Bantu Adik Adiba, Balita Penderita Atresia Bilier

Bantu Adik Adiba, Balita Penderita Atresia Bilier

Namanya Adiba Shakila Maulidya. Usianya 3,5 tahun. Ia adalah balita asal Desa Peganden, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Bungsu dari dua bersaudara pasangan Bapak Syarifudin dengan Ibu Ririn Abidin. Adik Adiba, sedang berjuang menahan sakitnya. Dokter mengidentifikasi adanya gangguan pada saluran empedu, atresia bilier. Dua pekan pasca dilahirkan, kulit dan matanya menguning, berbeda dengan bayi pada umumnya.

Sebulan lalu, sakit yang diderita adik Adiba kambuh. Bahkan lebih mengkhawatirkan dari sebelum-sebelumnya. Akibat sakitnya ini, adik Adiba sudah tidak boleh lagi mengonsumsi susu formula biasa. Ia hanya boleh mengonsumsi susu formula yang rendah lemak. Sebab penderita atresia bilier tidak dapat menyerap lemak.

Sedari awal dokter memang sudah menyarankan adik Adiba hanya mengonsumsi susu formula rendah lemak. Namun saran itu belum terlaksana karena terbentur keadaan ekonomi keluarga. Satu kaleng susu 400 gr, harganya hampir 300 ribu rupiah. Satu kaleng, untuk tiga hari. Kalau dikalkulasi, biaya yang dibutuhkan untuk membeli susu, lebih banyak daripada untuk kebutuhan sehari-hari.

Sang ayah, dua tahun lalu terdampak pengurangan tenaga kerja. Kini bergabung dengan penyedia layanan transportasi online. Penghasilannya tak menentu. Kadang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang malah harus hutang ke warung untuk menyambung hidup. Susu sering tak terbeli.

Saat ini adik Adiba harus dirawat lagi di rumah sakit karena sering muntah darah. BAB-nya pun warnanya hitam. Terkadang seminggu sekali adik Adiba harus ke rumah sakit. Hemoglobin(Hb)-nya sering turun. Minimal butuh tiga kantong tambahan darah.

Kami mengajak Sahabat Sejuk Nurul Hayat untuk membantu memehuni kebutuhan gizi dan kebutuhan berobat adik Adiba. Mungkin sebagian rezeki yang dititipkan kepada kita adalah sebagian rezeki untuk adik Adiba. Juga mari kita doakan, semoga adik Adiba bisa segera sehat dan ceria kembali. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Jaga Harapan Adik Afika

Jaga Harapan Adik Afika

Tulungagung, 21 September 2021. Maunya duduk di pangkuan bunda. Adik Afika Afiola Putri. Salah satu penerima program Jaga Harapan Yatim. Yang beralamat di Desa Wajak, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Usianya saat ini 8 tahun. Duduk di bangku SDN Wajak Kidul 1. Sekarang kelas 3 . Sebelum meninggal, ayahnya dulu kerja sebagai satpam di RSUD Iskak Tulungagung. Otomatis sekarang yang menjadi tulang punggung adalah sang bunda. Ibu Tri Astutik namanya. Pekerjaannya jualan camilan yang dititipkan ke warung-warung tetangga. Penghasilannya pun juga tak seberapa.

Alhamdulillah, anak yang pertama sudah bekerja, jadi bisa membantu kebutuhan keluarga. Anak kedua masih duduk di bangku SMA. Jadi, Bu Tri Astutik masih punya 2 anak yang sekolah, termasuk adik Afika. “Bapak selalu sesak nafas dan batuk, akhirnya dirawat di rumah sakit. Dan memang dinyatakan positif covid-19. Bapak meninggal Januari 2021,” tutur  Ibu Tri menjelaskan kondisi suaminya ketika sakit. Dengan adanya program Jaga Harapan Yatim. Insya Allah sangatlah membantu. Terutama untuk adik Afika dan keluarga. Untuk bantuannya sendiri dalam bentuk uang tabungan sebesar Rp.1.000.000 per anak.

Ketika kami tanya cita-citanya, adik Afika bingung. Mungkin malu. Tapi tidak apa, apapun cita -citanya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala ridho. Terus semangat adik Afika. Jangan lupa selalu doakan ayah yang sudah kembali kepada-Nya.

Alhamdulillah, untuk Nurul Hayat Kediri, pada bulan September ini, ada 20 anak penerima program jaga harapan yatim. Adik Afika salah satunya. Insya Allah program jaga harapan yatim ini akan terus kami buka selama masa pandemi covid-19.

Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat. Semoga apa yang sudah diberikan kepada adik Afika mendatangkan keberkahan. Amiin ya Rabbal Alamiin..

Cara Menghitung Zakat Saham sesuai Islam

Cara Menghitung Zakat Saham sesuai Islam

Cara menghitung zakat saham – Zakat saham adalah zakat atas kepemilikan aset saham perusahaan, baik perusahaan publik yang diperdagangkan melalui Bursa Efek, maupun saham perusahaan tertutup yang dimiliki oleh setiap muslim.

Pada masa awal Islam, zakat meliputi zakat pertanian, zakat emasdan perak, serta zakat rikaz. Berdasarkan dalil ijmali dan qiyas (analogi), misalnya zakat profesi, zakat perusahaan, zakat surat-surat berharga dan zakat pada sektor modern lainnya. Zaman ini mengenal satu bentuk kekayaan dalam bidang industri dan perdagangan di dunia, yaitu saham. Saham adalah kertas berharga yang berlaku dalam transaksi perdagangan yang disebut “Bursa Kertas-kertas Berharga”. Harta yang berkaitan dengan perusahaan dan kepemilikannya disebut saham.

Pada akhir tahun, Pemegang saham mengadakan rapat umum, agar terlihat keuntungan dan kerugiannya. Kemudian ditentukan kewajiban zakat saham. Saham termasuk harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab, minimal 2,5 persen. zakat saham merupakan zakat perusahaan yang harus dibayar. Adapun kewajiban zakat terdapat dalam surah At-taubah ayat: 103

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya:“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Attaubah:103)

Saham dianalogikan pada zakat perdagangan, baik nishab maupun ukurannya yaitu 85 gram emas dan zakatnya sebesar 2,5%. Sementara itu muktamar internasional pertama tentang zakat (Kuwait, 29 Rajab 1404 H) menyatakan bahwa jika perusahaan telah mengeluarkan zakatnya sebelum dividen dibagikan kepada pemegang saham, maka pemegang saham tidak perlu lagi mengeluarkan zakatnya.

Jika belum mengeluarkan, maka para pemegang saham yang wajib mengeluarkan zakatnya. Zakat saham wajib ditunaikan jika nilai saham bersama dengan keuntungan investasi sudah mencapai nisab dan sudah mencapai haul. Adapun nisab zakat saham sama nilainya dengan nisab zakat maal yaitu senilai 85 gram emas dengan tarif zakat 2,5% dan sudah mencapai satu tahun atau telah mencapai satu haul.

Cara menghitung zakat zaham

Cara menghitung zakat saham

Untuk saham perusahaan yang dimiliki lebih dari satu tahun hijriyah dan mencapai nisab, maka besaran zakatnya adalah:

2,5% dari nilai terkini (current value) dari saham yang dimiliki

Untuk saham perusahaan terbuka yang dimiliki kurang dari satu tahun hijriyah, maka besaran zakat yang adalah

2,5% x keuntungan transaksi saham

Keuntungan transaksi saham = harga jual – harga beli

Keuntungan jual (capital gain) harus melebihi nisab 85gr emas

Jika keuntungan transaksi trading saham tidak mencapai 85 gr emas, maka tidak menjadi wajib zakat. Zakat saham dapat dibayar menggunakan tunai ataupun menggunakan saham itu sendiri.

Investor perlu mengetahui apakah total asset account-nya sudah mencapai nisab atau belum. Jika sudah, maka investor bisa menghitung berapa jumlah yang akan dizakati dalam bentuk satuan lot dengan rumus sebagai berikut:

Nominal zakat dalam rupiah: (harga pasar/lembar x 100 lembar)

Bagaimana Cara Bayar Zakat Saham ?

Setelah paham cara menghitung zakat saham sekarang bagaimana cara bayar zakatnya? Kini bayar zakat makin mudah via online. LAZNAS Nurul Hayat menyediakan platform bayar zakat tinggal klik :

klik zakatkitaorg

Cara Menghitung Zakat Perdagangan

Cara Menghitung Zakat Perdagangan

Cara menghitung zakat perdagangan – zakat perdagangan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga, sedangkan harta niaga adalah harta atau aset yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian maka dalam harta niaga harus ada 2 motivasi: Motivasi untuk berbisnis (diperjualbelikan) dan motivasi mendapatkan keuntungan.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).

Harta perdagangan yang dikenakan zakat dihitung dari asset lancar usaha dikurangi hutang yang berjangka pendek (hutang yang jatuh tempo hanya satu tahun). Jika selisih dari asset lancar dan hutang tersebut sudah mencapai nisab, maka wajib dibayarkan zakatnya.

cara menghitung zakat perdagangan

Hukum Zakat Perdagangan

Para Ulama berselisih pendapat tentang hukum zakat barang perdagangan dalam dua pendapat:
Pendapat Pertama : Wajib mengeluarkan zakat barang-barang perdagangan. Ini adalah pendapat mayoritas Ulama. Sebagian mereka mengatakan bahwa hal ini adalah ijma’ (konsensus) para sahabat dan tabi’in.

Mereka melandasi pendapatnya dengan dalil-dalil dari al-Qur’ân, as-Sunnah, atsar para sahabat, tabi’in serta qiyâs.

A. Dalil Dari Al-Qur’ân Yaitu Firman Allâh Azza wa Jalla :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ

Hai orang-orang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allâh ) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.” [al-Baqarah/2:267]

Imam al-Bukhâri telah membuat bab khusus tentang hal ini dalam kitab Zakat dalam Shahih-nya, yaitu: Bab Shadaqatu al-Kasbi wa at-Tijarati (bab zakat usaha dan perdagangan).

Firman Allâh Azza wa Jalla , “Dari hasil usahamu,” maknanya ialah perdagangan.[1]

B. Dalil Dari As-Sunnah yaitu hadits Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Dahulu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari apa yang kami persiapkan untuk diperjual-belikan.”[2]

Dan hadits Abu Dzar Radhiyallahu anhu secara marfu’:

فِى الإِبِلِ صَدَقَتُهَا ، وَفِى الْغَنَمِ صَدَقَتُهَا وَفِى الْبَزِّ صَدَقَتُهُ

Pada onta ada zakatnya, dan pada kambing ada zakatnya, dan pada pakaian ada zakatnya. [3]

Kata al-Bazz (di dalam hadits di atas) artinya pakaian, termasuk didalamnya kain, permadani, bejana dan selainnya. Benda-benda ini jika dipergunakan untuk kepentingan pribadi, maka tidak ada zakatnya tanpa ada perbedaan pendapat diantara para Ulama. Dari sini menjadi jelaslah bagi kita, bahwa yang dimaksud ialah jika benda-benda tersebut dijadikan obyek bisnis.

Hanya saja kedua hadits tersebut dha’if (lemah). Tetapi masih bisa berdalil tentang wajibnya zakat barang perdagangan dengan memasukkannya ke dalam keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’âdz bin Jabal Radhiyallahu anhu :

فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ فِى فُقَرَائِهِمْ

Beritahukan kepada mereka, bahwa Allâh mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari (harta-harta) orang-orang kaya diantara mereka…”.[4]

Mereka juga berdalil dengan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu tentang penolakan Khâlid bin Walid Radhiyallahu anhu membayar zakat, dan orang-orang (yakni para sahabat) mengadukannya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَأَمَّا خَالِدٌ فَإِنَّكُمْ تَظْلِمُونَ خَالِدًا ، قَدِ احْتَبَسَ أَدْرَاعَهُ وَأَعْتُدَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

Adapun Khâlid, sesungguhnya kalian telah menzhaliminya. Dia menahan pakaian perangnya dan mempersiapkannya untuk perang fi sabilillah…”.[5]

Seolah-olah mereka menyangka bahwa barang-barang itu dipersiapkan untuk perdagangan, sehingga mereka bersikukuh untuk mengambil zakat dari hasil penjualannya. Lalu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepada mereka bahwa tidak ada zakat pada harta yang ditahannya itu.[6]

C. Dalil Dari Atsar Para Sahabat

Diriwayatkan dari Ibnu Abidin al-Qari rahimahullah , ia berkata, “Dahulu aku bekerja di Baitul Mal pada masa (pemerintahan) Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu . Tatkala dia mengeluarkan pemberiannya, dia mengumpulkan harta-harta para pedagang dan menghitungnya, baik yang hadir maupun yang tidak hadir, kemudian mengambil zakat dari pemilik harta yang hadir dan tidak hadir.”[7]

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma , ia berkata, “Tidak ada zakat pada barang-barang kecuali jika dipersiapkan untuk diperdagangkan.”[8]

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Tidak mengapa menahan barang hingga dijual, dan zakat wajib padanya.”[9]

Tidak ada satu pun dari kalangan sahabat yang menyelisihi perkataan Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu , putranya dan Ibnu Abbas Radhiyallahu anhum. Bahkan hal ini terus diamalkan dan difatwakan pada masa tabi’in dan pada zaman Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. Demikian pula para Ulama fiqih di masa tabi’in dan orang-orang yang datang sesudah mereka telah bersepakat tentang wajibnya zakat pada barang-barang perdagangan.

Pendapat Kedua: Tidak Wajib zakat pada barang-barang perdagangan. Ini adalah madzhab Zhâhiriyah dan orang-orang yang mengikuti mereka seperti imam Syaukani, Shiddiq Hasan Khan, dan syaikh al-Albâni. Mereka melandasi pendapatnya ini dengan dalil-dalil syar’i, diantaranya, dalil dari hadits:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ فِى عَبْدِهِ وَلاَ فَرَسِهِ صَدَقَةٌ

Tidak ada zakat atas seorang Muslim pada budak dan kuda tunggangannya.[10]

Hadits yang dijadikan hujjah bagi pendapat kedua ini telah dijawab oleh mayoritas Ulama (penganut pendapat pertama), bahwa yang ditiadakan dalam hadits di atas yaitu kewajiban zakat dari budak yang biasa membantu dan kuda yang biasa ditungganginya. Keduanya merupakan kebutuhan yang tidak terkena beban zakat, menurut ijma’ para Ulama.

Ketentuan Wajib Zakat Perdagangan

  1. Telah mencapai haul
  2. Mencapai nishab 85 gr emas
  3. Besar zakat 2,5 %
  4. Dapat dibayar dengan barang atau uang
  5. Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha ( CV, PT, koperasi)

Kapan Dihitung Nishab Pada Harta Perdagangan

Berkenaan dengan waktu perhitungan nishab harta perdagangan ada tiga pendapat :

  • Pertama : Nishab dihitung pada akhir haul (ini pendapat imam Mâlik dan imam asy-Syâfi’i).
  • Kedua : Nishab dihitung sepanjang haul (putaran satu tahun hijriyyah), dengan pertimbangan sekiranya harta berkurang dari nishabnya sesaat saja, maka terputus haul itu (ini madzhab mayoritas ulama).
  • Ketiga : Nishab dihitung pada awal haul dan di akhirnya, bukan di tengahnya (madzhab Abu Hanîfah)

Baca juga: Cara Menghitung Zakat Mal

Cara Menghitung Zakat Perdagangan

Cara menghitung zakat perdagangan jika telah tiba waktu mengeluarkan zakat, maka wajib bagi pedagang untuk mengumpulkan dan mengkalkulasi hartanya. Harta yang wajib dikalkulasi ini meliputi :

  1. Modal usaha, keuntungan, tabungan (harta dan barang simpanan) dan harga barang-barang dagangannya.
  2. Piutang yang masih ada harapan dan masih ada kemungkinan akan dilunasi.

Ia menghitung harga barang-barang dagangannya lalu ditambahkan dengan uang yang ada di tangannya dan piutang yang masih ada harapan dan masih ada kemungkinan akan dilunasi, lalu dikurangi dengan utang-utangnya. Kemudian dari nominal itu, ia mengeluarkan sebanyak dua setengah persen (2,5 %) berdasarkan harga penjualan ketika zakatnya hendak ditunaikan, bukan berdasarkan harga belinya.

2,5% x (aset lancar – hutang jangka pendek)

Contoh kasus:

Bapak A memiliki aset usaha senilai Rp200.000.000,- dengan hutang jangka pendek senilai Rp50.000.000,-. Jika harga emas saat ini Rp622.000,-/gram, maka nishab zakat senilai Rp52.870.000,-. Sehingga Bapak A sudah wajib zakat atas dagangnya. Zakat perdagangan yang perlu Bapak A tunaikan sebesar 2,5% x (Rp200.000.000,- – Rp50.000.000,-) = Rp3.750.000,-.

Cara bayar zakat perdangan makin mudah via online, klik aja:

klik zakatkitaorg

Cara Menghitung Zakat Pertanian

Cara Menghitung Zakat Pertanian

Cara Menghitung Zakat Pertanian wajib diketahui oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar memang bekerja mencari nafkah di jalan pertanian. Perlu diketahui bahwa berbeda antara cara menghitung zakat Mal dengan cara menghitung zakat pertanian. Sebagaimana apa yang tertulis dalam alquran:

Firman Allah SWT: (Al Baqarah: 267)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Wahai orang- orang yang beriman, infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik , dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

Hasil pertanian yang dikenakan kewajiban zakat adalah biji-bijian yang ditanam manusia danmenjadi makanan pokok yang dapat disimpan, seperti gandum, jewawut, beras dan jagung. Ini adalah pendapat mazhab Syafi’i.Sementara mazhab Hambali memasukkan pula kacang-kacangan ke dalamnya.

Syarat Wajib Zakat Pertanian:

  1. Hendaklah hasilnya mencapai satu nisab, yaitu 5 wasaq yang setara dengan 653 kg gabah atau 522 kg beras.
  2. Hendaklah hasil tersebut dimiliki pemilik tertentu, yaitu seorang muslim yang merdeka.

Kadar Wajib Zakat Pertanian:

Kadar zakat yang wajib dikeluarkan yaitu sebesar 5 % pada tananam yang sistem pengairannya membutuhkan biaya, dan 10 % pada tanaman yang diairi tanpa biaya, seperti sawah tadah hujan. Keterangannya ialah hadits Nabia yang berbunyi: “Apa yang disirami air hujan, zakatnya 10 %, dan apa yang disirami dengan gayung atau timba, zakat 5 %.

 

cara menghitung zakat pertanian

Kapan Zakat Pertanian Dikeluarkan?

Zakat pertanian dikeluarkan yaitu ketika panen sebagaimana diterangkan oleh firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. [al-An’am/6:141]

Cara Menghitung Zakat Pertanian

Contoh kasus 1:

Seorang petani memiliki sawah seluas 1 ha yang diairi secara irigasi. Setiap kali panen sawahnya dapat menghasilkan + 2.5ton gabah (padi). Biaya yang dia keluarkan untuk pemeliharaan sejak masa pengelolaan sampai masa panen kurang lebih 1 kwintal. Berapakah besaran zakat yang harus ditunaikannya, jika nisabnya 653 kg?

Jawabannya:

Persentase zakat pada pertanian model ini adalah 5 %

Maka perhitungannya:

Hasil panen kotor = 2.5 ton = 2.500 kg

Biaya perawatan senilai = 100 kg

Netto = 2.400 kag

Zakatnya = 2.400 X 5% = 120 kg

 

Contoh Kasus 2:

Seorang petani memiliki sebidang sawah seluas 2.5 ha di daerah tadah hujan. Setiap kali panen biasanya dia mendapat hasil kotor sebesar 5 ton gabah. Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan padi hingga panen senilai 50 kg,berapakah besaran zakat yang harus dikeluarkannya?

Jawabannya:

Zakat yang harus dikeluarkannya adalah 10 %

Maka perhitungannya:

Hasil panen kotor = 2.5 = 2.500 kg

Ongkos perawatan = 50 kg

Bersih              = 2.450 kg

Zakatnya = 2.450 kg X 10% = 245 kg

 

Bayar zakat sekarang makin mudah, bisa via online. LAZNAS Nurul Hayat menyediakan platform bayar infak, sedekah, dan zakat melalui ZAKATKITA.ORG

Bantuan Berobat untuk Adik Ghibran

Bantuan Berobat untuk Adik Ghibran

Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat Madiun terus bergerak menebar kemanfaatan. Beberapa waktu yang lalu (15/9), Laznas Nurul Hayat Madiun menyalurkan bantuan berobat buat adik Ghibran yang tengah berjuang sembuh dari sakit hidrosefalus yang sedang dialaminya.

Adik Ghibran kini telah mendapatkan tindakan operasi dan pemasangan VP shunt agar sakitnya tidak semakin parah. Tindakan operasi dan pemasangan VP shunt ini terhitung sangat penting. Sebab, jika kedua tindakan tersebut tidak dilakukan dalam waktu dekat, bisa berakibat semakin membesarnya kepala adik Ghibran.

Adik Ghibran berada dalam perawatan kedua orangtuanya, yang meskipun hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan, selalu mengusahakan yang terbaik demi kesembuhan buah hatinya. Sampai saat ini pun adik Ghibran masih terus rutin kontrol ke rumah sakit setiap 1 pekan sekali guna mengeluarkan cairan berlebih yang ada di kepalanya. Alhamdulillah, semakin hari, perkembangan adik Ghibran semakin membaik. Ia tampak mulai memberikan respon saat tim Laznas Nurul Hayat Madiun datang berkunjung ke tempat tinggalnya.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh keluarga sejuk Nurul Hayat yang telah mendukung program bantuan berobat untuk adik Ghibran ini. Mohon doa terbaik, semoga adik Ghibran bisa segera sembuh dan dapat segera bermain dengan ceria seperti anak-anak yang lainnya. Insya Allah Laznas Nurul Hayat Madiun akan terus memberikan pendampingan dalam proses pengobatan adik Ghibran.

 

Bantu adik Ghibran dengan berdonasi melalui Nurul Hayat: https://zakatkita.org/bantughibran?r=Ma3vmmmZ .

www.zakatkita.org 

#TempatBerinfak #Sosial #Dakwah #Kesehatan #Ekonomi #Pendidikan #SosialKemanusiaan #BantuanKesehatan #NH #NurulHayat #ZakatKita #Madiun

Cara Menghitung Zakat Emas

Cara Menghitung Zakat Emas

Cara menghitung zakat emas berbeda dengan menghitung zakat pertanian maupun zakat penghasilan. Zakat emas, perak, atau logam mulia adalah zakat yang dikenakan atas emas, perak dan logam mulia lainnya yang telah mencapai nisab dan haul. Dalil mengenai kewajiban zakat atas emas atau perak ini ada dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 34.

“… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,”.

Kewajiban zakat emas dan perak juga didasari dari beberapa hadits lainnya, salah satunya adalah hadits riwayat Abu Dawud rahimahullah:

“Jika engkau memiliki perak 200 dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya.” (HR. Abu Dawud)

Syarat Emas dan Perak yang Wajib Dizakati

Setelah mengetahui tentang kewajiban zakat emas dan perak, lalu selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja syarat emas dan perak yang wajib dizakati. Adapun detailnya sebagai berikut :

  • Milik Sendiri, artinya kepemilikan atas emas dan perak tesrbut dimiliki secara sempurna dan sah, bukan pinjaman atau milik orang lain.
  • Sampai Haulnya, artinya emas dan perak tersebut sudah tersimpan selama satu tahun berjalan.
  • Sampai Nisabnya, artinya emas dan perak yang dimiliki sudah mencapai batasnya untuk dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati. Untuk nisab zakat emas sendiri sebesar 85 gram emas dan untuk perak sebesar 595 gram.

Nisab dan Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak

Zakat emas wajib dikenakan zakat jika emas yang tersimpan telah mencapai atau melebihi nisabnya yakni 85 gram (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), kadar zakat emas adalah 2,5%. Sementara itu, zakat perak wajib ditunaikan jika perak yang dimiliki telah mencapai atau melebihi nisab sebesar 595 gram, kadar zakatnya ialah 2,5% dari perak yang dimiliki.

Berikut cara menghitung zakat emas/perak:

2,5% x Jumlah emas/perak yang tersimpan selama 1 tahun

Contoh:

Bapak Fulan memiliki emas yang tersimpan sebanyak 100 gram (melebihi nisab), maka emasnya sudah wajib untuk dizakatkan. Jika ingin menunaikan zakat emas dengan uang, maka emas tersebut perlu di konversikan dulu nilainya dengan harga harga emas saat hendak ingin menunaikan zakat, misalnya Rp.800.000,-/gram, maka 100 gram senilai Rp.80.000.000,-. Zakat emas yang perlu Bapak Fulan tunaikan adalah 2,5% x Rp.80.000.000,- = 2.000.000,-.

Contoh Lain:

2,5% x jumlah harta yang tersimpan selama satu tahun

Jika Anda memiliki emas 87 gram yang disimpan selama satu tahun penuh, maka wajib zakat yang dikeluarkan dalam setahun dari harta yang disimpan, adalah sebesar 2,5% x 87 gram = 2,175 gram atau uang seharga emas tersebut.

Maka cara menghitung zakat mal sudah ditentukan sesuai kaidah islam. Tidak boleh sembarangan asal zakat, jika salah satu syart tidak terpenuhi maka tidak wajib zakat. Dan ketika sudah wajib zakat namun nominal harta yang dizakatkan kurang dari nishab maka tidak sah juga zakatnya.

Bagaimana Cara Menunaikan Zakat Emas dan Perak

Ada berbagai cara untuk menunaikan zakat emas dan perak. Pertama bisa menunaikan zakatnya berupa emas secara langsung atau bisa dikonversikan terlebih dahulu ke dalam nilai rupiah.

Bagi Anda yang ingin menunaikan zakat emas dan perak, LAZNAS Nurul Hayat menerima pembayaran zakat berupa emas secara langsung melalui zakatkita.org maupun bisa langsung ke kantor kami yang tersebar di 40 kota se-Indonesia.

 

 

(Sumber: Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 34 , Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019, Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003, dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi).

Bersama PMI, NH Madiun Gencarkan Program SAHABAT

Bersama PMI, NH Madiun Gencarkan Program SAHABAT

MADIUN (9/9) – Alhamdulillah, Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat (NH) Madiun tak henti-hentinya melakukan kegiatan sosial. Salah satunya seperti yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Bekerjasama dengan PMI Kota Madiun, Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat Madiun menggelar program SAHABAT (Santunan Kesehatan dan Pengobatan). Program ini ditujukan bagi warga Kota Madiun yang kurang mampu.

Bersama PMI, NH Madiun Gencarkan Program Sahabat

Koordinator daerah Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat wilayah Kota Madiun, Rupin Hendrajana menjelaskan, program sahabat merupakan santunan kesehatan dan pengobatan bagi warga dhuafa yang sedang sakit. Sebagaimana yang dialami Bapak Kabul (55). Beliau menderita tumor ganas dan harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Solo untuk menjalani kemoterapi.

Alhamdulillah, dalam kesempatan tersebut, Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat bersama PMI bersinergi memberikan layanan pendampingan dalam perawatan dan akomodasi Bapak Kabul menuju Solo. “Saya harap informasi ini bisa sampai ke masyarakat. Agar warga yang sedang sakit dan tidak punya biaya untuk berobat bisa segera mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak seperti yang menjadi harapan Bapak Wali Kota,” ungkap Rupin.

Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam program ini. Semoga kerjasama Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat dan PMI bisa terus berkelanjutan, sehingga akan lebih banyak warga kurang mampu yang sedang sakit, yang bisa kita bantu. Amiin ya Rabbal Alamiin..

www.zakatkita.org | #TempatBerinfak #Santuan #SantunanKesehatan #Sahabat #NH #NurulHayat #NHZakatKita

Serah Terima Sumur Dalam dan Renovasi Asrama

Serah Terima Sumur Dalam dan Renovasi Asrama

ZAKAT PONOROGO – Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat Madiun telah melaksanakan prosesi serah terima sumur dalam dan renovasi asrama untuk Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Munadi Ponorogo (7/9).  Proses serah terima sumur dalam dan bantuan renovasi pesantren Pondok Pesantren Hasan Munadi ini, secara simbolis diserahkan langsung oleh Branch Manager Laznas Nurul Hayat Madiun, Bapak Khoirul Rohman.

serah terima bantuan sumur dalam dan renovasi asrama

Ponpes Hasan Munadi, terletak di daerah Ponorogo paling ujung selatan, yaitu perbatasan Pacitan serta paling barat perbatasan Wonogiri. Lokasinya berada di tanah perbukitan gunung yang kering. Sehingga saat kemarau sering kekurangan air bersih. Alhamdulilah pada kesempatan tersebut, Laznas Nurul Hayat (NH) Madiun memberikan bantuan sumur dalam buat pesantren. Proses penggarapan (pengeboran) sumur ini sendiri memakan waktu selama tiga pekan.

serah terima bantuan sumur dalam dan renovasi asrama

“Kami sangat bersyukur, bisa dikenalkan dengan Laznas Nurul Hayat dan kini betul-betul bisa merasakan program-program kemanfaatannya. Khususnya program sumur dalam ini. Program ini betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh para santri dan warga sekitar. Biasanya saat musim kemarau seperti ini, kami harus beli air tanki.  Alhamdulillah berkat bantuan dari Laznas Nurul Hayat, kini sudah tidak perlu beli lagi.  Kebutuhan air bersih bagi santri dan warga kini telah tercukupi. Terima kasih para donatur NH,” ungkap Ust. Agus Maghfur, selaku pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Hasan Munadi Ponorogo.

Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kami ucapkan kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program ini. Semoga apa yang telah kita ikhtiarkan bersama, bisa bermanfaat dan mendapatkan sebaik-baiknya balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

www.zakatkita.org | #TempatBerinfak  #BantuanSumur #Pesantren #PondokPesantren #PesantrenTahfidz #NH #NurulHayat #NHZakatKita

Nurul Hayat Bantu Tebus Ijazah Anak Yatim Dhuafa

Nurul Hayat Bantu Tebus Ijazah Anak Yatim Dhuafa

Septian Suryo Ramadhan sudah dinyatakan LULUS SD sejak 12 Juni 2021. Namun sampai dengan Agustus 2021, ia belum juga mendapatkan ijazah. Ijazah tersebut belum bisa diambil karena ia masih memiliki tanggungan biaya sekolah sebesar Rp 1.455.000 yang harus segera dilunasi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ibunda adik Suryo mengajukan bantuan kepada Nurul Hayat Semarang. Beliau berharap dengan bantuan tersebut ijazah anaknya bisa segera dibawa pulang. Sebab ijazah tersebut sangatlah penting untuk kelanjutan pendidikan Suryo nantinya.

Nurul Hayat Semarang lalu bergerak melakukan verifikasi data. Hasil verifikasi didapatkan info bahwa tanggungan biaya tersebut memang benar adanya. Jumlah tanggungan tersebut terasa berat bagi Ibundo Suryo. Apalagi Suryo adalah anak yatim dan pendapatan ibunya sebagai pedagang jajanan anak-anak, sangatlah kecil. Ditambah lagi pada masa pandemi seperti ini, jualan ibunya juga sepi pembeli.

Alhamdulillah, pada tanggal 27 Agustus 2021, Nurul Hayat Semarang mendatangi sekolah Suryo untuk melakukan pelunasan. Uang pelunasan langsung diterima oleh pihak sekolah. Ijazah Suryo pun akhirnya bisa dibawa pulang. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah, nilai-nilai hasil pembelajaran Suryo yang tertera di ijazah pun tergolong sangat baik.

Bantuan pendidikan untuk yatim dhuafa

Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program Bantuan Pendidikan Dhuafa. Alhamdulillah, apa yang sahabat sejuk semua berikan, sangat bermanfaat untuk menebus ijazah suryo. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan berkah dan ridho-Nya untuk kita semua. Aamiin ya Rabbal Alaminn.

 

#JagaHarapanYatim #ZakatKita #NurulHayat

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • +62-822-3077-3077
  • cs@nurulhayat.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