Khitan Ceria Bersama Polresta Sidoarjo

Khitan Ceria Bersama Polresta Sidoarjo

Bekerjasama dengan Polresta Sidoarjo, Nurul Hayat Sidoarjo mengadakan program Khitan Ceria. Khitan Ceria gratis ini dengan meriah diikuti oleh anak-anak Sidoarjo yang membutuhkan. Selain dalam rangka program sosial NH Sidoarjo, kegiatan ini dilakukan sekaligus merupakan rangkaian acara memperingati Hari Jadi Bhayangkara yang ke 75.

Bertempat di gedung serbaguna Polresta Sidoarjo, kegiatan ini diikuti oleh 113 anak. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, kegiatan yang dilakukan pada Sabtu 19 Juni 2021 ini berjalan dengan lancar.

Acara dibuka langsung oleh Bapak Kapolresta Sidoarjo AKBP Kusumo Wahyu Bintoro. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Selain khitan massal, nantinya ada banyak kegiatan sosial untuk masyarakat yang kami lakukan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-75. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder, netizen dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan sosial ini”. Mereka dibagi 4 gelombang agar tidak ada penumpukan masa. Selain itu juga supaya anak-anak tidak jenuh menunggu giliran khitan.

Selain bergiat bersama Polresta, Nurul Hayat Sidoarjo juga mengadakan kegiatan Khitan Ceria Spesial bersama anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka terdiri dari anak-anak Downsyndrom dan Autis. Bekerjasama dengan Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI), 57 Anak telah mengikuti acara ini. Karena mereka anak spesial, khusus untuk mereka kali ini menggunakan metode Khitan Smart Clamp. Sehingga anak-anak bisa langsung aktifitas walau baru saja dikhitan.

Mereka memiliki kelebihan dari pada anak normal lain. Walau seperti itu, mereka tetap memiliki hak yang sama seperti anak-anak yang lainnya. Bahkan sebagian orang tua malu memiliki buah hati seperti itu. Sehingga anak tidak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik karena mengalami diskriminasi dari orang tua. Dengan kegiatan ini, harapan kedepannya bisa memberikan semangat bagi para orang tua. Yang paling penting anak-anak beribadah dalam keadaan suci, tidak membawa najis.

Alhamdulillah para orang tua anak -anak spesial ini sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Masih banyak anak-anak seperti ini yang belum dikhitan, hanya karena mereka menganggap khitan tidak perlu dikarenakan kondisi sang anak yang memiliki keterbatasan. Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat ..

Bantu Biaya Pelunasan Hutang untuk Kesehatan Adik Bryan

Bantu Biaya Pelunasan Hutang untuk Kesehatan Adik Bryan

Kediri (03/06/2021) Namanya Bryan. Tempat tinggalnya di dusun Sekarputih, kecamatan Bagor, kabupaten Nganjuk. Wajah adik Bryan tampak terlihat benar-benar tidak sehat. Bibirnya dan jari jemarinya berwarna biru kehitaman. Ini akibat kelainan jantung yang dideritanya.

Setiap bulan adik Bryan selalu rutin kontrol ke RSUD Soetomo Surabaya. Dengan bantuan BPJS KIS, alhamdulillah biaya obat semua gratis. Namun, untuk rutin berobat setiap bulan ke Surabaya, pastinya dibutuhkan biaya-biaya lain seperti biaya makan, transportasi, dan kebutuhan yang lain.

Kali ini Nurul Hayat diberikan kesempatan berkunjung ke rumahnya guna untuk menyampaikan amanah dari para donatur. Sesampai rumahnya disambut hangat oleh ibu Anik, yang tidak lain adalah ibunda dari adik Bryan. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang sampah, yang keliling mengambil sampah warga dari rumah ke rumah.

Lantas ibunya bercerita, bahwa tahun lalu, tepatnya di bulan Juni 2020 beliau terpaksa berhutang kepada seorang rentenir dikarenakan hasil upah dari suaminya tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan pokok keluarga. Tidak hanya untuk kebutuhan perawatan adik Bryan, biaya hutangnya juga untuk mencukupi kebutuhan anak pertamanya yang masih kelas 2 SMP.

Ketika dari tim Nurul Hayat bertanya nominal hutangnya, beliau menjawab bahwa jika seluruh hutangnya di kalkulasikan ada sekitar 4,5 juta meski hutang beliau tidak langsung cash 4 juta. Itupun belum juga termasuk bunganya. Bingungnya beliau, si rentenir selalu menagih setiap hari. Beliau juga sempat mengatakan jika beliau malu untuk mengajukan bantuan ke Nurul Hayat, karena sejak tahun 2018 Nurul Hayat sudah membantu proses pengobatan adik Bryan.

Tim Nurul Hayat pun menjelaskan kepada beliau, bahwasanya sebagai tugas amil zakat, Nurul Hayat siap membantu dalam hal seperti ini. Dengan harapan kedepannya semoga si ibu tidak lagi berhutang kepada rentenir.

Kalau dalam asnaf atau golongan penerima zakat, keluarga ibu Anik termasuk golongan Gharim. Beliau berhutang digunakan untuk mencukupi kebutuhan premier, bukan kebutuhan tersier. Tidak ada alasan lagi beliau berhutang, selain dikarenakan hasil kerja suaminya yang tidak seberapa, dan untuk biaya berobat adik Bryan yang mempunyai penyakit kelainan pada jantungnya.

Alhamdulillah, pada tanggal 9 Juni 2021 amanah dari para donatur sudah tersampaikan. Yaitu menutup hutang pokok ibu Anik di rentenir sebesar Rp. 4.500.000,-. Terima kasih sahabat sejuk NH atas bantuan dan dukungannya. Semoga adik Bryan selalu diberi kesembuhan dan dapat hidup selayaknya anak anak yang lain. Amiin..

 

Khitan Ceria Kerjasama Walikota Madiun bersama Nurul Hayat

Khitan Ceria Kerjasama Walikota Madiun bersama Nurul Hayat

Alhamdulillah, kemarin (08/06) telah terlaksana program Khitan Ceria hasil kerjasama Walikota Madiun bersama Nurul Hayat. Khitan ini dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama dilaksanakan pada hari Senin (08/06) dan tahap kedua di hari Selasa (09/06) yang bertempat di rumah dinas Walikota Madiun Jl. Pahlawan Madiun. Tercatat sebanyak 309 anak telah mengikuti program khitan ceria.

H. Maidi, selaku Walikota Madiun dalam sambutannya mengatakan “Khitan merupakan salah satu syariat Islam yang harus dilaksanakan khususnya bagi seorang muslim laki-laki, maka khitan tidak boleh ditunda. Kalau masih ada yang daftar, jangan ditolak”


“Alhamdulillah, dihari ulang tahun kota Madiun yang ke 103 ini bisa terlaksana khitan massal berkat kerjasama Nurul Hayat dan PT. Sunat Modern Indonesia, harapan kedepannya semoga kerjasama ini bisa terus terjalin, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan” tutur Yuni Setyawati Maidi, saat berbincang-bincang diruang team khitan dan para relawan, sambil berfoto-foto.

“Walaupun dilaksanakan secara massal, tapi khitan ini memakai metode termodern saat ini, yaitu Super Ring, yang mana metode ini tanpa jahit dan tanpa kontrol, sehingga setelah di khitan bisa langsung beraktifitas seperti biasa” ungkap Khoirul Rohman, selaku Branch Manager Nurul Hayat Madiun.

PT. Jasa Raharja Bersama Nurul Hayat Madiun Gelar Baksos Rapid Test Antigen Gratis

PT. Jasa Raharja Bersama Nurul Hayat Madiun Gelar Baksos Rapid Test Antigen Gratis

ZAKAT MADIUN – Guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, kemarin (06/06) PT. Jasa Raharja bekerjasama dengan NH Zakatkita Madiun mengadakan program bakti sosial, yakni Rapid Test gratis yang ditujukan kepada masyarakat di beberapa kelurahan di Kota Madiun.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah dalam menghadapi pandemi. Mengingat daerah tersebut termasuk daerah kategori tingkat kasus aktif Covid -19.

Dengan dilaksanakan rapid test ini, Adhitya Angga Dewa, S.E selaku kepala PT. Jasa Raharja Madiun berharap dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk beraktifitas. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi tracing awal agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Rupin Indrajana, koordinator lapangan dalam program baksos ini mengatakan, “Bakti sosial ini dilaksanakan ditiga titik tempat, yakni kelurahan Pangongangan (02/06), kelurahan Madiun Lor (04/06) dan rencana kelurahan Nambangan Lor Madiun (07/06). Tercatat sebanyak 75 orang warga Madiun telah mengikuti bakti sosial tersebut” ungkap beliau.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada PT. Jasa Raharja dan NH Zakatkita yang sudah memilih tempat kami sebagai tempat dilaksanakannya bakti sosial. Program ini sangat membantu sekali bagi warga, dalam rangka antisipasi menghadapi pandemi yang saat ini masih melanda negeri ini, ungkap Eko Purnomo, selaku lurah Pangongangan Madiun

Bantu Dampingi Bayi Prematur

Bantu Dampingi Bayi Prematur

ZAKAT GRESIK – Pasangan suami istri Ibu Rusniyah dan Bapak Fakhrur Rozi bernafas lega. Bersyukur atas segala karunia yang diberikan kepada keluarga. Terutama nikmat kesehatan yang diberikan kepada buah hati. Yang diberi nama Mochammad Fachrus Jhibran. Lahir secara prematur membuat pasangan asal Desa Pangkah Kulon ini khawatir. Sebab, bayinya belum bisa merespon penglihatannya saat bayi lain seusianya sudah mampu merespon. Lahir prematur menjadi pilihan yang harus ditempuh, dikarenakan ketuban pecah.


Kali terakhir kontrol ke rumah sakit tempat ia dilahirkan, dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan ke spesialis mata. Guna observasi lebih lanjut akan sensor penglihatannya. Namun ayah Jhibran tidak secara langsung mengiyakan. Ada pertimbangan lain. Finansial. Ayah Jhibran adalah seorang buruh tanam di pusat konservasi tanaman mangrove di tempatnya. Yang kebetulan akhir-akhir bulan ini sudah tidak ada proyek tanam magrove. Karena adanya konflik internal di tempat ia bekerja. Mengisi waktu luangnya, pria yang akrab disapa Irul ini mencoba berjualan ikan keliling. Namun belum membuahkan hasil yang diinginkan. Hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pun belum bisa menutup hutang untuk proses bersalin. Berupaya kita dampingi untuk mengetahui secara langsung hasil observasinya. Disamping kita ingin meringankan beban biaya untuk akomodasi dan administrasi.

Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa syaraf pada penglihatannya sudah baik. Hanya saja membutuhkan waktu untuk menunggu perkembangan hingga bisa merespon secara sempurna. Semua fungsi organ panca indera pun normal. Tidak seperti yang dikhawatirkan orangtua.

Lebih lanjut, dokter spesialis mata menuturkan bahwa harus lebih bersabar mendampingi tumbuh kembang buah hati. Terlebih karena lahir lebih dini dari bayi yang dilahirkan secara normal sesuai usia kandungan. Butuh diberi stimulan untuk merangsang perkembangan motoriknya. Dan perhatian ekstra karena masih terjadi sesak nafas. Tapi masih dalam batas wajar. Alhamdulillah tidak membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kita doakan semoga Jhibran tumbuh dan berkembang baik. Menjadi putra yang sholih dan berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

BANTU BIAYA OPERASI CAESAR IBU YAYUK

BANTU BIAYA OPERASI CAESAR IBU YAYUK

Zakat Gresik – Pasangan suami istri; Bapak Burhan dan Ibu Yayuk.
Keseharian Pak Burhan adalah seorang buruh nelayan kecil. Pendapatannya kisaran 50-100 ribu perhari. Cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ditambah akhir-akhir ini beliau tidak melaut. Karena kondisi laut yang berbahaya. Disamping itu, kebutuhan hidup terus berjalan.
Beliau pun tidak menyangka jika kelahiran anak keempatnya harus melalui operasi caesar. Sedang tiga anaknya lahir dengan normal semua.

Bermula saat melewati usia kandungan ke sembilan. Beberapa kali merasa kontraksi. Sakit yang hebat tapi hilang lagi. Begitu beberapa kali terulang. Memang sudah beberapa hari melampaui hari perkiraan lahir. Akhirnya mereka sepakat untuk memeriksakan kehamilan ke bidan setempat.
Bidan memberi saran untuk USG. Melihat bagaimana perkembangan bayi dan kondisi air ketuban. Dikhawatirkan volume air ketuban sudah menipis.

Untung saja terdeteksi lebih awal. Disarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi caesar.
Mengingat volume air ketuban sudah menipis.
Hingga harus dirujuk oleh bidan pembantu untuk operasi ke rumah sakit dengan peralatan medis yang memadai.

Alhamdulillah, ada rumah sakit yang bersedia untuk membantu persalinan pasangan asal Desa Blimbing, Paciran, Lamongan ini. Meski sudah mengetahui keadaan ekonomi keluarga saat itu. Tidak mempunyai biaya untuk operasi.

Jarak menuju rumah sakit yang sangat jauh pun ditempuh. Mereka tidak punya pilihan lain.

Tangis Pak Burhan pecah saat mendengar kabar bahwa operasinya berjalan lancar. Dan selamat, keduanya; ibu-anak.
Bersyukur tiada henti. Mengingat perjuangan dan kebaikan orang-orang di sekelilingnya.
Dan kabar baik pun kami sampaikan kepada mereka. Atas sedikit bantuan yang kita berikan untuk biaya persalinan.
Agar mereka tidak terlalu terbeban dengan biaya operasi yang mencapai 8 juta. Tentunya dengan dispensasi dan kelonggaran yang diberikan oleh rumah sakit. Hingga tidak ada riwayat dilarang pulang karena alasan administrasi.

Sahabat sejuk, mereka saudara kita. Barangkali melalui Anda, Allah memberi wasilah pertolongan. Yuk berdonasi untuk Pak Burhan dan Bu Yayuk agar bisa segera melunasi tanggungan administrasi di rumah sakit.

Kisah Bu Heni: Perjuangan dari Sumatera Selatan hingga ke Jember

Kisah Bu Heni: Perjuangan dari Sumatera Selatan hingga ke Jember

ZAKAT JEMBER – Masih ingat dengan bu Heni? Dhuafa yang sempat tidak bisa pulang setelah lahiran, karena tidak punya biaya…
Tgl 18 Februari, alhamdulillah dengan dibantu NH, akhirnya bu Heni bisa pulang dan bertemu lagi dengan anak nya. Donasi pun ditutup…

Alhamdulillah nya lagi. Sore harinya setelah kepulangan bu Heni, bu Ummul (relawan pendamping bu Heni) mendapatkan kabar bahwa ada yang membantu menguruskan surat pindah bu Heni sekeluarga, ke Dispenduk. Seperti diberitakan sebelumnya. KTP pak Yasin (suami bu Heni) sekeluarga masih beralamat di Sumatera Selatan. Setelah di Jember, banyak kesulitan karena KTP luar Jawa. Mengurus SPM dan daftar BPJS tidak bisa…
Alhamdulillah saat ini proses pindah KTP pak Yasin sekeluarga masih dalam proses di Dispenduk. Semoga segera selesai, sehingga bisa lebih mudah mengakses fasilitas, khususnya kesehatan, seperti daftar BPJS, aamiin 🤲

Kehilangan Dua Kakinya, Nurul Hayat Belikan Kaki Palsu untuk Pak Munif

Kehilangan Dua Kakinya, Nurul Hayat Belikan Kaki Palsu untuk Pak Munif

Kehilangan Dua Kakinya, Nurul Hayat Belikan Kaki Palsu untuk Pak Munif

Pak Munif, pria kelahiran Kota Bangkalan tahun 1962. Tinggal di Sidokumpul, Gresik. Di rumah kontrakan yang sudah ia tinggali sejak menikah, 26 tahun lalu. Bersama istri dan putri semata wayang. “Sudah 10 tahun gula darahnya tinggi. Dua tahun belakangan gula darahnya semakin tinggi,” tutur Bu Jumani, sang istri. Hal ini juga menjadi pemicu amputasi kaki kirinya. Yang awalnya hanya karena luka kecil. Kemudian dokter memutuskan untuk mengamputasi.

Mau tidak mau, jika memang sudah kehendak. Pak Munif ikhlas. Dalam proses penyembuhan, luka pasca operasi tak kunjung membaik. Sampai 6 bulan. Hingga pada akhirnya, luka menjalar pada kaki kanan. Dan akhirnya diamputasi pula. Pasca kedua kakinya diamputasi, Pak Munif semakin berkecil hati untuk bisa ke masjid. Sebelumnya ia masih bisa menggunakan alat bantu jalan. Untuk adzan dan berjamaah di masjid. Pula ketika beliau Sholat Jum’at.

Putrinya tak bisa berbuat banyak, ia tidak bisa mendampingi ayah untuk ke masjid. Setelah ayah pensiun, ia yang menjadi tulang punggung keluarga. Seusai menamatkan studi masa abu-abunya. Menyambung segala kebutuhan keluarga. Sandang, pangan dan papan. Dengan semangat ibadah yang cukup tinggi, Laznas Nurul Hayat Gresik berupaya untuk membantu Pak Munif. Untuk bisa berjalan dan beraktifitas kembali. Terutama melangkahkan kakinya menuju rumah Allah. Sempat dibuatkan kaki palsu. Untuk kedua kakinya.

Kehilangan Dua Kakinya, Nurul Hayat Belikan Kaki Palsu untuk Pak Munif
Kehilangan Dua Kakinya, Nurul Hayat Belikan Kaki Palsu untuk Pak Munif

Dengan semangat belajar agar bisa segera berjalan. Beliau sedikit memaksakan. Lupa jika luka kaki kirinya belum sembuh betul. Fatal. Luka itu kembali menganga. Dan mengharuskan amputasi kaki kiri hingga diatas lutut. Namun melihat perkembangannya, operasi kali ini hasilnya lebih baik. Lebih cepat kering dan menutup kembali. Laznas Nurul Hayat berupaya untuk membantu kembali. Dengan membuatkan kaki palsu lagi untuk yang kiri. Karena sudah tidak sesuai setelah operasi.

Semoga apa yang kita upayakan selalu dalam ridho Allah. Mengingat hati Pak Munif selalu tertaut pada Allah. Selalu semangat dalam beribadah kepada Allah. Semoga dengan kaki yang kita bantu, kita juga memperoleh pahala setiap langkah Pak Munif dalam segala amal kebaikan. Aamiin.

Nurul Hayat Berbagi Vitamin untuk Masyarakat Banyuwangi

Nurul Hayat Berbagi Vitamin untuk Masyarakat Banyuwangi

Nurul Hayat Berbagi Vitamin untuk Masyarakat Banyuwangi.

Zakat Banyuwangi – Situasi yang masih belum menentu seperti saat ini, kita wajib tetap menjaga kondisi kesehatan badan. Selain senantiasa melaksanakan protokol kesehatan covid19, nutrisi dalam tubuh juga perlu diperhatikan. Meskipun ada angin segar di Indonesia bahwa telah diresmikannya vaksin corona, namun untuk menunggu hingga vaksin itu tiba maka kita tetap harus senantiasa menjaga aktivitas dan kesehatan.

Laznas Nurul Hayat Banyuwangi mengadakan kegiatan BERBAGI VITAMIN GRATIS, yang bertujuan selain untuk berbagi kemanfaatan, juga harapannya bisa mengingatkan dan memotivasi masyarakat bahwa nutrisi makanan serta asupan vitamin untuk tubuh kita memang diperlukan.

Bertempat di Alun-alun Taman Blambangan Banyuwangi, tempat dimana dalam situasi pandemi masih diperbolehkan masyarakat untuk berolahraga, Nurul Hayat membagikan tidak kurang dari 1000 paket vitamin C kepada para pengunjung dan masyarakat yang sedang berolahraga di sana. Masyarakat menyambut baik adanya kegiatan positif yang digagas oleh Laznas Nurul Hayat Banyuwangi ini.

“Alhamdulillah, ada kegiatan seperti ini. Berbagi vitamin gratis di tengah-tengah situasi pandemi saat ini. Awalnya kami lihat dari jauh kok ada seperti orang bagi-bagi, ternyata benar setelah sampai sini saya pun dapat vitamin ini. Terima kasih Nurul Hayat.” Kata salah satu pengunjung Taman Blambangan yang tidak ingin disebut namanya dan juga menyampaikan bahwa dirinya rutin berolahraga disini setiap akhir pekan. Tapi baru ini melihat ada kegiatan seperti ini.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa berjalan rutin, istiqomah. Untuk memberikan stimulus kepada masyarakat bahwa corona itu bukanlah sesuatu yang menyeramkan, tetapi bisa kita antisipasi. Salah satunya dengan menjaga protokol dan menjaga kesehatan diri.” Disampaikan oleh M. Farid Hamasi, Branch Manager Nurul Hayat Banyuwangi kepada tim redaksi.

Yuk, dukung terus kegiatan-kegiatan kami melalui kanal-kanal donasi milik Laznas Nurul Hayat Banyuwangi. Bisa melalui rekening atau menghubungi petugas kami yang ada di lapangan. Juga bisa datang langsung ke kantor Laznas Nurul Hayat Banyuwangi di Jalan Letjen. Sutoyo No. 12 Tukangkayu Bnyuwangi, tepat di depan lapangan Futsal Scudetto Banyuwangi.

Bantuan Kursi Roda untuk Nengsi Penyandang Difabel

Bantuan Kursi Roda untuk Nengsi Penyandang Difabel

Bantuan Kursi Roda untuk Nengsi Penyandang Difabel.

ZAKAT NGAWI – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Nurul Hayat (NH) Madiun dan Media Seputarkita (Pewarta) sambangi dan berikan bantuan penyandang difabel di Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi (28/12). Kedatangan tim untuk menyambangi Nengsi Aprilia seorang anak usia 9 Tahun penyandang difabel putri pasangan Soepandi dan Suparni warga Dusun Krajan Kulon RT 005/ 002 Kecamatan Sine Ngawi.

Tim memberikan bantuan berupa kursi roda, sembako dan sejumlah uang yang diserahkan kepada keluarga Bapak Soepandi langsung di kediamannya. Semoga bantuan ini bisa menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari adik Nengsi, tidak hanya sebagai alat mobilitas, tetapi juga alat terapi bagi penggunanya, sehingga dapat mendukung pertumbuhan fisik.

Ungkapan terima kasih kepada Laznas Nurul Hayat Madiun, Tim media Pewarta dan SeputarKita yang turut membantu saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.

#NurulHayat #Madiun #Magetan #Ngawi #Ponorogo #Pendidikan #Laznas #LaznasTerbaik #ZakatKita #NHZakatKita #Sahabat #SantunanKesehatan #SantunanBerobat

Copyright © 2001-2023 Yayasan Yay. Nurul Hayat Surabaya