Home » Archive

Artikel yang ada di " Buat Nanda"

Buat Nanda »

[18 Feb 2010 | No Comment | ]

Anak yang sangat amat nakal, begitulah kesan Bunda saat pertama kali bertemu denganmu. Betapa tidak, baru kali ini Bunda mendapati anak baru di Panti Asuhan kita yang amat susah dikendalikan seperti dirimu, ugal-ugalan dan kerap berkata kasar. Namun saat Bunda menengok kembali masa lalumu sebelum bergabung dengan Panti Asuhan ini, Bunda jadi mahfum. Konon, kau [...]

Buat Nanda »

[19 Jan 2010 | No Comment | ]

Rumah yang manis, gumam Bunda tiap kali mengunjungi sebuah rumah salah satu tetangga kita. Rumah tersebut dihuni sepasang suami istri berusia 50 tahun-an bersama kedua anak gadisnya, juga seorang nenek tua yang merupakan Ibu dan Ibu mertua pasangan suami istri tersebut.
Anehnya rumah yang selalu tampak manis bagi tiap pengunjungnya tersebut, ternyata laksana neraka bagi nenek [...]

Buat Nanda »

[19 Jan 2010 | One Comment | ]

Sayang, akhirnya kau hadir juga di tengah-tengah kami, Ayah dan Bundamu. Dengan senyummu, tawamu, bahkan tangisanmu, kau warnai hari-hari dengan keceriaan dan kebahagiaan.
Karena hadirmu, maka kami dipanggil ’orangtua’. Hmm.., sebuah predikat yang akhirnya harus kami pertanggungjawabkan kelak di hadapan Alloh SWT.
Menjadi orangtua. Sepertinya mudah saja. Ayah pergi pagi pulang petang mencari nafkah untukmu. Bunda menyusui, [...]

Buat Nanda »

[24 Dec 2009 | No Comment | ]

“Kenapa sih kita harus sholat?
Sholat itu untuk mengingat Alloh..
Kenapa sih harus ingat Alloh?
Karena Alloh sayang kita..
Alloh tumbuhkan buah yang bisa kita makan..
Alloh beri udara untuk kita bernafas..”
Masih ingat lagu itu nggak Nak? Lagu itulah yang Bunda nyanyikan untukmu saat sebuah pertanyaan terlontar dari bibir mungilmu, “Ngapain sih kita mesti sholat Bunda?”. Mungkin pertanyaan itu muncul [...]

Buat Nanda »

[24 Nov 2009 | No Comment | ]

Semula Bunda pikir hal yang paling menakjubkan dan membahagiakan di dunia ini adalah bisa bertemu dan menikah dengan laki-laki sebaik Ayahmu, namun ternyata Bunda salah. Ternyata ada lagi hal yang tak kalah menakjubkan dan membahagiakannya, yakni bisa mengandung, melahirkan, dan akhirnya menjadi Ibumu.
Semula Bunda pikir akan tahan untuk tidak mengeluh saat menghadapi sakitnya melahirkan, namun [...]

Buat Nanda »

[23 Nov 2009 | No Comment | ]

Anakku sayang, hari ini Bunda teringat akan sebuah episode dimana Bunda mendapatkan pelajaran yang begitu berharga darimu. Sebuah episode yang terjadi beberapa tahun silam saat engkau masih duduk di kelas 4 SD. Saat itu Bunda harus mondar-mandir ke sekolahmu dikarenakan sesuatu hal yang membuat Bunda begitu terkejut, gurumu bilang prestasimu kian hari kian merosot. Di [...]

Buat Nanda »

[29 Jun 2009 | No Comment | ]

Gelak tawa riang memecah kesunyian pagi ini. Satu demi satu anak-anak sholih itu memarkir sepedanya di depan garasi. Lantas berlarian menyerbu pisang goreng dan teh hangat yang sudah kusiapkan di meja teras. Seperti biasa, sambil menikmati hidangan pemuda-pemuda kecil itu duduk berselonjor melepas lelah. Bercengkrama riang, sambil menyusun agenda acara yang akan mereka lakukan pada [...]

Buat Nanda »

[29 May 2009 | 3 Comments | ]

Oleh : Hani Fatma Yuniar
Anakku, di malam yang dingin dan sunyi ini Bunda terjaga dari lelapnya mimpi. Percikan air wudhu menambah kesejukan dan kesegaran di seluruh tubuh. Dalam sekejap Bunda pun telah larut dalam rakaat-rakaat munajat. Nak, malam ini Bunda terjaga karena ingin mengungkapkan syukur yang mendalam kepada Alloh yang telah mengaruniakanmu kepada kami Ayah-Bundamu, [...]

Buat Nanda »

[29 Apr 2009 | No Comment | ]

Oleh : Hani Fatma Yuniar
Siang kali ini, langit begitu cerahnya. Hamparan biru muda nan cantik, dihiasi awan-awan putih selembut kapas. Matahari pun sejak pagi tadi tak pernah sembunyi, sinarnya merebak ke seluruh penjuru kota, seolah ingin turut serta menghadirkan keceriaan untuk hari ini.
Subhanalloh, memang sungguh istimewa hari ini. Hari dimana anak-anak dari keluarga berada berbaur [...]

Buat Nanda »

[8 Apr 2009 | No Comment | ]

Oleh : Hani Fatma Yuniar
Malam kali ini begitu dingin, sejak sore tadi kota Surabaya telah basah diguyur hujan, tidak begitu deras namun menyisakan rintik-rintik yang masih awet, tak kunjung reda hingga malam menjelang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00, tapi anak sulung Bunda belum juga kelihatan batang hidungnya. Terakhir berkirim sms tadi, katamu acara baksos [...]