Kursi Roda untuk Mbah Sunarya

Kursi Roda untuk Mbah Sunarya

Mbah Sunarya adalah seorang janda yang telah berusia 71 tahun. Beliau tinggal sebatang kara di rumahnya yang berada di daerah Kaliwates, Jember. Di usianya yang sudah senja, kondisi kesehatan beliau menurun. Beliau kini tengah diuji dengan sakit stroke.

Semenjak sakit stroke, Mbah Sunarya tak lagi tinggal seorang diri. Beliau ikut tinggal di rumah anaknya. Anak Mbah Sunarnya bekerja di sebuah warung lesehan. Sedang suami anaknya bekerja sebagai sopir angkot. Penghasilan keduanya, sama-sama pas-pasan.

Anak dan menantu Mbah Sunarya tak jarang harus izin tidak masuk kerja demi merawat beliau. Kondisi beliau memang butuh perhatian khusus. Beliau hanya bisa berbaring. Sesekali beliau terapi di Rumah Sakit Kaliwates. Menggunakan kartu KIS dari pemerintah.

Saat ini Mbah Sunarya sangat membutuhkan kursi roda. Untuk mendukung proses terapi dan penyembuhannya.

Laznas Nurul Hayat mengajak sahabat sejuk untuk bersama-sama memberikan kursi roda untuk Mbah Sunarya. Ajakan ini disambut dengan cukup antusias. Saat tulisan ini dibuat, alhamdulillah penggalangan dana untuk membelikan kursi roda untuk  Mbah Sunarya, sudah tercapai.

Kami kabarkan juga bahwa kondisi beliau perlahan-lahan terus membaik. Meski demikian, beliau masih harus menjalani terapi rutin di Rumah Sakit Kaliwates. Enam kali dalam sebulan.

Terima kasih banyak kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah membantu Mbah Sunarya. Semoga menjadi amalan yang membawa keberkahan untuk kita semua. Aamiin ya Rabbal Alamiinn…

Bantu Perbaiki Rumah Ibu Sri Mulyani

Bantu Perbaiki Rumah Ibu Sri Mulyani

Rumah adalah salah satu kebutuhan utama setiap orang. Rumah dibutuhkan sebagai tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga. Namun pada kenyataannya, belum semua orang memiliki rumah yang layak. Masih banyak yang tinggal di rumah apa adanya, yang kondisinya memprihatinkan. Salah satunya adalah Ibu Sri Mulyani.

Ibu Sri Mulyani tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Atap rumahnya terlalu rendah dan sudah bocor. Bagian belakang rumah beliau juga nyaris roboh.

Ibu Sri Mulyani saat ini tinggal bersama anak semata wayangnya yang hendak masuk pondok pesantren. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjualan jajanan SD. Sejak suaminya wafat tahun lalu, beliaulah tulang punggung keluarga.

Ibu Sri ingin sekali memperbaiki rumahnya. Namun ketiadaan dana membuat keinginannya tersebut belum terlaksana. Warga sekitar yang melihat kondisi Ibu Sri juga berusaha membantu sebisanya. Beliau berharap bisa mendapat bantuan agar rumahnya bisa segera diperbaiki.

Bantu Perbaiki Rumah Ibu Sri Mulyani Bantu Perbaiki Rumah Ibu Sri Mulyani

Laznas Nurul Hayat bergerak untuk mewujudkan harapan Ibu Sri Mulyani. Saat ini bedah rumah Bu Sri sedang dalam proses pendenahan. Proses kemudian dilanjutkan dengan mencarikan tempat tinggal sementara untuk Bu Sri dan anak tunggalnya. Setelah itu barulah dimulai membongkar bangunan lama untuk dibangun kembali rumah yang layak.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah antusias membantu Bu Sri, baik itu dalam bentuk donasi, doa, maupun berbagi cerita kepada orang-orang sekitar. Mohon doa dan dukungan semoga proses bedah rumah Bu Sri segera selesai sehingga beliau dan keluarga, bisa segera menempati rumah yang lebih nyaman.

Bangun Pesantren Yatim Penghafal Quran Annafilah

Bangun Pesantren Yatim Penghafal Quran Annafilah

Pesantren Yatim Penghafal Al-Qur’an Annafilah merupakan pusat pemberdayaan dan pendidikan penghafal Al-Quran yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pinggiran utamanya masyarakat bantaran sungai dan anak-anak yatim dhuafa yang ada di Surabaya dan Sidoarjo.

Sebelum berkomitmen kuat untuk mendirikan pesantren, Annafilah sendiri merupakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya dilakukan di rumah ustadz ustadzah tenaga pengajar TPQ, juga di rumah rumah warga kampung bantaran sungai yang saat ini dikenal dengan KAMPUNG MENGAJI.

Karena minat belajar masyarakat yang berdomisili di bantaran sungai sekitar Surabaya dan Sidoarjo semakin meningkat, maka pengurus dan segenap tenaga pengajar di TPQ Annafilah berusaha untuk membangun Pesantren Tahfidz Yatim. Namun usaha ini bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan tersebut adalah, di kota besar macam Surabaya dan Sidoarjo ini sulit mendapatkan lahan yang murah dengan lingkungan yang kondusif untuk lingkungan pesantren.

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, tantangan tersebut bisa teratasi. Pada tahun 2020, pengurus akhirnya bisa membeli lahan seluas 600 x 1600 meter untuk mewujudkan mimpi membangun pesantren sebagai pusat belajar dan mengajar Al Quran.

Jumlah santri Annafilah sendiri yaitu sebanyak 40 anak yatim. Sedangkan untuk masyarakat bantaran sungai yang selama ini aktif kegiatan di KAMPUNG MENGAJI sudah mencapai 90 orang. Harapan seluruh santri dan masyarakat sekitar agar pesantren segera terwujud sehingga anak-anak bisa merasakan fasilitas tempat belajar yang nyaman dan kondusif.

Bangun Pesantren Yatim Penghafal Quran Annafilah

Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat bersama sahabat sejuk mendukung pembangunan Pesantren Yatim Penghafal Quran Annafilah. Dukungan tersebut berupa bantuan pelunasan tunggakan di toko bangunan dan hutang ke pemborong yang nilainya hampir mencapai 100 juta rupiah. Alhamdulillah untuk progres pembangunan sendiri, saat ini sudah mencapai 80% dan sudah menuju tahap finishing.

Kami mewakili keluarga besar Yayasan Annafilah menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi sahabat sejuk selama ini. Semoga Allah ta’ala membalas dengan sebaik-baik balasan. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Sikap Humanitarian Forum Indonesia Terkait Fenomena Pengelolaan Dana Sosial Kemanusiaan

Sikap Humanitarian Forum Indonesia Terkait Fenomena Pengelolaan Dana Sosial Kemanusiaan

Pernyataan Sikap Humanitarian Forum Indonesia Terkait Fenomena Pengelolaan Dana Sosial Kemanusiaan

Respon dan perhatian publik atas pemberitaan dan investigasi media tentang praktik pengelolaan dana sosial dan kemanusiaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga beberapa hari belakangan ini adalah momentum yang sangat baik untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana sosial kemanusiaan dan pembangunan, baik dalam kebijakan maupun praktik kerja di lapangan.

Bagi organisasi atau lembaga kemanusiaan, transparansi dan akuntabilitas merupakan modalitas utama untuk menjamin seluruh kegiatan kedermawanan dan solidaritas sosial sebagai upaya untuk meraih misi dan visi utama program kemanusiaan, yaitu tegaknya martabat kemanusiaan bagi semua orang, khususnya kalangan rentan. Pelanggaran, penyelewengan, atau penyalahgunaan dukungan dan donasi publik sesungguhnya tidak hanya akan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga yang diduga melakukan pelanggaran, melainkan
berpotensi mengancam tersumbatnya pemenuhan kebutuhan kemanusiaan bagi kalangan yang membutuhkan.

Oleh karena itu, Humanitarian Forum Indonesia (HFI) perlu untuk menyampaikan sikap dan pernyataan sebagai berikut:

  1. Menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai temuan, fakta dan data yang diungkap dalam pemberitaan dan investigasi media atas praktik pengelolaan dana donasi dan sosialkemanusiaan.
  2. Meskipun lembaga yang menjadi objek pemberitaan tersebut bukan bagian dari HFI, kami mengajak kepada seluruh lembaga kemanusiaan dan pembangunan khususnya anggota HFI untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai momen introspeksi untuk mengelola dan menjaga amanah publik dengan selalu berpegang pada akuntabilitas kemanusiaan dan akuntabilitas publik.
  3. HFI dan seluruh anggotanya selalu berkomitmen dan konsisten dalam menjalankan aksi-aksi kemanusiaan dan pembangunan dengan mengedepankan Piagam Kemanusiaan, Kode Etik Gerakan Palang Merah dan Bulat Sabit Merah, Prinsip-prinisip Akuntabilitas Kemanusiaan Internasional dan Standar Akuntabilitas yang telah dikembangkan oleh HFI sejak tahun 2011,diantaranya: Independensi, Komitmen Organisasi, Kompetensi, Non Diskriminasi, Partisipasi, Transparansi, Koordinasi, Pembelajaran dan Perbaikan, Kemitraan, NonProselitisme, Mekanisme Umpan Balik, Kemandirian, dan Keberpihakan terhadap Kelompok Rentan. Semangat akuntabilitas yang diterapkan bagi seluruh anggota HFI tidak hanya terbatas pada akuntabilitas pengelolaan dana, namun juga termasuk akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan.
  4. HFI dan seluruh anggotanya dalam menjalankan program kemanusiaan juga telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui sejumlah Kementerian dan Lembaga Negara dalam sejumlah kolaborasi kemanusiaan baik di tingkat nasional maupun internasional di antaranya: Bantuan Kemanusiaan Gempa Bumi di Nepal tahun 2015 bersama BNPB atas nama Bantuan Delegasi Republik Indonesia (DELRI). HFI juga menginisiasi Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi etnis Rohingya di Myanmar dan Bangladesh sejak 2017 – sekarang. Presiden RI Joko Widodo juga telah berkenan untuk berkunjung ke kamp pelayanan kesehatan IHA di Cox’s Bazar, Bangladesh.
  5. HFI juga mensyaratkan bagi setiap calon anggota untuk menyepakati dan mematuhi Piagam, Kode Etik dan Prinsip-prinsip Kemanusiaan serta selalu menjaga akuntabilitas pada setiap elemen organisasinya. Selain itu, HFI melalui Sekretariat HFI juga melakukan penilaian akuntabilitas secara berkala kepada seluruh anggota HFI untuk memastikan setiap lembaga anggota HFI selalu meningkatkan kualitas akuntabilitas dan kapasitas dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.
  6. HFI dan seluruh anggotanya akan selalu menjaga kepercayaan publik dan akuntabilitas kemanusiaan untuk memastikan setiap layanan kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat dan tidak ada yang tertinggal untuk mendapatkan pelayanan.
  7. HFI dan seluruh anggotanya akan selalu membuka diri. Jika terdapat keluhan dan saran dilakukan melalui complaint handling mechanism (mekanisme penanganan keluhan) untuk memastikan penerima manfaat, donatur dan masyarakat umum dapat memantau kinerja kami dalam menjalankan akuntabilitas kemanusiaan.
  8. Mengharapkan pemerintah juga berperan aktif dalam menampung keluhan dan saran dari masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas publik.
  9. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu melakukan pemantauan terhadap donasi ataupun bantuan yang disalurkan melalui lembaga yang dipercaya untuk memastikan transparansi dalam penyaluran dana sosial-kemanusiaan dan pembangunan serta menyediakan dan menyalurkan bantuan yang berkualitas dan tepat sasaran.

Jakarta, 5 Juli 2022

Informasi lebih lanjut terkait Siaran Pers ini dapat menghubungi narahubung sebagai berikut:

  1. M. Ali Yusuf, Ketua Dewan Pengurus (08158027744/aliyoseph21@yahoo.com)
  2. Romy Ardiansyah, Sekretaris Dewan Pengurus (08111180224/romi.ardiansyah@humaninitiative.org)
  3. Surya Rahman Muhammad, Direktur Eksekutif (081360469344/surya@humanitarianforum.or.id)

Tentang Humanitarian Forum Indonesia

Humanitarian Forum Indonesia berdiri sejak 2008 sebagai konsorsium organisasi-organisasi kemanusiaan lintas iman. Saat ini HFI beranggotakan 18 lembaga kemanusiaan berbasis agama, yaitu Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (LPB Muhammadiyah/MDMC), Dompet Dhuafa, YAKKUM Emergency Unit, Wahana Visi Indonesia, KARINA (Caritas Indonesia), Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, Human Initiative, Church World Services Indonesia, Habitat for Humanity Indonesia, Rebana Indonesia, Unit Pengurangan Resiko Bencana Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Rumah Zakat dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama, BAZNAS Tanggap Bencana, Asian Muslim Charity Foundation (AMCF/Yayasan Muslim Asia), Yayasan ADRA Indonesia, Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia dan Laznas Nurul Hayat.

Tentang LAZNAS Nurul Hayat

Nurul Hayat sebagai salah satu anggota Forum Zakat (FOZ) dan telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat yang Sah dengan ijin sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional sesuai SK. Menteri Agama Nomor 422 tahun 2015 dan di tahun 2020 kembali mendapatkan SK perpanjangan LAZNAS sesuai dengan SK. Menteri Agama Nomor 903 tahun 2020. Sampai sekarang Nurul Hayat sudah memiliki lebih dari 50 cabang tersebar di seluruh Indonesia.

Alhamdulillah setiap tahun Nurul Hayat telah mematuhi aturan audit laporan keuangan melalui Audit Kantor Akuntan Publik (KAP), serangkaian tahapan proses audit hingga dinyatakan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Berikut Laporan Keuangan LAZNAS Nurul Hayat. Terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mendukung program-program kebaikan Nurul Hayat selama ini.

Sikap Forum Zakat Terkait Fenomena Pengelolaan Dana Sosial Keagamaan

Sikap Forum Zakat Terkait Fenomena Pengelolaan Dana Sosial Keagamaan

Pernyataan Sikap Forum Zakat Terkait Fenomena Pengelolaan Dana Sosial Keagamaan

Menyikapi liputan khusus media terkait fenomena pengelolaan dana kedermawanan sosial keagamaan pada Selasa, (05/07/2022), Forum Zakat selaku asosiasi yang menaungi 196 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Indonesia menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Konstruksi regulasi dan mekanisme pengawasan bagi organisasi pengelola zakat (OPZ) di Indonesia sangat ketat dan rigid. Sesuai dengan Undang-Undang no. 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, terdapat mekanisme pengawasan yang berlapis (multi-layer) dan melibatkan pemangku kepentingan yang beragam (multi-stakeholders), seperti Kementerian Agama, BAZNAS, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan lain sebagainya yang turut meminimalkan potensi penyelewengan dana publik serta peluang Conflict of Interest di dalam tubuh organisasi pengelola zakat.
  2. Forum Zakat menyatakan bahwa mekanisme pengawasan Organisasi Pengelola Zakat terdiri dari pengawasan internal, mencakup audit internal serta pengawas syariah yang terakreditasi oleh Majelis Ulama Indonesia; kemudian mekanisme pengawasan eksternal yang melibatkan audit kepatuhan syariah oleh Kementerian Agama, serta pelaporan rutin per semester kepada BAZNAS. Lebih lanjut, regulasi juga mewajibkan setiap OPZ untuk diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan mempublikasikannya melalui kanal komunikasi yang tersedia.
  3. Forum Zakat menginformasikan bahwa saat ini telah tersusun dan disahkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pengelolaan zakat sebagai wujud nyata penguatan ekosistem zakat yang menjunjung tinggi transparansi pengelolaan keuangan dan akuntabilitas program serta manajemen organisasi pengelola zakat.
  4. Penggunan alokasi dana operasional OPZ diatur sangat ketat mengacu pada Fatwa MUI No. 8 tahun 2020 tentang Amil Zakat dan Keputusan Menteri Agama No. 606 tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah yaitu tidak melebihi 1/8 atau 12,5% dari jumlah penghimpunan dana zakat dan 20% dari jumlah dana infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dalam satu tahun.
  5. Forum Zakat menyatakan bahwa konstruksi regulasi, mekanisme pengawasan, kode etik lembaga, serta standar kompetensi tersebut hanya berlaku bagi organisasi pengelola zakat di bawah payung hukum Undang-Undang no. 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Di luar entitas tersebut, payung hukum dan mekanisme pengawasan yang dijadikan acuan berbeda serta tidak menjadi bagian dari ekosistem zakat. Dalam hal ini, Forum Zakat menyatakan ACT (Aksi Cepat Tanggap) bukan bagian dari organisasi pengelola zakat.
  6. Tingkat kepatuhan dan kedisiplinan OPZ terhadap regulasi, mekanisme pengawasan, kode etik, serta standar kompetensi pengelolaan zakat menjadi titik tumpu yang turut menyumbang tumbuh kembangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana kedermawanan publik melalui OPZ. Lebih lanjut, hal ini turut mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di pelosok negeri.
  7. Forum Zakat menyatakan bahwa anggota Forum Zakat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) (2021) turut berkontribusi kepada masyarakat terdampak COVID-19 di 34 provinsi, dengan total penerima manfaat mencapai 3.05 juta jiwa yang terbagi pada 3 (tiga) sektor utama, yaitu sektor UMKM kepada 323,850 jiwa penerima manfaat ekuivalen dengan 32,385 UMKM; sektor Kesehatan yang berkontribusi terhadap 763,570 jiwa penerima manfaat; serta sektor Perlindungan Sosial yang memberikan manfaat kepada 1,969,234 jiwa. Pendistribusian yang dilakukan anggota forum zakat senantiasa mengacu kepada peraturan dan aspek syariah yang ditetapkan Kementerian Agama dan BAZNAS.
  8. Forum Zakat mengapresiasi kepercayaan dan amanah yang dititipkan masyarakat kepada setiap anggota Forum Zakat yang ada. Semoga hal tersebut dapat terus ditingkatkan seiring dengan upaya peningkatan standar organisasi pengelola zakat dan mutu layanan kepada masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Jakarta, 5 Juli 2022

Informasi lebih lanjut terkait Siaran Pers ini dapat menghubungi narahubung sebagai berikut:

  1. Bambang Suherman – Ketua Forum Zakat Nasional (+62 815-8918-265)
  2. Irvan Nugraha – Sekretaris Umum Forum Zakat Nasional (+62 878-8982-8547)
  3. Agus Budiyanto – Direktur Eksekutif Forum Zakat Nasional (+62 812-1000-783)

Tentang Forum Zakat

FOZ adalah asosiasi lembaga pengelola zakat yang berfungsi sebagai wadah berhimpunnya Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Saat ini FOZ memiliki anggota sebanyak 196 lembaga dari Aceh hingga Papua. Fungsi utama FOZ adalah penguatan kapasitas dan kompetensi pengelola, advokasi, sinergi, serta kolaborasi program-program pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan komunitas masyarakat.

Tentang LAZNAS Nurul Hayat

Nurul Hayat sebagai salah satu anggota Forum Zakat (FOZ) dan telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat yang Sah dengan ijin sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional sesuai SK. Menteri Agama Nomor 422 tahun 2015 dan di tahun 2020 kembali mendapatkan SK perpanjangan LAZNAS sesuai dengan SK. Menteri Agama Nomor 903 tahun 2020. Sampai sekarang Nurul Hayat sudah memiliki lebih dari 50 cabang tersebar di seluruh Indonesia.

Alhamdulillah setiap tahun Nurul Hayat telah mematuhi aturan audit laporan keuangan melalui Audit Kantor Akuntan Publik (KAP), serangkaian tahapan proses audit hingga dinyatakan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Berikut Laporan Keuangan LAZNAS Nurul Hayat. Terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mendukung program-program kebaikan Nurul Hayat selama ini.

Bantu Adik Yatim Pengidap Jantung Bocor

Bantu Adik Yatim Pengidap Jantung Bocor

Namanya Marshella Dzatil Izza. Usianya 7 tahun. Gadis kecil yang sejak usia 5 tahun sudah menjadi yatim ini, saat ini tengah diuji sakit jantung bocor. Sakit tersebut sudah ia derita selama 3 tahun.

Saat Ayahnya masih ada, upaya pengobatan telah dilakukan. Namun upaya tersebut belum bisa maksimal karena keterbatasan biaya. Apalagi saat ini sang Ayah telah wafat, upaya pengobatan pun menjadi semakin terhambat.

Ibu Yuyun, Ibunda Marshella, yang kini menjadi tulang punggung keluarga, sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung di tempat wisata yang ada di sekitar desanya. Tak jarang ketika sedang bekerja, Ibu Yuyun, mengajak Marshella untuk ikut serta.

Dari pekerjaannya tersebut, penghasilan yang diraih oleh warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini, sangatlah minim. Sehingga ikhtiar pengobatan yang dijalani Marshella saat ini, hanya pengobatan alternatif yang digagas oleh beberapa relawan.

Ya, Ibu Yuyun memang memiliki penghasilan yang minim. Jangankan untuk memenuhi proses pengobatan putrinya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, terkadang masih kurang.

Beliau saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.  Utamanya agar bisa memberikan makanan yang bergizi untuk Marshella yang sedang sakit jantung bocor. Beliau juga berharap ada dermawan yang berkenan untuk membantu pengobatan putrinya secara medis.

Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu, Laznas Nurul Hayat Tuban telah menyalurkan bantuan dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat untuk Marshella. Bantuan ini diterima langsung oleh pihak keluarga.

Proses pengobatan Marshella harus terus berlanjut dan tentunya masih memerlukan banyak biaya. Mari bersama membantu kebutuhan hidup dan biaya pengobatan Marshella. Sahabat Sejuk juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang ikut membantu Marshella, sehingga ia bisa segera sembuh dari sakit jantung bocor yang dideritanya.

Semoga sedekah yang kita keluarkan bisa memberikan kebaikan dan pahala yang berlimpah untuk kita serta memberikan kebahagiaan bagi penerima manfaat. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Update Pembangunan Rumah Korban Kebakaran

Update Pembangunan Rumah Korban Kebakaran

Sahabat sejuk Nurul Hayat tentu masih ingat dengan kisah Pak Hartono yang rumahnya rata dengan tanah akibat dilahap si jago merah, bukan?

Alhamdulillah, proses pembangunan rumah beliau yang berada di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, telah selesai dikerjakan.  Sehingga Pak Hartono kini sudah bisa menempati rumahnya kembali.

Sebelumnya, pada bulan Ramadhan yang lalu, tepatnya pada Rabu 22 April 2022, selepas sholat dzuhur, rumah Pak Hartono habis dilahap api yang tidak diketahui darimana sumbernya. Pak Hartono yang kaget dengan kemunculan si jago merah, bergegas lari menyelamatkan diri tanpa bisa mengamankan sesuatu apapun yang ada di dalam rumahnya.

Akibat kebakaran tersebut, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung ini, harus kehilangan rumah yang ia jadikan tempat berteduh dan tempat menyimpan barang-barang hasil memulung. Beliau juga harus rela tidak bisa merasakan hari raya Idul Fitri seperti biasanya.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah ikut gotong royong membangun rumah Pak Hartono. Semoga apa yang Sahabat Sejuk berikan untuk Pak Hartono, menjadi jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya