Artikel yang ada di " Hikmah Muallaf"
Hikmah Muallaf »
Saya anak kedua dari 3 bersaudara dari keluarga Hindu. Ibu saya dulu muslim, namun setelah menikah dengan bapak ia pindah ke agama bapak, Hindu. Terbilang Hindu kolot juga tidak, biasa-biasa saja. Masa kecil saya lalui di Surabaya hingga kelas 6 SD, berikutnya hingga SMA tinggal di keluarga besar bapak di Bali. Kuliah balik lagi ke [...]
Hikmah Muallaf »
Saya lahir dan dibesarkan dari keluarga Katolik yang taat. Dari kecil hingga remaja saya termasuk aktif di kegiatan gereja, seperti Altar dan organisasi remaja Katolik. Dalam hal sakramen pun saya sudah melampaui 4 sakramen dari 7 sakramen yang ada yakni pembaptisan, ekaristi, penguatan dan komuni. Ayah saya pun di Tulungagung termasuk orang berada dan bagi [...]
Hikmah Muallaf »
Saya lahir dari keluarga Katolik. Bapak mantan tentara Portugis, dan meninggal ketika saya berusia 2 tahun. Beruntung keluarga ibu saya tergolong orang “berada” di Timor Timur sehingga secara ekonomi tak terlalu menghadapi masalah.
Ibu saya keturunan raja di sana. Ada juga keluarga saya yang jadi orang besar di Mabes Timtim, juga ada yang jadi kepala desa [...]
Hikmah Muallaf »
Datangnya hidayah tak bisa dipastikan. Tak tak ada yang tahu pasti kapan hidayah akan menyentuh seseorang, dan tak ada pula yang bisa menolak bila ia tiba-tiba hadir dalam kehidupan seseorang. Namun ada kalanya hidayah itu datangnya samar-samar hingga diperlukan upaya yang lebih serius lagi untuk memanggilnya. Dalam banyak hal, hidayah tersebut haruslah dicari, dicari dan [...]
Hikmah Muallaf »
Menimba ilmu di sekolah yang berdekatan dengan masjid, rupanya merupakan jalan hidayah Alloh bagi saya. Bapak saya asli Kupang, ibu Jakarta, dan saya dibesarkan di Surabaya. Bersama 4 saudara saya lainnya, tentu kami dibesarkan dalam lingkungan Katolik, agama asal orang tua saya. Ke gereja pun rutin kami lakukan bersama-sama.
Namun sejak kelas 2 SD entah kenapa [...]
Hikmah Muallaf »
Saya lahir tahun 1953, di zaman serba susah, susah ekonomi, susah ilmu. Bapak saya asli Buton (Bau-bau), Ibu Jawa. Dalam hal berkeyakinan, ibu saya selalu bilang, semua agama itu baik, yang penting dilakoni. Entah kenapa, dari kecil saya dan adik sudah dibaptis Kristen. Ibadah ke gereja pun saya lakoni.
Saya menuntut ilmu di sekolah umum, SD [...]
Hikmah Muallaf »
Bersyukur saya lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang boleh dibilang cukup demokratis. Tidak ada paksaan dalam kehendak, tidak ada tekanan dalam menentukan pilihan, tidak ada keharusan untuk ini-itu.
Papa saya katolik dan mama Islam. Lahir dan dibesarkan di Palu (Sulawesi Tengah). Saya empat bersaudara, 2 saudara saya ikut agama ibu sejak kecil, dan saya dan [...]
Hikmah Muallaf »
Lahir, Januari 1964, orang tua saya berdarah campuran. Bapak saya ada darah Makassar, Inggris dan Arab tapi sudah WNI, sedangkan ibu saya berdarah Sunda, Jerman dan Belanda. Keluarga besar kami adalah keluarga Katolik.
Dari kecil, sejak SD kelas 2, entah kenapa, saya mulai tertarik bila mendengar adzan shubuh. Kebetulan rumah saya, di Ngagel Tama Selatan III,tak [...]
Hikmah Muallaf »
Bisa dibilang ragam keyakinan yang dianut orang tua dan saudara-saudara saya seperti gado-gado. Bapak dan ibu saya adalah penganut Katolik yang biasa-biasa saja, tidak fanatik. Saya tiga bersaudara, dan meski pernah dipermandikan secara Katolik, ternyata kelak kakak saya yang pertama pindah ke agama Hindu sedangkan satunya tetap Katolik.
Saya sendiri? Meski dari TK hingga SMA sekolah [...]
Hikmah Muallaf »
Memang secara fitrah tidak seorangpun di muka bumi ini yang menginginkan suatu musibah yang menimpa dirinya. Sebab biasanya musibah itu memang tidak menyenangkan, menyusahkan atau menyakitkan, baik secara fisik maupun mental. Secara manusiawi, yang diinginkan setiap orang adalah sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, melegakan dan sebagainya. Namun harus disadari smukmin haruslah senantiasa berada pada jalan [...]


