Renovasi Selesai, Aula Pesantren Sabilul Muttaqien Siap Digunakan

Renovasi Selesai, Aula Pesantren Sabilul Muttaqien Siap Digunakan

Alhamdulillah, proses renovasi aula Pesantren Sabilul Muttaqien telah selesai. Pada tahap akhir, pengerjaan pemasangan plafon, plester, dan pengecatan dinding telah tuntas dilakukan.

Pada perjalanannya, proses renovasi ini bukan tanpa kendala. Beberapa kali, proses pengerjaan harus tertunda karena kondisi cuaca. Termasuk juga pada tahap akhir. Pengerjaan sempat tertunda selama satu pekan lebih karena pengiriman material tertunda. Tertundanya pengiriman material ini dikarenakan hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan armada laut tidak bisa berlayar.

Pesantren Sabilul Muttaqien sendiri merupakan sebuah pesantren yang terletak di Pulau Sadulang, Sumenep. Pada akhir bulan Februari lalu, angin puting beliung menerjang Pulau Sadulang. Angin tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Termasuk salah satunya adalah aula Pesantren Sabilul Muttaqien. Ya, bangunan aula pesantren ini mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian atapnya roboh. Sehingga sangat rawan untuk digunakan proses belajar mengajar.

Dengan selesainya proses renovasi ini, aula dapat kembali digunakan oleh para santri pada tahun ajaran baru, tepatnya pada bulan Juli tahun ini.

Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah membantu renovasi aula Pesantren Sabilul Muttaqien mulai dari awal hingga siap digunakan. Semoga apa yang sahabat sejuk berikan, mendapatkan sebaik-baik balasan dari Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Ekonomi Islam Pada Masa Nabi Muhammad

Ekonomi islam pada masa Rasulullah – Nabi Muhammad SAW berhijrah dari kota Makkah ke kota Yasrib. Dikota yang bertanah subur ini Rasulullah disambut dengan baik bahkan diangkat menjadi pemimpin dikota Yasrib ini. Sejak saat itu kota Yasrib berubah menjadi kota Madinah.

Perkembangan yang terjadi dikota Madinah sangat pesat, berbeda dengan periode kota makkah, islam menjadi kekuatan politik pada periode dikota Madinah. Rasulullah SAW menjadi pemimpin dikota kecil yang penduduk nya semakin banyak dari masa ke masa. Ajaran islam yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat banyak yang turun ke Madinah.

Rasulullah SAW selain sebagai pemimpin negara juga sebagai pemimpin agama, telah banyak menata kehidupan masyarakat madinah. Banyak yang dilakukan oleh rasulullah salah satunya menata dari sisi kehidupan sosial. Baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat bahkan membersihkan tradisi dan ritual yang bertentangan dengan ajaran islam. Seluruh aspek kehidupan didasarkan oleh ajaran-ajaran Qur’an.

Madinah merupakan negara yang baru dibentuk dengan nilai dasar ekonomi yang sangat rendah. Sistem ekonomi yang diterapkan oleh Rasulullah berakar dari prinsip-prinsip Qur’ani. Al-Quran merupakan sumber utama ajaran islam telah menetapkan berbagai aturan bagi umat manusia dalam melakukan aktivitas disetiap aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi. Dalam pandangan islam manusia tidak bisa dipisah-pisahkan menjadi kehidupan ruhiyah dan jasmaniyah melainkan menjadi satu kesatuan yang utuh. Islam tidak mengenal kehidupan yang hanya berorientasi pada akhirat tanpa memikirkan kehidupan duniawi atau sebaliknya.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an :

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Artinya : “Dan carilah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. dan janganlah kamu melupakan bahagiaan mu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al-Qasas ; 77) 

Kondisi masyarakat dimadinah saat itu sangat buruk sehingga sulit untuk diperbaiki dalam waktu singkat. Oleh karena itu, rasulullah mencari solusi untuk memperbaiki ekonomi tanpa mempermasalahkan faktor keuangan. Rasulullah melakukan strategi dan langkah-langkah untuk mengantisipasi dan memperbaiki keadaan tersebut dengan segala cara.

Setelah Madinah menjadi negara, semua kegiatan dilakukan oleh kaum muslimin secara gotong royong dan bersama-sama. Karena hampir tidak ada pemasukkan dan pengeluaran negara.

 

MCK Layak untuk Mbah Marwiyah

MCK Layak untuk Mbah Marwiyah

MCK untuk Mbah Marwiyah –  Namanya Mbah Marwiyah. Usianya 66 tahun. Warga Dusun Baran, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini, sehari-hari bekerja serabutan. Seadanya.

Saat ini, Mbah Marwiyah tinggal seorang diri. Di sebuah rumah tua yang kondisinya apa adanya. Kondisi dapurnya jauh dari kata layak. Tanpa atap. Begitu juga MCK-nya. Sudah rusak. Tak nyaman digunakan. Atapnya hanya diberi kain dan banner bekas. Sewaktu-waktu bisa roboh. Kondisi yang sama juga terlihat pada plesteran lantainya, yang juga sudah rusak.

Laznas Nurul Hayat Kediri, berkomitmen membantu renovasi MCK Mbah Marwiyah. Alhamdulillah, dengan dukungan dari sahabat sejuk, komitmen ini sudah terlaksana. Pada 12 Juni 2022, bantuan renovasi untuk MCK Mbah Marwiyah telah selesai dikerjakan.

Saat ini Mbah Marwiyah tak perlu khawatir lagi atapnya roboh. Dapur dan MCK-nya sudah lebih baik dari sebelumnya, sehingga beliau bisa menggunakannya dengan aman dan nyaman.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk yang telah membantu program ini. Terima kasih juga kepada para relawan yang sudah membantu. Semoga lelah teman-teman semua, menjadi pemberat timbangan amal baik kelak di akhirat.

Sekali lagi terima kasih. Ojo waleh dadi wong apik.

Bantu Perbaikan Gedung TPQ yang Terdampak Banjir

Bantu Perbaikan Gedung TPQ yang Terdampak Banjir

TPQ Miftakhul Jannah terletak di jalan Tengiri 3, RT 03 RW 06, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Semarang. TPQ yang saat ini memiliki 35 santri dengan dua pengajar ini, berdiri sejak tahun 2005.  Santri di sini belajar tanpa pungutan biaya. Para asatidz pun tidak mendapatkan bisyaroh.

Pada bulan Juni 2021, saat musim hujan, TPQ sempat kebanjiran selama 3-4 hari dengan ketinggian air sekitar setengah meter. Akibatnya, kegiatan mengaji anak-anak tidak bisa dilaksanakan. Keadaan ini diperparah dengan kondisi atap yang sudah banyak bocornya. Sehingga ketika diguyur hujan, sarana prasarana yang ada, banyak yang rusak terkena air.

Pada bulan Februari 2022, juga di musim penghujan, TPQ sering kemasukan air hujan.  Masuknya air hujan ini dikarenakan kondisi jalan yang semakin tinggi sementara bangunan lebih rendah dari jalan. Karena hal ini, lagi-lagi proses belajar mengajar tak bisa dilaksanakan.

Agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman, para pengajar sangat berharap gedung TPQ dapat direnovasi. Utamanya peninggian lantai dan perbaikan atap.

Melihat apa yang dialami oleh TPQ Miftakhul Jannah, Laznas Nurul Hayat Semarang bergerak untuk membantu renovasi yang dibutuhkan. Dengan dukungan dari sahabat sejuk, Nurul Hayat telah melakukan penyaluran awal sejumlah tiga juta rupiah. Bantuan tersebut telah dibelanjakan keramik untuk lantai.

Alhamdulillah, saat ini proses renovasi telah dijalankan. Proses pengurukan dan peninggian lantai juga terus dilakukan.

Terima kasih kami sampaikan kepada sahabat sejuk yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu renovasi TPQ Miftakhul Huda. Mohon doa dan dukungan, semoga proses renovasi cepat selesai dan anak-anak bisa kembali belajar mengaji dengan aman dan nyaman.

Bedah Rumah Lansia Sebatang Kara

Bedah Rumah Lansia Sebatang Kara

Bedah rumah – Nama beliau Mbah Nasrikah. Beliau adalah seorang janda tua sebatang kara, warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sehari-hari, Mbah Nasrikah beraktivitas sebagai pencari daun kelapa kering. Daun kelapa kering itu, beliau jadikan sapu lidi, lalu beliau jual ke pasar atau kepada tetangga sekitar, untuk kemudian hasil penjualannya beliau belikan beras.

Mbah Nasrikah tinggal di sebuah rumah berukuran 2 meter X 7 meter. Kondisi rumah tersebut jauh dari kata layak karena telah ambruk diterjang angin.

Melihat kondisi Mbah Nasrikah, Nurul Hayat Malang bekerjasama dengan NH Konstruksi, MASPEDES Dampit dan masyarakat sekitar, bergerak cepat membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman untuk beliau melalui program bedah rumah.

Dengan gotong royong, rumah Mbah Nasrikah dibangun ulang di sebuah lahan baru. Sebuah rumah dengan ukuran 3 meter X 6 meter dengan dinding semi permanen, alhamdulillah, selesai dibangun dalam waktu dua hari.

Semoga dengan rumah baru ini, Mbah Nasrikah merasa lebih aman dan nyaman. Tak khawatir lagi saat diterpa angin dan didera hujan.

Terima kasih banyak kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang sudah membantu Mbah Nasrikah melalui program bedah rumah ini. Semoga apa yang sahabat sejuk berikan diterima oleh Allah ta’ala dan menjadi jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

NH Bantu Pembangunan Pesantren Tahfidz Abdur Rosyid

NH Bantu Pembangunan Pesantren Tahfidz Abdur Rosyid

Pesantren Tahfidz Abdur Rosyid terletak di Desa Petanahan, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Pesantren ini bermula dari inisiatif takmir Musholla Baiturrohaman yang membuka program mengaji untuk anak-anak. Program ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Semakin hari, semakin banyak jumlah santrinya. Hingga kini jumlah santrinya  mencapai 85 anak.

Karena banyaknya jumlah santri, takmir memutuskan untuk membagi para santri menjadi 7 kelompok pengajian. Tempat mengaji pun dibagi di beberapa tempat. Ada yang di musholla, di teras rumah warga, meminjam rumah warga, hingga di gardu siskamling RT setempat.

Melihat kondisi tempat mengaji yang kurang memadai, para takmir, tokoh masyarakat, dan dewan guru bertekad mengembangkan program ini dengan membangun sebuah Pondok Pesantren Tahfidz khusus anak-anak.

Pondok Pesantren Tahfidz Abdur Rosyid dibangun di belakang Musholla Baiturrohaman. Proses pembangunan sudah berjalan. Progresnya sudah mencapai 40%. Rencananya bangunan pondok ini memiliki luas 16 meter X 10 meter. Terdiri dari dua lantai dan memiliki 4 kamar.

Saat ini, proses pembangunan Pondok Pesatren Tahfidz Abdur Rosyid tengah terhenti sementara. Penyebabnya tak lain adalah kurangnya ketersediaan dana.

Laznas Nurul Hayat bergerak untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Abdur Rosyid. Alhamdulillah, pada 27 Mei 2022, Nurul Hayat telah menyalurkan amanah dari Sahabat Sejuk sebesar Rp 23.495.000. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk besi untuk bangunan. InsyaAllah besi-besi tersebut dipasang pada bulan Juni 2022.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi membantu pembagunan Pondok Pesantren Tahfidz Abdur Rosyid. Semoga apa yang telah sahabat sejuk berikan, menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Gemar bersedekah sejak kecil

Anak adalah aset di dunia dan di akhirat bagi orang tuanya sehingga harus dididik sebaik mungkin dengan menerapkan pembiasaan-pembiasaan baik sejak kecil. Salah satu pembiasaan baik yang dikenalkan kepada anak-anak sejak kecil. Ajaran yang kita perlu ajarkan adalah bersedekah dan berinfaq disetiap harinya. Meskipun ada saja kendala, mengajarkan hal baik untuk anak jangan sampai ditunda.

Kegiatan infaq harian bertujuan untuk mengajarkan kepada anak agar gemar bersedekah sejak dini dengan harapan dapat diamalkan secara rutin sampai kelak mereka dewasa dan menumbuhkan sikap peduli dengan sesama manusia

Sebagai orang tua juga mengenalkan kebaikan/manfaat dari bersedekah kepada anak-anak seperti dengan bersedekah akan membuka pintu rezeki dan Allah akan melipatgandakan pahala sedekah.

 Lihat Juga : Serah Terima Bantuan Pengobatan untuk Adik Hasna

Pentingnya untuk bersedekah dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat Al-Talaq ayat 7:

”Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan”

Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kebaikan. Salah satunya dengan berbagi pada manusia lain yang membutuhkan.

Dalam agama Islam sendiri, hal ini disebut sebagai sedekah. Setiap umat muslim dianjurkan untuk bersedekah. Selain membantu sesama manusia, sedekah juga akan mendatangkan pahala dan kebaikan lainnya.

Sedekah perlu diajarkan orangtua sejak dini. Anak-anak yang dibiasakan bersedekah akan mengamalkannya secara rutin hingga mereka beranjak dewasa. Selain itu, anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dengan orang lain.

Lebih lanjut, hukum yang mendasari sedekah dalam Islam, dan keutamaan bersedekah. Barangkali dapat bermanfaat bagi Mama dan Papa dalam mengajarkan anak untuk sedekah.

Sebelum menumbuhkan kebiasaan sedekah pada anak, sebaiknya orangtua memberikan penjelasan tentang sedekah agar mereka paham. Salah satunya dengan memberitahu hukum sedekah dalam agama Islam.

Hukum sedekah dalam Islam ialah sunah atau dianjurkan. Jadi, apabila dikerjakan akan mendatangkan pahala dan kebaikan. Apabila ditinggalkan juga tidak mendatangkan dosa.

Namun, sedekah dapat berubah hukumnya menjadi wajib jika seorang muslim telah mampu dan berkecukupan berjumpa dengan orang lain yang kekurangan.

Misalnya, ketika keluarga mama mempunyai makanan yang cukup, sementara ada orang lain yang kelaparan, maka hukumnya wajib bagi untuk bersedekah. Hukum sedekah juga menjadi wajib ketika seseorang bernadzar untuk bersedekah. Jadi harus dilaksanakan.

Perkembangan Pembangunan Pesantren Al Ittihad

Perkembangan Pembangunan Pesantren Al Ittihad

Sahabat sejuk Nurul Hayat, kali ini kami ingin menyampaikan perkembangan pembangunan pondok pesantren Al Ittihad.

Sebelumnya, kami sangat berterima kasih atas antusias sahabat sejuk untuk membantu pondok pesantren Al Ittihad ini. Terhitung hingga tanggal 7 Juni 2022, telah terkumpul donasi sebesar kurang lebih 10 juta rupiah, dari 200 sahabat sejuk. Bantuan donasi dari sahabat sejuk ini sangat membantu kelancaran proses pembangunan pondok pesantren Al Ittihad.

Terkait progress pembangunan, saat ini sedang dilakukan pengurukan lantai masjid, pondasi kamar mandi dan tempat wudhu, serta pondasi asrama santri.

Darul Ittihad merupakan sebuah Pesantren Yatim dan Dhuafa yang berada di Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Pesantren ini sebenarnya memiliki ratusan santri. Namun karena keterbatasan, dari ratusan santri itu hanya 20-an santri saja yang mampu diasuh di rumah pengasuh pondok. Sementara lainnya, dititipkan ke berbagai pondok pesantren yang berada di wilayah Madiun.

Saat ini pengurus pondok tengah berikhtiar membangun pondok pesantren Al Ittihad, agar para santri mendapatkan tempat yang lebih layak dan nyaman.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk yang telah berpartisipasi dalam program ini. Mohon doa dan dukungan dari sahabat sejuk semua agar proses pembangunan cepat selesai. Mengingat masih banyak sekali kebutuhan pembangunan yang belum terpenuhi.

Serah Terima Bantuan Pengobatan untuk Adik Hasna

Serah Terima Bantuan Pengobatan untuk Adik Hasna

Sahabat sejuk Nurul Hayat masih ingat dengan kisah adik Hasna Soraya? Jika ada sahabat sejuk yang belum sempat membaca kisahnya, bisa dibaca di sini, ya.

Alhamdulillah, bantuan pengobatan tahap pertama dari Laznas Nurul Hayat Madiun untuk adik Hasna, telah diserahterimakan kepada keluarga.  Alhamdulillah juga, semakin hari perkembangan adik Hasna semakin membaik. Kabar terbaru, kini adik Hasna sudah mulai latihan berjalan. Meski masih bertahap dan belum bisa berjalan sempurna seperti sedia kala, namun adik Hasna sudah tampak begitu ceria. Ia kini sudah mulai bisa beraktivitas. Sudah mulai bisa bermain sendiri.

Sedikit kilas balik, Hasna Soraya merupakan anak  berusia 6 tahun yang tengah diuji sakit lumpuh. Sakit itu didapatnya setelah ia terjatuh saat sedang bermain. Setelah dibawa ke rumah sakit, oleh dokter, Hasna didiagnosa terkena penyakit miningitis. Ia pun dirawat di rumah sakit.

Biaya pengobatannya selama 8 hari di rumah sakit hampir mencapai 10 juta rupiah. Nominal itu tentu berat bagi Ayahnya yang bekerja sebagai penjual papeda keliling dan Ibunya yang seorang buruh cuci.  Apalagi Hasna juga belum punya BPJS. Sehingga kedua orangtuanya terpaksa berhutang kepada tetangga dan orang-orang yang dikenal demi memenuhi biaya pengobatan Hasna.

Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah membantu biaya pengobatan adik Hasna. Semoga apa yang sahabat sejuk berikan mendapat sebaik-baik balasan dari Allah ta’ala.

Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

Strategi dakwah rasulullah di Madinah berubah setelah menerima gangguan dan siksaan dari kafir Quraisy Mekkah. Rasulullah pun berfikir untuk mengubah strategi dakwahnya. Terlebih, dalam tiga tahun terakir dimekkah. Sejak 620 – 622 M, Nabi Muhammad SAW kedatangan sekelompok orang Yatsrib dari Kabilah Aus dan Khazraj yang menyambut baik ajaran Islam.

Dakwah islam yang ditolak ditanah kelahirannya, Mekkah, Ternyata memperoleh dukungan dari daerah lain. Pada 621 M, Nabi Muhammad kedatangan tujuh orang dari kabilah Khazraj dan Aus untuk masuk islam dan melakukan perjanjian ditempat yang dinamakan Aqabah.

Perjanjian tersebut dinamakan perjanjian Aqabah I yang dimana isi perjanjiannya adalah tidak mencuri, tidak melakukan zina, tidak membunuh anak-anak, tidak saling memfitnah, dan tidak durhaka terhadap Nabi Muhammad. Setahun setelahnya pada 622 M, orang orang Yatsrib datang lagi bermaksud untuk melakukan perjanjian Aqabah II , sekaligus mengundang Nabi muhammad SAW untuk hijrah ke Yatsrib.

Diperjanjian Aqabah II ini rasulullah memiliki kesan bahwa islam telah siap berkembang di Yatsrib dan Madinah. Keputusan hijrah ke Madinah ini bukanlah keputusan hijrah yang pertama. Sebelumnya, umat islam sudah pernah berhijrah ke Habasyah dan Ethiopia (615 M). Lantas, jika melihat potensi berkembangnya Islam di Madinah, nabi Muhammad menyuruh para sahabatnya untuk melakukan ibadah secara sembunyi-sembunyi diMadinah.

Strategi Dakwah Rasulullah SAW

Setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW menerapkan sejumlah strategi dakwah untuk menjadikan Madinah sebagai pusat pemerintahan Islam di kala itu. Apa saja strategi dakwah Rasulullah di Madinah?

  1. Membuat Tempah Ibadah

Setelah beberapa bulan rasulullah sampai di Madinah, beliau memerintahkan umat islam untuk membangun masjid ditanah yang dibeli dari dua anak yatim, Yaitu Sahal dan Suhall asuhan Mu’adz bin Afira. Masjid itu kelak disebut masjid Nabawi, sebagai pusat dakwah dan mengajarkan nilai-nilai persaudaraan. Tidak hanya itu, Masjid nabawi juga menjadi sarana penting untuk merundingkan masalah-masalah yang dihadapi umat islam

2. Menciptakan Persaudaraan Baru

Umat islam yang meninggalkan Makkah ke Madinah dikenal dengan Muhajirin dan orang-orang Madinah disebut Kaum Anshar. Ketika berhijrah ke madinah, banyak kaum muslimin makkah yang menderita kemiskinan karena meninggalkan harta kekayaan mereka dimakkah.

Untuk mengatasi hal tersebut. Nabi Muhammad SAW mengikat tali persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar. Sebagai misal, Abu bakar dipersaudaraan kan dengan Kharijah bin Zuhair. Ja’far ibnu Abi Thalib dengan Mu’az ibnu jabal dan lain sebagainya.

Persaudaraan yang dibangun atas ukhuwah agama dan disatukan sendiri oleh nabi Muhammad SAW itu memiliki pertalian erat, serta kekekuatan utuh dalam islam .

3. Perjanjian dengan Masyarakat Non-Muslim diMadinah.

Selain mempunya hubungan baik dengan kabilah-kabilah arab di Madinah, Nabi Mauhammad Kemudian membuat perjanjia damai dengan masyarakat Yahudi atau non-muslim Madinah. Perjanjian itu dikenal sebagai sebutan Piagam madinah yang berisi pernyataan bahwa warga muslim dan non-muslim di Yatsrib (madinah) adalah satu bangssa, dan orang yahudi dan nasrani, serta non-muslim lainnya akan dilindungi dari segaala bentuk pernistaan dan gangguan.

4. Membangun Pranata Sosial dan Pemerintahan.

Nabi Muhammad SAW mendakwahkan islam di Madinah bukan hanya dalam bentuk agama, melainkan juga sistem politik, pemerintahan, militer, dan lain sebagainya. Karena itu, ayat-ayat Al-Quran yang turun di periode Madinah (ayat-ayat Madaniah) sebagian besar berisi aturan muamalah dan pembinaan hukum.

Strategi dakwah nabi Muhammad adalah strategi membentuk pratana sosial dan pemerintahan dalam bentuk negara islam, yang pusat pemerintahannya di Madinah. Dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW di Madinah memperolehkan sambutan beragam.

Ada yang menerimanya dengan tangan terbuka, ada yang menolaknya terang-terangan, dan ada juga yang diam-diam tidak suka atas dakwah tersebut, namun tidak berani berterus -terang karena umat islam berjumlah mayoritas diMadinah.

Hikmah di Balik Kisah Hijrah

Semua langkah Rasulullah dalam perjalanan hijrah adlah tugas penerapan syariat yang mesti dijalankan. Ketika itu sudah dilaksanakan, rasulullah tinggal mengaitkan hatinya kepada allah dan bersandar hanya pada petunjuk dan pertolongan-Nya. Maka, setiap muslim harus menyadari bahwa mereka dilarang menyandarkan segala sesuatu kecuali kepada Allah, tanpa mengabaikan prinsip kausalitas (sebab akibat).

Ada mukjizat paling menonjol dalam perjalanan hijrah Rasulullah, yaitu ketika beliau berhasil kelua dari rumahnya tanpa diketahui kaum musyrik yang sudah mengepung rumah dan berjaga-jaga disetiap sudut. Mukjizat ini semacam maklumat bagi kaum musyrik disetiap tempat dan waktu bahwa penindasan dan penyiksaa yang dialami Rasulullah da para sahabat dalam perjuangan membela agama, tidak serta-merta mengindikasikan bahwa allah menelantarkan mereka dan mereka jauh dari kemenangan.

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya