Sahabat Muda NH Bojonegoro Peduli Erupsi Semeru

Sahabat Muda NH Bojonegoro Peduli Erupsi Semeru

Bojonegoro – Puluhan remaja datang dari beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro mengikuti aksi kerelawanan peduli erupsi Semeru yang diadakan Sahabat Muda Bojonegoro pada Senin 20 Desember 2021. Para remaja ini merupakan siswa-siswi SMA/SMK/Sederajat, anggota Generasi Prestasi (Genpres) binaan Nurul Hayat Bojonegoro.

Suhariono staff laysos NH Bojonegoro menjelaskan kegiatan ini diadakan agar anggota Genpres NH Bojonegoro terus meningkatkan kemampuannya di bidang kerelawanan dan aksi sosial kemanusiaan. Kegiatan ini sejalan dengan materi yang diberikan para mentor yaitu menjalankan aksi kepedulian di lingkungan masing-masing. Harapannya,  aksi ini dapat menjadi langkah maju bagi sahabat muda untuk semakin memantapkan niat dan mengokohkan semangat kepedulian sosial.

Sementara itu, Ahmad Muhajir, pegiat filantropi Islam NH Bojonegoro menambahkan,  generasi muda perlu dilibatkan dalam aksi-aksi kepedulian sosial dan kegiatan kerelawanan. Alhamdulillah, dari aksi kepedulian melibatkan pelajar dan civitas mahasiswa ini, terhimpun bantuan untuk para penyintas erupsi Semeru di Lumajang yang masih butuh penanganan. “Kegiatan ini juga untuk mendukung posko SIGAB NH di Lumajang yang masih mendampingi korban erupsi sampai sekarang,” imbuh Ahmad Muhajir.

Seperti diketahui, pada 4 Desember 2021, terjadi erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Sebanyak 3 kecamatan terdampak, 14 korban jiwa meninggal, dan 57 korban mengalami luka bakar. Jumlah ini terus bertambah. Sejumlah perkampungan juga mengalami kerusakan berat akibat erupsi ini.

Saat ini, warga terdampak sangat membutuhkan uluran tangan kita. Beberapa kebutuhun mendesak yang sangat diperlukan adalah kasur, hygiene kit, baby kit, selimut, air bersih, logistik dan lainnya. Laznas Nurul Hayat membuka pintu bagi sahabat sejuk yang ingin meringankan beban warga di sana melalui petugas, kantor, atau kolaborasi kerjasama.

Sebelumnya, juga digelar kolaborasi aksi bersama aliansi mahasiswa Bojonegoro Peduli Semeru. Semua hasil donasi, nantinya akan mensupport kegiatan SIGAB NH membantu para korban bencana, mulai dari evakuasi, pendampingan, rehabilitasi dan recovery  di lokasi bencana.

Dukung Ibu Nur Jannah, Berjuang Melawan Kanker Payudara

Dukung Ibu Nur Jannah, Berjuang Melawan Kanker Payudara

Ibu Nur Jannah kini sedang berjuang. Melawan ganasnya kanker payudara yang ia derita. Dokter menyatakan bahwa sudah stadium empat. Antara percaya dan tidak. Perempuan 29 tahun ini seakan tidak pernah menyangka. Jika ia akan menderita sakit separah ini. Meski ia mengalami nyeri hebat beberapa tahun terakhir. Tak pernah ia menduga bahwa itu merupakan gejala awal kanker payudara.

Kalau bukan karena muncul benjolan dan luka. Mungkin ia tak pernah menganggap itu hal yang serius. Hanya dalam waktu yang singkat, sekira lima bulan. Kanker itu dengan cepat menyebar. Wajah dan lengan mulai bengkak. Hingga kini sudah tak mampu berdiri, pun berjalan.

Dengan menahan nyeri yang begitu hebat, Ibu Nur Jannah saat ini sedang intens berobat ke RS Dr Sutomo Surabaya. Seminggu dua kali. Terkadang hanya bisa sekali. Karena terkendala biaya  akomodasi ke rumah sakit. Atau terkendala putri pertamanya yang tak mungkin untuk ditinggalkan sendiri di rumah. Sebelum Ibu Nur Jannah jatuh sakit. Putrinya sakit terlebih dahulu. Demam tinggi hingga menyebabkan kejang, kelumpuhan, dan tak bisa bicara. Oleh karena itu, harus ada yang menjaga putrinya itu di rumah saat Ibu Nur Jannah harus kontrol ke rumah sakit. Pun tidak memungkinkan jika diajak.

Sang suami, Pak Busri, seorang buruh proyek. Upah harian yang ia terima. Terkadang tidak cukup untuk kebutuhan berobat; transportasi, obat, juga cairan-cairan pembersih luka. Yang tidak ter-cover oleh asuransi kesehatan. Apalagi seminggu dua kali mengantar istri ke rumah sakit. Upah yang ia terima hanya terhitung empat hari kerja.

Tak jarang harus pinjam kanan-kiri jika sudah jadwal kontrol ke rumah sakit. Upah yang diterima, tentu untuk alokasi menutup hutang. Sedangkan kebutuhan sehari-hari tetap berjalan. Gali-tutup lubang.

Alhamdulillah, ia tidak terbeban untuk biaya tempat tinggal. Ia menempati rumah keluarga yang beralamat di Jln. Usman Sadar 8C No. 12, Karang Turi, Gresik. Setidaknya, beban tanggung jawab sang suami agak ringan.

Mari bersama-sama membantu biaya berobat Ibu Nur Jannah. Dengan berdonasi melalui Laznas Nurul Hayat. Berapa pun donasi yang Anda berikan, InsyaAllah sangat bermanfaat. Yang terpenting adalah perhatian sebagai dukungan agar Ibu Nur Jannah tetap semangat dan kuat melawan sakitnya.

Menanamkan Kecintaan Ibadah pada Ananda

Menanamkan Kecintaan Ibadah pada Ananda

Pembinaan ibadah merupakan penyempurna dari pembinaan aqidah. Juga merupakan cerminan dari aqidah. Ketika ananda memenuhi panggilan Rabbnya dan melaksanakan perintah-perintahNya, berarti ia menyambut kecenderungan fitrah yang ada dalam jiwanya, sehingga fitrah iman tersebut akan dapat tumbuh dan berkembang.

Masa kanak-kanak bukanlah masa pembebanan atau pemberian kewajiban. Ia adalah masa persiapan, latihan dan pembiasaan untuk menyambut masa pembebanan kewajiban (taklif) ketika ia telah baligh nanti. Dengan begitu, kelak pelaksanaan kewajiban akan terasa mudah dan ringan, di samping juga sudah mempunyai kesiapan yang matang untuk menyelami kehidupan dengan penuh keyakinan.

Ibadah pada Allah ﷻ akan memberikan pengaruh yang mengagumkan pada jiwa ananda. Ia akan mampu menjadikannya selalu merasa berhubungan dengan Allah ﷻ. Ibadah mampu meredam gejolak kejiwaan dan mengendalikan hawa nafsu, sehingga jiwanya akan lurus melalui munajat kepada Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira yang besar kepada anak-anak yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah ﷻ. Imam Thabrani meriwayatkan dari Abu Umamah ra bahwa ia berkata, Rasulullah ﷻ bersabda, “Tidaklah seorang anak yang tumbuh dalam ibadah sampai ajal menjemputnya melainkan Allah akan memberikan pahala kepadanya setara dengan pahala sembilan puluh sembilan pahala shiddiq (orang yang benar/jujur).”

Kewajiban orang tua untuk menanamkan kecintaan beribadah pada ananda, khususnya ibadah shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun karena keterbatasan halaman, di bawah ini saya hanya akan membahas tentang ibadah shalat dan puasa saja.

Mengajarkan shalat

Anak-anak saat kecil tidak bisa ditinggal shalat lama-lama, bahkan terkadang kita harus menggendong anak sambil melaksanakan shalat.  Tapi itu hanya sebentar, waktu berlalu, dan tiba-tiba saja mereka sudah hafal gerakan shalat dan melakukan shalat dengan gembira.

Kata Ustadz Harry Santosa anak jangan buru-buru dipaksa tertib bacaan dan gerakan shalat. Biarkan mereka terlebih dulu mencintai ibadah shalat. Baru ketika mereka berusia tujuh tahun, mulai diajarkan pelan-pelan untuk tertib.

Ada kalanya ananda malas saat diajak shalat. Entah karena lelah atau sedang ingin bermain. Saat anak melaksanakan shalat dengan terpaksa, seusai shalat jangan lupa mencium, memeluk, dan memangku mereka seraya mendoakannya dengan bahasa yang ia pahami. Insya Allah akan lebih mudah mengajaknya shalat di waktu shalat yang berikutnya.

Mengajarkan cinta masjid

Mengapa para orang tua harus berusaha mengajak anak-anaknya untuk mencintai masjid. Sebab kecintaan kepada masjid akan dapat  menguatkan iman dan aqidah, selain itu masjid secara Ilahiyah adalah rumah Allah ﷻ yang tentu ada banyak keutamaan yang akan diperoleh bila seseorang gemar memakmurkan masjid.

Dalam satu hadits disebutkan, “Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 18: ‘Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah-lah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Orang yang terbiasa ke masjid sudah barang tentu orang yang beriman dan karena itu ada rasa cinta, nyaman dan rindu untuk senantiasa memakmurkan masjid. Jika hal ini menjadi satu indikator keimanan seorang Muslim, maka sudah sepatutnya para orang tua mengajak anak-anaknya untuk mencintai masjid.

Namun terkadang atas nama kekhusyukan ibadah kalangan dewasa, anak-anak dilarang masuk ke masjid. Akhirnya, anak-anak sekarang ada rasa takut, canggung dan tidak nyaman pergi ke masjid. Semoga makin banyak masjid yang ramah terhadap anak-anak, sebab anak-anak inilah yang kelak menjadi penerus pemakmur masjid.

Mengajarkan puasa

Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang ke salah satu suku Anshar di pagi hari Asyura.” Beliau bersabda, “Siapa yang di pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Siapa yang di pagi harinya berpuasa, hendaklah berpuasa.” Ar Rubayyi’ mengatakan, “Kami berpuasa setelah itu. Lalu anak-anak kami pun turut berpuasa. Kami sengaja membuatkan mereka mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis, merengek-rengek minta makan, kami memberi mainan padanya. Akhirnya pun mereka bisa turut berpuasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960 dan Muslim no. 1136)

Ibnu Batthol menjelaskan bahwa para ulama sepakat, ibadah dan kewajiban barulah dikenakan ketika telah baligh (dewasa). Namun kebanyakan ulama sudah menyunnahkan (menganjurkan) mendidik ananda untuk berpuasa sejak kecil, begitu pula untuk ibadah lainnya. Hal ini untuk keberkahannya dan agar membuat mereka terbiasa sejak kecil, sehingga semakin mudah mereka lakukan ketika telah diwajibkan.

Tips lain yang bisa dilakukan adalah mengajak ananda makan sahur bersama keluarga agar memiliki energi untuk berpuasa. Menu makan sahur pun diusahakan dibuat yang mengandung lemak dan tambahan susu. Ketika ananda sudah mau berpuasa, maka berilah ananda motivasi dan penghargaan, apalagi bila sudah berhasil berpuasa satu hari penuh. Penghargaan tidak harus berupa tambahan uang saku tapi bisa juga dengan memberikan menu spesial kesukaan anak saat berbuka. Tips terakhir, berbuka puasa dengan yang manis-manis sebab bisa mengembalikan energi pada anak.

 

Penulis: Hani Fatma Yuniar

 

#Laznasnurulhayat #zakatkita

Menanamkan Aqidah pada Anak

Menanamkan Aqidah pada Anak

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’.” (QS. Al-Baqarah [2]: 133)

Dalam tafsirnya, Ibn Katsir menjelaskan bahwa kewajiban orang tua adalah memberi wasiat kepada anak-anaknya untuk senantiasa beribadah kepada Allah ﷻ semata. Hal ini memberikan petunjuk penting bahwa kewajiban utama orang tua terhadap anak-anaknya adalah tertanamnya aqidah dalam sanubarinya, sehingga tidak ada yang disembah melainkan Allah ﷻ semata. Lantas, bagaimana cara kita menanamkan pendidikan aqidah pada anak di zaman seperti sekarang ini?

Pertama, dekatkan mereka dengan kisah-kisah atau cerita yang mengesakan Allah ﷻ. Kedua, ajak anak mengaktualisasikan aqidah dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, mendorong anak-anak untuk serius dalam menuntut ilmu dengan berguru pada orang yang kita anggap bisa membantu membentuk frame berpikir Islami pada anak.

Aqidah Islamiyah dengan enam pokok keimanan (rukun iman) merupakan perkara yang ghaib.  Orang tua mungkin bingung bagaimana menyampaikan hal ini kepada ananda.  Muhammad Suwaid dalam bukunya “Mendidik Anak Bersama Nabi” memaparkan bahwa ada lima pilar mendasar dalam menanamkan aqidah, yaitu:

  1. Pendiktean kalimat tauhid kepada anak
  2. Mencintai Allah ﷻ dan merasa diawasi olehNya, memohon pertolongan kepadaNya serta beriman kepada Qadha’ dan Qadar
  3. Mencintai Nabi ﷺ dan keluarga beliau
  4. Mengajarkan Al Quran kepada Anak
  5. Menanamkan aqidah yang kuat dan kerelaan berkorban karenanya

 

Mendikte Anak dengan Kalimat Tauhid

Hakim meriwayatkan dari ibnu Abbas r.a bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Ajarkanlah kalimat La Ilaha ilallah kepada anak-anak kalian sebagai kalimat pertama,  dan tuntunkanlah mereka (mengucapkan) La Ilaha illalLah ketika menjelang mati.” Ibnul qayyim rahimahullah dalam kitab Ahkam Al Maulud mengatakan, “Di awal waktu ketika anak-anak mulai bisa berbicara, hendaklah mendiktekan kepada mereka kalimat La Ilaha ilalLah Muhammad Rasulullah, dan hendaklah sesuatu yang pertama didengar oleh telinga mereka adalah La Ilaha ilalLah (mengenal Allah azza wa jalla) dan mentauhidkanNya. Juga diajarkan kepada mereka bahwa Allah ﷻ bersemayam di atas singgasanaNya yang senantiasa melihat dan mendengar perkataan mereka, senantiasa bersama dengan mereka dimana pun mereka berada.

 

Menanamkan Kecintaan Kepada Allah

Bagaimana menumbuhkan kecintaan ananda kepada Allah ﷻ. Tentu lebih mudah jika orang tua menumbuhkan mahabbatullah ini sejak anak masih bayi, bahkan sejak anak dalam kandungan. Yaitu dengan cara:

  1. Sering menyebut asma Allah ﷻ
  2. Selalu menyebut nama Allah ﷻ dalam setiap kejadian yang dialami. Bismillah ketika memulai sesuatu. Alhamdulillah ketika menyelesaikan suatu aktivitas atau ketika mendapatkan nikmat dari Allah ﷻ. Astaghfirullah ketika terkejut atau merasa ingin marah. Masya Allah ketika kagum akan sesuatu hal, dst. Anak adalah peniru ulung. Jika orang tuanya terbiasa mengucapkan kalimat thayyibah, maka anak akan ikut terbiasa mengucapkannya.
  3. Ajari ananda untuk memahami sifat-sifat Allah ﷻ
  4. Ajari bersyukur
  5. Senantiasa menjaga interaksi dengan Allah ﷻ lewat shalat, doa, dan dzikir. Interaksi yang kuat dengan Allah ﷻ akan memudahkan orang tua dalam mendidik anak, karena ada campur tangan Allah ﷻ di dalamnya.
  6. Kaitkan semua kebaikan dengan Allah ﷻ

Setiap kali menemui kebesaran Allah ﷻ lewat ciptaanNya, selalu mengingatkan anak bahwa keajaiban itu terjadi karena kehebatan Allah ﷻ. Ketika melihat gunung yang kokoh, langit yang indah penuh bintang, binatang yang beraneka ragam, maka yang diingat anak adalah kebesaran Allah ﷻ.

Menanamkan Kecintaan Pada Nabi ﷺ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi orang yang menghendaki Allah dan hari akhir.” (QS. Al Ahzab: 21)

Inti dari rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ adalah menjadikannya lebih kita cintai dari pada diri, harta, dan anak-anak kita sendiri. Mencintai Rasulullah ﷺ merupakan salah satu pondasi keislaman kita. Bahkan keimanan kepada Allah ﷻ, tidak akan sempurna kecuali dengan mencintainya. Cinta Rasulullah ﷺ sebaiknya juga kita ajarkan kepada anak sedini mungkin. Semakin dini akan semakin tertanam dalam diri anak. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mengajari anak agar mencintai Rasulullah ﷺ. berikut diantaranya:

  1. Bershalawat kepadanya
  2. Menceritakan kisah-kisahnya
  3. Menceritakan betapa mulia dirinya
  4. Menjalankan sunnahnya
  5. Banyak berdialog dengan ananda tentang Rasulullah ﷺ

Mengajarkan Al Quran Pada Anak

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat tersebut adalah penegasan bahwa orang tua mempunyai kewajiban untuk membina, membimbing, dan mendidik anaknya, bukan hanya sukses di dunia tapi yang lebih tinggi lagi adalah terjauh dari azab api neraka. Dengan cara mengajarkan Al Qur’an pada anak. Pendidikan Al Qur’an sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak sedini mungkin, karena pendidikan yang diberikan pada masa kecil pengaruhnya akan lebih kuat, tajam dan lebih membekas daripada pendidikan yang diberikan setelah dewasa.

Menanamkan Kecintaan Membaca Al Quran Pada Anak:

  1. Mengajak anak untuk mengerti keutamaan-keutamaan dari membaca Al-Qur’an. Sampaikanlah keutamaan terbesar dari membaca Al Qur’an kepada anak kita, “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (HR. Muslim)
  2. Membangun budaya membaca Al-Qur’an di dalam rumah sendiri.
  3. Mengambil pelajaran dari keluarga yang menghafal Al Qur’an sebagai inspirasi dan motivasi.

 

Penulis: Hani Fatma Yuniar

#Laznasnurulhayat #Zakatkita

Keutamaan Tawadhu’

Keutamaan Tawadhu’

Mendapat Kemuliaan dari Allah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang tawadhu’ kepada Allah, pasti dimuliakan Allah” (HR. Muslim). Inilah pesan Nabi yang benar-benar kita lihat secara nyata dalam kehidupan hari ini. Betapa, semakin tawaduk seseorang, ia semakin disukai. Allah ﷻ membuat hati setiap manusia menjadi suka terhadap pribadi-pribadi tawadhu’.

Sebaliknya juga demikian. Manakala terdapat sifat sombong pada diri seseorang, ia pasti tidak disukai orang lain dan kedudukannya jatuh di mata orang-orang.

Maka di hadapan kita ada dua pilihan. Merendahkan hati sehingga kita ditinggikan kedudukan, atau meninggikan hati sehingga kita direndahkan kedudukan.

Mendapat Surga Tertinggi

Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang tawadhu’ satu derajat kepada Allah ﷻ, Allah ﷻ angkat ia satu derajat hingga mencapai Surga yang tertinggi. Sebaliknya, siapa yang sombong satu derajat kepada Allah ﷻ, Allah ﷻ rendahkan ia satu derajat hingga mencapai Neraka terbawah.” (HR. Ahmad)

Betapa tinggi kedudukan mukmin yang tawadhu. Allah ﷻ menjaminkan untuknya Surga tertinggi disebabkan ketawadhu’annya. Sebaliknya, bertapa buruk kedudukan orang yang sombong. Mari kita tanyakan pada diri sendiri. Berada digolongan manakah kita? Apapun jawabannya, bukankah kita sangat menginginkan Surga? Dan Tawadhu dapat menghantarkan kita ke sana, sedang sombong akan menghalangi kita ke Surga bahkan jatuh ke Neraka.

Perintah Allah dan RasulNya

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu’ sehingga seseorang tidak boleh berlaku congkak atas orang lain dan tidak boleh berlaku aniaya.” (HR. Abu Dawud)

Peringatan Rasulullah ﷺ tersebut sudah sangat jelas. Tinggal pada diri kita, butuh kerelaan untuk melakukan muhasabah dan mengevaluasi cara kita bergaul dengan orang lain selama ini.

Tanah Adalah Jalan Terdekat Menuju Langit

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah berfirman, ‘siapa yang bersikap tawadhu kepadaKU seperti ini (Rasulullah menunjuk tanah dengan bagian dalam telapak tangannya dan menjatuhkannya ke tanah) maka Aku akan meninggikannya seperti ini (beliau membalikkan telapak tangannya tinggi-tinggi menuju langit)” (HR. Ahmad).

Ketika kita kian bersikap tawadhu kepada Allah ﷻ  dalam hidup bermasyarakat, pada saat itulah kita semakin dimuliakan Allah ﷻ. Perhatikan sekali lagi dua perumpamaan di atas. Makin diri ini menempel ke tanah kerendahan, makin naiklah kita ke langit kemuliaan.

Bukan sebuah kebetulan juga, bila Rasulullah ﷺ dalam sabdanya yang lain mengatakan, jarak terdekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah saat bersujud. Posisi sujud adalah posisi merendahkan diri. Kepala yang menjadi tempat berfikir dan sumber kecerdasan, direndahkan serendah-rendahnya menjadi sejajar dengan telapak kaki. Namun, disaat seperti inilah Allah ta’ala mendekat dengan sangat dekat kepada hambaNya.

Tidak Masuk Surga yang Hatinya ada Sombong

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak masuk Surga orang yang hatinya memendam kesombongan walau seberat atom” (HR, Muslim). Dalam riwayat lainnya, “Tidak masuk Surga orang yang dalam hatinya terbetik kesombongan meski seberat biji sawi.”

Maka tak perlu menjadi sombong seperti Namrudz, yang mengejek Ibrahim dengan berkata, “Aku juga bisa menghidupkan dan mematikan manusia,” lalu dia memanggil dua orang, yang satu ia bunuh, satu lagi ia biarkan hidup. Tak perlu juga menjadi Firaun, yang mengaku sebagai Tuhan. Untuk diharamkan dari Surga, tak perlu menjadi seperti keduanya. Karena Rasulullah hanya mensyaratkan sebiji sawi kesombongan, sudah menghalangi seseorang dari Surga.

Adakah kita mendustakan kebenaran? Adakah kita merendahkan orang lain?

Apakah Engkau Hendak Menyaingi Allah?

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah ﷻ berfirman, “Kesombongan adalah pakaianKu dan kemuliaan adalah jubahKu. Siapa yang mau menyaingiKu dalam keduanya, pasti Aku siksa.” (HR.Ahmad)

Bertawaduklah kepada Allah. Jangan menyaingi kebesaranNya. Tidakkah kita menginginkan Allah ﷻ memberikan karunia Surga?

Perhatikan Wasiat Luqman

Allah ﷻ berfirman dalam wasiat Luqman kepada anaknya, “Jangan engkau memalingkan muka (tushair) dari manusia dan jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh” (QS. Luqman : 18).

Apa makna Tusha’ir? Ia berasal dari kata shi’ir. Yaitu sejenis penyakit yang menimpa leher unta sehingga ia tidak bisa menggerakkan lehernya. Ia pun berjalan dengan leher mendongak ke atas.

Perhatikan perumpaan dari Al-Quran yang sangat menarik tersebut. Al-Quran menyamakan orang-orang yang sombong, dengan ciri gestur tubuhnya yang khas, dengan unta yang berpenyakit shi’ir. Mendangak kepala ke atas, sulit menunduk. Kalau unta, karena lehernya yang sakit, kalau manusia karena hatinya yang berpenyakit.

 

#LaznasNurulHayat  #Zakatkita

NH Gresik Bantu Biaya Pengobatan Pak Sholihin

NH Gresik Bantu Biaya Pengobatan Pak Sholihin

Bantu biaya pengobatan Pak Sholihin – Hampir sepuluh tahun Pak Sholihin mengalami sakit gagal ginjal. Hampir sepuluh tahun pula beliau rutin menjalani cuci darah karena sakit yang dideritanya tersebut. Dan sejak beliau sakit, beliau tidak mampu lagi untuk bekerja. Istrinya-lah yang kini jadi tulang punggung keluarga. Jatuh bangun dengan usaha kateringnya. Demi bisa memenuhi keberlangsungan hajat hidup sehari-hari keluarga tercinta.

Keluarga Pak Sholihin bahkan sempat terjerat pinjaman online. Tidak ada pilihan lain.  Saat Pak Sholihin harus menjalani rawat inap dan membutuhkan beberapa kantong  darah untuk transfusi, namun kebutuhan darah untuk transfursi tersebut di luar kebutuhan yang di-cover oleh asuransi kesehatan.

Alhamdulillah, persoalan tersebut kini sudah selesai. Alhamdulillah juga Laznas Nurul Hayat Gresik bisa hadir memberi bantuan biaya pengobatan untuk Pak Sholihin. Kini, secara perlahan, Pak Sholihin sekeluarga berusaha bangkit memperbaiki ekonomi keluarga mereka. Ketika Laznas Nurul Hayat Gresik berkunjung ke kediaman beliau, istri Pak Sholihin bercerita, bahwa dirinya dipromosikan untuk menjadi penyedia makan karyawan di salah satu perusahaan milik sahabatnya. Saat ini, istri Pak Sholihin sedang berusaha mengumpulkan modal dan terus berusaha memberikan masakan dengan citarasa yang terbaik, agar promosinya mendapatkan hasil yang maksimal. Sahabat sejuk, mari kita doakan, agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala  meridhoi dan memudahkan ikhtiarnya. Aamiin ya Rabbal Alaminn..

Tak lupa kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program bantuan biaya pengobatan untuk Pak Sholihin ini. Semoga apa yang telah sahabat sejuk berikan, mendapat balasan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin

Tim SIGAB Nurul Hayat Respon Erupsi Gunung Semeru

Tim SIGAB Nurul Hayat Respon Erupsi Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru – Sabtu, 4 Desember 2021, sekira pukul 15.00 WIB, gunung Semeru mengalami erupsi. Update hingga hari Minggu 5 Desember 2021 pukul 22.00 WIB, sebanyak 3 kecamatan terdampak, 14 korban jiwa meninggal, dan 57 korban mengalami luka bakar. Tak hanya itu, sejumlah perkampungan juga mengalami kerusakan berat akibat erupsi ini. Salah satunya adalah Dusun  Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dikabarkan, setidaknya 48 rumah hancur karena tertimbun pasir panas. Bahkan akibat erupsi ini, jembatan Gladak Perak Pronojiwo yang menjadi jalur penghubung Malang-Lumajang juga terputus sehingga akses dari Malang ke Lumajang dan sebaliknya, diarahkan melalui jalur lain.

Tim SIGAB Nurul Hayat Respon Erupsi Gunung Semeru

 

Merespon peristiwa ini, Tim SIGAB Nurul Hayat, bergegas menuju lokasi terdampak untuk memberikan kemanfaatan kepada para penyintas. Tiga tim yaitu tim assesment, tim rescue, dan tim ambulans dengan dua armada diterjunkan dalam giat kali ini. Tim pertama berangkat dari Malang pada hari Sabtu (4/12). Setibanya di Kecamatan Pronojiwo, tim pertama ini langsung berkoordinasi dengan perangkat Desa Oro-Oro Ombo dan menyalurkan bantuan untuk para penyintas berupa masker, air mineral, oxycan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Tak hanya itu tim SIGAB Nurul Hayat juga mendirikan posko kemanusiaan di Desa Oro-Oro Ombo. Dari pengamatan tim SIGAB, warga terdampak erupsi yang mengungsi,  tersebar di empat titik lokasi pengungsian yaitu SDN 04 Supiturang, Masjid Nurul Jadid Supiturang, Kantor Desa Oro-Oro Ombo, dan sebagian di rumah-rumah warga.

Tim SIGAB Nurul Hayat Respon Erupsi Gunung Semeru

Keesokan paginya (5/12), tim kedua relawan SIGAB Nurul Hayat meluncur ke Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dengan membawa bantuan logistik dari Surabaya. “Pagi ini, kami tim SIGAB Nurul Hayat meluncur ke Kabupaten Lumajang untuk merespon erupsi gunung Semeru. InsyaAllah kami akan menuju kecamatan Pronojiwo karena di sana adalah lokasi terparah yang terdampak abu vulkanik. Hampir seluruh rumah warga di sana sudah tertimbun pasir, sehingga tidak bisa ditempati. Sejak tadi malam warga terdampak sudah mengungsi di beberapa titik pengungsian. InsyaAllah akan kami singgahi dan kita cari di pengungsian-pengungsian di sana. Mohon doanya mudah-mudahan perjalanan kami diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga bisa memberi kemanfaatan kepada warga terdampak,” tutur Sholihul Amin, salah satu relawan SIGAB Nurul Hayat, dalam perjalanan menuju lokasi terdampak.

Saat ini, warga terdampak sangat membutuhkan uluran tangan kita. Beberapa kebutuhun mendesak yang sangat diperlukan adalah kasur, hygiene kit, baby kit, selimut, dan air bersih. Laznas Nurul Hayat membuka pintu bagi sahabat sejuk yang ingin meringankan beban warga di sana melalui http://zakatkita.org/erupsisemeru. Mari bahu membahu meringakan beban saudara kita yang terdampak erupsi gunung Semeru. Dan mari kita doakan semoga keadaan di sana bisa segera pulih dan warga yang terdampak bisa segera bangkit seperti sedia kala. Aamiin ya rabbal alamiin..

NH Madiun Berikan Modal untuk Koperasi Berani Jujur

NH Madiun Berikan Modal untuk Koperasi Berani Jujur

Koperasi Berani Jujur – Alhamdulillah, Nurul Hayat Madiun terus menebar kemanfaatan. Kali ini, Nurul Hayat (NH) Madiun memberikan suntikan modal untuk kelompok Koperasi Berani Jujur (KBJ) Balerejo, sebesar sepuluh juta rupiah.

Dana hibah sebesar sepuluh juta rupiah yang telah dikucurkan empat tahun yang lalu, dengan konsep syariah (pinjam tanpa bunga, permodalan bagi hasil, jual beli, tabungan dan infak ), kini telah berkembang menjadi aset Koperasi Berani Jujur sebesar dua puluh juta rupiah.

Alhamdulillah, adanya Koperasi Berani Jujur Nurul Hayat di Balerejo ini betul-betul sangat membantu para anggotanya yang mayoritas petani. Para anggota yang memiliki kebutuhan  mendesak, seperti ketika harus membayar iuran sekolah anaknya tapi mereka belum panen, mereka bisa mendapatkan pinjaman tanpa bunga untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.  Tidak hanya itu saja, adanya Koperasi Berani Jujur ini juga sangat membantu pada saat anggota membutuhkan pupuk untuk sawahnya namun belum memiliki dana.

Karena perkembangan KBJ Balerejo ini sangat bagus, antusias, dan semangat juga luar biasa, KBJ Balerejo mendapat suntikan modal sebesar sepuluh juta rupiah. Dari suntikan modal tersebut, akhir tahun 2021, dengan memaksimalkan program menabung, target omset KBJ mencapai empat puluh juta rupiah.

Serah terima bantuan ini, langsung diberikan oleh BM Nurul Hayat Madiun, Khoirur Rohman, pada Rabu, 24 November 2021. “Kita harapkan KBJ ini menjadi KBJ percontohan sehingga bisa bermunculan KBJ-KBJ lain. Yaitu KBJ yang mandiri, artinya permodalan  bisa dari tabungan atau dari urunan anggota,” tutur Khoirul dalam sambutannya.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah mendukung program-program kemanfaatan Laznas Nurul Hayat. Termasuk salah satunya adalah program Koperasi Berani Jujur ini. Semoga apa yang telah sahabat sejuk berikan, mendapat balasan terbaik dari Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

#KBJ #KoperasiBeraniJujur #Laznas #LaznasNH #NurulHayat #NHZakatKita #Madiun #Sosial #SosialKemanusiaan #DanaSosial #ZakatKita

.

www.zakatkita.org I #TempatBerinfak

Nurul Hayat  Gresik Dukung Syiar Musholla As Syakur

Nurul Hayat Gresik Dukung Syiar Musholla As Syakur

Musholla As Syakur. Berukuran 4×13 meter. Beralamatkan  di Jl. Sidomulyo, Dusun Balan, Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur.

Menilik dari material bangunan. Usia tempat beribadah ini diperkirakan sudah puluhan tahun. Hal ini dibenarkan oleh keluarga pendiri. Bahwa beliau adalah generasi kedua pendiri musholla ini; Alm. Bpk Syakur. Yang dinisbatkan namanya menjadi mushola As Syakur.

Awal mulanya, musholla ini merupakan titik utama sektor keagamaan di Dusun Balan. Kemudian seiring berjalannya waktu, masyarakat desa bermaksud mendirikan Masjid Jami’ Desa Kebalandono. Untuk memakmurkan masjid, Alm. Bpk Syakur, sebagai sesepuh yang memiliki andil atas perkembangan keagamaan, diminta untuk mengalihkan semua kegiatan keagamaan ke masjid. Kini masjid sudah ramai. Oleh jamaah sekitar masjid, yang kian bertambah. Ditambah oleh orang-orang yang melaksanakan sholat di masjid dekat jalan raya Babat itu.  Namun jamaah yang sudah sepuh, memiliki keterbatasan untuk menjangkau masjid yang letaknya cukup jauh dari pemukiman. Kurang lebih 1 Km. Kemudian, masyarakat berinisiatif untuk menghidupkan kembali syiar mushola. Sehingga dirasa perlu untuk mengaktifkan kembali jamaah sholat lima waktu di mushola ini.

Musyawarah pun dilakukan. Berkomitmen bersama. Memulai dari awal untuk keberlangsungan jamaah sholat. Jadwal adzan dan imam harus disusun ulang. Di samping itu, beberapa fasilitas pun butuh untuk diperbaiki. Salah satunya yang menjadi kebutuhan utama, adalah pengeras suara. Sebagai penyeru. Bahwa Musholla As Syakur sudah digunakan untuk sholat lima waktu kembali.

Alhamdulillah, kita berkesempatan untuk memberikan bantuan pengeras suara yang dibutuhkan. Semoga donasi yang sahabat sejuk berikan, bisa menjadi pahala jariyah. Untuk selanjutnya,  Laznas Nurul Hayat Gresik-Lamongan bermaksud membangun tempat wudhu dan kamar mandi untuk jamaah mushola As Syakur. Yang dari awal berdiri. Belum tersentuh pemugaran sama sekali. Dindingnya pun masih berbilik anyaman bambu. Oleh karena itu, kami masih membuka kesempatan bagi seluruh sahabat sejuk yang ingin ikut bahu membahu agar mushola As Syakur lebih nyaman digunakan untuk beribadah.

Dukung Dylan, Berjuang untuk Kesembuhan

Dukung Dylan, Berjuang untuk Kesembuhan

Namaku Dylan Maheer As Shofi. Aku biasa dipanggil Dylan. Aku adalah anak kedua dari pasangan Bpk M. Kojim (alm.) dan Ibu Maimunah. Aku tinggal di rumah nenekku. Di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Usiaku saat ini 17 bulan.

Jika dilihat dari luar, aku seperti anak sehat pada umumnya. Padahal kenyataannya, aku membutuhkan perawatan yang intens. Lima bulan lalu aku semakin sulit untuk buang air besar. Harus sekuat tenaga. Itupun hanya bisa keluar sebiji jagung. Terkadang, sakitnya terasa sepanjang hari. Akhirnya orangtuaku mengantarkanku ke dokter anak. Memang betul, ada yang kurang sempurna dengan letak lubang anusku. Semakin bertambah usiaku, akan semakin sakit. Karena tekstur fases yang semakin padat. Hingga akhirnya dokter harus segera mengambil tindakan serius.

Saat ini aku sedang menjalani proses berobat. Pasca operasi pertamaku. Pembuatan lubang untuk pemasangan kantong stoma. Sebagai alternatif sebelum tindakan operasi kedua. Yaitu pembuatan lubang anus yang baru. Kemudian operasi terakhir, penutupan lubang kantong stoma. Proses-proses itu sebagai ikhtiar untuk kesembuhanku. Agar aku bisa buang air besar secara sempurna. Tanpa sembelit dan sakit. Untuk mengurangi biaya perawatanku, ibuku memberiku plastik klip sebagai ganti kantong stoma yang harganya mahal dan tak mampu terbeli.

Ayahku, meninggal tiga bulan lalu. Hanya selang beberapa hari pasca aku operasi pertama. Ayah meninggal karena sakit lambung akut yang dideritanya. Ibuku, kini berjuang seorang diri. Mendampingi proses pengobatanku yang lebih intens. Yang mengharuskan beliau lebih sering mengantarku kontrol ke RSUD Dr. Sutomo, Surabaya. Seminggu sampai dua kali.

Doakan aku ya teman-teman. Semoga Allah ta’ala memberikan kelancaran dan kesembuhan. Agar aku bisa bermain bersama kalian. Doakan pula untuk ibundaku.  Agar beliau selalu diberi kekuatan dan kesabaran. Serta semoga semuanya dilancarkan oleh Allah ta’ala. Aaaamiiin ya Rabbal Alamiin.

Begitu pula doaku untuk Sahabat Sejuk Nurul Hayat, semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah ta’ala. Dylan ucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan untuk kesembuhan Dylan.

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya