Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Nurul Hayat bantu dhuafa yang keguguran
Kali ini Sahabat NH dipertemukan dengan Ibu Nur Hasanah (32) di kediamannya di seputaran Tenggilismulyo Surabaya. Ibu Nur Hasanah membutuhkan bantuan pengobatan akibat pendarahan hebat yang terjadi saat proses kelahiran puteranya. Sungguh berat rasanya, bertaruh nyawa antara ibu dan anaknya pada kehamilannya ini Ibu Nur Hasanah mengalami keguguran sedang biaya pengobatan-pun nyaris tak mencukupinya.
Saat kunjungan itu, suami Ibu Nur yaitu Bpk. M. Bakri (40) menemani Sahabat NH di rumahnya yang berukuran 2 x 3 m yang hanya diisi kasur dan 2 almari kecilnya. “Mohon maaf mas, masih berantakan. Maklum baru pulang dari rumah sakit.” kata ayah dari Ahmad ini.
“Saya nang rumah sakit sudah hampir dua bulan” kata Ibu Nur Hasanah yang hanya bisa berbahasa Madura dan Jawa dialek Surabaya ini, mengawali penjelasannya kepada SAHABAT NH. “Iya mas, sampai–sampai anak saya si Ahmad tidak ikut pelajaran sekolah.” sambung Bpk. M Bakri yang kesehariannya bekerja sebagai abang becak dan mencari kayu menjelaskan kepada Sahabat NH.
Perihal tangungan biayanya ia menjelaskan bahwa telah dicarinya kemana-mana hingga ke keluarganya di Madura, tapi tetap tidak dapat. “Kita ini orang susah mas, KSK kami tidak punya karena surat bukti kependudukan kita tidak ada, jadi sulit untuk mengajukan bantuan ke pemerintah.” sambung bapak Bakri sambil menghela nafas panjang menceritakan kesulitan yang dialaminya.
Semoga sedikit bantuan pembiayaan kesehatan amanah dai donatur ini dapat membantu meringankan beban Bpk Bakri sekeluarga. Amiinn…



Komentar Saudara !