peliharaan kita yang baru saja melahirkan tiga ekor anak.
Padahal manusia diberi kelebihan oleh Alloh dibandingkan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Tentu dalam hal menjadi orangtua-pun kita seharusnya lebih baik dibanding makhluk-Nya yang lain, bukan?
Alhamdulillah Ayah dan Bunda telah mendapatkan pencerahan dari sebuah buku saku yang berjudul ’Menjadi Orangtua Sejati’. Inti buku tersebut, jangan sampai kita yang menjadi orangtua ini hanya terjebak dalam rutinitas teknis sebagai orangtua, sehingga melupakan peran orangtua yang lebih essensial. Jangan sampai Ayah dan Bundamu ini hanya terjebak dalam rutinitas mencukupimu dari segi sandang, pangan, dan papan saja.
Namun lebih dari sekedar itu, kami juga harus membekalimu dengan nilai-nilai spiritual sejak dini. Agar kelak tak hanya jadi anak yang sehat dan cerdas saja, lebih dari itu engkau harus jadi anak yang betul-betul sholih.
Maka Bunda pun berusaha bangun sepagi-paginya untuk mendirikan sholat dan membereskan semua pekerjaan teknis Bunda, seperti memasak, mencuci, memandikanmu, dan seterusnya. Tiba saatnya Ayah pergi ke kantor, pekerjaan teknis Bunda sudah selesai sehingga Bunda bisa berkonsentrasi penuh untuk mendidikmu hari ini.
Sayang, biasanya kita awali pagi dengan berjalan-jalan. Saat berjalan-jalan itulah Bunda menerangkan banyak hal padamu. Tentang bunga-bunga yang indah berwarna-warni, tentang kucing, ayam, juga matahari. Kita eksplorasi bersama, dan Bunda terangkan padamu bahwa itu semua Alloh yang membuatnya, Alloh lah yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa menciptakan kita semua, seluruh alam semesta.
Setelah itu biasanya kau tertidur, dan baru akan bangun lagi saat kau lapar atau buang air. Saat kau bangun, biasanya Bunda putarkan murotal yang sudah biasa kau dengarkan sejak dalam kandungan Bunda dulu, lantas Bunda ikut melafalkannya sambil menatapmu dengan mimik lucu, kau pun merespon dengan tawa dan ocehanmu, heu…ouw…euw…
Jika kau kembali haus atau lapar, Bunda pun kembali menyusuimu hingga kau tertidur. Dan jika kau kembali terjaga, maka ada saja yang Bunda lakukan untuk bermain sambil belajar denganmu. Alhamdulillah, Bunda memiliki Buku Panduan untuk menstimulus bayi agar di masa Golden Age mu, seluruh pertumbuhan dan perkembanganmu bisa optimal. Buku itulah yang membantu Bunda merancang sendiri permainan-permainan yang edukatif untukmu. Tentu Bunda menerapkannya hanya jika kau merasa ingin, jika sedang tak ingin Bunda lebih suka ’mengobrol’ santai denganmu saja. Malah jika kau merasa bosan, tak jarang Bunda biarkan kau bereksplorasi sendiri.
Satu hal yang tak boleh terlewat adalah, mengawali segala aktivitas apapun dengan mengajakmu mengucapkan basmalah, bismillahirrahmanirrahiim. Bahkan saat akan menyusui Bunda akan membimbingmu untuk mengucapkan doa mau makan, begitupun saat me-ninabobokan-mu, Bunda akan membimbingmu mengucapkan doa mau tidur agar kelak saat kau sudah bisa berbicara, engkau telah terbiasa melafalkan doa-doa tersebut.
Satu lagi kebiasaan positif yang coba Bunda tanamkan padamu, Bunda ingin menjadikanmu seorang anak yang gemar membaca. Karena tak bisa dipungkiri kegemaran membaca, khususnya buku-buku yang bergizi akan menjadikanmu seorang anak yang mencintai ilmu, hingga kelak kau akan menjadi seorang anak yang cerdas. Maka tak jarang Bunda bacakan buku cerita islami yang menarik untukmu, bergambar lucu dan full colors.
Membacakanmu buku cerita, telah Bunda terapkan sejak engkau baru berusia lima hari. Meski saat itu kau belum memahami apa yang Bunda lakukan, Bunda yakin apa yang Bunda lakukan tidak akan sia-sia, kelak engkau akan terbiasa mencintai ilmu serta menjadi anak yang tidak bisa dipisahkan dari buku-buku bermutu.
Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, karena itu Bunda tak akan seharian ’mengurungmu’ dalam rumah. Ada kalanya di sore hari, kita berkunjung ke tetangga sebelah untuk menemui teman sebayamu. Di hari libur kita bisa berkunjung ke rumah nenek, disana kamu bisa bermain dengan sepupu-sepupumu. Kelak, semoga Alloh berkenan mengaruniakan lagi beberapa anak pada Ayah dan Bunda, sehingga kamu bisa bermain dan belajar bersama adik-adikmu. Kelak kau pun akan bersekolah Anakku, di sana kau akan bertemu dan bergaul dengan banyak orang, tentunya Bunda akan pilihkan sekolah yang terbaik untuk mengasah kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektualmu.
Anakku, Ayah dan Bunda yang dipilih oleh Alloh untuk menjadi orangtuamu ini, selalu ingin memberikan yang terbaik untukmu. Ayah dan Bunda ingin engkau menjadi anak sholih yang berbakti. Kami tak pernah berhenti belajar dari keluarga Rosululloh SAW dan para orang sholih tentang bagaimana menjadi orangtua yang ideal.
Mereka rajin mendekatkan diri pada Alloh lewat sholat, tilawah, puasa, juga sedekah. Ada ibu yang selalu berwudhu sebelum menyusui puteranya, ada orangtua yang istiqomah berpuasa daud untuk mendekati-Nya, ada yang rutin membaca 1 juz Al Qur’an sebelum memulai hari-harinya. Subhanalloh, kami akan terus belajar dari mereka Nak, dan insyaAlloh kami tak akan pernah berhenti belajar untuk menjadi orangtua yang terbaik untukmu, percayalah…

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.

One Comment »

  • Saiful Anam said:

    Subhanallah…
    Luar biasa, betapa terkadang kita lupa bahwa menjadi orang tua juga memerlukan pengetahuan dan pemahaman baru. Bukan lagi sebgagai lajang, bukan lagi sebagai suami istri saja tetapi bersiap menjadi pemberi contoh teladan dan pelindung bagi anaknya.

    Saya nantikan artikel lain yang sama kualitasnya.

    Salam Sukses.