Home » Generasi Emas

Al Biruni, Ilmuwan Serba bisa Bagian II

18 February 2010 No Comment

Raja Al Mansyur II melihat bahwa Al Biruni dengan kemampuannya menguasai empat bahasa secara sempurna. Juga kecakapannya yang lain dibidang matematika, astronomi, botani dan ilmu alam, raja berpendapat bahwa Al-Biruni harus diberi peran dan fasilitas yang cukup sehingga keilmuwannya bisa bermanfaat dan berkembang. Raja-pun memasukkan Abu Raihan dalam majlis ilmuwan di istananya.
Dihadapan Raja, Al-Biruni dan Ibnu Sina mendiskusikan gejala-gejala alam secara serius. Mereka menganalisa tentang kecepatan cahaya dan suara. Perbedaan antara dua entitas itu, serta gerak perpindahan atau jalannya. Ia membahas pula teori tentang panas sampai detail.
Al-Biruni menjelaskan kepada para ilmuwan lain tentang kecepatan cahaya yang melebihi kecepatan suara. Ia menguraikan pula perbedaan derajad air panas dan dingin; pengembangan logam karena panas dan penyusutannya karena dingin; juga tentang bagaimana tekhnik menciptakan air mancur dan pola yang seimbang untuk menyedot air dari sekitarnya; ia juga menguraikan  fenomena terjadinya sumber air alami secara ilmiah dan menjelaskan metode pembuatan sumur buatan dengan menerapkan hukum fluida bergerak.
Ia juga mampu menunjukkan tentang rincian batu permata, logam, serbuk besi, juga biji besi, bagaimana cara mengeluarkan barang-barang tersebut dari pertambangan dan cara memprosesnya kemudian, serta menjelaskan keistimewaan-keistimewaan serta potensi alam dan kimia tersebut.
Semua yang ditekuni dan diselidiki itu senantiasa dibukukan dengan rapi hingga banyak karya tulis yang ia hasilkan. Diantaranya buku Al-Jamabir fi Ma’rifatil Jawa-bir (Ilmu Pengetahuan Umum Tentang Permata) dan An-Nasbi Al-Alati Baina Al-Falizati Wa An-Jawabiri fi Al-Hajmi (Antara Bijih Besi dan Permata dalam Berat Jenis).
Atas karya-karyanya yang lintas bidang ini raja sampai mengucapkan kekagumannya. “Kadang saya mengagumi anda sebagai ahli botani, tetapi kadang sebagai ahli ilmu alam. Manakah sebenarnya yang menjadi spesialisasi anda?”
Sumbangan Sang Ilmuwan
Di Bidang Astronomi, dia telah menulis risalah tentang astrolab serta memformulasi tabel astronomi untuk Sultan Ma’sud, selain itu beliau juga telah berjasa menulis risalah tentang planisphere (alat bantu pengamatan bintang) dan armillary sphere (alat perhitungan perbintangan). Al-Biruni juga menegaskan bahwa bumi itu berbentuk bulat. Dia juga menduga bahwa Galaksi Milky Way (Bima Sakti) sebagai kumpulan sejumlah bintang. Pada 1031 M, dia merampungkan ensiklopedia astronomi yang sangat panjang berjudul Kitab Al-Qanun Al Mas’udi.
Di bidang Ilmu Bumi, beliau menghasilkan beberapa sumbangan mendasar tentang Ilmu Bumi dan pengembangannya. Atas perannya itulah dia dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Di Bidang kartografi (ilmu tentang pembuatan peta atau globe) Al-Biruni telah menulis studi tentang proyeksi pembuatan peta di usia yang masih belia, 22 tahun.
Di bidang Geodesi dan Geografi kontribusi penting telah ia perkenalkan yaitu teknik mengukur bumi dan jaraknya menggunakan triangulasi. Di bidang Geologi Al-Biruni telah menulis studi tentang sejarah geologi India.
Di bidang Mineralogi ia telah menulis kitab yang berjudul al-Jawahir, Al-Biruni menjelaskan dan mengklasifikasikan beragam mineral berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan, serta beratnya.
Di bidang Metode Sains al-Biruni memperkenalkan metode saintifik dalam setiap bidang yang dipelajarinya. Salah satu contohnya, dalam Kitab al-Jawahir dia terlihat sebagai ilmuwan yang sangat eksperimental. Dan memang kebanyakan karya yang ditulisnya di atas selalu didasarkan pada eksperimen maupun observasinya.
Di bidang Optik dalam bidang optik, Al-Biruni termasuk ilmuwan yang pertama bersama Ibnu Al-Haitham yang mengkaji dan mempelajari ilmu optik. Dialah yang pertama menemukan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara.
Di bidang Antropologi al-Biruni ditahbiskan sebagai antropolog pertama di dunia. Ia menulis secara detail studi komparatif terkait antropologi manusia, agama dan budaya di Timur Tengah, Mediterania, serta Asia Selatan. Dia memperoleh banyak pujian dari para ilmuwan karena pengembangannya tentang antropologi Islam. Dia juga mengembangkan metode canggih dalam studi antropologi.
Di bidang Psikologi Eksperimental Al Biruni tercatat sebagai pelopor psikologi eksperimental lewat penemuan konsep reaksi waktu. Sedangkan di bidang Sejarah pada usia 27 tahun, dia menulis buku sejarah yang diberi judul Chronology. Dalam kitab yang ditulisnya yaitu Kitab Fi Tahqiq ma li’l-Hind atau Penelitian tentang India, Al-Biruni telah membedakan antara menode saintifik dengan metode historis.
Dalam bidang ilmu murni khususnya Matematika, beliau memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan teori dan praktik aritmatika, bilangan irasional, teori rasio, geometri dan lainnya.
Dalam bukunya “Ash-Shaiddalah Ash-Shaiddalat Fith-Thib” (Peran Farmasi dalam Kedokteran)”, Al-Biruni mambahas materi kedokteran dengan menganut sistematika yang dikembangkan oleh dokter Romawi, Diyoschorides yang telah mencatat 600 jenis tumbuhan obat dan oleh Al-Biruni ditambah menjadi lima kali lipat. Diantaranya mengenalkan tanaman obat bius sebagai obat penenang, tumbuhan penyembuh penyakit telinga dan gigi serta resep obat-obatan nabati.
Abu Raihan Al-Biruni saat menemani pengembaraan Sultan Mahmud dari Ghazni ke India, di sana ia mempelajari bahasa, falsafah dan agama mereka dan menulis buku mengenainya. Dalam perjalanan yang panjang ke berbagai negara menyebabkan beliau menguasai beberapa bahasa diantaranya Yunani, Suriah, Berber dan Sansekerta.
Tanpa Al-Biruni, tidak mungkin penulisan sejarah, matematika astronomi, geografi, ilmu-ilmu humaniora atau perbandingan agama, bisa lengkap. Sebab, apa yang ditulis oleh Al-Biruni, sejak 1000 tahun yang silam, mendahului sejumlah metode dan aksiomatika yang dikatakan modern.
Keberanian berfikir, kecintaannya mencari kebenaran ilmiah secara metodologis, sifat toleran dan keikhlasannya beramal menjadikan Al-Biruni sebagai seorang jenius yang pandangannya universal serta aktif. Sungguh, ilmuwan multitalenta yang patut dicontoh generasi Islam masa kini demi mengembalikan lagi kejayaan islam. (Tamat)

Komentar Saudara !

Saudara bisa menggunakan tags HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disupport Gravatar. Saudara bisa daftar di Gravatar.