Perkembangan Terkini Kondisi Adik Bryan

Perkembangan Terkini Kondisi Adik Bryan

Sahabat Sejuk Nurul Hayat, masih ingat dengan adik Bryan? Ya, adik Bryan adalah warga Dusun Sekarputih, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang menderita sakit kelainan jantung.

Beberapa waktu yang lalu, Ibu Anik, Ibu kandung adik Bryan, terpaksa berhutang kepada rentenir untuk biaya kebutuhan sehari-hari, untuk kebutuhan kakak Bryan yang masih kelas 2 SMP, dan tentu saja untuk kebutuhan pengobatan Bryan. Saat itu total hutang Ibu Anik kurang lebih sebesar 4,5 juta rupiah. Beliau kesulitan membayar hutang tersebut. Sementara sang rentenir menagih setiap hari. Alhamdulillah, pada 9 Juni 2021 amanah dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat untuk menutup hutang pokok dari Ibu Anik ke rentenir telah kami sampaikan.

Laznas Nurul Hayat sendiri, sejak tahun 2018 sudah membantu proses pengobatan adik Bryan. Dan dapat kami kabarkan kepada Sahabat Sejuk semua, perkembangan saat ini, adik Bryan tengah menjalani perawatan di RSUD Jombang. Alhamdulillah, keadaannya sudah mulai membaik. Laznas Nurul Hayat membantu kebutuhan di luar BPJS, seperti biaya transport atau yang lainnya.

Mohon doa Sahabat Sejuk semua, semoga kondisi adik Bryan bisa segera semakin membaik. Satu bulan ini keadaannya drop dan harus dirawat di rumah sakit. InsyaAllah, kami akan terus menyajikan update dari kondisi terkini adik Bryan.

Terima kasih, Sahabat Sejuk atas bantuan yang diberikan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas dengan sebaik-baik balasan. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Pendampingan Pengobatan Adik Yatim

Pendampingan Pengobatan Adik Yatim

Namanya Ibnu Athoilah. Tinggal di Dusun Mlaten, Desa Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Ibnu Athoilah adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Ia sudah menjadi yatim sejak satu tahun yang lalu.

Ibnu Athoilah saat ini sedang diuji sakit. Penyakit Hirschprung. Yakni gangguan pada usus besar yang menyebabkan feses atau tinja terjebak di dalam usus. Sakit bawaan lahir yang tergolong langka ini, bisa mengakibatkan bayi tidak BAB sejak dilahirkan. Adik Athoilah menderita sakit ini sejak bayi. Ia berjuang melawan sakitnya selama 10 tahun.

Saat ini, keluhan yang paling dirasakan oleh Adik Athoilah adalah tidak bisa BAB tanpa alat bantu. Ia harus segera mendapat tindakan kontrol setiap dua pekan sekali di Rumah Sakit Muwardi Surakarta. Ia juga harus mendapat penggantian selang saluran pembuangan tinja, agar perutnya tidak semakin membesar dan badannya semakin lemas. Agar sakitnya tidak semakin parah.

Ibu Adik Ibnu Athoilah adalah seorang Ibu rumah tangga. Kebutuhan operasional rumah sakit sangat terasa berat bagi beliau. Belum lagi kebutuhan hidup setelah ditinggal sang suami. Untuk pengobatan Adik Ibnu Athoilah sendiri, sudah di-cover BPJS. Namun untuk biaya operasional, vitamin tambahan, dan alat bantu tidak ter-cover. Padahal jumlahnya juga tak kalah besar.

Melihat hal ini, Laznas Nurul Hayat Madiun langsung melakukan pendampingan proses pengobatan Adik Ibnu Athoillah. Setelah beberapa kali pendampingan perawatan ke Rumah Sakit Muwardi Surakarta, juga dibantu dengan obat-obatan herbal, alhamdulillah sudah ada perkembangan di kondisi kesehatan Adik Ibnu Athoilah. Dari yang sebelumnya syaraf di bagian anus belum berfungsi sehingga mengakibatkan BAB-nya harus melalui alat bantu, saat ini sedikit demi sedikit sudah mulai terlihat ada respon.

Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program yang mendukung proses pengobatan Adik Ibnu Athoilah ini. Mari terus kita dukung dan doakan agar Adik Ibnu Athoilah bisa segera sehat. Agar ia bisa tumbuh mejadi anak yang  cerdas, ceria,  serta soleh. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Bantuan Pengobatan untuk Pak Romadhon

Bantuan Pengobatan untuk Pak Romadhon

Namanya Pak Romadhon. Sehari-hari bekerja sebagai buruh tukang las. Sejak Oktober 2021, Pak Romadhon divonis menderita Fistula Ani, yakni infeksi di saluran pembuangan. Akibat sakitnya ini, beliau harus menjalani beberapa kali operasi. Salah satunya adalah operasi pembuatan saluran pembuangan di perut sebelah kiri.

Pak Romadhon yang merupakan tulang punggung keluarga, saat ini hanya bisa berbaring saja. Beliau belum bisa bekerja seperti sedia kala. Meski sudah ada di depan mata, biaya operasi sebesar 50 juta rupiah yang belum terbayarkan karena saat itu BPJS-nya belum aktif. Belum lagi biaya pengobatan setiap bulan pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Saat ini, untuk hidup sehari-hari, Pak Romadhon dan istrinya dibantu oleh orang tuanya yang kondisinya juga seadanya. Ya, orangtua beliau bekerja serabutan untuk menanggung hidup 2 KK dengan total 11 jiwa, yang tinggal di satu rumah yang sama. Pak Romadhon sendiri, merupakan anak pertama dan masih memiliki 6 orang adik yang masih kecil.

Kabar baiknya, kondisi Pak Romadhon, semakin hari semakin baik. Pada kunjungan kedua tim Nurul Hayat dalam rangka menyalurkan santunan pengobatan, pada Kamis 3 Maret 2022, terlihat beliau sudah mulai bisa bersandar setengah duduk. Luka bekas operasi juga sudah terlihat lebih baik dari yang terlihat saat kunjungan pertama pada awal Februari lalu.  Selain kondisi fisiknya yang semakin baik, perawat  juga menuturkan bahwa kondisi psikis beliau  dan keluarga juga terlihat jauh lebih tenang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Nurul Hayat, karena sudah peduli dengan suami saya. Santunan ini akan kami pakai untuk biaya perawatan harian suami. Semoga ke depannya makin banyak yang peduli, untuk membantu biaya operasi yang belum terbayarkan di rumah sakit,” ucap mbak Ziana, istri Pak Romadhon.

Mari bantu Pak Romadhon sembuh dari Fistula Ani. Klik: https://zakatkita.org/bantupakromadhon

Nurul Hayat Peduli Pasien TBC RO

Nurul Hayat Peduli Pasien TBC RO

Namanya Pak Arifin. Beliau tinggal di Desa Ruwit, RT 2/RW 2, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dulunya beliau bekerja sebagai tukang bangunan. Sudah sekitar setahun ini, beliau mengalami batuk, sesak nafas, berat badan turun,dan  sering keluar keringat dingin. Setelah melakukan pengecekan laborat dan rontgen, ternyata hasilnya beliau dinyatakan positif TBC RO.

Beliau pun mulai menjalani pengobatan rutin. Setiap 3 hari sekali datang ke puskesmas terdekat. Di sana beliau diperiksa dan mendapatkan obat. Setiap minum obat, beliau akan merasakan efek muntah-muntah, lemas, dan pandangan kabur. Karena efek samping tersebut, beliau tidak dapat bekerja. Sedang di rumah beliau masih ada 3 anak yang masih membutuhkan biaya sekolah dan konsumsi sehari-hari. Kondisi tersebut menjadikan Pak Arifin semakin bingung dan tidak kunjung sembuh. Apalagi pihak keluarga juga terkesan kurang mendukung proses pengobatan beliau. Hingga akhirnya beliau memutuskan berhenti berobat.

Dari kisah tersebut, Laznas Nurul Hayat  berusaha memberikan perhatian kepada para pejuang TBC RO yang ada di sekitar Kabupaten Demak, agar mereka tetap semangat berobat. Alhamdulillah, pada hari selasa, 16 November 2021, kami memberikan santunan pengobatan kepada 9 orang pasien TBC RO yang ada di Demak. Semoga dengan santunan ini menambah semangat mereka yang menerima, dan semoga mereka segera diberikan kesehatan.

“Terima kasih kepada Nurul Hayat atas perhatiannya kepada pasien TBC RO yang ada di wilayah Demak. Kami sangat terbantu dan bersyukur ada lembaga yang peduli kepada mereka. Semoga langkah awal ini dapat berlanjut dan menjadi contoh bagi lembaga lain dan juga pemerintah daerah untuk membantu pasien TBC RO,” ucap Lilin Kholisna selaku relawan peduli TBC Kabupaten Demak.

Bantu Adik Zahra Lawan Kanker Lurik

Bantu Adik Zahra Lawan Kanker Lurik

Giat kemanfaatan Laznas Nurul Hayat Madiun terus berlanjut. Kali ini Laznas Nurul Hayat Madiun bergerak untuk membantu adik Zahra yang tengah diuji Allah dengan sakit kanker lurik.

Tanda-tanda bahwa adik Zahra mengalami sakit di bagian lengan sebenarnya sudah bisa dilihat sejak ia baru lahir. Saat itu, sudah terlihat bahwa ada perbedaan antara lengan kanan dan kiri adik Zahra. Perbedaan tersebut terlihat di lengan bagian kiri yang terdapat benjolan. Saat umur Zahra 1 bulan, berdasarkan diagnosa dokter, benjolan tersebut hanyalah tumor biasa yang bisa dioperasi dan tidak mengganggu perkembangan anak.

Seiring berjalannya waktu, sampai umur Zahra kini 6 tahun, benjolan tersebut semakin membesar. Diawali dengan demam 3 hari, benjolan yang awalnya kecil menjadi semakin besar hanya dalam kurun waktu satu setengah bulan. Tak hanya ukurannya yang bertambah, jumlahnya pun bertambah, dari satu benjolan menjadi empat benjolan.

Melihat hal tersebut, orangtua Zahra membawa putri kesayangannya tersebut ke RSUD Caruban. Di sana, oleh pihak rumah sakit, Zahra diberi rujukan untuk menjalani pengobatan di RS Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Sayangnya proses pengobatan Zahra tidak berjalan lancar. Penyebabnya adalah keterbatasan biaya. Ayahnya yang bekerja sebagai wiraswasta dengan hasil tak menentu, dan ibunya yang beraktifitas sebagai ibu rumah tangga, tak bisa memenuhi biaya pengobatan Zahra. Padahal semakin hari benjolan di lengan Zahra semakin bertambah.  Bahkan dokter menyebutkan skala pertumbuhan benjolan tersebut adalah setiap hari.

Lebih lanjut tentang sakit yang diderita oleh Zahra, ia di-diagnosa menderita sakit kanker Embriyonal Rhabdomyosarcoma. Yaitu jenis kanker yang berasal dari otot lurik (otot yang menggerakkan tubuh). Jenis kanker ini dapat berkembang di bagian tubuh mana pun. Meski demikian, kanker ini lebih sering ditemukan di kepala, leher, perut, dan dada. Dan memang cukup sering ditemukan pada anak-anak.

Update terkini, alhamdulillah adik Zahra sudah menjalani proses pengobatan kemoterapi yang kelima. Kabar baiknya lagi, BPJS Mandiri yang selama ini digunakan, sudah beralih ke KIS. Setelah ini, Zahra masih harus menjalani 25 kali kemoterapi lagi. Tentu masih dibutuhkan waktu. Juga biaya tambahan lagi. Untuk biaya transport Madiun-Solo. Serta untuk biaya hidup selama di sana.

Terima kasih kami ucapkan kepada Sahabat Sejuk yang telah membantu proses berobat adik Zahra selama ini. Mohon doa agar adik Zahra segera diberikan kesembuhan.

Alhamdulillah, Adik Prisilia Dinyatakan Sembuh Total

Alhamdulillah, Adik Prisilia Dinyatakan Sembuh Total

Namanya Prisilia. Usianya saat ini 7 tahun. Ia tinggal di Desa Campur Asri, Karang Jati, Ngawi, Jawa Timur.  Adik Prisilia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ibunya tidak bekerja. Sedang ayahnya yang bekerja di tempat jauh, sampai saat ini tidak pernah memberi kabar.

Adik Prisilia menderita sakit Haemangioma Anisite atau biasa disebut tumor. Sakit ini, bermula saat ia  berusia satu tahun. Saat itu muncul benjolan di tangannya. Benjolan itu semakin lama semakin sakit, gatal dan panas. Seiring berjalannya waktu, benjolan itu juga muncul di ketiak.

Sang ibu, sesekali mengantar Prisilia menjalani pengobatan di RS Muwardi, Surakarta. Di RS tersebut,  Prisilia mendapatkan tindakan observasi. Namun karena terkendala persoalan biaya, sang ibu akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pengobatan.

Selama ini, biaya pengobatan Adik Prisilia dibantu oleh swadaya masyarakat. Ketika tidak ada yang membantu, makan proses pengobatan pun berhenti. Padahal untuk dapat segera sembuh,  Prisilia harus melanjutkan proses berobatnya. Bahkan harus segera menjalani tindakan operasi agar tumornya tidak bermunculan di bagian tubuh yang lain.

Apa yang dialami oleh Adik Prisilia, sampai ke relawan Laznas Nurul Hayat Madiun. Tim pun bergegas melaksanakan assessment dan segera membantu Prisilia untuk menjalani pengobatan ke RS Muwardi Surakarta.

Alhamdulillah, menurut diagnosa dokter, saat ini  Prisilia telah dinyatakan sembuh total. Kini, ia pun sudah bisa beraktifitas dan bersekolah seperti biasa.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah membantu proses pengobatan  Prisilia. Semoga apa yang telah Bapak/Ibu berikan mendatangkan keberkahan dan menjadi jariyah yang terus mengalir. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Kaki Palsu untuk Bu Ninuk

Kaki Palsu untuk Bu Ninuk

Nama beliau adalah Tari Widayani. Sehari-hari akrab disapa Bu Ninuk. Beliau adalah seorang penyandang disabilitas amputasi kaki. Kaki beliau diamputasi karena sakit gula yang beliau derita. Beliau juga pernah mengalami sakit stroke ringan. Saat ini Bu Ninuk hidup seorang diri tanpa suami dan anak. Suaminya telah meninggal dunia satu tahun yang lalu.

Sekilas cerita tentang kaki Bu Ninuk. Kaki beliau terpaksa diamputasi karena beliau terlambat periksa cek gula darah ke rumah sakit. Saat itu, gula darah beliau sudah mencapai 580. Ketika Bu Ninuk periksa di RS Ludiro Husodo Yogyakarta, ada luka kecil di bagian jempol kakinya. Beliau pun langsung dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Pada bulan Juni 2021, keputusan berat pun harus diambil. Kaki beliau harus diamputasi.

Sebelum suaminya meninggal dunia, kehidupan Bu Ninuk mengandalkan penghasilan suaminya yang berprofesi sebagai seorang pro direction/pencipta lagu, dll. Saat ini, ketika beliau tinggal seorang diri dan sudah tidak bisa bekerja lagi, beliau hanya bisa menggantungkan harapan kepada teman-teman, tetangga, dan keluarganya.

Jum’at 28 Januari 2022 lalu, tim Laznas Nurul Hayat Yogyakarta melakukan silaturahim dan survei kelayakan atas pengajuan bantuan kaki palsu untuk Bu Ninuk.  Dari obrolan bersama Bu Ninuk, beliau memiliki sebuah keinginan sederhana. Setelah mendapatkan kaki palsu dan bisa menggunakannya dengan baik, beliau ingin bekerja lagi dan ingin menjadi insan yang lebih mandiri.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya Kamis, 3 Februari 2022 bersama mitra penyedia jasa pembuatan kaki palsu, Laznas Nurul Hayat Yogyakarta melakukan pengukuran kaki dan fitting, agar kaki palsu yang akan digunakan Bu Ninuk terasa pas dan nyaman. Nurul Hayat bersama para donatur berharap kaki palsu ini betul-betul bisa mewujudkan harapan Bu Ninuk untuk kembali produktif dan mengangkat kehidupannya kembali. Amiin ya Rabbal Alamiin..

Adik Aksa Bersiap Menjalani Operasi Kedua

Adik Aksa Bersiap Menjalani Operasi Kedua

Namanya Sajjad Aksara Wijaya. Biasa dipanggil Aksa. Usianya 2 tahun. Saat ini, Aksa tinggal bersama kedua orangtua dan neneknya di Dusun Sumberejo, RT 038, RW 013, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur. Aksa dan keluarganya hidup dalam kesederhanaan. Ayahnya, M. Ali Usman, sehari-sehari mencari nafkah dengan menjadi reseller kosmetik online. Usaha yang dilakoni Ayah Aksa ini masih berjalan kurang dari 2 tahun. Sehingga hasilnya pun belum seberapa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain menjadi reseller kosmetik, terkadang Ayah Aksa juga kerja serabutan, menjadi buruh tani atau menjadi tukang. Sementara, ibu Aksa adalah ibu rumah tangga yang dengan sabar dan penuh kasih sayang merawat Aksa.

Semenjak lahir, Aksa divonis menderita sakit jantung bocor. Sejak awal sakitnya diketahui, harusnya Aksa mendapatkan tindakan operasi. Namun karena keadaan ekonomi, Aksa pun belum bisa dioperasi.

Saat baru lahir sampai usianya menginjak 7 bulan, sebenarnya Aksa layaknya bayi-bayi lainnya. Barulah setelah usia 7 bulan, mulai terlihat tanda-tanda sakit yang dideritanya. Ya, saat sakitnya kambuh, Aksa bisa mendadak pingsan, nafasnya tersengal-sengal, hingga badan dan wajahnya membiru.

Orang tua Aksa berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati putra kesayangannya tersebut. Ia dibawa ke Rumah Sakit Jember, sebelum kemudian dirujuk ke Surabaya. Dalam perjalanan proses berobat, Aksa sudah bolak-balik sampai 6 kali ke beberapa rumah sakit yang ada di Surabaya. Namun proses berobat Aksa belum maksimal karena terkendala kondisi pandemi.

Aksa akhirnya mendapat tindakan operasi kecil pemasangan kateter jantung di RS PHC Perak, Surabaya. Dari sinilah akhirnya diketahui bahwa jantung Aksa bocor sekitar 6 lubang. Pihak rumah sakit yang melakukan operasi kecil terhadap Aksa menyarankan agar Aksa segera menjalani operasi lanjutan untuk menutup kebocoran di jantungnya.

Merespon apa yang dialami oleh adik Aksa, Laznas Nurul Hayat bergerak cepat untuk membantu. Alhamdulillah, sejumlah donasi dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat terkumpul untuk membantu biaya operasi adik Aksa. Kabar baiknya, saat ini adik Aksa pun sudah mendapatkan nomor antrean untuk mendapatkan tindakan operasi kedua. Ia diminta untuk bersiap, jika sewaktu-waktu mendapatkan panggilan operasi.

Dokter yang menangani Aksa tak hanya meminta keluarga untuk menyiapkan tenaga, waktu, dan mental. Tapi juga materi.  Karena ada kasus tertentu yang membutuhkan biaya tambahan yang tidak ter-cover oleh asuransi kesehatan. Estimasi biaya tambahan yang dibutuhkan itu, sejumlah 7 juta rupiah.

Pihak keluarga tentu saja merasa sangat senang jika Aksa segera mendapatkan tindakan operasi. Apalagi saat ini Aksa sudah mulai aktif motoriknya. Ia sering menarik selang kantongnya. Namun di sisi lain, keluarga juga masih bingung menyiapkan materi yang dibutuhkan. Sedang untuk kebutuhan diapersnya saja kini bertambah menjadi dua kali lipat. Karena makan Aksa pun kini bertambah, dan setiap makan langsung keluar lagi.

Kami masih membuka kesempatan untuk Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang ingin membantu adik Aksa. Mari kita bantu adik Aksa agar ia bisa segera sehat, ceria, dan tumbuh dengan maksimal. Tak lupa, kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sahabat Sejuk yang telah berdonasi untuk biaya operasi adik Aksa. Apa yang Sahabat Sejuk berikan, sangat berarti untuk Aksa dan keluarganya.

Lengkung Terbaik Dari Wajah Itu

Lengkung Terbaik Dari Wajah Itu

Lengkung Terbaik Dari Wajah ItuPada awal abad ke-20, senyum secara resmi telah diakui sebagai ilmu yang disebut “Psikologi Tertawa.”. “Senyum mencairkan es, menanamkan kepercayaan diri dan menyembuhkan luka, itu adalah kunci dari hubungan manusia yang tulus,” jelas Voltaire.

Abu Hurairah juga meriwayatkan jika Rasulullah pernah bersabda: “Kamu tidak dapat memuaskan orang dengan kekayaanmu, tetapi bisa memuaskan mereka dengan wajah ceria dan akhlak yang baik” (Abu Ya`la dan Al-Hakim; hadits shahih).

Kebaikan bisa kita lakukan dengan cara sederhana, sedekah itu tidak harus selalu kita lakukan dengan memberi sejumlah materi jika kita memang tidak punya apa-apa. Karena membuat gerakan ekspresif dengan menarik sudut bibir ke atas tanpa bersuara sudah merupakan sedekah.

Senyum adalah kebajikan,

Rasulullah pernah bersabda, diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim, yang berbunyi: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR. Muslim no 2626).

Jika kita sering tersenyum, kita sedang menjalankan salah satu sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam suka sekali menebarkan tersenyum.

Senyum itu sarana berbuat baik kepada manusia,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” (HR. al-Hakim (1/212).

Jadi bisa disimpulkan dengan senyum, kita bisa menghadirkan kebaikan-kebaikan tersendiri dalam hidup kita. Dengan tersenyum, kita secara tidak sadar memberikan energi positif kepada orang yang menerima senyuman kita.

Sebagaimana yang dipaparkan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi yang berbunyi:

“Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan meyebabkan hatinya merasa senang dan bahagia, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan.” (Lihat kitab “Tuhfatul ahwadzi” no. 6 hal 75-76).

Itulah makna dibalik lengkung terbaik dari wajah kita. Karena di balik senyum, terdapat pahala yang banyak, dan juga senyum mudah untuk dilakukan.

Selamat hari kamis, untukmu yang bersenyum manis.

Pengobatan Gratis untuk Warga Desa Rengel

Pengobatan Gratis untuk Warga Desa Rengel

Pengobatan gratis – Alhamdulillah, Nurul Hayat Tuban terus menebar kemanfaatan. Kali ini Nurul Hayat Tuban menjalankan program PRAKTIS (Praktik Medis Sosial). Dipandu oleh tim medis dari RSNU Tuban, program PRAKTIS kali ini bertempat di Masjid Marbatus Sholihin, Dusun Jaten Cilik, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dusun Jaten Cilik merupakan salah satu dusun di Desa Rengel yang berada di kaki gunung. Untuk mencapainya harus melewati jalan yang berkelok dan menanjak. Saat berkoordinasi dengan pihak desa setempat, tim Nurul Hayat Tuban mengetaui bahwa di dusun ini belum pernah ada pengobatan gratis. Oleh sebab itulah Nurul Hayat Tuban akhirnya memilih dusun ini untuk mendapatkan program pengobatan gratis.

Saat program dilaksanakan, alhamdulillah antusias warga sangat bagus. Sedari pukul 08.30 sampai pukul 12.00 WIB, warga datang silih berganti untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis. Bahkan ketika tim medis sudah berkemas-kemas untuk pulang, masih ada warga yang datang untuk berobat. Tim pun tetap melayani warga yang datang tersebut dengan senang hati.

Kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim medis RSNU yang dipimpin oleh dr. Dewi Trisnowati dan mas A.Faqih Fiddin. Juga kepada perangkat Desa Rengel, koordinator lapangan (Ustadz Nuryanto dan Ustadz Narko), tim relawan TAGANA (Mas Izzul Fuadi dan Pak Suyono Andi), takmir Masjid Marbatus Sholihin, warga Dusun Jaten Cilik,  Desa Rengel, dan tentu saja terima kasih juga kepada Keluarga Sejuk Laznas Nurul Hayat atas segala bentuk supportnya terhadap pelaksanaan kegiatan kali ini.

#programpraktis #praktekmedissosial #pengobatangratis #pedulikesehatan #nhrumahke2 #lifeatnurulhayat

Copyright © 2001-2023 Yayasan Yay. Nurul Hayat Surabaya