Bantuan Pengobatan untuk Pak Romadhon

Bantuan Pengobatan untuk Pak Romadhon

Namanya Pak Romadhon. Sehari-hari bekerja sebagai buruh tukang las. Sejak Oktober 2021, Pak Romadhon divonis menderita Fistula Ani, yakni infeksi di saluran pembuangan. Akibat sakitnya ini, beliau harus menjalani beberapa kali operasi. Salah satunya adalah operasi pembuatan saluran pembuangan di perut sebelah kiri.

Pak Romadhon yang merupakan tulang punggung keluarga, saat ini hanya bisa berbaring saja. Beliau belum bisa bekerja seperti sedia kala. Meski sudah ada di depan mata, biaya operasi sebesar 50 juta rupiah yang belum terbayarkan karena saat itu BPJS-nya belum aktif. Belum lagi biaya pengobatan setiap bulan pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Saat ini, untuk hidup sehari-hari, Pak Romadhon dan istrinya dibantu oleh orang tuanya yang kondisinya juga seadanya. Ya, orangtua beliau bekerja serabutan untuk menanggung hidup 2 KK dengan total 11 jiwa, yang tinggal di satu rumah yang sama. Pak Romadhon sendiri, merupakan anak pertama dan masih memiliki 6 orang adik yang masih kecil.

Kabar baiknya, kondisi Pak Romadhon, semakin hari semakin baik. Pada kunjungan kedua tim Nurul Hayat dalam rangka menyalurkan santunan pengobatan, pada Kamis 3 Maret 2022, terlihat beliau sudah mulai bisa bersandar setengah duduk. Luka bekas operasi juga sudah terlihat lebih baik dari yang terlihat saat kunjungan pertama pada awal Februari lalu.  Selain kondisi fisiknya yang semakin baik, perawat  juga menuturkan bahwa kondisi psikis beliau  dan keluarga juga terlihat jauh lebih tenang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Nurul Hayat, karena sudah peduli dengan suami saya. Santunan ini akan kami pakai untuk biaya perawatan harian suami. Semoga ke depannya makin banyak yang peduli, untuk membantu biaya operasi yang belum terbayarkan di rumah sakit,” ucap mbak Ziana, istri Pak Romadhon.

Mari bantu Pak Romadhon sembuh dari Fistula Ani. Klik: https://zakatkita.org/bantupakromadhon

Bersedekah dengan Sebutir Kurma

Bersedekah dengan Sebutir Kurma

Bersedekah dengan Sebutir Kurma – Bersedekah tidak mesti banyak, yang penting adalah ikhlas dan halal. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ إِلاَّ أَخَذَهَا اللَّهُ بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ قَلُوصَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ أَوْ أَعْظَمَ

“Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu.” (HR. Muslim, no. 1014).

 

Hadits ini menjelaskan kemuliaan bersedekah dan jaminan Allah SWT bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang tetapi bertambah dan terus bertambah sehingga di hari kiamat nanti orang yang bersedekah terheran-heran menerima balasan sedekah dengan sebutir kurma seperti sebesar gunung atau lebih besar lagi.

Kalimat “bersedekah dengan sebutir kurma” tidak menunjukkan kekhususan bersedekah dengan satu biji kurma, tetapi hanyalah perumpamaan bersedekah dengan sesuatu yang sedikit atau sepele baik berupa uang, makanan, minuman, pakaian, atau lainnya.

Kalimat “dari penghasilan yang baik” menunjukkan bahwa sedekah yang diterima oleh Allah hanyalah sedekah yang bersumber dari penghasilan yang cara mendapatkannya secara halal. Sebaliknya, sedekah dari penghasilan yang tidak baik maka tidak akan diterima oleh Allah SWT, meskipun nominal sedekahnya sangat fantastis namun tetap tertolak.

