Bedah Rumah Lansia Sebatang Kara

Bedah Rumah Lansia Sebatang Kara

Bedah rumah – Nama beliau Mbah Nasrikah. Beliau adalah seorang janda tua sebatang kara, warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sehari-hari, Mbah Nasrikah beraktivitas sebagai pencari daun kelapa kering. Daun kelapa kering itu, beliau jadikan sapu lidi, lalu beliau jual ke pasar atau kepada tetangga sekitar, untuk kemudian hasil penjualannya beliau belikan beras.

Mbah Nasrikah tinggal di sebuah rumah berukuran 2 meter X 7 meter. Kondisi rumah tersebut jauh dari kata layak karena telah ambruk diterjang angin.

Melihat kondisi Mbah Nasrikah, Nurul Hayat Malang bekerjasama dengan NH Konstruksi, MASPEDES Dampit dan masyarakat sekitar, bergerak cepat membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman untuk beliau melalui program bedah rumah.

Dengan gotong royong, rumah Mbah Nasrikah dibangun ulang di sebuah lahan baru. Sebuah rumah dengan ukuran 3 meter X 6 meter dengan dinding semi permanen, alhamdulillah, selesai dibangun dalam waktu dua hari.

Semoga dengan rumah baru ini, Mbah Nasrikah merasa lebih aman dan nyaman. Tak khawatir lagi saat diterpa angin dan didera hujan.

Terima kasih banyak kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang sudah membantu Mbah Nasrikah melalui program bedah rumah ini. Semoga apa yang sahabat sejuk berikan diterima oleh Allah ta’ala dan menjadi jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Kerja Bakti Pembangunan Griya Lansia Husnul Khatimah Tahap 2

Kerja Bakti Pembangunan Griya Lansia Husnul Khatimah Tahap 2

Pembangunan Griya Lansia Tahap 2 – Alhamdulillah, kehadiran Griya Lansia Husnul Khatimah, benar-benar bisa dirasakan manfaatnya. Hal ini membuat Griya Lansia Husnul Khatimah terpacu untuk terus berbenah, baik dari segi pelayanan kepada para lansia, juga dari segi bangunan. Belum lama ini, Griya Lansia Husnul Khatimah membangun sebuah musala, agar para santri legend bisa melaksanakan ibadah berjamaah dengan nyaman dan aman. Tak berhenti di situ saja. Agar bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal, juga agar bisa lebih banyak menampung lansia terlantar, Griya Lansia Husnul Khatimah juga melakukan pembangunan tahap 2 (perluasan).

Proses pembangunan Griya Lansia Husnul Khatimah tahap 2 telah dimulai. Diawali dengan pembangunan pondasi yang dikerjakan secara gotong royong oleh ribuan relawan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tepatnya pada hari Minggu, 23 Januari 2022, para relawan yang berasal dari berbagai instansi maupun individu, bergotong royong membangun pondasi sepanjang 600 meter.

kerja bakti pembangunan griya lansia husnul khatimah tahap 2

Kegiatan kerja bakti pembangunan pondasi perluasan lahan Griya Lansia Husnul Khatimah ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya. Setelah itu para relawan langsung bersiap di posisi masing-masing. Sementara bapak-bapak bahu membahu mengangkat batu, mengaduk semen dan sebagainya,  para ibu bergotong-royong menyiapkan makanan dan minuman. Alhamdulillah, tak sampai sore hari, pengerjaan pondasi pun telah selesai.

Griya Lansia Husnul Khatimah tahap 2 ini dibangun di atas lahan seluas 2300 meter persegi. Luasnya hampir dua kali lipat dari bangunan tahap pertama. Jika di bangunan pertama dapat menampung maksimal 60 lansia, di bangunan tahap 2 ini, InsyaAllah akan dibangun 64 lokal  yang dapat menampung hingga 120 lansia.

Kerja Bakti Pembangunan Griya Lansia Husnul Khatimah Tahap 2

“Dengan adanya pembangunan tahap 2 ini, harapan kami, Griya Lansia Husnul Khatimah bisa menjadi wadah bagi publik untuk merawat orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Dan di sini, siapa saja boleh membantu,” ujar Arief Camra, ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kerja bakti pembangunan pondasi Griya Lansia Husnul Khatimah ini. Semoga ikhtiar kita untuk memuliakan para lansia terlantar ini, mendapatkan sebaik-baik balasan dari Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Musholla untuk Penghuni Griya Lansia Husnul Khotimah

Musholla untuk Penghuni Griya Lansia Husnul Khotimah

Alhamdulillah, saat ini Griya Lansia Husnul Khotimah telah memiliki musholla sendiri. Musholla ini didirikan untuk memfasilitasi para lansia agar semakin rajin sholat berjamaah. Pengerjaan musholla ini dimulai pada bulan Juli 2021. Butuh waktu selama 4 bulan, hingga akhirnya pembangunan musholla ini selesai dikerjakan.

Musholla Husnul Khotimah berada di dalam area Griya Lansia. Musholla ini merupakan bagian dari ikhtiar kami agar para santri legend  mendapatkan bekal agama sehingga kelak ketika ajal menjemput, beliau-beliau  dapat meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah. Aammiinn…

Musholla untuk para lansia

Saat ini, tidak semua penghuni Griya Lansia bisa berjalan ke musholla. Ya, ada beberapa santri legend  yang memang sudah tidak bisa berjalan. Tapi bagi santri legend yang masih sehat, alhamdulillah, beliau-beliau sangat antusias dan semangat melaksanakan sholat berjamaah di musholla ini.

Terima kasih kami ucapkan untuk seluruh sahabat sejuk yang telah berkontribusi dalam pembangunan Musholla Husnul Khotimah ini. Semoga menjadi jariyah untuk sahabat sejuk semua.  InsyaAllah Musholla Husnul Khotimah ini selalu bermanfaat dan dipergunakan sebaik mungkin oleh para penghuninya.

Menjemput Calon Santri Istimewa Griya Lansia Malang

Menjemput Calon Santri Istimewa Griya Lansia Malang

MADIUN (14/08) – Bismillah, Nurul Hayat Madiun menjemput calon santri istimewa Griya Lansia Malang. Mbah Pur. Begitulah orang-orang di sekitarnya memanggilnya. Sebab tak ada satu pun yang tahu siapa nama beliau sebenarnya. Lansia ini tidak memiliki identitas.  Ditanya keluarganya dimana, Mbah Pur juga sudah lupa. Tapi satu yang pasti, beliau bukan ODGJ. Beliau masih komunikatif, hanya saja sudah mulai pikun. Mungkin karena faktor usia.

Mbah Pur sudah berbulan-bulan tidur dan makan di emperan sebuah gudang, di daerah Jiwan, Madiun. Beliau mendapat makanan dari pemberian orang-orang. Mbah Pur adalah sosok yang ramah dan tak pernah merusak lingkungan. Juga tak pernah mengamuk pada orang lain.

Berkat info dari seorang warga, team Nurul Hayat (NH) Madiun bersama SYD Griya Lansia Malang, segera melakukan koordinasi dengan aparat setempat . Keputusan yang disepakati, hari ini Mbah Pur berangkat ke Griya Lansia Malang. Beliau akan menjadi santri istimewa di sana. Beliau akan mendapatkan pendampingan serta fasilitas dari NH Madiun dan SYD Malang. Sebelum berangkat, oleh para relawan, Mbah Pur dimandikan dan bajunya diganti dengan yang lebih layak. Beliau juga didampingi oleh petugas dan aparat setempat.

 

Bismillah, naik mobil, ya Mbah.. Semoga di tempat yang baru , Mbah Pur bisa menjadi lebih baik dan mendapatkan hidup yang lebih layak.

Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sejuk yang telah mendukung hadirnya program ini. Mari terus saling dukung  agar lebih banyak orang-orang seperti Mbah Pur yang bisa kita bantu.

 

www.zakatkita.org | #TempatBerinfak

#Sosial #SosialKemanusiaan #SantunanDhuafa #FakirMiskin #NH #NurulHayat #SYD

Griya Lansia Nurul Hayat Sebentar Lagi Siap Dihuni

Griya Lansia Nurul Hayat Sebentar Lagi Siap Dihuni

Zakat Kita – Setelah dua tahun yang lalu Nurul Hayat meresmikan program Griya Lansia. Pusat perawatan lansia terlantar ini, Alhamdulillah sebentar lagi siap dihuni para mbah, calon santri lansia.

Program ini diinisiasi lantaran kami mendapati banyak janda/ duda tua yang hidup terlantar di gubuk-gubuk tidak layak. Mereka sendirian tanpa perhatian keluarga, sangat menyedihkan. Mereka menghabiskan usia senjanya dalam kondisi susah dan kurang perhatian.

Umur yang tak lagi muda, lansia sudah tak banyak bertenaga. Harus berjuang sendiri tanpa ada yang membantu. Sedih rasanya, melihat orang tua – orang tua kita harus berjuang sendiri dan hidup terlantar.

Laznas Nurul Hayat bersinergi dengan Sahabat Yatim dhuafa (SYD) membangun Griya Lansia untuk menampung mereka dan memberikan kehidupan yang layak. Program Griya Lansia ini berlokasi di Wajak Malang.

Griya Lansia

Griya Lansia

Para Lansia Terlantar Sebentar Lagi Punya Rumah. Semoga Betah ya Mbah…

Griya Lansia Husnul Khatimah dibangun memanjang seperti rumah deret. Dengan model dua blok berhadapan. Blok A dibangun dengan model kamar-kamar, masing-masing kamar ukuran 3 meter persegi untuk dua orang. Lansia yang masih relatif sehat, akan menghuni blok A ini. Mereka yang masih bisa merawat dirinya sendiri, akan tinggal di blok A.

Bagi mereka yang sudah ngebrok alias lumpuh/sakit dan butuh perawatan intensif akan menghuni blok B. Dirancang memanjang tanpa sekat (bangsal). Blok B dirancang khusus dengan desain sesuai kebutuhan. Desain ini kami belajar dari mereka yang sudah pengalaman merawat lansia.

Untuk kenyamanan ruangan, agar tidak bau akan dilengkapi exhaust fan (kipas sedot) setiap kamarnya.  Digunakan sesuai kebutuhan. Kusen pintu dan jendela, semua menggunakan kayu jati yang berkualitas.

Kemudian seluruh bangunan akan terkoneksi kabel audio setiap kamar, nantinya akan dipasang speaker setiap kamar, agar bisa memperdengarkan audio mengaji, dzikir, pengajian islam dll.

Di usia senja para lansia akan diisi nutrisi hati setiap hari melalui jaringan audio tersebut. Jadi, tidak hanya kesehatan jasmaninya yang dirawat, tapi kesehatan rohaninya juga diperhatikan.

Griya Lansia

Griya Lansia
Calon Penghuni Griya Lansia

Griya Lansia dikonsep holistik, mengantar lansia terlantar menjemput kematian yang Husnul Khatimah. Barakallah fiikum.

165 Juta untuk Program Bedah Rumah Lansia Dhuafa

165 Juta untuk Program Bedah Rumah Lansia Dhuafa

165 Juta untuk Program Bedah Rumah Lansia Dhuafa

Zakat Gresik – Di tahun 2020 kemarin, Nurul Hayat Malang memiliki program unggulan. Yakni Program Bedah Rumah Dhuafa. Program yang mempunyai rasa sosial tinggi, mulai dari kepedulian, keprihatinan, kebersamaan dan gotong royong. yang memunculkan rasa sosial tetangga sekitar.

Program Bedah Rumah Lansia ini baru dilaksanakan di awal tahun 2020, dengan target 5 rumah sepanjang tahun. Alhamdulillah, program ini sangat diminati oleh kebanyakan donatur Nurul Hayat tentunya. Melihat dari sisi kemanfaatan yang diterima oleh mustahik. Awal kondisi rumah yang reot, rusak sampai tak layak Huni. Hingga mendapatkan rumah yang bisa dikatakan bagus dan layak huni.

Penerima program ini pun diutamakan adalah kaum dhuafa lansia (lanjut usia) yang hidup sebatang kara diatas umur 60 tahun. Tak bisa dibayangkan bila usia senja mereka hidup dalam keadaan yang tak layak.

Di penghujung tahun, Nurul Hayat Malang menutup buku administrasi dengan Nilai 165 juta sekian untuk Program Bedah Rumah. Nilai yang cukup besar, menjadikan program bedah rumah nurul Hayat Malang sangat diminati donatur dengan total 7 unit Rumah yang sudah dibangun tersebar di 5 Kecamatan Kabupaten Malang dan 1 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Ucapan terima kasih dan tangisan kebahagiaan muncul saat melihat langsung kondisi rumah yang akan mereka tempati. Alhamdulillah ‘ala kulli hal…

Mewakili tim Bedah Rumah Nurul Hayat Malang kami sampaikan terima kasih. atas kontribusi berupa donasi dan tenaga yang dikeluarkan untuk program Bedah Rumah ini. Khususnya #SahabatSejuk Nurul Hayat. Semoga Allah memberikan kelancaran rezeki dan diberikan kemudahan dalam segala hal. wa bil khusus keluarga #SahabatSejuk Nurul Hayat selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

 

NH Zakat Kita Bantu Lansia Terlantar

NH Zakat Kita Bantu Lansia Terlantar

ZAKAT KEDIRI – Kediri, 17 November 2020. Nama lengkapnya Salimu. Biasa dipanggil Mbah Salim. Usia 66 tahun asal Ds. Nglongsor Kec. Tugu Kab. Trenggalek. Seorang lansia sebatang kara. Kondisi sakit, badan sudah tidak bisa digerakkan, atau biasa disebut stroke. Hanya tinggal dengan putri semata wayangnya. Namanya Rizka. Kalau diajak bicara mbah Salim masih normal. Pendengarannya pun juga masih normal. Beliau bisanya hanya berbaring di tempat tidur.

Rizka duduk di bangku SMP. Sekarang kelas 9. Rizka lah yang setiap hari merawat ayahnya.
Penghasilannya dari bantuan pemerintah, tetangga maupun komunitas. Tinggal di rumah tidak layak huni. Hanya berukuran 3 x 3 Meter. Itupun menumpang di rumah orang.

Rencana awal dibangunkan rumah layak huni. Ternyata tidak bisa. Karena tanah yang ditempati bukan miliknya.

Kami berpikir, mbah Salim ini keadaanya stroke. Harus ada yang merawat. Pun tempat tinggal juga harus layak. Kalau hanya dikasih sembako juga kurang tepat. Usianya yang sudah tua butuh tempat dan perawatan yang khusus. Akhirnya kami bawa ke pondok lansia Baitul Miftahul Jannah. Lokasinya di Ds. Dandong Kec. Srengat Kab. Blitar. Dengan harapan agar mbah Salim mendapatkan perawatan yang baik.

Untuk Rizka sendiri sekarang tinggal di salah panti asuhan di Trenggalek. Tidak dijadikan satu karena Rizka sebentar lagi ujian kelulusan. Tujuan agar fokus juga pendidikannya SMP yang sebentar lagi akan ada ujian.

“Terima kasih mas imron, sudah membantu saya dan anak saya, juga terima kasih para donatur telah membatu saya. Sampai memikirkan masa depan anak saya.” Ucap lirih mbah Salim.

Insya Allah NH Zakat Kita membantu kebutuhan pokok setiap bulannya. Dan juga akan kami jenguk setiap bulan. Alhamdulillah, akhirnya misi Selesai untuk membantu Mbah Salim.

Terima kasih kepada donatur, relawan, pemerintah Kab. Trenggalek. Sudah membantu semua prosesnya. Semoga mendatangkan keberkahan untuk kita semua. Dan Allah memberikan ganjaran yang sebaik – baiknya.

Renovasi Musala Al-Maghfiroh

Renovasi Musala Al-Maghfiroh

Musala Al-Maghfiroh adalah salah satu musala paling aktif yang ada di Pedukuhan Jeruk, Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo. Musala tersebut, selain digunakan untuk shalat berjamaah, juga digunakan sebagai tempat berkumpulnya warga Jeruk karena letaknya yang bisa dikatakan berada di tengah-tengah area Pedukuhan Jeruk.

Selain itu, di musala tersebut juga terdapat TPA Al-Maghfiroh. Di TPA inilah, anak-anak, remaja, hingga lansia yang ada di Pedukuhan Jeruk belajar mengaji.

Aktifnya kegiatan warga di musala Al-Maghfiroh, tidak dibarengi dengan kondisi bangunan yang memadai. Ya, kondisi bangunan musala ini bisa dibilang berpotensi membahayakan para jamaah dan santri TPA. Bagaimana tidak, tembok musala ini sudah retak-retak. Atapnya pun sudah rapuh.

Warga Jeruk sebenarnya memiliki keinginan besar untuk merenovasi musala mereka ini. Namun karena keterbatasan dana, progres renovasi menjadi sangat lambat.

Melihat kendala yang dialami warga Jeruk untuk merenovasi musala mereka, Nurul Hayat menggulirkan kampanye untuk mendukung renovasi musala Al Maghfiroh. Alhamdulillah, kampanye ini mendapat sambutan yang antusias dari sahabat sejuk.

Renovasi Musala Al-Maghfiroh

Dalam waktu yang relatif singkat, tak terasa telah terkumpul donasi sebesar Rp 3.122.576. Dana tersebut telah dibelikan bahan bangunan untuk keperluan renovasi. Beberapa bahan bangunan yang sudah diberikan adalah kayu jati, kayu jati lanang, dan kayu mahoni guna memperkuat struktur bangunan utama masjid. Dengan datangnya bahan-bahan ini, alhamdulillah, renovasi bisa dilanjutkan kembali.

Mewakili takmir Musala Al Maghfiroh, Jeruk, Gerbosari, Samigaluh, Kulunprogo, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua sahabat sejuk yang telah berpartisipasi dalam program ini. Semoga kebaikan sahabat sejuk semua dibalas berlipat ganda oleh Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Bedah Rumah Mbah Sarpiyah

Bedah Rumah Mbah Sarpiyah

Mbah Sarpiyah, usia 70-an tahun. Tinggal di Desa Taji, Kec. Jabung, Kab. Malang. Desa yang terletak di lereng Gunung Bromo. Dengan ketinggian 1200 Mdpl.  Mbah Sarpiyah tinggal sendirian di rumah tidak permanen. Yang pembangunannya hasil dari urunan warga. Tanahnya numpang di tetangga. Tepat di depannya ada kandang sapi.  Pekerjaannya buruh di ladang. Karena faktor usia, jarang ada yangg membutuhkan tenaganya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Mbah Sarpiyah dibantu oleh warga sekitar. Sempat ditawari masuk Griya Lansia (tempat para lansia terlantar). Tapi beliau belum berkenan. Beliau memiliki 2 anak, tapi kondisi ekonominya juga sama.  Nurul Hayat Malang bekerjasama dengan NH Construction yang dikomandoi oleh Kapten Budi. Siap untuk membantu bedah rumah Mbah Sarpiyah.

Tepat pada tanggal 15 September 2021, rumah Mbah Sarpiyah dibongkar dan dibangunkan rumah layak huni. Dengan proses pengerjaan selama 4 hari 3 malam, alhamdulillah rumah Mbah Sarpiyah telah terselesaikan.  Saat ini Mbah Sarpiyah sudah menempati rumah barunya yang sangat layak. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang dan dengan rumah baru ini menjadikan Mbah Sarpiyah lebih rajin ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aaamiin ya Rabbal Alamiin…

Tak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah mendukung gerak kemanfaatan Laznas Nurul Hayat. Semoga apa yang sahabat sejuk berikan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, mendapat balasan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Santunan Pengobatan untuk Pejuang Al Quran

Santunan Pengobatan untuk Pejuang Al Quran

Sejak pertengahan Ramadhan tahun 2021 lalu,  Ustadz Amirudin, salah satu guru Al Quran binaan Nurul Hayat Semarang, mendadak mengalami struk. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Bicarapun sudah tidak jelas. Ustadz Amirudin bergabung menjadi anggota binaan Nurul Hayat Semarang sejak tahun 2014. Selain menjadi guru Al Quran, beliau juga aktif mengkoordinir anak-anak yatim dhuafa di sekitar tempat tinggalnya untuk diikutkan program beasiswa anak yatim Laznas Nurul Hayat. Tak hanya itu, beliau juga mengkoordinir para lansia sebatang kara untuk mendapat bantuan sembako dari Laznas Nurul Hayat. Namun sejak mengalami stroke, Ustadz Amirudin sudah tidak bisa lagi mengajar di TPQ dan mengkoordinir program kemanfaatan Laznas Nurul Hayat.

Beberapa waktu lalu (27/08)  tim Laznas Nurul Hayat Semarang, berkesempatan untuk silaturahmi lagi dengan beliau. Pada kesempatan tersebut, alhamdulillah, terlihat kondisi beliau sudah membaik. Saat ini beliau sudah bisa berjalan sedikit-sedikit dan sudah bisa berbicara meski belum seperti sedia kala. Pada momen silaturahmi tersebut, Laznas Nurul Hayat juga memberikan santunan pengobatan untuk beliau.

Saat ini, Ustadz Amirudin masih terus menjalani pengobatan. Ikhtiar pengobatan yang dilakukaan saat ini adalah pengobatan alternatif pijat dan konsumsi makanan minuman alami yang mepercepat proses penyembuhan. Sahabat sejuk, mari kita doakan semoga Ustadz Amir segera diberikan kesehatan kembali oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga beliau bisa kembali mengajarkan Al Quran di TPQ dan mengkoordinir program-program kemanfaatan untuk orang-orang di sekitarnya. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

#pejuangAlQuran #nurulhayatsemarang #santunanpengobatan

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya