Sedekah Melipatgandakan Rejeki

Sedekah Melipatgandakan Rejeki

Oleh : Jr. Maimunnudin

Sedekah Melipatgandakan Rejeki. Janji Allah itu pasti. Setiap Allah menjanjikan sesuatu kepada hambanya, selalu ditepati. Allah janji jika kita melakukan perbuatan A, maka akan diberi B. Jika melakukan B akan diberi C, dan seterusnya. Begitu pula ketika Allah menyatakan bahwa jika kita bersedekah akan dilipatgandakan menjadi  tujuh atau bahkan lebih seperti yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”  (Qs. Al-Baqarah: 261)

Yang perlu kita lakukan cuma satu, yakni mengimani Allah. Bukan tugas kita untuk memikirkan bagaimana cara Allah memberi kita tujuh kali lipat atau bahkan yang lebih dari itu. Tugas kita ketika mendengar perintah-Nya adalah mengeksekusi perintah tersebut. Tentang bagaimana Allah memenuhi janji-Nya, itu mutlak hak Allah. Cukuplah kita yakin dan mengesekusinya.

Suatu ketika, ada seorang hamba Allah yang dalam situasi pandemi ini mendapatkan banyak cerita pengalaman hidup dari tetangga, saudara, dan rekan kerjanya. Cerita-cerita itu kebanyakan soal dampak pandemi yang mereka rasakan. Ada yang bercerita tentang gaji yang diterima tiap bulan turun drastis, ada yang mendapatkan PHK dari perusahaannya sedang di sisi lain ia harus tetap menjaga aliran uang masuk untuk menafkahi anggota keluarganya yang jumlahnya tidak sedikit.

Cerita-cerita yang didapat oleh hamba Allah ini memang sedang marak terjadi akhir-akhir ini. Menurut proyeksi Sri Mulyani, lonjakan pengangguran akibat pandemi jika tidak segera teratasi akan mencapai 2,8 juta orang: Pekerja formal dirumahkan, pelaku formal di-PHK, pelaku usaha terganggu karena terus melakukan produksi namun minim transaksi akibat perubahan perilaku konsumsi.

Berangkat dari situasi tersebut, hamba Allah sebut saja fulan, membaca peluang bahwa Ramadhan biasanya identik dengan kurma. Maka dia pun berjualan kurma. Si fulan, mencari suplier  yang dapat memberikan harga yang sangat murah. Semangatnya, untung tipis tidak masalah yang penting aliran cashflow untuk keluarga berjalan lancar dan berkah seperti nasihat yang pernah dia dengar.

Saudara, tetangga, dan rekan kerja ia hubungi untuk turut bergabung, sebagai salah satu bentuk ikhtiar memberi nafkah keluarga masing-masing. Keputusannya waktu itu adalah lebih baik memberi kailnya dari pada memberi ikannya. Dan tentu saja ia memberikan skema yang sangat mudah dan berasaskan saling percaya.

Ketika Ramadhan hari ke-2, si fulan mengalami dead stock. Dead stock adalah kondisi dimana produk berada di gudang dan tidak bergerak dalam kurun waktu tertentu. Sehingga menggangu alur keluar masuknya barang karena minimnya transaksi. Berhari-hari si fulan mencoba dengan segala cara untuk mengatasi kondisi tersebut.

Pada saat bersamaan, ada salah satu rekannya menawarkan jeruk nipis. Si fulan sedikit terkejut karena dalam kesehariannya, kawannya ini berkutat pada sektor industri cetak. Namun pada saat itu dia menawarkan barang yang mudah ditemukan di pasar tradisonal.

Harga jeruk nipis yang ditawarkan terhitung masih logis. Hanya tujuh ribu rupiah per kilonya. Pada saat itu, di diri si fulan belum terpikir Al-Baqarah ayat 261 tentang ganjaran bersedekah. Namun ia memutuskan untuk membeli 10 kg jeruk nipis rekannya itu dan mengamanahkan kepada istrinya agar jeruk nipis itu dibagi kepada saudara dan tetangganya.

Yakin. Tak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Ternyata kemampuan kita terbatas dan ada batasnya. Yang diperlukan hanya yakin dan percaya ke Allah. Biarlah Allah yang mengeksekusi.

Dalam hitungan jam setelah jeruk nipis dibagikan, tak disangka-sangka rekan kerja si fulan menghubungi dirinya untuk  order kurma, yang jika ditotal, keuntungannya adalah sepuluh kali dari nilai yang ia belanjakan jeruk nipis. Allahu akbar. Kalau dikaitkan dengan keuntungan memang sedikit apalagi ada pembandingnya. Namun yang terpenting, masalah dead stock terselesaikan dengan mudah karena bersedekah jeruk nipis.

Mudah-mudahan keyakinan kita adalah keyakinan yang benar. Keyakinan yang tidak disandarkan kepada kekuatan diri semata. Keyakinan yang tidak diandalkan pada harapan kepada selain Allah. Dan selalu hanya mengharap ridho-Nya.

Apalagi pada bulan Ramadhan, bulan yang mempunyai keistimewaan untuk bersedekah sebagaimana sabda Rasullullah ﷺ, “Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan’.”  (HR.  At-Tirmidzi).

Dengan keistimewaan bulan Ramadhan, apakah kita yakin, akan melewatkan Ramadhan begitu saja tanpa bersedekah yang terbaik dan maksimal? 

Artikel Terkait :

1. Berlomba Kebaikan Pada Bulan Ramadhan

2. Cara Hitung Zakat Maal

3. Zakat Solusi Kesenjangan Ekonomi

Meraih Berkah Dari Rumah

Meraih Berkah Dari Rumah

Oleh : Putri

Sudah hampir tiga bulan sejak kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia. Sudah hampir 3 bulan pula, pemerintah menganjurkan untuk melaksanakan kegiatan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Pemerintah juga melarang masyarakat berkumpul atau melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan virus Corona.

Ramadhan tahun 2020 akan menjadi Ramadhan yang sangat berbeda bagi kita semua. Bagaimana tidak? Biasanya kita lebih banyak melakukan kegiatan ibadah di masjid seperti shalat fardhu berjamaah, buka bersama, shalat Jumat, shalat tarawih hingga itikaf. Namun, saat ini kegiatan tersebut justru malah menjadi larangan. Banyak masjid yang tidak menyelenggarakan kegiatan ibadah.

Saat inilah waktunya untuk menghidupkan rumah. Mirip-mirip slogan produk perabotan rumah ya? Tapi memang betul. Adalah anjuran Nabi untuk menghidupkan rumah. Menjadikan rumah sebagai surga dengan melaksanakan shalat sunnah di rumah dan banyak membaca Alquran serta dzikir di dalam rumah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh  Ibnu Umar radhiyallahu ’anhuma, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا

“Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan.” (HR. Al Bukhari no. 432, 1187, Muslim no. 777).

Tetap tinggal di rumah selama masa pandemi juga menjadi keutamaan karena ada pahala besar di dalamnya, yaitu setara dengan pahala syahid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ath-tha’un (wabah), kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan,

أَنَّهُ كَانَ عَذَاباً يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِى بَيْتِهِ صَابِراً مُحْتَسِباً يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

“Wabah adalah azab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun, wabah itu dijadikan oleh Allah sebagai rahmat untuk orang beriman. Ketika terjadi wabah, siapa pun yang tinggal di dalam rumahnya dalam keadaan sabar, mengharap pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.”

Demikianlah keutamaan untuk menghidupkan sunnah dari dalam rumah dan pahala syahid meski hanya diam di rumah disaat wabah. Dengan memperbanyak ibadah bersama keluarga di rumah, insyaAllah akan mendatangkan keberkahan di dalam keluarga. Selain itu bisa menebus waktu bersama keluarga yang banyak berkurang karena aktivitas di luar rumah.

Lantas, bagaimana jika kita ingin membantu saudara-saudara kita yang penghasilannya berkurang atau bahkan hilang terkena dampak wabah Corona? Sedangkan kita dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah. Ingin membagikan sembako atau sedekah dari rumah, khawatir akan menimbulkan kerumunan. Meskipun tidak sampai berkerumun, interaksi dengan orang lain dengan intensitas tinggi juga meningkatkan risiko penularan virus Corona.

Alhamdulillah, Nurul Hayat Zakat Kita menawarkan solusi terbaik untuk Anda yang ingin berbagi tapi juga ingin tetap tinggal di rumah. Anda bisa bersedekah melalui aplikasi zakat kita yang bisa diunduh di layanan penyedia aplikasi atau klik zakatkita.org.

Tinggal klik saja melalui gawai yang Anda miliki, pilih jenis sedekahnya, infaq, sedekah jariyah atau sedekah buka puasa atau pilihan yang tersedia di layanan zakatkita.org, lalu transfer. Otomatis pahala sedekah akan mengalir kepada Anda, meski Anda tidak mendatangi mustahik langsung atau datang ke lembaga zakat. Dan yang terpenting, sedekah Anda insyaAllah sampai kepada mereka yang membutuhkan dan tepat sasaran.

Kalian di rumah saja, biar kami yang menyalurkan sedekahnya.

Artikel Terkait :
Menutup Pintu Keburukan dengan Bersedekah

Menutup Pintu Keburukan dengan Bersedekah

Oleh : Yeyen

Pada saat pandemi seperti ini, banyak orang merasakan kesulitan. Terutama karyawan yang terkena imbas PHK dan pedagang yang mengalami penurunan penjualan. Namun, semoga saat sulit ini tidak menjadi alasan bagi kita semua, untuk melupakan sedekah. Sebab, tidak peduli jumlah atau bentuk sedekah, Allah ﷻ pasti akan melihat sedekah yang kita lakukan.

Mari, jadikan sedekah sebagai bagian dari hidup di dunia untuk bekal di akhirat nanti. Mengingat bahwa pahala sedekah sangatlah banyak. Bahkan, dalam kondisi seperti ini pun sedekah dapat menutup pintu keburukan bagi yang melakukan.

Salah satu manfaat sedekah yang diamini oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah terlindungi dari bala, musibah, atau bencana. Sedekah bisa membantu menutup datangnya keburukan, menolak bala atau malapetaka, menghapus dosa hingga mendatangkan rezeki yang berlipat ganda bagi yang melakukan. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Sedekah menutup tujuh puluh pintu keburukan.” (HR. Thabrani).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa manfaat sedekah begitu banyak, hanya Allah yang bisa menghitungnya. Di antara manfaat sedekah adalah:

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah malapetaka (bala), sampai sedekah itu melindungi dari orang yang zalim.” 

Ibrahim An-Nakha’i mengatakan, “Orang-orang dahulu memandang bahwa sedekah akan melindungi dari orang yang suka berbuat zalim.” “Sedekah juga akan menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati, serta menyebabkan hati yakin dan berbaik sangka kepada Allah.” (‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 313).

Bersedekah juga dapat mengobati suatu penyakit. Tentunya dengan tidak melupakan perilaku hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan. Nabi Muhamaad pernah beberapa kali mengeluarkan sabda tentang manfaat sedekah satu ini: “Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR Al-Dailami)

“Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah, dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (Riwayat Imam At-Thabrani)

“Sedekah dapat menolak tujuh puluh macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (Riwayat Imam At-Thabrani)

Selagi masih diberikan kesempatan untuk bersedekah, tidak ada ruginya jika segera melakukan. Apalagi mengingat bahwa pahala bersedekah sangatlah banyak. Bahkan tidak bergantung pada bentuk dan jumlah sedekah yang dilakukan. Bersedekah bukan hanya dilakukan pada saat memiliki uang dan harta yang banyak. Karena bersedekah dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja asal dilakukan dengan niat yang ikhlas dan tulus.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi ﷺ lalu ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

“Wahai Rasulullah, sedekah mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat engkau masih sehat, saat engkau takut menjadi fakir, dan saat engkau berangan-angan menjadi kaya. Janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, barulah engkau berkata, ‘Untuk si fulan sekian dan untuk si fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan’.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Mari bersedekah di NH Zakat Kita

Memetik Hikmah Dalam Ujian

Memetik Hikmah Dalam Ujian

Oleh : Yeyen Memetik Hikmah Dalam Ujian.

Belakangan ini, pandemi Corona menjadi pembicaraan hangat di seluruh penjuru dunia. Apa sebenarnya Corona itu? Menurut Kemenkes RI virus Corona atau  severe acute respiratory syndrome corona virus 2  (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus Corona menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat, hingga kematian.

Virus ini bisa menyerang segala usia. Mulai dari bayi, balita, remaja, hingga lansia. Hingga 19 April 2020, total jumlah kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 6575 kasus. Untuk mencegah terus bertambahnya jumlah kasus ini, tim medis telah melakukan upaya edukasi kepada masyarakat. Dengan upaya ini, diharapkan angka penderita atau bahkan kematian akibat virus ini dapat diminimalisir.

Hadirnya pandemi Corona, memang menjadi sebuah musibah bagi kita semua. Oleh karena itu, tak heran jika sebagian orang menganggap ujian ini hanya akan mendatangkan kesulitan semata. Padahal, telah dijelaskan di dalam Alquran bahwa setiap ujian dari Allah ﷻ pasti diiringi dengan kebahagiaan dan pahala yang banyak. Seperti dalam firman-Nya:  “Sesungguhnya bersama kesusahan itu ada kemudahan.” (QS: Al Insyirah [94]: 4)

Ayat di atas menjelaskan bahwa tidak ada masalah yang tidak diiringi dengan jalan keluar, tidak ada kesempitan yang tidak diiringi kelapangan. Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi pandemi ini? Jawabnya adalah berpikir positif. Ya, terkadang kita terlalu fokus pada sisi negatif yang ditimbulkan oleh pandemi ini, hingga lupa dengan dampak positifnya.

Menurut Dr. Handrawan Nadesul,  beberapa dampak positif adanya Corona antara lain: Masyarakat lebih sering cuci tangan, lebih sadar pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), lebih sadar pentingnya menjaga sistem imun atau kekebalan tubuh, lebih menerapkan etika ketika sakit terutama batuk dan etika meludah yang sering terlupakan. Hal lain yang menjadi sangat berbeda ketika wabah ini melanda adalah meningkatkan iman seseorang kepada Allah ﷻ. Lebih banyak berdoa dan bersyukur karena telah diberikan kesehatan dan kesempatan berkumpul bersama orang yang dicintai.

Menurut Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatra Barat, setiap hari tubuh manusia menghirup mikroba, namun tidak langsung sakit. Karena dalam tubuh manusia terdapat  Neutrophil yang bertugas melawan bakteri, juga terdapat Limfosit yang bertugas melawan virus. Keduanya bekerja sama melawan musuh yang masuk dalam tubuh berupa bakteri dan virus.

Beliau juga menuturkan, iman dan takwa dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh sehingga tubuh dapat melawan bakteri dan virus. Alasannya, ketika keyakinan pada takdir Allah ﷻ sangat kuat, maka lidahnya basah dengan dzikrullah, dan pikirannya fokus pada realitas hidup yang tidak sepenuhnya dapat dirancang. Sehingga manusia hidup dipenuhi optimisme.

Kelurusan pola pikir banyak dibentuk oleh jiwa optimis (al raja’), sabar, syukur, tawakal dan ridha pada kehendak Allah ﷻ. Berikut cara yang dapat diterapkan untuk menguatkan iman dan takwa selama wabah Corona:

  1. Sholat on time, sebelum adzan sudah bersiap diri untuk mengerjakan sholat.

  2. Tadabbur Alquran, membaca dan memahami arti dari ayat-ayat suci Alquran.

  3. Dzikrullah, berdzikir kepada Allah ﷻ setiap saat.

  4. Berdoa, meminta selalu dijaga iman dan imunnya.

  5. Memperbanyak sedekah, mencintai fakir miskin dan anak yatim.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, tarawih, tadarus Alquran, buka bersama, pengajian Ramadhan, dan sholat Idul Fitri tidak mungkin dilakukan secara terbuka di masjid seperti biasanya. Namun meski demikian, usaha untuk meraih takwa dan keberkahan bulan suci Ramadhan tetap dapat kita lakukan di rumah masing-masing. Manusia tidak boleh pasrah dengan keadaan yang ada. Yang perlu kita lakukan adalah, mematuhi anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran Corona dan terus beroda agar wabah ini segera berakhir.