Akibat jelek dari makanan dan pekerjaan yang haram adalah doa sulit terkabul. Dalam hadits disebutkan tentang seorang musafir yang sudah dalam keadaan benar-benar memohon kepada Allah sambil mengangkat tangannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?” (HR. Muslim, no. 1014)

 

Mengenai sedekah dengan harta haram, maka bisa ditinjau dari tiga macam harta haram berikut:

  • Harta yang haram secara zatnya. Contoh: khamar, babi, benda najis. Harta seperti ini tidak diterima sedekahnya dan wajib mengembalikan harta tersebut kepada pemiliknya atau dimusnahkan.
  • Harta yang haram karena berkaitan dengan hak orang lain. Contoh: HP curian, mobil curian. Sedekah harta semacam ini tidak diterima dan harta tersebut wajib dikembalikan kepada pemilik sebenarnya.
  • Harta yang haram karena pekerjaannya. Contoh: harta riba, harta dari hasil dagangan barang haram. Sedekah dari harta jenis ketiga ini juga tidak diterima dan wajib membersihkan harta haram semacam itu. Namun apakah pencucian harta seperti ini disebut sedekah? Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Intinya, jika dinamakan sedekah, tetap tidak diterima karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram).” (HR. Muslim, no. 224). Ghulul yang dimaksud di sini adalah harta yang berkaitan dengan hak orang lain seperti harta curian. (HR. Muslim no. 1014). Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah Al-Mukhtashar, hlm. 92-93.

 

Baca juga : Sedekah Listrik untuk Pesantren Tahfidz Nurul Hayat

Kalimat “sampai (sedekah kurma itu) sebesar gunung atau lebih besar lagi”. Hadits ini menunjukkan bahwa siapapun bisa bersedekah, dan kekurangan harta atau banyaknya kebutuhan bukanlah alasan untuk tidak bersedekah. Orang kaya sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah sebagai ungkapan syukur dan demi mempertahankan nikmat, sedangkan orang miskinpun dianjurkan untuk bersedekah sebagai ungkapan syukur atas nikmat iman dan agar keluar dari jerat kesulitan. Perhatikanlah bagaimana hadis ini memberikan illustrasi indah bersedekah satu biji kurma dengan ganjaran hingga sebesar gunung atau lebih besar lagi. Hadis ini menunjukkan keutamaan bersedekah meskipun dengan sesuatu yang sedikit. 

Oleh karena itu, janganlah kita meremehkan bersedekah dengan Rp. 1000, Rp. 5000, atau satu kotak susu, atau satu kantong sayuran, dan lain sebagainya. Yang terpenting adalah bersedekah dengan tulus ikhlas semata-mata berharap ridha Allah SWT dan bersumber dari penghasilan baik, niscaya Allah akan memelihara sedekah tersebut sampai pada hari kiamat nanti ia didapati seperti sebesar gunung atau lebih besar lagi. Jangan lupa sedekah.

 

Renovasi Rumah Ibu Sri

Renovasi Rumah Ibu Sri

Rumah harusnya menjadi tempat istirahat yang tenang dan nyaman bagi sebuah keluarga. Namun tidak demikian yang dirasakan oleh Ibu Sri Wilujeng. Di rumahnya, beliau justru merasa tidak bisa tenang. Hal ini dikarenakan kondisi rumah beliau yang sudah tidak layak. “Kalau hujan deras, saya tidak bisa tenang. Apalagi kalau hujannya pas malam hari. Saya pasti bangunkan anak saya. Karena pasti banjir dari dapur sampai ke depan. Memang kondisi rumah kami sudah tidak layak dan kami hanya menunggu waktu, atapnya sewaktu-waktu akan ambruk,” tutur Ibu Sri.

Ya, beliaulah Ibu Sri Wilujeng. Usianya 50 tahun. Kini beliau berjuang seorang diri membesarkan putrinya. Sang suami wafat ketika putrinya duduk di bangku Sekolah Dasar. Putrinya itu pun, kini terpaksa putus sekolah karena terkendala persoalan biaya.

Sehari-hari, Ibu Sri menyambung hidup dengan bekerja sebagai buruh cuci dan bersih-bersih di rumah tetangganya. Berkilo-kilogram baju ia cuci demi sesuap nasi untuk dirinya dan permata hatinya. Dari kerja kerasnya itu Ibu Sri mendapatkan penghasilan 40-50 ribu rupiah per hari. Namun sayangnya tidak setiap hari beliau diminta untuk menyuci baju atau bersih-bersih rumah. Jika sedang tidak ada permintaan, beliau hanya bisa berharap mendapatkan uang untuk makan ia dan putrinya.

Melihat kondisi Ibu Sri, Laznas Nurul Hayat bergerak membantu merenovasi rumah beliau agar menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk beliau dan putrinya. Alhamdulillah, dengan dukungan dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat, niat ini bisa terlaksana. Atap rumah yang sebelumnya roboh, kini sudah diganti dengan atap baru yang kokoh. Ruangan yang sebelumnya tidak bisa ditempati, kini sudah bisa ditempati sebagaimana mestinya. Dan yang penting, Ibu Sri dan anaknya kini tak perlu khawatir lagi saat hujan turun.

Mewakili keluarga Ibu Sri, kami ingin mengucapkan berjuta-juta terima kasih kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat. Kami sangat bersyukur dengan antusiasme Sahabat Sejuk dalam membantu renovasi rumah Ibu Sri. Semoga kebaikan Sahabat Sejuk dibalas berlipat ganda oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Bantu Biaya Pendidikan Santri Yatim

Bantu Biaya Pendidikan Santri Yatim

Tidak dapat dimungkiri, meninggalnya orang tua, khususnya Ayah memberikan dampak terhadap anak. Dampak tersebut tak hanya kepada jiwa sang anak yang kehilangan sosok Ayah dan pelindung. Namun juga memberikan dampak ekonomi. Dampak ekonomi ini bisa kita lihat dari banyaknya anak yatim yang belum terpenuhi kebutuhan pokoknya, termasuk juga kebutuhan pendidikannya.

Anak-anak yatim merupakan bagian dari masyarakat yang kelak akan tumbuh dewasa dan hidup di tengah masyarakat. Dengan belajar di pondok pesantren, mereka tidak hanya diajarkan keagamaan dan menghafal Al-Qur’an. Mereka juga diajari tentang sosial kemasyarakatan dan bekal keilmuan yang sangat penting ketika mereka dewasa nanti.

Laznas Nurul Hayat mengajak Sahabat Sejuk, membantu memenuhi biaya pendidikan adik-adik yatim yang sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren agar kelak mereka menjadi Muslim yang cerdas dan tangguh. Alhamdulillah, banyak sekali Sahabat Sejuk yang antusias untuk membantu biaya pendidikan adik-adik yatim ini. Bantuan-bantuan dari Sahabat Sejuk ini pun telah disalurkan kepada yang berhak menerima.

Bantu Biaya Pendidikan Santri Yatim

Periode Oktober-November 2021, total nominal beasiswa 1,4 Milyar Rupiah telah diterima oleh 103 santri dari 61 pesantren yang tersebar di 24 kota dan kabupaten.  Alhamdulillah, bantuan dari Sahabat Sejuk ini sangat berarti bagi mereka. Memberikan semangat dan mengurangi beban di pundak mereka. InsyaAllah bantuan ini akan diberikan sampai mereka lulus.

Terima kasih Sahabat Sejuk atas dukungan yang diberikan kepada adik-adik yatim ini. Mari terus bersama-sama membantu adik yatim ini mendapatkan pendidikan terbaik agar mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik. Kami mendoakan semoga Sahabat Sejuk selalu diberi kemudahan, kemurahan rezeki, dan hidup yang penuh keberkahan. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Sedekah Listrik untuk Pesantren Tahfidz Nurul Hayat

Sedekah Listrik untuk Pesantren Tahfidz Nurul Hayat

Listrik menjadi salah satu sarana yang sangat krusial dalam kehidupan. Hampir semua aktivitas yang kita jalani di kehidupan kita hari ini, membutuhkan adanya sarana listrik yang memadai. Termasuk juga aktivitas kehidupan di pesantren. Dengan adanya listrik, kegiatan keseharian para santri  bisa berjalan dengan normal. Mulai dari kegiatan membaca Al Quran, menghafal Al Quran, belajar ilmu pengetahuan umum dan kegiatan bermanfaat lainnya. Hal inilah yang dirasakan juga oleh puluhan santri di Pesantren Tahfidz Nurul Hayat Semarang.

Saat ini, biaya listrik per bulan untuk Pesantren Tahfidz Nurul Hayat Semarang berada di kisaran Rp 2.000.000. Sehingga dalam satu tahun kebutuhan biaya listrik  mencapai Rp 24.000.000. Oleh karena itu, Laznas Nurul Hayat Semarang membuka kesempatan kepada Sahabat Sejuk semua untuk ikut berpartisipasi mendukung kegiatan Pesantren Tahfidz Nurul Hayat Semarang dengan cara support biaya kebutuhan listrik bulanan.

Alhamdulillah, program Sedekah Listrik untuk Pesantren ini disambut dengan antusias oleh Sahabat Sejuk Nurul Hayat. Tak perlu menunggu lama, sejumlah donasi telah terkumpul. Alhamdulillah pula, sedekah listrik dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat telah disalurkan untuk membayar biaya listrik Pesantren Tahfidz Nurul Hayat Semarang pada bulan Februrari 2022. Untuk total pengeluaran biaya listrik bulan Februari sendiri, mencapai Rp 1.000.000.

Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program ini.  Semoga apa yang telah Sahabat Sejuk berikan mendapat sebaik-baik balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin…

Peresmian Wakaf Sumur Bor Ponpes Nurul Quran Sunan Kalijaga

Peresmian Wakaf Sumur Bor Ponpes Nurul Quran Sunan Kalijaga

Alhamdulillah, program wakaf sumur bor untuk Pondok Pesantren Nurul Qur’an Sunan Kalijaga yang terletak di Dusun Andelan, Desa Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi  telah diresmikan beberapa waktu yang lalu. Secara seremonial sumur bor diresmikan langsung oleh Kepala Cabang Nurul Hayat Banyuwangi, M. Farid Hamasi, pada hari Jumat, 8 Maret 2022 sekira pukul 13.00 WIB. Acara serah terima yang diadakan di lokasi wakaf sumur ini dihadiri oleh pengasuh, Ketua Yayasan, pengurus, Dewan Asatidz, serta para santri dan masyarakat sekitar.

Proses pembuatan sumur bor ini dikerjakan dalam kurun waktu kurang lebih sebulan. Dimulai dari peletakan batu pertama, pengeboran, hingga pekerjaan pembuatan tandon air, alhamdulillah kesemuanya berjalan dengan baik. Dalam perjalanannya, tentunya bukan tanpa kendala sama sekali. Namun berkat kegigihan para tukang di lapangan, kendala demi kendala tersebut dapat teratasi. Hanya faktor alam atau cuaca (seperti: hujan lebat disertai angin) yang sempat membuat pekerjaan terpaksa dihentikan karena terlalu berbahaya bagi para pekerja.

Pondok Pesantren Sunan Kalijaga sendiri, merupakan pesantren dengan sekolah-sekolah formal di dalamnya. Berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga Sekolah Menengah Kejuruan yang berbasis entrepreuneur kelautan ada di sini. Menariknya, tidak kurang dari 90% santri yang bermukim di pesantren ini merupakan anak-anak yatim dan dari keluarga dhuafa. Mereka tidak dipungut biaya sepersenpun alias gratis. Sekolah, mondok, makan 3 kali, kitab, dan kebutuhan lainnya yang menunjang kegiatan para santri, ditanggung oleh yayasan. InsyaAllah, jariyah para sahabat sejuk Nurul Hayat sangatlah berarti sekali, baik bagi pesantren, juga bagi mereka yang tinggal di dalamnya. Apalagi wakaf sumur bor ini, selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih pesantren, juga dijariyahkan untuk kebutuhan air minum masyarakat sekitar Dusun Andelan.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat di mana pun berada, yang telah menitipkan jariyahnya guna kelancaran program Wakaf Sumur Bor ini. Semoga setiap tetes air yang mengalir, menjadi pahala yang mengalir juga bagi Sahabat Sejuk semuanya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sabar dan Sholat

Sabar dan Sholat

Sabar dan Sholat – Dinamisnya hidup terkadang menjadi manusia sering merasakan kebahagiaan dan kesenangan. Meski begitu tentu manusia juga tak akan terlepas dengan berbagai persoalan yang menerpa kehidupan di dunia. Sakit, masalah keluarga, pekerjaan, bahkan permasalahan dalam sosial tak dapat dihindari oleh manusia untuk menjalani kehidupan yang singkat ini. Tentu berangkat dari hal tersebut. Manusia akan senantiasa memerlukan pertolongan dari Allah SWT. Sehingga Allah memerintahkan kita manusia untuk mencari pertolongan dari Allah SWT.

Dalam dua ayat surat Al Baqarah, Allah memerintahkan bagi hamba-Nya untuk meminta pertolongan dengan sabar dan shalat. Allah Ta’ala berfirman,

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS. Al Baqarah: 45).

Allah Ta’ala juga berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153).

 

Baca Juga : Hunian Baru untuk Penyintas Semeru

Faedah ayat

Pertama. Petunjuk dan sekaligus perintah dari Allah agar seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah dengan melakukan dua sebab ini yaitu sabar dan shalat.

Kedua. Allah dalam ayat ini memanggil khusus kepada orang-orang yang beriman, menunjukkan betapa penting perintah Allah untuk bersabar dan melaksanakan salat. Meminta pertolongan dengan sabar dan shalat adalah tuntutan dan konsekuensi keimanan seseorang.

Ketiga. Sabar adalah kunci datangnya pertolongan Allah dalam menghadapi musibah. Kesabaran mencakup tiga hal: sabar dalam taat, sabar dalam meninggalkan maksiat, dan sabar dalam menghadapi takdir buruk berupa musibah.

Keempat. Salat adalah sebab datangnya pertolongan Allah. Ibadah salat yang dimaksud adalah mencakup salat wajib dan juga berbagai salat sunah.

Kelima.  Amal ibadah akan terasa berat bagi orang yang tidak khusyu, lebih-lebih lagi ibadah salat. Yang dimaksud orang yang khusyu di sini adalah orang beriman yang benar-benar menundukkan dan merendahkan diri terhadap perintah Allah.

Keenam. Penetapan sifat ma’iyyah bagi Allah, yaitu kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya. Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar dalam makna kebersamaan yang khusus, yaitu Allah senantiasa membantu dan memberi pertolongan kepada mereka. Ini merupakan berita gembira bagi orang-orang yang sabar.

 

Setiap hari manusia diperintahkan oleh Allah untuk mengerjakan Sholat lima waktu sehari semalam sebagai bentuk ujian Allah SWT kepada manusia apakah orang tersebut masih memiliki iman atau tidak. 

Dalam salah satu kajian Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Sholat itu satu-satunya wasilah Ibadah yang disebutkan dalam alquran untuk langsung memohonkan kebutuhan yang langsung dirasakan oleh manusia. Bahkan sebelum manusia diminta untuk Sholat, Adi Hidayat mengukapkan dalam penjelasan ayat Al-Baqarah ayat 45-46, Allah langsung menayakan masalah yang dihadapi oleh manusia. 

“Dalam ayat itu Allah menempatkan Sholat dalam urutan ke dua. Kata Allah hai hamba ku jika kalian punya persoalan dalam hidup maka mintakan solusinya kepada ku (Allah SWT),” agar setiap orang yang memiliki masalah tidak mengurainya melalui sosial media yang hanya akan mendapatkan tanggapan yang negatif bagi manusia. Tapi kata Adi Hidayat mintalah pertolongan itu dalam sholat.

Jangan ketika dapat masalah langsung lari ke medsos. Namun, ingatlah Allah. Mintalah pertolongan pada Allah. Bagaimana? satu, dengan sabar. Terima dulu masalah itu, problematika apapun itu sebesar apapun kata Allah karena memang hanya anda yang sanggup. Mustahil Allah menurunkan ujian dan cobaan jika Allah tidak menurunkan solusi dan hikmah dari masalah itu. Apapun permasalahnnya tetap sabar dan sholat solusi terbaik.

 

Bedah Rumah Pak Darmanto Sekeluarga

Bedah Rumah Pak Darmanto Sekeluarga

Nama beliau Darmanto. Usianya 45 tahun. Kisah hidup beliau berliku dan menyimpan cerita getir. Semenjak diberhentikan dari tempatnya bekerja, sehari-hari Pak Darmanto beraktivitas sebagai pengepul kardus bekas. Sang istri, Ibu Yani, membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan kerupuk.

Hari-hari Pak Darmanto dan Ibu Yani, dihabiskan bersama dua putri kesayangan. Mereka tinggal di rumah berukuran sedang. Dindingnya dari bilik bambu yang sudah lapuk dan berlubang. Lantainya tanah. Dengan satu ruangan yang disekat yang difungsikan sebagai tempat tidur. Dan di bagian luar rumah, terdapat sebuah sumur untuk mencuci pakaian. Jika dilihat secara keseluruhan, rumah tersebut jauh dari kesan layak huni.

Dari lubuk hati yang terdalam, Pak Darmanto sangat ingin memperbaiki tempat tinggalnya tersebut. Segala hal, mulai dari menjadi kuli bangunan hingga mencari pekerjaan yang tepat, sudah beliau ikhtiarkan agar bisa memperbaiki rumahnya menjadi lebih nyaman untuk keluarga. Tapi apalah daya, hal tersebut tidak mudah untuk terwujud.

Mengetahui apa yang dialami oleh Pak Darmanto dan keluarganya, Laznas Nurul Hayat bergerak cepat untuk membantu beliau. Alhamdulillah, dengan dukungan Sahabat Sejuk Nurul Hayat, keinginan Pak Darmanto untuk memperbaiki rumahnya segera terwujud. Saat ini proses renovasi rumah Pak Darmanto sudah mencapai 90 persen. InsyaAllah setelah ini beliau dan keluarga akan menempati rumah yang lebih layak dan lebih nyaman.

Pak Darmanto menitipkan ucapan terima kasih untuk semua Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah membantu mewujudkan doa beliau dan keluarga. Semoga apa yang Sahabat Sejuk Nurul Hayat berikan, mendapat sebaik-baik balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Setiap Amalan Tergantung Pada Niat

Setiap Amalan Tergantung Pada Niat

Setiap Amalan Tergantung Pada Niat – Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

 

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita. Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia.

Niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syar’i, yang dimaksud adalah berazam (bertedak) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah, letak niat dalam batin (hati).

Kalimat “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya”, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi, yaitu amalan. Sedangkan kalimat “Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan”, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi lahu, yaitu kepada siapakah amalan tersebut ditujukan, ikhlas lillah ataukah ditujukan kepada selainnya.

Baca Juga : NH Madiun Berikan Modal untuk Koperasi Berani Jujur

Niat punya peranan penting dalam setiap ibadah termasuk dalam sedekah. Ada kisah dalam hadits yang disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab yang sudah  sangat masyhur di tengah-tengah kita yaitu kitab Riyadhus Sholihin. Kisah ini berkaitan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, setiap amalan itu tergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.

Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al Akhnas radhiyallahu ‘anhum, -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana Ma’an berkata bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah mengeluarkan beberapa dinar untuk niatan sedekah. Ayahnya meletakkan uang tersebut di sisi seseorang yang ada di masjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi para orang yang ada di masjid, -pen). Lantas Ma’an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang dinar tersebut. 

Kemudian ayah Ma’an (Yazid) berkata, “Sedekah itu sebenarnya bukan kutujukan padamu.” Ma’an pun mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لَكَ مَا نَوَيْتَ يَا يَزِيدُ ، وَلَكَ مَا أَخَذْتَ يَا مَعْنُ

“Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.” (HR. Bukhari no. 1422).

 

Kisah di atas menceritakan bahwa ayah Ma’an (Yazid)  ingin bersedekah kepada orang fakir. Lantas datang anaknya (Ma’an) mengambil sedekah tersebut. Orang yang diwakilkan uang tersebut di masjid tidak mengetahui bahwa yang mengambil dinar tadi adalah anaknya Yazid. Kemungkinan lainnya, ia tahu bahwa anak Yazid di antara yang berhak mendapatkan sedekah tersebut. Lantas Yazid pun menyangkal dan mengatakan bahwa uang tersebut bukan untuk anaknya. Kemudian hal ini diadukan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau pun bersabda, “Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati”.

 

Hunian Baru untuk Penyintas Semeru

Hunian Baru untuk Penyintas Semeru

Alhamdulillah, hunian layak untuk Pak Budi dan keluarga sudah bisa ditempati. Beliau satu dari 100 penerima program Griya Cahaya Hidup penyintas APG Semeru. Sebelumnya Pak Budi tinggal di tempat pengungsian, dengan ratusan penyintas yang lain. Beliau hampir tiga bulan tinggal bersama penyintas lain. Bersyukur saat ini sudah bisa tinggal di rumahnya sendiri, sebuah hunian yang dibangun atas kerjasama Aulia Fasion dan LAZ Nurul Hayat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Aulia Fashion dan Nurul Hayat. Sekarang saya sudah punya rumah lagi.  Rumah yang sebelumnya sudah tidak bisa ditempati karena terkena guguran awan panas Gunung Semeru,” ungkap Pak Budi ketika diwawancarai tim Nurul Hayat.

Sebelumnya Pak Budi adalah buruh penambang pasir. Semenjak Gunung Semeru mengeluarkan guguran awan panas kemarin, beliau tidak bisa bekerja seperti biasanya. Penambangan pasir ditutup, karena membahayakan keselamatan para pekerja.

Terima kasih donatur Nurul Hayat, khususnya Aulia Fasion yang membantu Pak Budi mempunyai rumah kembali. Semoga rumah baru ini bisa menjadi tempat berteduh dan tempat ibadah yang nyaman untuk Pak Budi sekeluarga.

#HunianSementara #GriyaCahayaHidup #NurulHayat #AuliaFashion

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya