Aksi Galang Donasi “Pray For Semeru”

Aksi Galang Donasi “Pray For Semeru”

Bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, terus mengundang empati dari berbagai kalangan masyarakat. Di berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia, berbagai kalangan, berbondong-bondong turun ke jalan guna menjalankan aksi galang donasi untuk Semeru. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan empati masyarakat kepada para korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Sebagai salah satu Lembaga Amil  Zakat berskala nasional, LAZNAS Nurul Hayat selain mengirimkan tim SIGAB untuk terjun langsung ke lokasi bencana, juga melakukan aksi turun ke jalan. Aksi yang diberi tema Galang Donasi “Pray for Semeru” ini dilakukan serentak oleh seluruh kantor perwakilan Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat di berbagai daerah termasuk Nurul Hayat Cabang Banyuwangi.

Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat Banyuwangi menggelar galang donasi di seputaran lampu lalu lintas Taman Blambangan. Lokasi ini dipilih karena merupakan area padat pelintas jalan, terutama saat menjelang sore hari. Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini masyarakat yang berempati namun kesulitan dalam menyalurkan donasinya dapat langsung memberikan donasinya ke dalam kotak donasi yang dibawa oleh para relawan di sana.

Aksi Galang Donasi “Pray For Semeru”

 

 

Terima kasih kami ucapkan kepada sahabat sejuk yang telah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga apa yang telah kita ikhtiarkan bersama dapat bermanfaat bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Dan mari kita doakan, semoga warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru dapat segera bangkit dan beraktifitas sebagaimana biasa. Aamiin ya Rabbal Alamiin…

Fogging untuk Masyarakat Desa Jambon

Fogging untuk Masyarakat Desa Jambon

Fogging untuk Warga Desa Jambon – Alhamdulillah, Nurul Hayat Madiun terus bergerak menebar kemanfaatan. Kali ini, Nurul Hayat Madiun merespon 5 kasus demam berdarah yang dialami oleh warga Desa Jonggol, Jambon, Ponorogo, Jawa Timur.

Nurul Hayat (NH) Madiun bekerjasama dengan ikatan pemuda karang taruna Jonggol Timur, Jambon, Ponorogo, melaksanakan kegiatan fogging di pemukiman warga yang berada di sekitar rumah pasien demam berdarah.

“Ya, Alhamdulillah, kami dari Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat Madiun, bekerja sama dengan karang taruna Jonggol Timur, melaksanakan kegiatan fogging di Desa Jonggol, khususnya di beberapa wilayah yang mana di wilayah tersebut terdapat kasus demam berdarah. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan warga Desa Jonggol bisa terbebas dari penyakit demam berdarah,” tutur Afif selaku manager program Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat Madiun.

Fogging untuk Masyarakat Desa Jambon

 

Tarto selaku ketua pemuda karangtaruna Jonggol Timur, Jambon, Ponorogo menjelaskan bahwa akan ada 11 RT yang akan menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan fogging ini. “Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat Madiun dan para donatur atas pelaksanaan kegiatan fogging untuk wilayah kami. Kami berharap semoga kerja sama ini bisa terus terjalin dengan baik, sehingga ada banyak manfaat yang bisa dirasakan untuk masyarakat,” imbuh Tarto.

www.zakatkita.org | #TempatBerinfak

Mabit dan Konvensi Nasional Laznas Nurul Hayat 2021

Mabit dan Konvensi Nasional Laznas Nurul Hayat 2021

Alhamdulillah, seluruh staff Nurul Hayat Madiun dan para guru serta santri pesantren Khairunnas Madiun mengikuti malam bina iman dan taqwa (Mabit) sekaligus acara konvensi nasional Laznas Nurul Hayat (NH) 2021 (3/12).

Acara Mabit dan Konvensi nasional Laznas Nurul Hayat ini diikuti oleh santri khidmat di seluruh Indonesia. Acara dilaksanakan secara virtual dari kantor masing-masing. Untuk Nurul Hayat Madiun sendiri, acara mabit dan konvensi  diadakan di Masjid Nurul Hayat Madiun, yang beralamatkan Jl. Kapten tendean 28.A, Madiun.

Walaupun acara kajian dan konvensi tahun ini diadakan secara virtual, namun tidak mengurangi semangat para peserta. Terhitung sebanyak 140 staff dan santri, dengan khidmat dan  khusuk mengikuti acara demi acara mulai pembukaan sholat maghrib berjamaah sampai tengah malam. Tak ketinggalan untuk meningkatkan ruhiyah para peserta, pada sepertiga malam diadakan juga sholat malam.

Pada acara ini, Bapak Molik Latief selaku Ketua Yayasan Nurul Hayat, dalam sambutannya berpesan, “Kecerdasan intelektual mungkin terbatas, tapi kecerdasan emosional bisa dikembangkan terus. Lebih-lebih lagi adalah kecerdasan spiritual.”

Tak ketinggalan Bapak Bambang Heri Latief, selaku Direktur Eksekutif juga memberikan pesan kepada seluruh santri khidmat dan santri Khairunnas pada acara Mabit dan konvensi nasional ini, “Berbahagialah melihat orang lain berprestasi. Berbahagialah melihat lembaga ini berprestasi. Dan berprestasilah agar orang lain dan lembaga ini juga bisa bahagia.”

#MabitSantriKhidmat #LifeatNurulHayat #Madiun #Zakatkita

Kemuliaan Manusia Dibandingkan Makhluk Lainnya

Kemuliaan Manusia Dibandingkan Makhluk Lainnya

Kemuliaan Manusia Dibandingkan Makhluk Lainnya – Meskipun manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan penuh kesalahan, namun Islam mengategorikan manusia sebagai makhluk paling mulia di muka bumi, serta lebih tinggi derajatnya dibandingkan makhluk-makhluk Allah SWT lainnya.

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” QS. Al-Isra (17) : 70

Kemuliaan Manusia Dibandingkan Makhluk Lainnya – Kemuliaan derajat manusia ini karena ia dibekali keistimewaan ilmu pengetahuan, kepandaian bahasa (al-bayan), rasio (akal), serta tamyiz, kemampuan membedakan hal baik dan buruk,

Makhluk-makhluk lainnya, seperti binatang tidak memiliki kemampuan kompleks di atas, bahkan malaikat pun dianggap lebih rendah posisinya dibandingkan manusia. Sebab, malaikat tidak bersifat tamyiz. Malaikat hanya patuh pada Allah SWT dan tidak memiliki pilihan untuk melakukan maksiat.

Pilihan dan kesadaran terhadap yang benar (hak) dan yang salah (batil) inilah yang merupakan keistimewaan terbesar pada diri manusia. Namun, jika manusia tidak bisa memanfaatkan keistimewaan ini, maka derajatnya akan direndahkan serendah-rendahnya, bahkan lebih dari binatang. Sementara itu, jika ia berhasil mengendalikan hawa nafsu dan kesadarannya, maka manusia akan memperoleh ganjaran derajat paling tinggi di sisi Allah SWT.

Berikut ini beberapa bukti kemuliaan manusia yang diajarkan Islam beserta dalilnya dalam Al-Quran.

  1. Manusia dikaruniai pengetahuan

Sebagaimana dijabarkan dalam surah Al-Baqarah ayat 30, Allah menyampaikan gagasannya kepada para malaikat bahwasanya ia akan menciptakan manusia. Lantas, para malaikat bertanya kepada Allah SWT, untuk apa ia menciptakan manusia yang akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah.

Allah kemudian menyatakan bahwa manusia dikaruniai pengetahuan. Dengan demikian, mereka tidak selamanya akan berbuat kerusakan dan pertumpahan darah, melainkan punya pilihan untuk melakukan kebaikan (memakmurkan bumi) atau menghancurkannya.

Pengetahuan yang dikaruniakan Allah SWT ini dijelaskan dalam ayat berikutnya, terutama ketika Allah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada Adam AS. Hal ini merupakan kemuliaan pertama yang membuat manusia lebih unggul dari malaikat.

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama [benda-benda] seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’,” (QS. Al-Baqarah [2]: 31).

  1. Manusia dikaruniai akal dan pilihan untuk mempertimbangkan perkara baik dan buruk

Sebagaimana disebutkan di atas, malaikat tidak memiliki pilihan sebagaimana manusia. Demikian juga binatang hanya dikendalikan oleh insting sehingga tidak bisa memperhitungkan yang hak dan batil. Sementara, manusia dikaruniai akal untuk mempertimbangkan baik dan buruk atas suatu tindakan atau peristiwa di muka bumi ini.

Hal ini tergambar dalam firman Allah SWT: “Barang siapa menghendaki [untuk menjadi orang beriman] maka berimanlah, dan barang siapa menghendaki [untuk menjadi orang kafir] maka kafirlah,” (QS. Al-Kahfi [18]: 29).

  1. Manusia memiliki fisik yang sangat baik

Allah menciptakan manusia dengan fisik dan anggota tubuh terbaik sesuai fungsi dan kegunaannya. Dengan fisik yang sempurna, manusia dapat melakukan banyak hal yang tak bisa dicapai makhluk-makhluk lain di muka bumi ini. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk [fisik] yang sebaik-baiknya,” (QS. At-Tin [95]: 4).

  1. Manusia adalah khalifah di muka bumi

Berdasarkan kemuliaan manusia yang disebutkan di atas, Allah mengangkat derajat manusia di muka bumi ini sebagai khalifah, sebagai pemimpin yang bertugas untuk memakmurkan semesta. Hal ini tergambar dalam firman Allah SWT: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi,” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).

  1. Takwa sebagai indikator kemuliaan

Meskipun manusia adalah makhluk yang mulia di muka bumi ini, namun yang derajat tertinggi di sisi Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa di antara manusia itu sendiri. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” (QS. Al Hujurat [49]: 13).

Aksi Peduli Aliansi Student Class untuk Erupsi Semeru

Aksi Peduli Aliansi Student Class untuk Erupsi Semeru

Erupsi Semeru – Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang terkenal dengan sikap gotong royongnya. Oleh karena itu tak mengherankan jika di suatu daerah terjadi bencana, maka masyarakat di daerah lain akan bergotong royong membantu saudara-saudara mereka yang tertimpa bencana tersebut. Seperti yang terjadi pada bencana erupsi semeru beberapa waktu lalu. Di balik bencana yang menyebabkan korban jiwa dan rusaknya rumah-rumah warga serta fasilitas umum ini, terselip sebuah kebaikan yaitu menguatnya gotong royong untuk saling meringankan beban.

Masyarakat dari berbagai golongan, baik itu secara pribadi, komunitas atau instansi, berbondong-bondong memberikan bantuan untuk penyintas erupsi gunung Semeru. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Aliansi Student Class Kabupaten Tuban. Aliansi Student Class merupakan aksi gabungan pelajar dari berbagai sekolah menengah atas di Kabupaten Tuban. Anak-anak muda hebat ini melakukan aksi kemanusiaan penggalangan donasi untuk warga yang terdampak erupsi Semeru. Donasi yang terkumpul, kemudian mereka salurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat Tuban.

Alhamdulillah,  apapun potensi kebaikan yang ada haruslah disyukuri. Bisa jadi ia adalah cikal bakal dan akar dari sebuah karakter positif. Yang diperlukan adalah wadah yang tepat, bimbingan dan perawatan. Teruslah bergerak dan berkarya anak muda! Jaga, kuatkan dan sebarkan virus kepedulian ini kepada sahabat dan teman sebaya. Masa depan bangsa ada di tangan kalian. Dan persiapkan estafet kebaikan ini sejak dini.

#tuban #nhtuban #erupsisemeru #aliansistudentclass #aksikemanusiaan

Pengobatan Gratis untuk Warga Desa Rengel

Pengobatan Gratis untuk Warga Desa Rengel

Pengobatan gratis – Alhamdulillah, Nurul Hayat Tuban terus menebar kemanfaatan. Kali ini Nurul Hayat Tuban menjalankan program PRAKTIS (Praktik Medis Sosial). Dipandu oleh tim medis dari RSNU Tuban, program PRAKTIS kali ini bertempat di Masjid Marbatus Sholihin, Dusun Jaten Cilik, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dusun Jaten Cilik merupakan salah satu dusun di Desa Rengel yang berada di kaki gunung. Untuk mencapainya harus melewati jalan yang berkelok dan menanjak. Saat berkoordinasi dengan pihak desa setempat, tim Nurul Hayat Tuban mengetaui bahwa di dusun ini belum pernah ada pengobatan gratis. Oleh sebab itulah Nurul Hayat Tuban akhirnya memilih dusun ini untuk mendapatkan program pengobatan gratis.

Saat program dilaksanakan, alhamdulillah antusias warga sangat bagus. Sedari pukul 08.30 sampai pukul 12.00 WIB, warga datang silih berganti untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis. Bahkan ketika tim medis sudah berkemas-kemas untuk pulang, masih ada warga yang datang untuk berobat. Tim pun tetap melayani warga yang datang tersebut dengan senang hati.

Kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim medis RSNU yang dipimpin oleh dr. Dewi Trisnowati dan mas A.Faqih Fiddin. Juga kepada perangkat Desa Rengel, koordinator lapangan (Ustadz Nuryanto dan Ustadz Narko), tim relawan TAGANA (Mas Izzul Fuadi dan Pak Suyono Andi), takmir Masjid Marbatus Sholihin, warga Dusun Jaten Cilik,  Desa Rengel, dan tentu saja terima kasih juga kepada Keluarga Sejuk Laznas Nurul Hayat atas segala bentuk supportnya terhadap pelaksanaan kegiatan kali ini.

#programpraktis #praktekmedissosial #pengobatangratis #pedulikesehatan #nhrumahke2 #lifeatnurulhayat

Sahabat Muda NH Bojonegoro Peduli Erupsi Semeru

Sahabat Muda NH Bojonegoro Peduli Erupsi Semeru

Bojonegoro – Puluhan remaja datang dari beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro mengikuti aksi kerelawanan peduli erupsi Semeru yang diadakan Sahabat Muda Bojonegoro pada Senin 20 Desember 2021. Para remaja ini merupakan siswa-siswi SMA/SMK/Sederajat, anggota Generasi Prestasi (Genpres) binaan Nurul Hayat Bojonegoro.

Suhariono staff laysos NH Bojonegoro menjelaskan kegiatan ini diadakan agar anggota Genpres NH Bojonegoro terus meningkatkan kemampuannya di bidang kerelawanan dan aksi sosial kemanusiaan. Kegiatan ini sejalan dengan materi yang diberikan para mentor yaitu menjalankan aksi kepedulian di lingkungan masing-masing. Harapannya,  aksi ini dapat menjadi langkah maju bagi sahabat muda untuk semakin memantapkan niat dan mengokohkan semangat kepedulian sosial.

Sementara itu, Ahmad Muhajir, pegiat filantropi Islam NH Bojonegoro menambahkan,  generasi muda perlu dilibatkan dalam aksi-aksi kepedulian sosial dan kegiatan kerelawanan. Alhamdulillah, dari aksi kepedulian melibatkan pelajar dan civitas mahasiswa ini, terhimpun bantuan untuk para penyintas erupsi Semeru di Lumajang yang masih butuh penanganan. “Kegiatan ini juga untuk mendukung posko SIGAB NH di Lumajang yang masih mendampingi korban erupsi sampai sekarang,” imbuh Ahmad Muhajir.

Seperti diketahui, pada 4 Desember 2021, terjadi erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Sebanyak 3 kecamatan terdampak, 14 korban jiwa meninggal, dan 57 korban mengalami luka bakar. Jumlah ini terus bertambah. Sejumlah perkampungan juga mengalami kerusakan berat akibat erupsi ini.

Saat ini, warga terdampak sangat membutuhkan uluran tangan kita. Beberapa kebutuhun mendesak yang sangat diperlukan adalah kasur, hygiene kit, baby kit, selimut, air bersih, logistik dan lainnya. Laznas Nurul Hayat membuka pintu bagi sahabat sejuk yang ingin meringankan beban warga di sana melalui petugas, kantor, atau kolaborasi kerjasama.

Sebelumnya, juga digelar kolaborasi aksi bersama aliansi mahasiswa Bojonegoro Peduli Semeru. Semua hasil donasi, nantinya akan mensupport kegiatan SIGAB NH membantu para korban bencana, mulai dari evakuasi, pendampingan, rehabilitasi dan recovery  di lokasi bencana.

Dukung Ibu Nur Jannah, Berjuang Melawan Kanker Payudara

Dukung Ibu Nur Jannah, Berjuang Melawan Kanker Payudara

Ibu Nur Jannah kini sedang berjuang. Melawan ganasnya kanker payudara yang ia derita. Dokter menyatakan bahwa sudah stadium empat. Antara percaya dan tidak. Perempuan 29 tahun ini seakan tidak pernah menyangka. Jika ia akan menderita sakit separah ini. Meski ia mengalami nyeri hebat beberapa tahun terakhir. Tak pernah ia menduga bahwa itu merupakan gejala awal kanker payudara.

Kalau bukan karena muncul benjolan dan luka. Mungkin ia tak pernah menganggap itu hal yang serius. Hanya dalam waktu yang singkat, sekira lima bulan. Kanker itu dengan cepat menyebar. Wajah dan lengan mulai bengkak. Hingga kini sudah tak mampu berdiri, pun berjalan.

Dengan menahan nyeri yang begitu hebat, Ibu Nur Jannah saat ini sedang intens berobat ke RS Dr Sutomo Surabaya. Seminggu dua kali. Terkadang hanya bisa sekali. Karena terkendala biaya  akomodasi ke rumah sakit. Atau terkendala putri pertamanya yang tak mungkin untuk ditinggalkan sendiri di rumah. Sebelum Ibu Nur Jannah jatuh sakit. Putrinya sakit terlebih dahulu. Demam tinggi hingga menyebabkan kejang, kelumpuhan, dan tak bisa bicara. Oleh karena itu, harus ada yang menjaga putrinya itu di rumah saat Ibu Nur Jannah harus kontrol ke rumah sakit. Pun tidak memungkinkan jika diajak.

Sang suami, Pak Busri, seorang buruh proyek. Upah harian yang ia terima. Terkadang tidak cukup untuk kebutuhan berobat; transportasi, obat, juga cairan-cairan pembersih luka. Yang tidak ter-cover oleh asuransi kesehatan. Apalagi seminggu dua kali mengantar istri ke rumah sakit. Upah yang ia terima hanya terhitung empat hari kerja.

Tak jarang harus pinjam kanan-kiri jika sudah jadwal kontrol ke rumah sakit. Upah yang diterima, tentu untuk alokasi menutup hutang. Sedangkan kebutuhan sehari-hari tetap berjalan. Gali-tutup lubang.

Alhamdulillah, ia tidak terbeban untuk biaya tempat tinggal. Ia menempati rumah keluarga yang beralamat di Jln. Usman Sadar 8C No. 12, Karang Turi, Gresik. Setidaknya, beban tanggung jawab sang suami agak ringan.

Mari bersama-sama membantu biaya berobat Ibu Nur Jannah. Dengan berdonasi melalui Laznas Nurul Hayat. Berapa pun donasi yang Anda berikan, InsyaAllah sangat bermanfaat. Yang terpenting adalah perhatian sebagai dukungan agar Ibu Nur Jannah tetap semangat dan kuat melawan sakitnya.

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan – Sedekah bisa kita lakukan dengan beragam cara. Sesuai dengan kondisi, potensi, dan kemampuan yang kita miliki. Bagi siapa saja yang diberi kelebihan harta, maka ia bisa bersedekah dengan materi ataupun non materi. Bagi siapa saja yang diuji dengan kekurangan harta, maka pintu sedekah tidak tertutup baginya. Ia bisa bersedekah dengan beragam cara dan meraih pahala sedekah sebagaimana yang didapatkan oleh orang-orang berharta. Sedekah dengan kebaikan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya.

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan – Kata sedekah berasal dari bahasa Arab, yaitu shadaqah yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridha Allah dan pahala semata. Sedekah lebih utama jika diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan. Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain.

Berikut ini beberapa cara bersedekah dengan kebaikan yang dapat kita lakukan.

  1. Sedekah dengan hati

Seorang hamba bisa mendapatkan pahala sedekah hanya dengan niatnya yang tulus. Sebagian salaf berkata “Alangkah banyaknya amalan kecil menjadi besar karena niat, dan alangkah banyaknya pula amalan besar menjadi kecil karena niat.” Ya, niat seseorang yang tulus untuk menggunakan harta dalam kebaikan seandainya Allah memberinya, dapat mengantarkan dirinya untuk mendapatkan pahala yang sama dengan orang kaya.

  1. Sedekah dengan lisan

Lisan berpotensi menjadi bagian tubuh terbaik atau terburuk bagi seseorang. Ia akan menjadi anggota tubuh terbaik jika ia berbicara baik. Pun sebaliknya, lisan akan menjadi anggota tubuh terjelek jika ia berbicara buruk. Di antara hal-hal yang dapat menyebabkan lisan seseorang menjadi bengkok ialah menggunjing, mencaci maki, melaknat, mencela, mengadu domba, berdusta, dan menghina.

Adapun cara sedekah dengan lisan antara lain:

Berzikir

Berzikir dapat dilakukan di antaranya dengan membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu akbar), dan tahlil.

Berkata yang baik

Dengan berkata baik berarti seseorang telah memberikan kebahagiaan kepada orang lain, seperti kebahagiaan saat menerima pemberian. Di antara perkataan yang baik yang termasuk sedekah antara lain:

Amar makruf nahi mungkar. Mengajak yang baik dan mencegah kemungkaran. Meminta anak untuk mengantarkan makanan kepada tetangga adalah amar makruf. Meminta jamaah di masjid agar merapikan barisan adalah amar makruf. Melarang adik-adik kita dari mengganggu orang lain adalah nahi mungkar. Mencegah teman kita dari berduaan dengan seseorang yang bukan mahramnya adalah nahi mungkar.

Mengucapkan salam (Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh) ketika bertemu dengan sesama muslim.

  1. Sedekah dengan perbuatan

Senyum adalah sedekah

Ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Senyumanmu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR At-Tirmidzi)

Shalat dan puasa

Sedekah jenis ini termasuk sedekah kepada diri kita sendiri. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Begitu pagi tiba, seluruh persendian salah seorang dari kalian hendaknya bersedekah, dan setiap shalat dan puasa yang dilakukan adalah sedekah baginya…” (HR. Abu Dawud)

Mendamaikan orang dan membantu sesama

Mendamaikan dua orang yang berselisih dan berlaku adil terhadap keduanya adalah sedekah.

Membantu seseorang untuk menaiki kendaraannya adalah sedekah. Mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya juga adalah sedekah.

Menunjukkan alamat kepada orang yang bertanya adalah sedekah. Menunjukkan jalan orang yang pikun atau kurang baik penglihatannya adalah sedekah. Begitu pula menyingkirkan halangan dari jalan adalah sedekah.

Memberikan minum kepada manusia yang kehausan adalah sedekah. Memberikan bantuan air ke daerah-daerah yang kekeringan adalah sedekah, begitu juga memberikan air minum kepada binatang adalah sedekah.

Memberikan pinjaman uang kepada orang yang membutuhkan adalah sedekah. Demikian pula, menangguhkan utang kepada orang yang belum mampu melunasinya adalah sedekah.

Menahan diri dari berbuat jahat

Orang Islam yang baik adalah orang yang tidak mengganggu kaum muslimin lainnya dengan lidah dan tangannya. Disebutkan dalam sebuah hadits:

“Siapakah muslimin yang baik? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Yaitu orang Islam yang kaum muslimin merasa aman dari lidah dan tangannya’.” (HR. Muslim)

Menafkahi keluarga

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya, jika seorang Muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah, maka yang demikian itu dihitung sebagai sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Menanam tanaman

Sedekah dengan menanam tanaman memang ajaib, karena yang dicuri pun akan bernilai sedekah bagi sang penanamnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiada seorang Muslim yang menanam tanaman kecuali yang ia makan itu bernilai sedekah, yang dicuri bernilai sedekah, yang dimakan binatang buas bernilai sedekah, dan yang dimakan burung juga bernilai sedekah. Begitu pula yang berkurang karena diminta seseorang juga bernilai sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Mengajarkan ilmu

Mengajarkan ilmu yang bermanfaat adalah sedekah, baik dengan menuliskannya dalam sebuah buku maupun menjelaskannya kepada orang lain. Maka dari itu hendaknya setiap muslim senantiasa mau belajar dan juga mengajarkan ilmu yang dipelajarinya kepada orang lain, sebab mengajarkan ilmu yang kita kuasai kepada orang lain termasuk sedekah bagi kita yang pahalanya akan terus mengalir sesudah meninggal nanti.

Semoga beragam cara bersedekah yang dipaparkan di sini dapat memudahkan kita untuk meraih pahala sedekah. Setiap muslim bebas memilih cara bersedekahnya, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan. Semoga Allah selalu menggerakkan hati dan memudahkan langkah kita untuk bersedekah, baik dengan materi maupun non materi.

Menanamkan Kecintaan Ibadah pada Ananda

Menanamkan Kecintaan Ibadah pada Ananda

Pembinaan ibadah merupakan penyempurna dari pembinaan aqidah. Juga merupakan cerminan dari aqidah. Ketika ananda memenuhi panggilan Rabbnya dan melaksanakan perintah-perintahNya, berarti ia menyambut kecenderungan fitrah yang ada dalam jiwanya, sehingga fitrah iman tersebut akan dapat tumbuh dan berkembang.

Masa kanak-kanak bukanlah masa pembebanan atau pemberian kewajiban. Ia adalah masa persiapan, latihan dan pembiasaan untuk menyambut masa pembebanan kewajiban (taklif) ketika ia telah baligh nanti. Dengan begitu, kelak pelaksanaan kewajiban akan terasa mudah dan ringan, di samping juga sudah mempunyai kesiapan yang matang untuk menyelami kehidupan dengan penuh keyakinan.

Ibadah pada Allah ﷻ akan memberikan pengaruh yang mengagumkan pada jiwa ananda. Ia akan mampu menjadikannya selalu merasa berhubungan dengan Allah ﷻ. Ibadah mampu meredam gejolak kejiwaan dan mengendalikan hawa nafsu, sehingga jiwanya akan lurus melalui munajat kepada Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira yang besar kepada anak-anak yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah ﷻ. Imam Thabrani meriwayatkan dari Abu Umamah ra bahwa ia berkata, Rasulullah ﷻ bersabda, “Tidaklah seorang anak yang tumbuh dalam ibadah sampai ajal menjemputnya melainkan Allah akan memberikan pahala kepadanya setara dengan pahala sembilan puluh sembilan pahala shiddiq (orang yang benar/jujur).”

Kewajiban orang tua untuk menanamkan kecintaan beribadah pada ananda, khususnya ibadah shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun karena keterbatasan halaman, di bawah ini saya hanya akan membahas tentang ibadah shalat dan puasa saja.

Mengajarkan shalat

Anak-anak saat kecil tidak bisa ditinggal shalat lama-lama, bahkan terkadang kita harus menggendong anak sambil melaksanakan shalat.  Tapi itu hanya sebentar, waktu berlalu, dan tiba-tiba saja mereka sudah hafal gerakan shalat dan melakukan shalat dengan gembira.

Kata Ustadz Harry Santosa anak jangan buru-buru dipaksa tertib bacaan dan gerakan shalat. Biarkan mereka terlebih dulu mencintai ibadah shalat. Baru ketika mereka berusia tujuh tahun, mulai diajarkan pelan-pelan untuk tertib.

Ada kalanya ananda malas saat diajak shalat. Entah karena lelah atau sedang ingin bermain. Saat anak melaksanakan shalat dengan terpaksa, seusai shalat jangan lupa mencium, memeluk, dan memangku mereka seraya mendoakannya dengan bahasa yang ia pahami. Insya Allah akan lebih mudah mengajaknya shalat di waktu shalat yang berikutnya.

Mengajarkan cinta masjid

Mengapa para orang tua harus berusaha mengajak anak-anaknya untuk mencintai masjid. Sebab kecintaan kepada masjid akan dapat  menguatkan iman dan aqidah, selain itu masjid secara Ilahiyah adalah rumah Allah ﷻ yang tentu ada banyak keutamaan yang akan diperoleh bila seseorang gemar memakmurkan masjid.

Dalam satu hadits disebutkan, “Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 18: ‘Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah-lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Orang yang terbiasa ke masjid sudah barang tentu orang yang beriman dan karena itu ada rasa cinta, nyaman dan rindu untuk senantiasa memakmurkan masjid. Jika hal ini menjadi satu indikator keimanan seorang Muslim, maka sudah sepatutnya para orang tua mengajak anak-anaknya untuk mencintai masjid.

Namun terkadang atas nama kekhusyukan ibadah kalangan dewasa, anak-anak dilarang masuk ke masjid. Akhirnya, anak-anak sekarang ada rasa takut, canggung dan tidak nyaman pergi ke masjid. Semoga makin banyak masjid yang ramah terhadap anak-anak, sebab anak-anak inilah yang kelak menjadi penerus pemakmur masjid.

Mengajarkan puasa

Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang ke salah satu suku Anshar di pagi hari Asyura.” Beliau bersabda, “Siapa yang di pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Siapa yang di pagi harinya berpuasa, hendaklah berpuasa.” Ar Rubayyi’ mengatakan, “Kami berpuasa setelah itu. Lalu anak-anak kami pun turut berpuasa. Kami sengaja membuatkan mereka mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis, merengek-rengek minta makan, kami memberi mainan padanya. Akhirnya pun mereka bisa turut berpuasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960 dan Muslim no. 1136)

Ibnu Batthol menjelaskan bahwa para ulama sepakat, ibadah dan kewajiban barulah dikenakan ketika telah baligh (dewasa). Namun kebanyakan ulama sudah menyunnahkan (menganjurkan) mendidik ananda untuk berpuasa sejak kecil, begitu pula untuk ibadah lainnya. Hal ini untuk keberkahannya dan agar membuat mereka terbiasa sejak kecil, sehingga semakin mudah mereka lakukan ketika telah diwajibkan.

Tips lain yang bisa dilakukan adalah mengajak ananda makan sahur bersama keluarga agar memiliki energi untuk berpuasa. Menu makan sahur pun diusahakan dibuat yang mengandung lemak dan tambahan susu. Ketika ananda sudah mau berpuasa, maka berilah ananda motivasi dan penghargaan, apalagi bila sudah berhasil berpuasa satu hari penuh. Penghargaan tidak harus berupa tambahan uang saku tapi bisa juga dengan memberikan menu spesial kesukaan anak saat berbuka. Tips terakhir, berbuka puasa dengan yang manis-manis sebab bisa mengembalikan energi pada anak.

 

Penulis: Hani Fatma Yuniar

 

#Laznasnurulhayat #zakatkita

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya