Artikel yang ada di " Pengobatan Nabi"
Pengobatan Nabi »
“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Alloh), maka dia memperoleh rizki dan wewangian serta jannah kenikmatan” (Al-Waqi’ah: 88-89)
“Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunyi yang harum baunya.”(Ar-Rahman: 12)
Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang ditawari minyak wangi, jangan ia menolaknya. Karena minyak wangi itu ringan dibawa [...]
Pengobatan Nabi »
Diriwayatkan dalam Shahih AI-Bukhari dan Muslim dari hadits Qatadah, dari Anas bin Malik bahwa ia menceritakan, “Rasulullah memberikan keringanan kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Al-Awwam untuk mengenakan kain sutera dalam rangka mengobati penyakit eksim yang mereka alami.” Dalam riwayat lain diceritakan, “Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Al-Awwam, mengeluh karena banyak kutunya kepada [...]
Pengobatan Nabi »
Suatu saat Nabi Muhammad SAW melarang Shuhaib makan kurma dan menyalahkannya ketika menyantap makanan tersebut karena ia sedang sakit mata. Beliau juga mencegah Ali memakan kurma basah saat terkena sakit mata.
Abu Nu’aim menyebutkan dalam kitab Ath-Thibb An-Nabawi bahwa apabila salah seorang istri Rasulullah terkena sakit pada sebelah matanya, beliau tidak mendatanginya hingga matanya benar-benar sembuh.
Ramad [...]
Pengobatan Nabi »
Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya dari hadits Mujahid, dari Saad bahwa ia menceritakan, “Aku pernah sakit. Rasululloh SAW datang menjengukku. Beliau meletakkan tangannya di atas dadaku sehingga aku merasakan dingin tangan beliau di dadaku. Beliau berkata ‘Engkau terserang hepatitis. Temuilah Al-Harts bin Kaldah dari Tsaqif. Ia seorang Ahli Pengobatan. Suruh ia mengambil tujuh buah [...]
Pengobatan Nabi »
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari hadits Urwah, dari Aisyah diriwayatkan bahwa apabila ada salah seorang keluarganya yang meninggal dunia, kaum wanita berkumpul, kemudian bubar kecuali keluarga mereka dan orang-orang yang dekat dengan mereka. Setelah itu Aisyah memerintahkan disiapkan gulai daging, lalu dibuatkan sejenis bubur gandum dan dicampurkan dengan gulai daging yang sudah dimasak tersebut. [...]


