Saling Menasehati Sesama Muslim

Saling Menasehati Sesama Muslim

Saling Menasehati Sesama Muslim – Menasihati seorang Muslim adalah wujud dari kecintaan dan rasa peduli. Nasihat ditujukan untuk menjauhkan sahabat Muslim yang bersangkutan agar dapat keluar dari kebuntuan dan tidak keluar dari batas-batas syariat agama. Saling menasihati antarsesama Muslim juga merupakan anjuran baik yang termasuk dalam ibadah. Dakwah dengan nasihat itu dimaksudkan semata-mata karena rasa peduli dan dilandasi dengan niat karena Allah SWT.

Saling Menasehati Sesama Muslim – Orang-orang yang tidak merugi sebagaimana disebutkan dalam surat Al ‘Ashr adalah orang yang beriman, beramal shaleh serta saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran. Dalam Al Qur’an, selain menasehati digunakan juga istilah memberi peringatan. Disebutkan dalam surat Adz Dzariyat ayat 55 yang artinya, “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”

Memberi nasehat atau mengingatkan bukanlah suatu hal yang mudah. Menurut Tafsir Ibnu Katsir, surat Adz Dzariyat ayat 55 merupakan hiburan dari Allah Swt untuk Nabi Muhammad Saw agar tetap memberi peringatan. Pada ayat sebelumnya, ayat 52, Allah Swt menyampaikan bahwa tidak ada Rasul yang bebas dari tanggapan negatif kaum yang didatanginya, antara lain disebut sebagai tukang sihir atau orang gila. Namun tanggapan tersebut tak boleh menyurutkan semangat untuk memberi peringatan, karena bagi orang yang beriman, peringatan itu pasti memberi manfaat.

Zaman sekarang tak jauh beda, ketika ada orang menasehati atau mengingatkan, respon orang juga bisa negatif, bahkan kadang terasa menyakitkan. Sekadar contoh, ketika ada yang mengingatkan, “Jangan korupsi!” ada saja yang malah menanggapi, “Tidak usah munafik lah, memang kamu sendiri tidak perlu uang?”

Sindiran-sindiran sok alim, atau ungkapan  (bisa ngajar ora bisa nglakoni, bisa mengajari tidak bisa menjalani) tak jarang harus diterima oleh orang yang mengingatkan atau menasehati. Sehingga akhirnya semakin sedikit orang yang mau menasehati dan mengingatkan. “Dinasehati juga percuma, tidak akan berubah, nanti malah jadi ribut!” atau, “Mau mengingatkan tidak enak, nanti dikira kita iri.” Begitu beberapa dalih orang yang enggan mengingatkan saat orang di lingkungannya berbuat kesalahan.

Harus diingat bahwa Nabi Muhammad Saw saja, yang semula mendapat julukan Al Amin, ganti disebut tukang sihir dan orang gila saat mengingatkan, apalagi kita yang hanya manusia biasa.

Selain surat Adz Dzariyat ayat 55 untuk menjadi pendorong semangat dalam mengingatkan dan menasehati, banyak hadits yang juga bisa menambah motivasi. Antara lain yang berasal dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya,  “Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR Muslim no. 4831 disahihkan oleh ijma’ Ulama).

Ketahuilah bahwa orang yang memerintahkan pada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar termasuk mujahid di jalan Allah. Jika dirinya disakiti atau hartanya dizholimi, hendaklah ia bersabar dan mengharap pahala di sisi Allah. Sebagaimana hal inilah yang harus dilakukan seorang mujahid pada jiwa dan hartanya. Hendaklah ia melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar dalam rangka ibadah dan taat kepada Allah serta mengharap keselamatan dari siksa Allah, juga ingin menjadikan orang lain baik.

Manusia hanya diwajibkan untuk berusaha, termasuk menasehati dan mengingatkan orang lain. Manusia tidak diwajibkan untuk berhasil, bagaimanapun hidayah tetap merupakan rahadia Allah. Wallahu a’lam

Berbagi Beras Untuk Ojol

Berbagi Beras Untuk Ojol

Berbagi Beras Untuk Ojol – Yayasan Nurul Hayat Madiun yang beralamat di Jln. Kapten Tendean no 28 A, Sogaten, Sidorejo, Madiun, pada Selasa (19/10/2021) pukul 09.00 WIB membagikan 60 paket sembako. Pembagian paket sembako ini berlangsung di  kantor Yayasan Nurul Hayat Madiun. Pada kesempatan tersebut, sembako dibagikan kepada para driver ojol. Masing-masing driver ojol mendapatkan sembako berupa 5 Kg beras.

Alhamdulillah, pada hari itu, dua komunitas ojol yaitu Rosalia Indah dan Amanda Madiun mendapatkan pembagian sembako dari Yayasan Nurul Hayat. Khoirul Rohman selaku Branch Manager Yayasan Nurul Hayat cabang Madiun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah wujud kepedulian kita kepada para driver ojol di kota Madiun. “Semoga apa yang bisa kami berikan hari ini bisa memberikan manfaat, meski tidak seberapa nilainya,” ujar Khoirul di saat membagikan sembako kepada para driver.

Dalam kondisi sulit saat ini kepedulian terhadap para driver ojol memang sangat dibutuhkan sebagai bagian dari implementasi sosial kemasyarakatan. Alhamdulillah kegiatan ini disambut positif oleh para driver ojol di Kota Madiun. Mereka merasa sangat bersyukur dan bahagia setelah mendapatkan bantuan sembako dari Yayasan Nurul Hayat. Setidaknya bantuan ini mampu sedikit membantu meringankan kebutuhan pokok sehari-hari para driver.

“Terima kasih banyak atas bantuan dan perhatian dari Yayasan Nurul Hayat kepada kami para driver ojol Madiun. Semoga berkah dan barokah,” ujar Ruth, driver lady dari komunitas ojol Rosalia Indah Madiun.

Pembagian sembako oleh Yayasan Nurul Hayat ini merupakan salah satu dari kegiatan sosial yang memang kontinyu dilaksanakan. Kegiatan sosial yang dilaksanakan tak hanya berbagi sembako tapi juga banyak program-program lain yang diberikan kepada yatim piatu, kaum dhuafa dan sebagainya.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua sahabat sejuk yang telah mendukung gerak kemanfaatan Yayasan Nurul Hayat Madiun, khususnya dalam program sembako untuk ojol ini. Semoga segala ikhtiar kebaikan kita, bernilai kebaikan di sisi Allah Subhanahu  Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi – Hal yang paling mudah dilakukan manusia untuk mendapatkan pahala adalah dengan bersedekah. Bahkan, memberi senyum kepada orang lain secara ikhlas merupakan sedekah yang membawa berkah tanpa harus mengeluarkan uang sepersen pun. Allah SWT tentu tidak suka dengan orang yang riya atau pamer. Makanya, bersedekah dapat dilakukan secara diam-diam atau bersifat rahasia

Rahasiakanlah sedekah kita. Menyembunyikan sedekah lebih utama daripada terang-terangan kecuali sedekah yang wajib. Menyembunyikan ini lebih dekat pada keikhlasan.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271).

Baca Juga: Sedekah subuh online cepat dan mudah

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi – Syaikh As Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “Jika sedekah tersebut ditampakkan dengan tetap niatan untuk meraih wajah Allah, maka itu baik. Dan seperti itu sudah mencapai maksud bersedekah. Namun jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi, maka itu lebih baik. Jadi ayat ini menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi lebih utama daripada dilakukan secara terang-terangan. Namun jika tidak sampai bersedekah karena ia maksud sembunyikan, maka tetap menyampaikan sedekah tadi secara terang-terangan itu lebih baik. Jadi semuanya dilakukan dengan kembali melihat maslahat.”

Kata Ibnu Katsir berkata bahwa tetap bersedekah dengan sembunyi-sembunyi itu lebih afdhol karena berdasarkan hadits,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata,

1- Imam (pemimpin) yang adil.

2- Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.

3- Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.

4- Dua orang yang saling mencintai karena Allah, di mana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.

5- Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan, “Sungguh aku takut kepada Allah.”

6- Seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7- Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031).

Baca Juga: Cara menghitung zakat mal yang praktis

Hadits di atas menunjukkan bahwa keutamaan sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Para ulama mengatakan bahwa inilah yang berlaku pada sedekah sunnah, secara sembunyi-sembunyi itu lebih utama. Cara seperti itu lebih dekat pada ikhlas dan jauh dari riya’. Adapun zakat wajib, dilakukan secara terang-terangan itu lebih afdhol. Demikian pula shalat, shalat wajib dilakukan terang-terangan, sedangkan shalat sunnah lebih afdhol sembunyi-sembunyi karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.”

Para ulama katakan bahwa penyebutan tangan dan kiri di sini hanyalah ibarat yang menggambarkan sedekahnya benar-benar dilakukan secara diam-diam. Tangan kanan dan kiri, kita tahu begitu dekat dan selalu bersama. Ini ibarat bahwa sedekah tersebut dilakuan secara sembunyi-sembunyi. Demikian kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Sedekah Online

sedekah makin mudah bisa via online dari rumah. Klik saja zakatkita.org.

klik zakatkitaorg

Membiasakan Diri Untuk Bersedekah

Membiasakan Diri Untuk Bersedekah

Membiasakan Diri Untuk Bersedekah – Sahabat,Pernah gak sih kita mengalami hal berikut ini, berniat untuk bersedekah akan tetapi akhirya gak jadi karena uangnya terpakai untuk kebutuhan yang lain atau berniat sedekah namun karena tertunda akhirnya kita lupa. Mungkin kita semua sering mengalaminya, sekali, dua kali bahkan berkali-kali. Mengapa hal demikian terjadi? Jangan-jangan motivasi kita untuk bersedekah kurang.

Membiasakan diri bersedekah merupakan sikap terpuji. Tidak semua orang mampu melakukannya. Diperlukan latihan agar menjadi perilaku keseharian dan membentuk sikap mental dermawan. Ketika sudah terbangun sikap dermawan dalam diri seseorang, ia akan senantiasa berupaya memberikan apa yang bisa diberi setiap harinya. Hidupnya selalu optimistis. Yakin bahwa apa yang diberikan, hakikatnya bukan berkurang, justru bertambah.

Membiasakan Diri Untuk Bersedekah – Kita semua mungkin mengetahui bahwa ketika seorang mukmin meniatkan sesuatu yang baik, akan tetapi tidak mampu melaksanakannya maka hal tersebut akan dicatat sebagai kebaikan baginya. Akan tetapi, sebaiknya ketika kita meniatkan sesuatu maka harus segera dilaksanakan, agar tidak lupa dan sesuatu yang dapat menghalangi pekerjaan atau amalan tersebut datang.

Sedekah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk disegerakan, ketika kita berniat maka saat itu juga kita harus segera menunaikannya. Rasulullah saw. mencontohkan demikian, disebutkan bahwa ketika rasulullah memiliki emas maka beliau tidak pernah membiarkan sebatang emasnya bermalam di rumah. Ketika Rasulullah memiliki emas, maka rasul akan segera membagikannya kepada yang membutuhkan.

Ketika kita berniat untuk bersedekah, maka segeralah untuk menunaikannya. Sebab ketika kita menundanya bisa jadi motivasi untuk bersedekahpun menghilang. Selain itu, alasan kita agar menyegerakan sedekah karena kelak akan ada suatu masa dimana orang akan kesulitan mendapatkan orang yang mau sedekah.

Membiasakan Diri Untuk Bersedekah – Sungguh mulia orang yang menjadikan kebiasaan bersedekah sebagai jalan hidupnya. Bahkan Allah memelihara pahala orang yang bersedekah, Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang thayyib (yang baik), maka Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang di antara kalian membesarkan kuda kecilnya hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung.” (HR. Bukhari, no. 1410 dan Muslim, no. 1014).

Sedekah merupakan salah satu amalan yang perlu dilatih agar kita mampu konsisten dalam menunaikannya, berikut adalah tiga cara untuk melatih diri agar rajin sedekah.

  1. Menjadikan sedekah sebagai rutinitas

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk melatih diri agar rajin bersedekah adalah dengan merutinkannya, dalam melatih diri sahabat bisa mencobanya dalam tiga minggu berturut-turut.

Berdasarkan penelitian, sebuah kebiasaan atau habit akan terbentuk setelah proses pengulangan sepanjang 21 hari. Nah disini sahabat bisa memulainya dengan cara mencoba menyisihkan uang sebanyak 5000 selama 21 hari, kemudian uang tersebut dihimpan dan diberikan kepada orang yang membutuhkan atau lembaga sosial.

  1. Berbagilah tanpa harus menunggu banyak rezeki

Konsep banyak rezeki sebenarnya adalah konsep yang sangat bias. Kita tidak pernah tahu, kapan dan apa standartnya seseorang dikatakan banyak memiliki rezeki. Orang-orang yang dianggap oleh dunia sebagai orang terkaya pun kadang masih merasa dirinya belum begitu kaya. Ini menunjukkan bahwa manusia sampai kapanpun tidak akan pernah puas dan tidak akan pernah berada pada titik pencapaian.

Cobalah untuk berbagi saat sahabat memiliki rezeki. Ada banyak sekali manfaat dari berbagi. Sedikit atau banyak, tidak perlu sahabat khawatirkan. Allah tidak pernah menilai sedekah atau sikap berbagi seseorang dari banyak atau sedikitnya. Terkadang yang sedikit di mata kita sangat berarti di mata orang lain. Tentu balasannya dari Allah pun akan berkali lipat.

Misalnya, kalau sahabat memiliki gaji bulanan, maka sisihkan sedikitnya untuk berbagi pada orang lain yang membutuhkan. Atau jika sahabat seorang freelancer dan mendapat fee yang cair dari seorang klien, jangan lupa sisihkan juga sebagiannya untuk bersedekah.

Ingat, bukan besar atau kecilnya, tapi kebiasaan kita berbagi dengan ikhlas dan tulus. Semakin banyak rezeki yang kita terima, akan semakin sulit kita untuk berbagi jika kebiasaan tersebut tidak pernah kita pupuk sejak dini.

  1. Berbagi dengan apa yang kamu miliki saat ini

Apakah berbagi harus dengan uang? Tentu saja jawabannya tidak. Ada banyak cara berbagi yang bisa sahabat lakukan lewat apa yang dimiliki saat ini. Misalnya jika sahabat memiliki banyak baju layak pakai, mainan anak yang masih berguna, buku-buku bacaan yang layak untuk dibagikan, atau mungkin makanan persediaan di rumah yang masih enak untuk dinikmati, maka coba berbagilah dengan hal tersebut.

Jika sahabat memiliki waktu luang dan energi yang lebih, sesekali coba luangkan waktu juga untuk menjadi relawan sosial atau membantu berbagai program kemanusiaan. Misalnya menjadi pengajar untuk anak-anak yang kurang beruntung, menjadi relawan di dapur umum tempat terjadinya bencana, dsb.

Rasakan bahwa ada kebermaknaan dan kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun karena aktivitas tersebut. Ya, karena berbagi bukan saja membahagiakan orang lain tapi juga diri kita sendiri.

  1. Sedekah bareng teman

Bagaimana cara melatih diri agar rajin bersedekah? salah satu caranya adalah dengan mengajak teman-teman agar kita lebih semangat bersedekah. Sahabat, bisa menjadikan teman sebagai salah salah satu tempat untuk  berlomba-lomba dalam kebaikan.

Kita semua tentunya mengetahui tentang kisah dua sahabat nabi yakni Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar bin Khattab, keduanya selalu berlomba-lomba dalam menunaikan kebaikan. Keduanya selalu bersaing untuk memberikan yang terbaik dari yang mereka miliki.

Sedekah bersama teman juga bisa dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan penggalangan donasi untuk saudara kita yang kurang beruntung atau sedang terkena musibah bencana alam. Awalnya mungkin kita akan termotivasi untuk bersedekah bersama teman-teman, sehingga lama kelamaan kita terbiasa untuk melakukannya sendiri.

  1. Menyadari bahwa harta adalah titipan Allah

Harta yang kita miliki tak lain hanyalah titipan dari Allah swt. yang suatu saat nanti akan dimintai pertanggung jawabannya. Dengan demikian, tentunya kita harus mengambil manfaat dan pahala sebanyak-banyaknya dari harta tersebut agar kelak menjadi penyelamat kita di akhirat.

Bersedekah adalah salah satu cara agar harta yang kita miliki memiliki manfaat yang tiada henti. Bahkan ketika harta yang kita miliki diwakafkan maka pahalanyapun akan terus mengalir meskipun kita telah meninggal selama harta tersebut masih diambil manfaatnya.

Yuk belajar membiasakan sedekah bersama Yayasan Nurul Hayat, harta yang sahabat keluarkan akan digunakan untuk pemberdayaan anak yatim dan dhuafa, beasiswa tahfidz dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Berapapun jumlah yang dikeluarkan, kemanfaatannya sangat membantu saudara-sudara kita yang membutuhkan.

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional di Indonesia

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional di Indonesia

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional yang ada di Indonesia saat ini sudah semakin banyak. Tercatat ada 27 Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala Nasional yang sudah resmi disahkan oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Zakat, berikut daftar Lembaga Amil Zakat Nasional:

1NAMA LAZLAZ Rumah Zakat Indonesia
AlamatJl. Turangga No.25 C. Bandung, Jawa Barat
Telepon(022) 733-2407 / (022) 733-2408 / (022) 731-7400
Emailwelcome@rumahzakat.org
No. Rekomendasi235/BP/BAZNAS/VI/2015
008/HVR/SDP/BAZNAS/VI/2015
Tanggal 29 Juni 2015
2NAMA LAZLAZ Daarut Tauhid
AlamatJl. Geger Kalong Girang No. 32 Bandung, Jawa Barat
Telepon(022) 202-1861
Emailinfo@dtpeduli.org
No. Rekomendasi096/BP/BAZNAS/II/2016
004/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 01 Juli 2015
3NAMA LAZLAZ Baitul Maal Hidayatullah
AlamatGraha BMH, Kalibata Office Park Blok H,
Jl. Raya Pasar Minggu No. 21, Kalibata Selatan, Jakarta
Telepon(021) 797-5770 / (021) 797-5771
Emailcs.jakarta@bmh.or.id / sekretariat@bmh.or.id
No. Rekomendasi237/BP/BAZNAS/VII/2015
010/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2015Tanggal 15 Juli 2015
4NAMA LAZLAZ Dompet Dhuafa Republika
AlamatPerkantoran Ciputat Indah Permai Blok C 28–29
Jl. Ir. H. Juanda No.50, Ciputat – 15419 Ciputat, Tangerang Selatan
Telepon(021) 741-6050
Emaillayandonatur@dompetdhuafa.org / corporatesecretary@dompetdhuafa.org
No. Rekomendasi339/BP/BAZNAS/X/2015
014/HVR/SDP/BAZNAS/X/2015
Tanggal 27 Oktober 2015
5NAMA LAZLAZ Nurul Hayat
AlamatPerum IKIP Gunung Anyar B-48, Surabaya
Telepon(031) 878-3344 / (031) 879-4733 (bag.humas)
Emailhumas.nurulhayat@gmail.com / salam@nurulhayat.org
No. Rekomendasi004/HVR/SDP/BAZNAS/IV/2015
Tanggal 17 April 2015
6NAMA LAZLAZ Inisiatif Zakat Indonesia
AlamatJl Raya Condet No 54 D-E Batu Ampar Jakarta Timur 13520
Telepon(021) 8778-7325
Emailsalam@izi.or.id
No. Rekomendasi005/HVR/SDP/BAZNAS/VI/2015
Tanggal 04 Juni 2015
7NAMA LAZLAZ Yatim Mandiri Surabaya
AlamatJl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya
Telepon(031) 828-3488
Emailinfo@yatimmandiri.org
No. Rekomendasi006/BP/BAZNAS/I/2016
002/HVR/SDP/BAZNAS/I/2016
Tanggal 06 Januari 2016
8NAMA LAZLAZ Lembaga Manajemen Infak Ukhuwah Islamiyah
AlamatGedung SEHATi Lt. 3 Jl. Barata Jaya Gg XXII No. 20 Surabaya
Telepon(031) 505-3883 / 0822-3000-0909 (WA Layanan)
Emailinfo@lmizakat.org
No. Rekomendasi007/BP/BAZNAS/I/2016
001/HVR/SDP/BAZNAS/I/2016
Tanggal 06 Januari 2016
9NAMA LAZLAZ Dana Sosial Al Falah Surabaya
AlamatJl. Kertajaya 8C/17, Surabaya
Telepon(031) 505-6650
Emailinfo@ydsf.org
No. Rekomendasi095/BP/BAZNAS/II/2016
003/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 18 Februari 2016
10NAMA LAZLAZ Pesantren Islam Al-Azhar
AlamatKomplek Masjid Al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru
Jl. RS Fatmawati No. 27, Kel. Gandaria, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan
Telepon(021) 722-1504 / (021) 2904-5219
Emailinfo@alazharpeduli.com
No. Rekomendasi097/BP/BAZNAS/II/2016
005/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 18 Februari 2016
11NAMA LAZLAZ Baitulmaal Muamalat
AlamatRuko Mitra Matraman Blok A1, Jakarta
Jl. Matraman Raya No. 27, Jakarta
Telepon(021) 8591-8138 / (021) 8591-8139
Emailoffice@baitulmaalmuamalat.org
No. Rekomendasi107/BP/BAZNAS/II/2016
007/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 23 Februari 2016
12NAMA LAZLAZ Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Nahdatul Ulama (LAZIS NU)
AlamatGedung PBNU Lt. 2 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat
Telepon(021) 310-2913
Emailemail@nucare.id / nucarepusat@gmail.com
No. Rekomendasi095/PH/BAZNAS/V/2016
002/HVR/SDP/BAZNAS/V/2016
Tanggal 25 Mei 2016
13NAMA LAZLAZ Global Zakat
AlamatMenara 165 Office Tower 11th Floor.
Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan 12560
Telepon( 021) 2940-6565
Emailinfo@act.id
No. Rekomendasi187/PH/BAZNAS/VII/2016
017/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2016
Tanggal 26 Juli 2016
14NAMA LAZLAZ Muhammadiyah
AlamatGedung Pusat Dakwah Muhammadiyah,
Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat 10340
Telepon(021) 315-0400 / Call center 0856-1626-222
Emailinfo@lazismu.org
No. Rekomendasi218/PH/BAZNAS/VIII/2016
020/HVR/SDP/BAZNAS/VIII/2016
Tanggal 26 Agustus 2016
15NAMA LAZLAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
AlamatGedung Menara Dakwah,
Jl. Kramat Raya No. 45, Kramat, Senen, Jakarta Pusat 10450
Telepon(021) 3190-1233 / (021) 3190-1281
Emailinfo@lazisdewandakwah.co / info@laznasdewandakwah.or.id
No. Rekomendasi228/PH/BAZNAS/IX/2016
021/HVR/SDP/BAZNAS/IX/2016
Tanggal 01 September 2016
16NAMA LAZLAZ Perkumpulan Persatuan Islam
AlamatJl. Perintis Kemerdekaan No. 2-4, Bandung, Jawa Barat
Telepon62-22-421 7436
Emailinfo@pzu.or.id /  pzu.pusat@gmail.com
No. Rekomendasi349/PH/BAZNAS/X/2016
025/HVR/SDP/BAZNAS/X/2016
Tanggal 26 Oktober 2016
17NAMA LAZYayasan Rumah Yatim Ar-Rohman Indonesia
AlamatJl. Terusan Jakarta No. 212 Antapani, Bandung
Telepon(022) 217-014
Emailinfo@rumah-yatim.org
No. Rekomendasi025/DPRDN/BAZNAS/II/2017
053/ANG/Ver.Rekomendasi/BAZNAS/II/2017
Tgl. 17 februari 2017
18NAMA LAZLAZ Yayasan Kesejahteraan Madani
AlamatJl. Teluk Kumai No.51 Komp. AL Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telepon(021) 782-8017
Emailwelcome@yakesma.org / sahab.ku@gmail.com
No. Rekomendasi089/SET.BAZNAS/01.02/VIII/2017 Tanggal 14 Agustus 2017
389/HVR/SDP/BAZNAS/VIII/2017 Tanggal 14 Agustus 2017
19NAMA LAZLAZ Yayasan Griya Yatim & Dhuafa
AlamatJl. Rawa Buntu Utara Blok Y No. 3, Sektor 1.2 BSD City, Tangerang Selatan, Banten
Telepon(021) 538-1775
Emailgriyayatimdhuafa@gmail.com /  info@griyayatim.com
No. Rekomendasi246/Set.BAZNAS/KP.02/12/2017
630/HVR/SDP/BAZNAS/XII/2017
Tanggal 22 Desember 2017
20NAMA LAZLAZ Yayasan Daarul Qur’an Nusantara (PPPA)
AlamatKawasan Bisnis CBD Cileduk Blok A3 No. 21,
Jl. HOS Cokroaminoto, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten 15157
Telepon(021) 7344-4858
Emailsekretariat@pppa.id / layanan@pppa.id
No. Rekomendasi231/HVR/SDP/BAZNAS/III/2018
Tanggal 01 Maret 2018
21NAMA LAZLAZ Yayasan Baitul Ummah Banten
AlamatJl. Raya Munjul – Panimbang KM 1.5
Desa Munjul Kecamatan Munjul Kab. Pandeglang – 42276
Telepon
Emailbantenfound@gmail.com
No. Rekomendasi79/Set.BAZNAS/IV/2018
305/HVR/SDP/BAZNAS/IV/2018
Tanggal 11 April 2018
22NAMA LAZLAZ Yayasan Pusat Peradaban Islam (AQL)
AlamatJl. Tebet Utara 1 No 40 , Jakarta Selatan 12810
Telepon
Emailinfo@divitherapy.com
No. RekomendasiB.250/Set.BAZNAS/X/2018
691/HVR/SDP/BAZNAS/X/2018
Tanggal 22 Oktober 2018
23NAMA LAZLAZ Yayasan Mizan Amanah
AlamatJl. Ulujami Raya No 111, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Telepon
Emailinfo@mizanamanah.or.id
No. RekomendasiB.225/Set.BAZNAS/X?2018
704/HVR/SDP/BAZNAS/X/2018
Tanggal 31 Oktober 2018
24NAMA LAZLAZ Panti Yatim Indonesia Al Fajr
AlamatJl. Pasundan No. 26, Kel. Pungkur, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat
Telepon(022) 540-1334
Emailmail@pantiyatim.or.id
No. RekomendasiB.003/Set.BAZNAS/I/2019
016/HVR/SDP/BAZNAS/I/2018
Tanggal 09 Januari 2019
25NAMA LAZLAZ Wahdah Islamiyah
AlamatJl. Antang Raya No. 48, Antang, Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Telepon
Email layanan@wiz.or.id
No. RekomendasiB.018/Set.BAZNAS/II/2019
189/HVR/ANG/BAZNAS/II/2019
Tanggal 20 Februari 2019
26NAMA LAZLAZ Yayasan Hadji Kalla
AlamatWisma Kalla Bulding Lt. 14.
Jl. Dr. Sam Ratulangi Nomor 08 Makassar
Telepon(0411) 870111
Emailyayasankalla@kallagroup.co.id
No. RekomendasiB.290/Set.BAZNAS/VII/2019
385/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2019
Tanggal 23 Juli 2019
27NAMA LAZLAZ Djalaludin Pane Foundation (DPF)
AlamatJl. Setia Budi No.123 Tanjung Sari, Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara
Jl. Pulo Macan V no. 47/49 Tomang Jakarta Barat – 11440 (Kantor Administrasi)
Telepon(021) 566-8761 (Kantor)
Email Info@djalaluddinpane.org
No. RekomendasiB.794/Set.BAZNAS/III/2020
326-01/ANG/BAZNAS/III/2020
Tanggal 04 Maret 2020

Baca Juga: Cara menghitung zakat Mal

Ingin berzakat dengan lembaga zakat terpercaya? Mari berzakat bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat. Caranya cukup mudah tinggal klik button berikut:

klik zakatkitaorg

Nurul Hayat Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesia Fundraising Award 2021

Nurul Hayat Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesia Fundraising Award 2021

Indonesia Fundraising Award 2021 – Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan tersebut datang melalui Ahmad Rifai Hatala, Direktur Penghimpunan Zakat Infak dan Sedekah Laznas Nurul Hayat, yang terpilih sebagai Fundraiser terbaik  dalam ajang Indonesia Fundraising Award 2021.

Indonesia Fundraising Award 2021 ini sendiri diadakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI) dan digelar pada tanggal 4 November 2021, di Hotel Arosa, Jakarta. Acara ini digelar untuk mengapresiasi lembaga-lembaga yang telah berkiprah dalam bidang sosial kemanusiaan. Arlina F. Saliman, Direktur IFI menuturkan, bahwa lembaga-lembaga yang telah berkiprah dalam bidang sosial kemanusiaan ini harus diapresiasi, karena telah menggerakkan kepercayaan publik untuk terus berbagi kepada sesama.

Dalam Indonesia Fundraising Award 2021 ini, sebanyak 29 kategori nominasi dianugerahkan kepada berbagai lembaga dan tokoh. Kategori-kategori tersebut dinilai oleh para dewan juri yang terdiri dari Ahmad Juwani selaku Direktur KNKS, Arlina F. Saliman selaku Direktur IFI, dan  Agus Budiyanto selaku Direktur Eksekutif Forum Zakat.

Penghargaan untuk Ahmad Rifai Hatala, diserahkan langsung oleh Arlina F. Saliman, selaku Direktur IFI. Pada sambutannya, Ahmad Rifai Hatala mengaku sangat berterima kasih atas penghargaan yang diraihnya tersebut. Baginya penghargaan tersebut merupakan amanah yang sangat besar. “Mohon izin, tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk seluruh teman-teman di Laznas Nurul Hayat dan fundraiser di seluruh Indonesia yang telah mendakwahkan zakat. Ini penghargaan untuk kita semua. Kalaupun hari ini nama saya yang tercatat di sini, ini hanya mewakili teman-teman semua. Kalau hari ini tampil teman-teman program, jangan khawatir karena ada penghargaan juga untuk teman-teman semua. Dan yang kita harapkan tentu saja, penghargaan kelak dari Allah ta’ala,” tutur Ahmad Rifai Hatala.

Terima kasih atas doa dan dukungan sahabat sejuk di manapun berada. Semoga kami bisa menjaga amanah ini dengan niat karena Allah ta’ala semata. Dan semoga penghargaan ini menjadi pelecut bagi kami, untuk terus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Ketahuilah apa itu Microsleep

Ketahuilah apa itu Microsleep

Ketahuilah apa itu Microsleep – Microsleep atau tidur sekejap adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba tertidur selama beberapa detik. Ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, misalnya saat belajar di kelas atau bekerja di kantor, bahkan saat berkendara. Seseorang yang mengalami microsleep tidak menyadari jika dirinya tertidur atau akan memasuki kondisi tidur, kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong.

Salah satu dampak dari kekurangan waktu tidur adalah rasa lelah dan mengantuk saat berativitas. Hal ini terjadi karena otak yang merasa kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga.

Akibatnya, Anda dapat mengalami microsleep atau tertidur secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat. Microsleep merupakan tidur ringan yang hanya terjadi selama lima sampai sepuluh detik.

Sebagai contoh, ketika ada pengendara yang memacu kendaraannya dengan kecepatan 100 km/jam. Tiba-tiba mengalami microsleep sekitar 5 detik. Akibatnya, kendaraan yang dikendarai pun tiba-tiba melaju tanpa kendali sejauh 200 meter dan tentu saja, keadaan itu dapat memicu terjadinya kecelakaan yang fatal.

Lantas, Apa Penyebabnya?

Ketahuilah apa itu Microsleep – Microsleep diyakini terjadi ketika beberapa bagian otak “tertidur”, sementara bagian otak lainnya tetap aktif. Salah satu bagian otak yang menjadi tidak aktif saat microsleep adalah bagian yang berfungsi memproses suara. Inilah sebabnya, orang yang sedang mengalami microsleep tidak merespons panggilan.

Microsleep riskan terjadi pada orang yang sangat mengantuk tapi menahan dirinya untuk tidur. Ini bisa terjadi kapan saja pada orang-orang yang kekurangan tidur, misalnya pekerja shift malam atau penderita gangguan tidur.

Apa yang Terjadi pada Microsleep?

Sebelum jatuh ke dalam microsleep, akan muncul tanda-tanda berupa sulit menahan mata untuk tetap terbuka dan berulang kali menguap. Biasanya, orang yang sedang mengalami microsleep akan:

  • Hilang fokus
  • Tidak mendengar pembicaraan orang lain
  • Tidak ingat kejadian 1–2 menit yang lalu
  • Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
  • Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba

Agar Terhindar dari Bahaya Microsleep

Microsleep tidak berbahaya bila terjadi saat kamu tengah bersantai di sofa sambil menonton film hingga larut malam. Akan tetapi, ini bisa jadi masalah jika kamu tertidur ketika meeting di kantor. Bahkan, bisa sangat berbahaya bila terjadi saat kamu mengemudi, karena dapat menyebabkan kecelakaan.

Oleh karena itu, microsleep perlu dicegah atau dikendalikan agar tidak membahayakan keselamatan dan tidak mengganggu produktivitasmu. Caranya adalah sebagai berikut:

Saat berada di rumah

  • Usahakan untuk tidur yang cukup setiap malam, yakni sekitar 7–9 jam. Sebelum tidur, hindari minum minuman berkafein atau beralkohol dan perbanyak minum air putih.
  • Matikan lampu kamar dan buat suasana kamarmu senyaman mungkin. Atur suhu kamar agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas.

Ketika sedang berkendara

Hindari mengemudi ketika sedang mengantuk. Bila memungkinkan, minta teman untuk menyetir selama kamu tidur. Namun, jika kamu sedang berkendara seorang diri, lakukan beberapa hal berikut:

  • Microsleeps dapat dihindari dengan memenuhi kebutuhan waktu tidur 7-9 jam, berhati-hatilah jika kamu hanya tidur kurang dari 6 jam saat malam hari. Lebih baik jangan berkendara dalam kondisi seperti ini.
  • Saat merasa lelah atau mengantuk segera berhenti dan gunakan waktu untuk tidur sejenak, jika kamu sedang berkendara jarak jauh beristirahatlah setiap 1-2 jam sekali.
  • Konsumsi kopi sebelum mengemudi,namun beri jarak waktu. Pada umumnya kopi memberikan efek 30 menit setelah dikonsumsi. Atau kamu juga bisa konsumsi minuman berenergi untuk tetap terjaga saat berkendara.
  • Lakukan aktivitas yang membuat kamu tetap terjaga seperti mengobrol saat berkendara atau mendengarkan musik dengan tempo cepat.

Ketika sedang bekerja

  • Jangan mengoperasikan mesin apa pun ketika mengantuk
  • Lakukan olahraga ringan, seperti meregangkan kaki atau berjalan, untuk mengusir rasa kantuk
  • Cuci muka atau berdiskusi dengan teman kantor perihal pekerjaan, untuk mengalihkan kantuk.

Microsleep memang hanya terjadi selama beberapa detik. Namun, ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama jika terjadi saat kamu mengemudi atau bekerja dengan mesin. Jadi, usahakan untuk tidak kurang tidur sebelum melakukan hal-hal yang berbahaya atau membutuhkan konsentrasi.

Bila kamu sering sulit tidur, masih mengantuk meski sudah cukup tidur, atau sering mengalami microsleep, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, karena bisa jadi kamu mengalami gangguan tidur, seperti sleep apnea atau narkolepsi.

Sejarah Zakat di Indonesia Awal Mula Terbentuknya

Sejarah Zakat di Indonesia Awal Mula Terbentuknya

Sejarah Zakat di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak kedatangan Islam di Nusantara pada awal abad ke 7 M1), meskipun kesadaran masyarakat Islam terhadap zakat pada waktu itu ternyata masih menganggap zakat tidak sepenting shalat dan puasa. Padahal walaupun tidak menjadi aktivitas prioritas, kolonialis Belanda menganggap bahwa seluruh ajaran Islam termasuk zakat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Belanda kesulitan menjajah Indonesia khususnya di Aceh sebagai pintu masuk.

Pada masa kekuasaan kerajaan Aceh, kantor pembayaran zakat berlangsung di masjid-masjid. Imam dan penghulu ditugaskan untuk memimpin kegiatan keagamaan dan mengelola keuangan masjid yang bersumber dari zakat, infaq, dan wakaf.

Sejarah zakat di indonesia

Pada masa penjajahan, zakat berperan menjadi sumber dana bagi perjuangan kemerdekaan. Setelah tahu manfaat dan kegunaan zakat seperti itu, Pemerintah Hindia Belanda melemahkan sumber keuangan perjuangan dengan melarang semua pegawai, priyayi, dan masyarakat pribumi mengeluarkan zakat harta mereka.

Atas hal tersebut, Pemerintah Belanda melalui kebijakannya Bijblad Nomor 1892 tahun 1866 dan Bijblad 6200 tahun 1905 melarang petugas keagamaan, pegawai pemerintah dari kepala desa sampai bupati, termasuk priayi pribumi ikut serta dalam pengumpulan zakat. Peraturan tersebut mengakibatkan penduduk di bebe-rapa tempat enggan mengeluarkan zakat atau tidak memberikannya kepada peng-hulu dan naib sebagai amil resmi waktu itu, melainkan kepada ahli agama yang dihormati, yaitu kiyai atau guru mengaji.

Ketika terdapat tradisi zakat dikelola secara individual oleh umat Islam. K.H. Ahmad Dahlan sebagai pemimpin Muhammadiyah mengambil langkah mengorganisir pe-ngumpulan zakat di kalangan anggotanya.

Menjelang kemerdekaan, praktek pengelolaan zakat juga pernah dilakukan oleh umat Islam ketika Majlis Islam ‘Ala Indonesia (MIAI), pada tahun 1943, membentuk Baitul Maal untuk mengorganisasikan pengelolaan zakat secara terkoordinasi. Badan ini dikepalai oleh Ketua MIAI sendiri, Windoamiseno dengan anggota komite yang berjumlah 5 orang, yaitu Mr. Kasman Singodimedjo, S.M. Kartosuwirjo, Moh. Safei, K. Taufiqurrachman, dan Anwar Tjokroaminoto.

Baca Juga: Cara Menghitung zakat Mal

Dalam waktu singkat, Baitul Maal telah berhasil didirikan di 35 kabupaten dari 67 kabupaten yang ada di Jawa pada saat itu. Tetapi kemajuan ini menyebabkan Jepang khawatir akan munculnya gerakan anti-Jepang. Maka, pada 24 Oktober 1943, Jepang memaksa MIAI untuk membubarkan diri. Praktis sejak saat itu tidak ditemukan lagi lembaga pengelola zakat yang eksis.

Sejarah Zakat di Indonesia Pasca Merdeka

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1968 pemerintah ikut membantu pemungutan dan pendayagunaan zakat. Ini ditandai dengan dikeluarkannya peraturan Menag No.4 dan 5/1968, yakni tentang pembentukan Badan Amil Zakat. Bahkan pada tanggal 20 Oktober 1968 mengeluarkan anjuran untuk menghimpun zakat secara teratur dan terorganisasi.

Namun demikian pernyataan tersebut tidak ada tindaklanjut, yang tinggal hanya teranulirnya pelaksanaan Peraturan Menteri Agama terkait dengan zakat dan baitul maal tersebut. Penganuliran Peraturan Menteri Agama No. 5 Tahun 1968 semakin jelas dengan lahirnya Instruksi Menteri Agama No 1 Tahun 1969, yang menyatakan pelaksanaan Peraturan Menteri Agama No 4 dan No 5 Tahun 1968 ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dengan latar belakang tanggapan atas pidato Presiden Soeharto 26 Oktober 1968, 11 orang alim ulama di ibukota yang dihadiri antara lain oleh Buya Hamka menge-luarkan rekomendasi perlunya membentuk lembaga zakat ditingkat wilayah yang kemudian direspon dengan pembentukan BAZIS DKI Jakarta melalui keputusan Gubernur Ali Sadikin No. Cb-14/8/18/68 tentang pembentukan Badan Amil Zakat berdasarkan syariat Islam tanggal 5 Desember 1968.

Baca Juga: Sejarah Zakat di Masa Nabi Muhammad

Pada tahun 1969 pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 44 tahun 1969 tentang Pembentukan Panitia Penggunaan Uang Zakat yang diketuai Menko Kesra Dr. KH. Idham Chalid. Perkembangan selanjutnya di lingkungan pegawai kemente-rian/lembaga/BUMN dibentuk pengelola zakat dibawah koordinasi badan kero-hanian Islam setempat.

Keberadaan pengelola zakat semi-pemerintah secara nasional dikukuhkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. 29 dan No. 47 Tahun 1991 tentang Pembinaan BAZIS yang diterbitkan oleh Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri setelah melalui Musyawarah Nasional MUI IV tahun 1990. Langkah tersebut juga diikuti dengan dikeluarkan juga Instruksi Men-teri Agama No. 5 Tahun 1991 tentang Pembinaan Teknis BAZIS sebagai aturan pelaksanaannya.

Baru pada tahun 1999, pemerintah melahirkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam Undang-Undang tersebut diakui adanya dua jenis organisasi pengelola zakat yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk oleh masyarakat dan dikukuhkan oleh pemerintah. BAZ terdiri dari BAZNAS pusat, BAZNAS Propinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota.

Sebagai implementasi UU Nomor 38 Tahun 1999 dibentuk Badan Amil Zakat Na-sional (BAZNAS) dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2001. Dalam Surat Keputusan ini disebutkan tugas dan fungsi BAZNAS yaitu untuk melakukan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Langkah awal adalah mengupayakan memudahkan pelayanan, BAZNAS menerbitkan nomor pokok wajib zakat (NPWZ) dan bukti setor zakat (BSZ) dan bekerjasama dengan perbankan dengan membuka rekening penerimaan dengan nomor unik yaitu berakhiran 555 untuk zakat dan 777 untuk infak. Dengan dibantu oleh Kementerian Agama, BAZNAS menyurati lembaga pemerintah serta luar negeri untuk membayar zakat ke BAZNAS.

Pada tanggal 27 oktober 2011, pemerintah dan DPR RI menyetujui undang-undang pengelolaan zakat pengganti undang-undang nomor 38 tahun 1999 yang kemudian diundangan sebagai UU Nomor 23 tahun 2011 pada tanggal 25 November 2011. UU ini menetapkan bahwa pengelolaan zakat bertujuan (1) meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat dan (2) meningkatkan manfaat zakat untuk  mewujudkan kesejahteraaab masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. UU mengatur bahwa kelembagaan pengelola zakat harus terintegrasi dengan BAZNAS sebagai coordinator seluruh pengelola zakat, baik BAZNAS Provinsi, BAZNAS kabupaten/Kota maupun LAZ.

Kemudian dengan izin Allah LAZ Nurul Hayat mendapat izin sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional pertama di Indonesia pada tahun 2011.  Kemudian disusul oleh LAZ yang lainnya untuk membantu memeratakan pengelolaan zakat di Nusantara.

Sekarang bayar zakat makin mudah bisa via online saja, caranya cukup klik zakatkita.org

klik zakatkitaorg

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain – Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi Allah aneka potensi kelebihan olehNya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia

Karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita .

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Al-Isra Ayat 7)

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain – Yang terpenting agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita. Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih-benih, bermekarannya tunas-tunas, merekahnya bunga-bunga di taman, hingga menggerakkan berputarnya roda kehidupan. Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Demikianlah, cahaya pribadi kita hendaknya mampu menyemangati siapapun, bukan hanya diri kita, tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dengan sepenuhnya melimpahan energi karunia Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah energiNya, Subhanallah. Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan Nabi SAW, sebagai khairunnas. Sebaik-baik manusia! Insya Allah

Sejarah Zakat Pada Masa Nabi Muhammad

Sejarah Zakat Pada Masa Nabi Muhammad

Sejarah zakat pertama turun ketika Nabi hijrah ke Madinah. Waktu di Makkah, umat muslim yang memiliki kemampuan harta dianjurkan untuk bersedekah dan memerdekakan para budak. Namun, belum ada sistem atau lembaga yang mengelola kewajiban berzakat. Pun termasuk pada saat hijrah, umat muslim tidak membawa banyak harta dan aset kekayaan yang mereka miliki (kecuali Usman bin Affan). Namun, setelah setahun membangun ketahanan ekonomi, barulah Rasulullah mengumumkan wajib zakat.

Keahlian orang-orang muhajirin adalah berdagang. Pada suatu hari, Sa’ad bin Ar-Rabi’ menawarkan hartanya kepada Abdurrahman bin Auf, tetapi Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Di sanalah ia mulai berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak lama, berkat kecakapannya berdagang, ia menjadi kaya kembali. Bahkan, sudah mempunyai kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa dagangannya.

Orang-orang Makkah yang ahli dalam perdagangan ini diungkapkan dalam Alqur’an pada ayat-ayat yang mengandung kata-kata tijarah: ”Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat). (QS An-Nur:37)

Sejarah Zakat Awal Mula Disyariatkan

Sejarah zakat

Awal mulanya ayat-ayat Alqur’an yang berisikan tentang zakat ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Makkah. Perintah tersebut pada awalnya masih sekedar sebagai anjuran, sebagaimana wahyu Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 39: ”Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)”.

Namun menurut pendapat mayoritas ulama, zakat mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah. Di tahun tersebut zakat fitrah diwajibkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal diwajibkan pada bulan berikutnya, Syawal. Jadi, mula-mula diwajibkan zakat fitrah kemudian zakat mal atau kekayaan. Tahun ke-2 Hijriah ini Rasulullah mulai menerapkan sistem zakat secara lembaga.

Ayat berkaitan zakat juga tercantum pada surat Al-Mu’minun ayat 4: ”Dan orang yang menunaikan zakat”. Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan zakat dalam ayat di atas adalah zakat mal atau kekayaan meskipun ayat itu turun di Makkah. Padahal, zakat itu sendiri diwajibkan di Madinah pada tahun ke-2 Hijriah. Fakta ini menunjukkan bahwa kewajiban zakat pertama kali diturunkan saat Nabi SAW menetap di Makkah, sedangkan ketentuan nisabnya mulai ditetapkan setelah Beliau hijrah ke Madinah.

Baca Juga: Cara Menghitung Zakat Mal

Setelah hijrah ke Madinah, Nabi SAW menerima wahyu berikut ini, ‘‘Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Baqarah: 110). Berbeda dengan ayat sebelumnya, kewajiban zakat dalam ayat ini diungkapkan sebagai sebuah perintah, dan bukan sekedar anjuran.

Menjelang tahun ke-2 Hijriah, Rasulullah SAW telah memberi batasan mengenai aturan-aturan dasar, bentuk-bentuk harta yang wajib dizakati, siapa yang harus membayar zakat, dan siapa yang berhak menerima zakat. Dan, sejak saat itu zakat telah berkembang dari sebuah praktik sukarela menjadi kewajiban sosial keagamaan yang dilembagakan yang diharapkan dipenuhi oleh setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab, jumlah minimum kekayaan yang wajib dizakati.

Sejarah Pengelolaan Zakat di Madinah

Tahun kedua di Madinah, kondisi perekonomian umat muslim sudah jauh lebih baik. Kaum Muhajirin sudah mulai memiliki ketahanan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah memberikan kebijakan wajib zakat. Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal untuk menjadi Qadhi dan amil zakat di Yaman. Nabi Muhammad memberikan nasehat kepada Mu’adz untuk menyampaikan kepada ahli kitab beberapa hal, di antaranya adalah kewajiban berzakat dengan kalimat: Sampaikan bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada harta benda meraka, yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin yang ada di antara mereka.”

Rasulullah juga pernah mengangkat dan menginstruksikan kepada beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab dan Ibn Qais ‘Ubadah Ibn Shamit sebagai amil zakat di tingkat daerah. Sebagai kepala negara, perintah Rasul langsung dijalankan oleh seluruh umat muslim dengan sigap.

Setelah mengutus para sahabat sebagai Amil, Rasulullah mensosialisasikan aturan-aturan dasar, bentuk harta yang wajib dizakatkan, siapa saja yang harus membayar zakat, serta siapa saja yang menerima zakat kepada penduduk Madinah dan daerah sekitarnya.

Zakat yang diterapkan Nabi Muhammad mengalami perubahan sifat. Saat di Makkah, zakat dilakukan hanya bersifat sukarela. Setelah hijrah, zakat menjadi kewajiban sosial yang dilembagakan, dan harus dipenuhi oleh setiap muslim yang memiliki harta telah mencapai nisab, atau jumlah minimum kekayaan yang dimiliki untuk membayar zakat.

Adapun ketentuan zakat telah ditentukan perhitungannya. Untuk zakat fitrah, umat muslim wajib membayar dengan makanan pokok seberat 3,5 kg. Sedangkan zakat mal sebesar 2,5% dari total kekayaan, apabila harta telah mencapai nisab atau batas kekayaan minimal. Namun, pada jenis kekayaan tertentu, seperti pertanian, peternakan, atau barang temuan, nisab zakat memiliki nominal yang berbeda.

Baca Juga: Tata-tata Cara Zakat Fitrah

Dalam sejarah pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad, amil dipilih adalah mereka yang amanah, jujur, dan akuntabel. Zakat yang disalurkan, jumlahnya sesuai dengan zakat yang masuk ke dalam baitul mal. Namun, karena pada awal kali memulai pengambilan zakat pencatatan belum dilakukan secara rinci, penggunaan dana zakat langsung disalurkan kepada golongan mustahiq.

Baca Juga: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Sejak sistem pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad di Madinah, dilakukan secara optimal, perekenomian di dalam negara menjadi lebih stabil. Gap antara orang kaya dan orang miskin semakin tipis. Tingkat kriminalitas pencurian atau perampokan di dalam Madinah juga sangat kecil. Zakat mampu membawa kedamaian dalam bersosial di Madinah saat itu.

Amil Zakat di Zaman Rasulullah

Dalam sejarah zakat, Rasulullah juga membentuk amil zakat, atau pengurus yang mengelola zakat. Serta membangun Baitul Mal sebagai tempat pengelolaan zakat. Amil, sebagai pegawai baitul mal, dibentuk memiliki pembagian tugas. Yaitu terdiri dari Katabah atau petugas yang mencatat para wajib zakat. Hasabah adalah petugas yang menaksir dan menghitung zakat. Jubah adalah petugas yang menarik atau mengambil zakat dari Muzakki. Khazanah berperan sebagai petugas yang menghimpun dan memeliharan harta zakat. Serta Qasamah adalah petugas yang menyalurkan zakat kepada mustahiq.

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi dan Zubair bin Bakkar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Nafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Shalih At Tammar dari Az Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari ‘Attab bin Usaid berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menghitung takaran buah atau anggur yang ada di pohon milik orang-orang.” (HR Abu Abdullah Muhammad ibn Yazid Abdullah ibn Majah Al-Quzwaini).

Selain berfungsi sebagai tempat menerima zakat, baitul mal yang didirikan memiliki sifat produktif. Baitul mal juga menerima dana pajak yang dipungut dari penduduk non muslim yang tinggal di Madinah dan sekitarnya, serta sebagian dari harta rampasan perang, untuk digunakan sebagai modal pemberdayaan masyarakat.

Selain di Baitul Mal, dana zakat juga dikelola langsung oleh amil di masing-masing daerah. Yusuf Al Qardawi menjelaskan bahwa Rasulullah telah mengutus lebih dari 25 amil ke seluruh pelosok Negara, dengan membawa perintah pengumpulan dana zakat. Sekaligus mendistribusikan zakat sampai habis sebelum kembali ke Madinah. Pengelolaan zakat sebisa mungkin dilaksanakan secara merata, agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemakmuran yang sama. Tidak kekurangan, ataupun merasa kelaparan.

Pembukuan zakat dicatat terpisah dengan pendapatan lainnya, seperti pendapatan pajak dan harta rampasan perang. Dibedakan pemasukan dan pengeluaran, semua dicatat secara rinci dan jelas. Rasulullah juga berpesan kepada Amil zakat, untuk bertindak adil serta ramah kepada Muzzaki (orang yang membayar zakat) maupun Mustahiq (orang yang menerima zakat).

Baca Juga : Syarat Wajib Zakat dan Ketentuannya

Amil Zakat di Masa Kini

Sedangkan di masa kini amil zakat dibentuk dan diizinkan untuk menghimpun dan mengolala dana zakat berdasarkan penunjukan dari presiden atau pemerintah yang berwenang untuk mengatur tatanan negara. Dalam hal ini amil zakat yang langsung dibentuk dalam naungan pemerintah adalah BAZNAS. Selanjutnya BAZNAS menunjuk perwakilan amil zakat di daerah-daerah untuk menjangkau dana zakat masyarakat ke semua penjuru nusantara. Salah satunya adalah Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang mendapatkan wewenang secara langsung dari BAZNAS sebagai lembaga amil zakat nasional.

LAZNAS Nurul Hayat kemudian terus berinovasi meningkatkan layanan agar masyarakat mudah dalam membayar zakat dimanapun dan kapanpun. Akhirnya Nurul Hayat meluncurkan aplikasi bayar zakat online melalui zakatkita.org. Klik saja aplikasinya di button berikut.

klik zakatkitaorg

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya