“Nurul Hayat MANDIRI, Donasi Anda 100% untuk Layanan Sosial & Dakwah. Mohon Doa Agar NH Senantiasa Istiqomah Menjaga KEMANDIRIAN Ini"

Berita Nurul Hayat hari ini

Mendiknas Resmikan Pembangunan PEPQ-NH

[26 Jun 2010 | No Comment | ]

Mimpi untuk mendirikan sebuah pesantren yang berbasis pada kemandirian itupun akhrinya mulai dirintis. Peletakan batu pertama untuk membangun gedung Pesantren Entrepreneur Penghafal Qur’ an ( PEPQ ) pada hari Sabtu ( 22/05 ) telah berjalan dengan sukses.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh baik tingkat nasional maupun Jawa Timur, seperti Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Walikota Surabaya Arif Affandi, Ketua Dewan Fatwa Mui Jatim KH. Abdurrahman Navis, Ketua Kanwil Depag Jatim, serta masih banyak lagi tokoh – tokoh lainnya yang hadir dalam acara tersebut. Acara tersebut juga dihadiri oleh para donatur, anggota MATABACA ( Majelis Taklim Abang Becak ), juga adik – adik ASAH PENA ( Asrama Anak Saleh Penghafal Al–Qur’ an)
selanjutnya;


Berita Nurul Hayat sebelumnya

Ibu Koencahyati: Ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Ibnu Sina: Banyak Hikmah Yang Didapat

Ibu Purwanti Setyorini ( Korda RS Putri Surabaya ): Mendapat Banyak Ilmu Dari Majalah NH

Bapak M. Subakir Hardiansyah-Korda RS Delta Surya Sidoarjo: Tak Sungkan Tawari Teman

Ibu Supraptiningsih-Korda Perumahan Muara Sarana Indah Dau Malang: Sambil Arisan Berbagi Juga Untuk Sesama

Training Hypnosis For Selling Karyawan NH: Pengaruhi Orang Tanpa Usik Kenyamanan

  • Mimpi Buruk Saat Mencari Jodoh »
  • Bolehkah Ritual Suro-an Ini? »
  • Hak dan Kewajiban Ibu yang bekerja »
  • Hukum Memakai Cincin Kawin Bagi Laki-laki »
  • Wanita Membuat Tatoo Alis »
  • >>> Konsultasi Lainnya

    Hikmah Muallaf

    Biar Miskin Materi Asal Kaya Iman

    Kisah penyiksaan fisik dan mental demi mempertahankan aqidah yang berujung dengan meninggalnya Mutmainah, sepupu perempuan saya, kadang masih melintas di bayangan. Sedih hati ini jika mengingatnya, namun saya hanya mampu berkhusnudzon bahwa dibalik tragedi itu ada hikmah di belakangnya, yaitu beberapa keluarga kami di Kaiwani, Distrik Ossu, Viqueque Timorleste akhirnya memeluk Islam.
    22 tahun sebelum kejadian itu, paman saya pergi mengikuti TNI ke Makassar. Sekembalinya dari sana ia telah menganut Islam dan berganti nama menjadi Muhammad Miol. Keislaman paman saya ini lalu diikuti paman saya yang lainnya yaitu Umar Azis.  Saya yang saat itu masih menginjak kelas 3 SD Katholik seringkali terheran-heran melihat ritual yang dilakukan Umar Azis yang di kemudian hari saya tahu itu adalah gerakan sholat.
    selanjutnya;

    Wanita

    Ibu, JAGALAH LISANMU…

    Kita tentu pernah mendengar kisah Malin Kundang. Seorang anak yang durhaka terhadap ibunya dan hidupnya berakhir menjadi batu, karena lisan ibunya. Kisah ini bagaimanapun memang hanya sebuah legenda yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, namun satu hal yang perlu dicermati adalah luar biasanya pengaruh lisan ibu terhadap anak.
    Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita jumpai seorang ibu yang jengkel atas kenakalan dan kesalahan anak-anaknya hingga ia mencela dan mencaci mereka. Kata-kata yang kotor (tidak pantas) pun keluar dari bibirnya. Seringnya hal ini terjadi, tak pelak menjadi kebiasaan. Sang ibu-pun tidak lagi merasa bersalah ataupun berdosa atas perbuatannya tersebut.
    T selanjutnya;

    Sakinah

    AKU TAKUT HAMIL LAGI

    Dua orang ibu-ibu sedang bergunjing ria. Topik yang dirasankan hari itu adalah tetangga sebelah yang punya banyak anak. “gitu mbok ya tahu diri, kan kasihan anaknya”, kata yang satu, sinis.
    “lha iya, banyak anak dalam kondisi susah begini malah bikin repot”, kata satunya.
    Dari ngomongnya, jelas dua ibu-ibu ini harus belajar banyak tentang akhlak sesama muslim. Bukan hanya karena seenaknya “makan daging saudaranya” sebab bergunjing, tapi juga tanpa sadar merendahkan pesan-pesan Allah dan Rosul-Nya dalam persoalan keturunan.
    Setidaknya begitulah yang muncul dimasyarakat kita hari ini. Mudah-mudahan kita tidak termasuk yang beranggapan demikian. Sebab yang harus kita takuti adalah, tanpa sadar kita merendahkan orang yang sedang menjalankan syariat Allah dan sunnah Rasul-Nya.
    selanjutnya;