NH Zakat Kita

Tips Atur Keuangan

Tips Atur Keuangan

Oleh : Yola

Tips atur keuangan. Harta atau kekayaan akan selalu menjadi bagian dari ujian hidup tiap manusia beriman. Baik itu yang diberi kelebihan maupun kekurangan. Kelak di Yaumul Hisab, bagaimana harta tersebut kita dapatkan dan gunakan akan dimintai pertangungjawabannya.

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda,

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Ashahihah no. 946)

Dalam lima perkara yang disebutkan oleh Rasulullah, harta menjadi bagian yang paling banyak pertanggungjawabannya yaitu dimulai dari darimana didapatkannya dan digunakan untuk apa saja. Menjadi bijaksana dalam mendapatkan dan menggunakannya adalah hal mutlak yang harus dilakukan setiap Muslim.

Bicara harta berarti bicara uang. Karena hampir segala kebutuhan didapatkan dengan uang. Rumah, kendaraan, pendidikan, pakaian, makanan, minuman hampir semua dibeli dengan uang. Setuju? Sehingga pengaturan keuangan yang baik wajib diketahui oleh kita, tiap Muslim, agar kelak ketika di hisab harta kita menjadi penyelamat menuju surga bukan sebaliknya malah mendorong kita ke neraka. Naudzubillah.

Baiklah, mari kita ulas tips-tips mengatur keuangan yang baik berdasarkan tuntunan Islam.

Formula 1-1-1

Eits, bukan balapan Formula 1 lho, ya. Formula 1-1-1 ini meneladani  prinsip dagang Sahabat Ustman Bin Affan ra.  Formula ini maksudnya pembagian uang yang kita belanjakan. Jadi, dari uang yang kita dapatkan entah itu hasil bisnis atau gaji bulanan, kita bagi jadi tiga bagian.

Pertama untuk kebutuhan pribadi. Kedua, investasi. Investasi di sini bisa untuk modal bisnis dan untuk pengembangan diri. Misal untuk pengembangan diri yaitu mengikuti kursus, beli buku dan lain sebagainya. Ketiga, untuk sedekah.

Sedekah dari rumah saja klik zakatkita.org

Sederhana kan, tapi memang butuh pengorbanan dan kedisiplinan untuk menerapkannya.

Tidak Boros

“Dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. A-Isra: 27)

Tidakkah kita kurang memahami bahwa boros adalah perilaku yang sangat dilarang oleh Allah. Sesuatu yang dilarang oleh Allah, sudah tentu adalah sesuatu yang dapat merugikan manusia. Boros akan membuat manusia menghambur-hamburkan uangnya dengan sia-sia.

Pernahkah kamu mengalami, kok tiba-tiba gaji yang baru diterima sudah habis padahal masih awal bulan? Atau keuntungan bisnis rasanya banyak tapi kok tinggal sedikit?

Hati-hati, bisa jadi itu salah satu indikasi kalau kamu boros.

Lagi pula, tidak akan pernah ada dalam pepatah perilaku boros akan menjadikan kaya ya ☺.

Bebaskan Diri Dari Hutang

Rasulullah setelah sholat sering kali berdoa agar terbebas dari hutang, “Allahumma inni a’uudzu bika min al-ma’tsami wa al-maghram (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan lilitan hutang).”

Karena seringnya mendengar doa tersebut dari Rasul, lantas seorang sahabat menanyakan hal tersebut, “Mengapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang ya Rasul?” 

Rasulullah kemudian menjawab, “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berhutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering mengingkarinya.” (HR Bukhori).

Hutang lebih banyak menimbulkan mudharat dari pada manfaat. Terlebih hutang muncul diakibatkan perilaku boros. Ditambah hutang itu mengandung riba tentu akan menjadi tekanan tersendiri bagi siapapun yang mengalaminya.

Sebagai Muslim, hendaklah kita membelanjakan uang secara berimbang sesuai kebutuhan. Usahakan untuk tidak membuka lubang hutang kecuali memang darurat dan perlu. Hindari hutang untuk keperluan konsumtif, misal untuk gaya hidup beli smartphone terbaru, motor baru, baju, tas dan sebagainya.

Apabila sudah terlanjur terlibat hutang, terlebih hutang riba, segera bertaubat kepada Allah dan berusahalah untuk bisa segera menutupnya. Dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya kembali.

Semoga Allah senantiasa jauhkan dan jaga kita dari hutang dan dosa riba

NH Zakat Kita

Tetap Optimal Ditengah Pandemi

Tetap Optimal Ditengah Pandemi

Oleh : Yola, Tetap Optimal Ditengah Pandemi

Bulan Ramadhan yang ditunggu-tunggu umat Islam seluruh dunia sudah datang. Tetapi, Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ramadhan tahun 2020 ini bersamaan dengan adanya virus Corona yang melanda dunia. Sudah 2,8 juta orang terjangkit dengan lebih dari 200 ribu kasus kematian dan masih berpotensi untuk bertambah.

Virus Corona menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin, atau melalui kontak dengan tetesan air liur, atau cairan/ lendir hidung orang yang terinfeksi.

Sebagai ikhtiar untuk memutus penyebaran virus Corona, pemerintah Indonesia membuat kebijakan untuk menerapkan social distancing. Kebijakan tersebut mengharuskan masyarakat untuk tetap di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Saat Ramadhan biasanya banyak sekali aktivitas yang dilakukan di luar rumah. Misal, hadir kajian, sholat tarawih di masjid,  buka bersama, bagi-bagi takjil/sedekah, sahur on the road dan masih banyak lagi.

Kehilangan euforia memang, tapi mari tidak gundah dulu.  Bulan Ramadhan dalam situasi pelik seperti ini, tetaplah Ramadhan  yang membawa limpahan kemuliaan. Ia tetaplah bulan yang membelenggu setan selama 30 hari, waktunya semua pintu surga terbuka dan pintu neraka ditutup, dan yang masih sama istimewanya adalah peluang mendapat pahala yang besar dan mendapat ampunan Allah ﷻ masih sama besarnya.

Jadi, mari kita tetap bergembira menyambut bulan penuh berkah tahun ini dan hidupkan perjalanan selama 30 hari kedepan dengan menanam kebaikan, memanen pahala, hingga meraih kemenangan.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk menghidupkan Ramadhan secara optimal saat di rumah saja?

  1. Perbanyak Sholat

Sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat kelak. Apabila seorang muslim baik sholatnya maka baiklah semua amal lainnya.  Terlebih di bulan Ramadhan, selain menjaga  keistiqomahan sholat wajib juga meningkatkan sholat sunah seperti sholat rawatib, sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat hajat, dan sholat taubat.  Ibadah seperti sangat dianjurkan untuk dilakukan umat Muslim di bulan Ramadhan.

Terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini, memang ada larangan beribadah jamaah di masjid, jika kita tetap melakukan ibadah Ramadhan seperti biasanya maka bisa menjadi bentuk tambah dukungan spiritual agar kuat mental selama menjalani #dirumahaja dan #workfromhome. Tambahan baik lainnya adalah hubungan silaturahmi dengan anggota keluarga menjadi semakin erat karena punya waktu lebih banyak bercengkrama, bagi yang tinggal 1 rumah dengan keluarga.

  1. Streaming kajian online

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap Muslim. Di rumah saja bukan berarti tidak bisa mengikuti kajian. Beruntungnya saat ini, era teknologi berkembang sangat cepat, banyak kemudahan digital yang bisa dimanfaatkan salah satunya adalah streaming kajian online. Satu bentuk produk digital yang menjadi sangat bermanfaat karena kita bisa tetap mengaji tanpa harus ke tempat ibadah langsung dan tetap bisa mendengarkan narasumber favorit dari rumah. Beberapa kanal streaming online yang bisa kita gunakan adalah youtube, facebook, instagram, zoom.

  1. Tilawah Qur’an

Dalam QS. Al-Isra’ ayat 82,  Allah ﷻ berfirman bahwa Alquran menjadi penawar atau obat dari segala macam penyakit.  Memperbanyak baca Alquran di tengah tingginya resiko terpapar virus Corona bisa menjadi salah satu ikhtiar kita.

Pahala 10 per huruf yang dibaca, ditambah dibaca saat bulan Ramadhan menjadikan siapa saja yang membaca Alquran akan mendapat pahala berlimpah dari Allah ﷻ.

  1. Banyak Sholawat

“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam untuknya.” (Qs. Al- Ahzab: 56)

Orang yang banyak bersholawat akan mendapatkan banyak keistimewaan. Dimudahkan segala urusan dan akan dekat dengan Rasulullah kelak di akhirat.

Bosan di rumah saja? Mari sibukkan diri dengan sholawat.

       5.  Sedekah

Penerapan social distancing berdampak pada perekonomian masyarakat.  Banyak tenaga kerja harus “dirumahkan” karena omset perusahaan turun drastis dan tidak sanggup memberi gaji. Banyak juga pedagang kecil tidak mampu mendapatkan penghasilan karena sepi pembeli.

Ramadhan saat ini adalah momentum tepat untuk saling memerhatikan satu sama lain. Salah satu caranya dengan menyedekahkan sebagian rezeki yang Allah beri untuk mereka yang membutuhkan.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Allah ﷻ sudah menjanjikan balasan berlipat-lipat bagi orang yang mau sedekah. Jadi, tidak perlu pikir panjang untuk sedekah karena banyak keutamaannya.

NH Zakat Kita

Saling Memaafkan Meski Tanpa Bersalaman

Saling Memaafkan Meski Tanpa Bersalaman

Oleh : Fajar Riyadi Kadi Saling memaafkan meski tanpa bersalaman.

Sudah menjadi tradisi masyarakat kita, ketika hari raya Idul Fitri, rasanya kurang afdol jika tidak diisi silaturahmi dan bersalam-salaman dengan sanak saudara dan tetangga. Setelah sholat Ied, biasanya kita bersama keluarga akan langsung berkeliling menghampiri tetangga, menyalaminya sambil saling meminta maaf.  Masya Allah, indah sekali bukan?  Tapi sepertinya hal tersebut akan susah dilakukan tahun ini. Sebab, di tengah pandemi seperti sekarang ini, Idul Fitri 2020 akan menjadi Idul Fitri yang berbeda dari Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya.

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaknya ia memaafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani). 

Memaafkan dan bersilaturahmi memiliki banyak keutamaan dan kita wajib melakukannya jika ingin mendapatkan pahala dari Allah. Tapi di musim pandemi ini, sebaiknya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja, social & physical distancing. Mengutamakan kesehatan jauh lebih penting daripada bersalaman dan saling mengunjungi. Kegiatan bersalam-salaman dikhawatirkan, akan menjadi penyebab semakin meluasnya  permasalahan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Meski tidak bisa bersalam-salaman, kita tidak perlu berkecil hati. Ada beberapa alternatif yang bisa menggantikan ritual bermaaf-maafan walau tanpa bersalam-salaman. Apa saja alternatif tersebut?

  1. Meminta Maaf Melalui Kartu Lebaran

Bagi kita yang termasuk generasi 90-an, kartu lebaran bukanlah hal yang asing. Atau jika kamu lahir ketika kartu lebaran sudah tidak banyak digunakan lagi, kamu bisa bertanya kepada Ayah atau Ibu, bagaimana mereka dulu saling berucap maaf lahir batin pada masanya. Ya! Mereka akan menjawab dengan mengirimkan ucapan di atas secarik kartu pos.

Sebelum teknologi komunikasi berupa handphone ditemukan, orang saling mengirimkan kartu lebaran. Eits! Sampai sekarang kartu lebaran masih ada loh, mungkin kita bisa memanfaatkan kartu tersebut untuk saling berkirim pesan lebaran kepada para sahabat.

  1. Ucapan Maaf Lewat Pesan Teks

Teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Dari munculnya telepon sampai handphone. Kita dapat dengan mudah mengirim pesan dengan sekali tekan. Jika pesan tidak cukup, saat ini kita bisa “berjumpa” secara virtual dengan layanan video call yang memudahkan kita berbincang tanpa harus bertatap muka secara langsung. Subhanallah, Allah memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia agar bisa menjadi manfaat untuk seluruh umat manusia.

  1. Saling Memaafkan Melalui Social Media

Selain teknologi komunikasi, internet juga memiliki peran yang sangat penting pada masa modern saat ini. Kecepatan penyebaran informasi dapat dilakukan dengan bantuan social media. Kita juga bisa memanfaatkan social media untuk mengirimkan pesan Idul Fitri dengan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang dibandingkan menggunakan handphone.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bisa bermaaf-maafan di tengah pandemi Covid-19 ini. Lebaran 2020 ini kita tetap bisa “melakukan” tradisi bermaaf-maafan dan silaturahmi menggunakan cara yang berbeda. (*)

NH Zakat Kita

 

Bershalawat Dengan Cinta

Bershalawat Dengan Cinta

Bershalawat dengan cinta. Andai keutamaan shalawat yang banyak itu. Tidak ada sekalipun. Maka kita tetap tak pantas bila tak melazimkan sholawat. Yang mengerti besarnya kebaikan Rasulullah ﷺ terhadap kehidupannya, pastilah akan selalu mengenang dan mendoakan beliau.

Sifat dasar manusia adalah keinginan membalas. Bila ia diperlakukan baik atau ditolong, maka muncul keinginan membalas budi. Begitupun sebaliknya, keburukan juga akan mendorong hasrat membalas keburukan. Kecuali muncul upaya bersabar dan memaafkan. Dan itu butuh perjuangan.

Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling memberi banyak kebaikan kepada kita. Dalam urusan dunia, lebih-lebih akhirat. Balas budi yang paling tampak dan ringan itu adalah bersholawat untuk beliau. Dengan sholawat yang tidak hanya untuk tujuan mencari keutamaan dan pahala yang menguntungkan diri kita saja. Tapi sebagai ungkapan rasa terima kasih dan syukur atas kebaikan dan rahmat yang telah beliau tebarkan di muka bumi.

Beliaulah yang mengenalkan kita kepada Rabb kita Allah ta’ala, lalu bertauhid kepada-Nya. Rasulullah ﷺ mengarahkan pada akidah yang benar. Ibadah yang lurus. Agama yang diridhai. Membuka jalan ketenangan dalam keyakinan yang kuat. Tentang takdir, tentang balasan akhirat, tentang perhatian dan kemurahan-kemurahan Allah ta’ala.

Untuk bisa mewujudkannya, beliau mempertaruhkan harta dan nyawa. Dilukai jasad dan batinnya. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk membukakan jalan petunjuk bagi ummatnya.

Allah ta’ala sudah menetapkan, bahwa pemilik petunjuk itu ada pada laki-laki Quraisy keturunan Nabi Ismail. Kemuliannya bukan hanya karena ketinggian akhlaknya. Kemuliannya, mutlak adalah karena Allah ta’ala sendiri yang memuliakan beliau. Sebagaimana Allah ﷻ menetapkan keadaan langit dengan keadaaannya yang kita lihat hari ini, bumi yang kita pijak, dan mahluk-mahluk lain sesuai manzilahnya.

Begitupun Rasulullah ﷺ. Beliau mulia sejak Qolam mencatatkan takdir seluruh mahluk semesta. Limapuluh ribu tahun sebelum alam diciptakan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah telah menulis takdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim).

Maka tak perlu khawatir mengganggu keyakinan kepada Allah ﷻ sebagai sumber segala sebab, kalau kita berkata, “Andai tidak ada Rasulullah, maka kita tetap dalam kejahiliyahan. Yang karenanya kita mendapatkan alasan kuat untuk disiksa di akhirat.” Itu adalah ungkapan dzahir, sebagai makna penghormatan pada jasa Rasulullah ﷺ.

Mencintai Rasulullah ﷺ adalah kecintaan tertinggi. Tidak perlu tapi. Mengagungkan kemuliannya tak memiliki tepi. Kerinduan kepada beliau harus terbawa sampai mati.

Ada yang bertanya, apakah gambaran-gambaran kemuliaan di atas tak berlebihan? Bagaimana kalau sampai menyandingkan kedudukan Rasulullah ﷺ dengan Allah ta’ala.

Biasanya pernyataan ini muncul ketika membandingkan dengan kaum Nasrani yang dimurkai lantaran menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan (anak Tuhan).

Meskipun sebenarnya, sumber was-was tersebut adalah dari kurangnya Ilmu, gagal menyimpulkan sebuah pemahaman, ditambah egoisme pribadi. Yang ditimpa was-was itu karena rendahnya ilmu dan gagal mengambil kesimpulan tentang sejarah kaum Nabi Isa sendiri. Perhatikan, apakah kecintaan kaum Nabi Isa itu yang membuat mereka tersesat?

Kalau karena kecintaan kepada Nabi Isa yang membuat tersesat, maka 12 sahabat Hawariyyun Nabi Isa, yang menemani beliau di rumah kasih di jelang peristiwa Salib dan diangkatnya Nabi Isa ke Langit, merekalah yang mendapatkan laknat dari Allah ﷻ. Nyatanya tidak. Justru mereka mulia kedudukannya karena kedekatannya dengan Nabi Isa.

Kesesatan kaum Nabi Isa itu terbagi dua. Kesesatan pertama adalah kaum yang bersama dengan beliau saat beliau masih hidup. Sesat karena justru memusuhi dan merendahkan Nabi Isa. Sampai berujung percobaan pembunuhan. Mereka orang-orang Bani Israel.

Kesesatan kedua adalah orang-orang setelah beliau “dianggap” wafat. Kesesatan mereka adalah karena menyebut Nabi Isa sebagai anak Tuhan. Tuhan dalam Isa, Isa dalam Tuhan. Siapa mereka? Mereka sebagian besar adalah orang-orang Romawi. Yang membuat konsep ketuhanan Isa bukan dari landasan kecintaan. Tapi karena bawaan keyakinan pagan sebelumnya yang mereka bawa.

Jadi premis sederhananya begini: Orang Nasrani tersesat karena menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan. Maka, selama tidak menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan, ya, tidak tersesat. Semudah itu memahaminya.

Kalau itu berlaku kepada Nabi Isa, apalagi kepada Rasulullah ﷺ. Penghulu para nabi. Yang tidaklah nabi-nabi sebelumnya diutus, kecuali membawa amanah suci untuk mengabarkan kedatangan Rasul mulia bernama Ahmad.

Perhatikan ucapan Nabi Isa ini. “Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)’.” (Ash Shaf / 61: 6).

NH Zakat Kita

Berbagi kebaikan di Zakatkita.org

Berbagi kebaikan di Zakatkita.org

Kebaikan bisa hadir dimana saja. Sesuai dengan Tagline LAZNAS Nurul Hayat Zakat Kita di umur yang ke 19 tahun ini yaitu #BerbagiKebaikan. Dengan tagline #BerbagiKebaikan, LAZNAS Nurul Hayat selain mengingatkan tentang 19 tahun perjalan sebagai Lembaga Amil Zakat di bidang sosial dan dakwah, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus Berbagi dan menyebarkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan/ Mustahik. Dan tentunya juga dengan Berzakat, Infaq, dan Sedekah.

Keberkahan Zakat, infaq dan Sedekah bisa mendatangkan rezeki yang berlimpah bagi siapa saja. Allah SWT memberikan banyak keajaiban sedekah untuk umat muslim yang melakukannya. Dan dengan #BerbagiKebaikan melalui Zakat, infaq, sedekah Insya Allah dapat melimpahkan keberkahan dan juga membuat hati lebih tenang.

Untuk mendukung gerakan #BerbagiKebaikan, Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat berkomitmen memberi kemudahan kepada Anda dalam menunaikan kebaikan dari rumah. Dengan adanya platform Zakatkita.org dapat mempermudah kita berbagi kebaikan berupa zakat, infaq, sedekah secara online. Anda dapat membantu sesame yang membutuhkan darimana dan kapan saja, hanya dengan sekali klik di Handphone Anda. Zakat, Infak, dan Sedekah Anda, dapat menghidupkan harapan bahwa esok hari, mereka masih bisa merajut mimpi.

Keunggulan Berbagi Kebeaikan di Zakatkita.org :

  1. Lebih Praktis

Berzakat, infaq, sedekah yang mudah hanya dengan sekali klik dari HP Anda, Jika ingin melakukan penggalangan dana, Anda hanya perlu mengisi formulir dan deskripsi lengkap pada menu “Galang Dana”. Sementara untuk melakukan donasi, Anda hanya perlu mengeklik “Donasi”, Dan untuk berdonasi dapat dilakukan dengan berbagai pilihan metode, seperti transfer bank, mobile banking, kartu kredit, atau melalui dompet virtual Anda.

  1. Lebih Aman

Berzakat, infaq, sedekah memalui zakatkita.org terjamin aman, karena dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang telah memiliki izin resmi dari izin resmi dari Kementerian Hukum dan HAM serta . Di samping itu, identitas orang-orang yang melakukan penggalangan dana serta para penerima dana juga sudah terverifikasi sehingga dapat dipastikan bahwa dana tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

  1. Banyak pilihan program yang sesuai dengan keinginan Anda

Di zakatkita.org Anda dapat memilih program-program sosial yang tersedia dari berbagai aspek dan kebutuhan yang dapat disesuaikan dengan tujuan kita dalam berdonasi. Dan juga dengan banyaknya pilihan program, zakatkita.org dapat menjangkau lebih banyak mustahik yang membutuhkan.

  1. Transparan

Berbagi Kebaikan di zakatkita.org transparan karena penggalang dana akan secara rutin melaporkan bukti penyaluran, sehingga para donator dapan memantau untuk apa saja dana tersebut digunakan.

  1. Dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat

Program kemanusiaan dan sosial di zakatkita.org dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang sudah banyak dipercaya oleh para donator sebagai pengelola dana kemanusiaan.

  1. Lebih nyaman

Selain karena alasan kepraktisan, banyak orang yang merasa lebih nyaman melakukan donasi secara online karena alasan kerahasiaan. Jika tidak ingin nama diketahui banyak orang, Anda boleh tidak menuliskan nama pada saat berdonasi. Hanya dengan beberapa klik, bantuan yang Anda berikan secara ikhlas tersebut akan segera sampai kepada penerima.

  1. Bisa Dilakukan dimana saja

Dan tentunya, dengan sistem yang online, Berzakat, infaq, Sedekah dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja yang kita mau.

Mari bersama-sama terus #BerbagiKebaikan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan mudahnya berbagi, tunggu apa lagi?

 

Berbagi kebaikan sekarang, dan hati menjadi tenang.

BerZakat Mudah di Zakatkita.org

BerZakat Mudah di Zakatkita.org

BerZakat mudah di zakatkita.org. “Islam dibangun di atas lima hal: kesaksian sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR Bukhari Muslim)

Berdasarkan bunyi hadits diatas, Zakat merupakan salah satu dari 5 rukun islam. Jadi berzakat merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh kita sebagai umat muslim. Berbeda dengan infaq dan sedekah, Zakat memiliki ketentuan, serta jumlah dan macamnya yang ditentukan.

Pengertian Zakat

Dalam bahasa Arab, Zakat artinya bisa menjadi subur, tumbuh, bertambah, atau berkembang. Sedangkan zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Pengertian zakat tertulis dalam QS Al-Baqarah 2:43 : “dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”

Berbeda dengan sedekah atau infak, zakat dibatasi dan ditentukan jumlah dan macamnya. Adapun jenis zakat dibagi menjadi 2 yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Waktu pengeluaran zakat fitrah ditentukan setahun sekali, yakni selama bulan Ramadhan hinggu menjelang malam Idulfitri. Sedangkan zakat mal boleh dibayarkan kapan saja selama memenuhi syarat nisab yang ditentukan.

Adapun Zakat memiliki banyak manfaat bagi muzakki (orang yang melaksanakan zakat), mapun Mustahik (Orang yang menerima Zakat).

Keutamaan Berzakat antara lain:

  • Zakat membersihkan harta kita, karena sebagian dari zakat kita adalah hak orang lain juga.

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19). Sebagian dari harta kita adalah hak untuk orang lain yang membutuhkan

  •  Membayar zakat membuat hati lebih tenang dan bahagia dunia serta di akhirat

Membayar zakat membuat hati lebih tenang karena Zakat termasuk dalam bagian dari rukun Islam. Sehingga apabila dilakukan, maka agama seorang Muslim akan menjadi sempurna

  • Allah akan menghapuskan dosa yang dimiliki oleh seseorang yang membayarkan zakat

Dalam Alquran surat Al Maidah ayat 12, Allah berjanji mengampuni dosa-dosa orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul, dan meminjamkan pinjaman yang baik. Disebutkan juga pada ayat tersebut, mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai.

  • Harta yang dizakatkan menjadi berkah karena akan disalurkan untuk mustahik yang membutuhkan

Harta yang dizakatkan menjadi sangat bermanfaat dan berkah karena disalurkan untuk mustahik yang membutuhkan dan untuk pemberdayaan.

  • Harta yang dilipat gandakan, Zakat tidak mengurangi harta kita

Saat mengeluarkan sebagian harta untuk membayar zakat, Allah menyambut amalan itu dengan tidak akan mengurangi harta. Justru, harta yang dimiliki akan berkembang dan penuh berkah.

Kini menunaikan Zakat menjadi sangat mudah, bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja melalui zakatkita.org . Nah buat Anda yang ingin menunaikan kewajiban berzakat, jangan ragu lagi! zakatkita.org adalah tempat paling tepat. Karena Zakatkita.org dikelola langsung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat. Pengelolaannya yang dapat dipercaya dan transparan. Di zakatkita.org juga ada kalkulator zakat loh, memudahkan Anda untuk menghitung jumlah kewajiban zakat Anda.

Berzakat yang mudah ya berzakat di zakatkita.org

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya