Balasan Amal Sholeh Muslim

Balasan Amal Sholeh Muslim

Balasan Amal Sholeh Muslim – Nilai kebaikan diukur melalui amal shaleh. Amal shaleh merupakan implikasi dari keimanan seseorang. Amal shaleh memiliki tempat yang mulia dalam ajaran Islam. Karena itu, Islam memberikan balasan kebajikan untuk orang-orang yang istikamah dalam beramal shaleh.

Di antara balasan yang dijanjikan Allah SWT itu adalah, pertama, diberi pahala yang besar. ”Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Maidah [5]: 9).
Kedua, diberi kehidupan yang layak.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl [16]: 97).

Ketiga,Balasan Amal Sholeh Muslim diberi tambahan petunjuk. “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” (QS Maryam [19]: 76).

Keempat, dihapuskan dosa-dosanya. “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Ankabut [29]: 7).

Kelima, dimuliakan hidupnya. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS al-Isra’ [17]: 70).

Keenam, dijauhkan dari kegagalan. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Ashr [103]: 1-3).

Untuk itu, hanya amal shaleh yang berasal dari keimanan kepada Allah SWT, keyakinan akan keadilan-Nya, dan hanya berharap akan rahmat-Nya yang akan membawa manfaat dalam kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.

Salurkan donasi anda melalui zakatkita dan selalu dukung berbagai program kami di nurulhayat

Adab Bersosial Media dalam Pandangan Islam

Adab Bersosial Media dalam Pandangan Islam

Adab Bersosial Media dalam Pandangan Islam – Media sosial merupakan sebuah sarana di mana para penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media secara harfiah diartikan sebagai alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Sedangkan sosial berarti berkenaan dengan masyarakat. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan umpan balik secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Dikutip dari laman Binus oleh Abdul Rasyid (2017), media digital berbasis media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif (mudharat). Contohnya peredaran berbagai berita yang tidak benar, hoaks, ghibah, kebencian, permusuhan, fitnah, hingga adu domba (namimah) di media digital berbasis media sosial.

Adab Bersosial Media Dalam Pandangan Islam Dalam buku Akidah Akhlak Kelas VIII yang diterbitkan Kementerian Agama (2020), terdapat beberapa etika (adab) dalam bersosial media menurut pandangan Islam:

  1. Tabayyun (cek dan ricek) Dalam (QS. Al-Hujurat [49]:6) disebutkan bagaimana etika serta tata cara menyikapi sebuah berita yang kita terima, sebagai berikut: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ Yā ayyuhallażīna āmanū in jā`akum fāsiqum binaba`in fa tabayyanū an tuṣībụ qaumam bijahālatin fa tuṣbiḥụ ‘alā mā fa’altum nādimīn Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat [49]:6) Quraish Shihab menerangkan ada dua hal yang dapat diperhatikan terkait ayat tersebut. Pertama, tabayyun terhadap pembawa berita apakah orang fasiq (orang yang aktivitasnya diwarnai dengan pelanggaran agama). Kedua, menyangkut dengan isi berita bahwa perlu adanya penyelidikan kebenaran sebuah berita. Kedua hal ini merupakan komponen yang tidak bisa diabaikan. Islam tidak membenarkan adanya share berita tanpa melakukan penyelidikan kevalidan secara mendalam.
  2. Menyampaikan informasi dengan benar. Islam mengajarkan opini yang jujur dan didasarkan pada bukti dan fakta serta diungkapkan dengan tulus. Tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya di media sosial. Istilah ini disebut qaul zur yang berarti perkataan buruk atau kesaksian palsu. Firman Allah SWT: ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۗ وَاُحِلَّتْ لَكُمُ الْاَنْعَامُ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوْا قَوْلَ الزُّوْرِ ۙ Dzaalika wa mai yu’azzim hurumaatil laahi fahuwa khairul lahuu ‘inda Rabbih; wa uhillat lakumul an’aamu illaa maa yutlaa ‘alaikum fajtanibur rijsa minal awsaani wajtanibuu qawlaz zuur Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (QS. Al-hajj [22]:30)
  3. Haram menebar fitnah, kebencian, dan lainnya. Dalam Fatwa MUI No 24 Tahun 2017, disebutkan juga mengenai Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Hal ini berkaitan dengan perilaku masyarakat dalam menggunakan medsos yang berdampak positif. Isi dari fatwa tersebut sebagai berikut: Melakukan ghibah; fitnah, namimah (adu-domba); dan menyebarkan permusuhan. Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan berdasarkan suku, ras. atau antara golongan; Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup; Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala yang terlarang secara syari; Menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai dengan tempat atau waktunya.
  4. Media sosial digunakan untuk amar ma’ruf nahi munkar yang menjamin dan mengatur kebebasan ekspresi. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap insan. Namun, berpendapat sering kali disalahgunakan untuk membuat fitnah, opini palsu, dan menebar kebencian yang sering diutarakan melalui media sosial. Allah SWT meminta agar setiap umat (manusia) membela apa yang baik benar, seperti diterakan dalam dalam surah berikut: وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ Waltakum minkum ummatuny yad’uuna ilal khairi wa yaamuruuna bilma ‘ruufi wa yanhawna ‘anil munkar; wa ulaaa’ika humul muflihuun Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran:104)
  5. Tidak digunakan untuk mengolok-olok orang lain Media sosial tidak digunakan untuk mengolok-olok orang lain, seperti disampaikan dalam firman Allah SWT: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ Yaaa ayyuhal laziina aamanuu laa yaskhar qawmum min qawmin ‘asaaa anyyakuunuu khairam minhum wa laa nisaaa’um min nisaaa’in ‘Asaaa ay yakunna khairam minhunna wa laa talmizuuu bil alqoob; bi’sal ismul fusuuqu ba’dal iimaan; wa mal-lam yatub fa-ulaaa’ika humuzh zhalimuun Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat [49]:11) f. Larangan menebarkan kebencian dan berita palsu Dalam (QS. An-Nur [24]:4) Allah SWT melarang untuk menebar kebencian dan membuat berita palsu: وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَرْبَعَةِ شُهَدَاۤءَ فَاجْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَادَةً اَبَدًاۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۙ Walladziina yarmuunal muhsanaati summa lam yaatuu bi-arba’ati shuhadaaa’a fajliduuhum samaaniina jaldatanw wa laa taqbaluu lahum shahaadatan abadaa; wa ulaaa’ika humul faasiquun Artinya: “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur [24]:4) Baca juga: Adab Makan dan Minum dalam Islam: Jangan Lupa Duduk & Berdoa Dikutip dari jurnal Adab Bermedia Sosial Dalam Pandangan Islam oleh Juminem (2019), terdapat beberapa tuntunan dalam penggunaan media sosial sebagai berikut:
  6. Menyampaikan informasi dengan benar Menyampaikan informasi dengan benar, tidak merekayasa atau memanipulasi fakta, serta menahan diri untuk tidak menyebarluaskan informasi tertentu di media sosial yang fakta atau kebenarannya belum diketahui secara pasti.
  7. Menghindari prasangka suudzon atau buruk sangka, gibah, fitnah, dan tajassus Dalam bahasa hukum, penyampai informasi melalui media sosial hendaknya memegang teguh “asas praduga tak bersalah”. Prasangka yang tidak berdasar dapat membahayakan, karena dapat memicu bullying dan pembunuhan karakter.
  8. Meneliti fakta Untuk mencapai ketetapan data dan fakta, seorang muslim hendaknya mengecek dan meneliti kebenaran fakta dengan informasi awal yang diperoleh agar tidak terjadi gibah, fitnah, dan tajassus.
  9. Menghindari namimah atau mengadu domba Namimah atau mengadu domba maksudnya membawa suatu berita kepada pihak tertentu dengan maksud untuk mengadu domba pihak tersebut dengan pihak lain. Namimah juga dapat berarti provokasi untuk tujuan tertentu.
  10. Menghindari Sukriyah Sukriyah berarti merendahkan atau mengolok-ngolok orang lain. Mengolok-ngolok, merendahkan orang lain, mencaci-maki, atau melakukan tindakan penghinaan dapat menumbuhkan kebencian.
  11. Bijak dalam bersosial media Setiap muslim hendaknya bijak dalam menggunakan media sosial dengan mengedepankan etika, logika, dan perasaan serta berbagi nasihat yang baik, bijak, dan ikhlas.
  12. Menghindari hal-hal negativ dalam media sosial Setiap muslim hendaknya menghindari upload maupun membagikan foto atau video berpose vulgar atau berkonten pornografi, berlebihan dalam bersuka cita, mengeluh, hingga berdoa di media sosial.
Peran Lembaga Sosial di Masyarakat

Peran Lembaga Sosial di Masyarakat

Peran Lembaga Sosial di Masyarakat-Lembaga yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang berkumpul menjadi satu kesatuan karena adanya satu kesamaan visi dan misi. Lembaga Sosial sering disebut juga sebagai lembaga kemasyarakatan.

Selain visi dan misi, dalam Lembaga Sosial juga terdapat nilai-nilai, norma, adat dan unsur kemasyarakatan yang dianut oleh masyarakat yang sama. Dalam Lembaga Sosial tersebut nantinya juga terdapat aturan yang disepakati bersama sehingga ia dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

Setiap anggota yang masuk kedalam suatu lembaga sosal akan terikat dengan peraturan yang dibuat dan harus dipatuhi. Selain aturan, biasanya juga terdapat satu tradisi yang hanya diketahui oleh para anggota di dalamnya dan meski tradisi tersebut tidak tertulis, namun tetap dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Lembaga Sosial.

Lembaga sosial di masyarakat adalah memberikan pedoman bersikap atau bertingkah laku pada masyarakat, menjaga keutuhan masyarakat, dan memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem kontrol sosial. Fungsi lembaga sosial Mengutip Kemdikbud RI, lembaga sosial di masyarakat memiliki peran atau fungsi bagi masyarakat dalam rangka mencukup kebutuhan pokok atau dasar tiap-tiap anggota masyarakatnya. Berbagai lembaga sosial di masyarakat mempunyai fungsi sendiri-sendiri yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Terkait usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, peran lembaga sosial atau fungsi lembaga sosial secara umum adalah Lembaga Sosial Memberikan pedoman bagaimana harus bersikap atau bertingkah laku pada anggota-anggota masyarakat.

Lembaga sosial berfungsi untuk memberikan pedoman bersikap dan bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan hidup.  Lembaga sosial memberikan arahan kepada setiap anggotanya bagaimana seharusnya berbuat, sehingga tidak menimbulkan penyimpangan yang dapat meresahkan masyarakat. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan; Lembaga sosial bermaksud untuk menghimpun dan mempersatukan anggota-anggotanya agar tercipta integrasi dalam masyarakat. Apabila dalam suatu lembaga sosial sudah tidak ada lagi perilaku-perilaku warga masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada, maka dapat dikatakan telah terjadi disintegrasi.

Lembaga sosial mengatur berbagai aktivitas masyarakat sehingga terwujud kehidupan yang serasi atau harmonis. Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem kontrol sosial. Lembaga sosial berfungsi memberikan pedoman untuk mengadakan pengendalian sosial atau kontrol sosial kepada masyarakat. Artinya lembaga sosial sebagai sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota masyarakatnya. Hubungan peran lembaga sosial dengan pemenuhan kebutuhan manusia Dalam masyarakat Indonesia yang heterogen terdapat berbagai jenis lembaga sosial yang saling berhubungan dan saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Lembaga sosial tumbuh karena kebutuhan masyarakat untuk tujuan mendapatkan keteraturan kehidupan bersama. Jika tidak ada lembaga sosial maka kehidupan di masyarakat akan mengalami kekacauan. Di dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai macam lembaga sosial, antara lain lembaga pendidikan, lembaga keluarga, lembaga politik, lembaga ekonomi dan lainnya.

Hubungan antara berbagai lembaga sosial dalam masyarakat tidak selalu sejalan atau serasi (harmonis). Ketidakcocokan antara berbagai lembaga sosial sering terjadi di masyarakat. Ketidakharmonisan antara lembaga sosial terjadi karena lembaga sosial bukan suatu hal yang tetap atau langgeng. Melainkan akan berubah sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat. Lembaga sosial diperlukan untuk mengatur pemenuhan berbagai jenis kebutuhan manusia. Jika tidak, maka kehidupan masyarakat akan sulit terkendali, timbul kekacauan, ketidakmerataan, dan lain-lain. Maka dari itu, berbagai lembaga sosial di masyarakat memiliki peran atau fungsi masing-masing dalam mengatur kehidupan masyarakat.

Lembaga yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang berkumpul menjadi satu kesatuan karena adanya satu kesamaan visi dan misi. Lembaga Sosial sering disebut juga sebagai lembaga kemasyarakatan.

Selain visi dan misi, dalam Lembaga Sosial juga terdapat nilai-nilai, norma, adat dan unsur kemasyarakatan yang dianut oleh masyarakat yang sama. Dalam Lembaga Sosial tersebut nantinya juga terdapat aturan yang disepakati bersama sehingga ia dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

Setiap anggota yang masuk kedalam suatu lembaga sosal akan terikat dengan peraturan yang dibuat dan harus dipatuhi. Selain aturan, biasanya juga terdapat satu tradisi yang hanya diketahui oleh para anggota di dalamnya dan meski tradisi tersebut tidak tertulis, namun tetap dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam Lembaga Sosial.

 

Contoh Lembaga Sosial

Ada banyak sekali Lembaga Sosial yang tersebar di masyarakat saat ini. Sebagai contoh adanya Lembaga Sosial Nurul Hayat  yang selalu memberikan kemanfaatan dalam berbagai bantuan sosial, keberadaan yayasan Nurul Hayat ini di harapkan mampu menangani berbagai kesenjangan sosial yang ada di Indonesia.

 

Memuliakan Sesama Saudara Muslim

Memuliakan Sesama Saudara Muslim

Memuliakan Sesama Saudara Muslim-Semua orang Islam berharap dirinya masuk dalam jajaran orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat atau hari akhir. Rasulullah dalam salah satu haditsnya memberikan gambaran tentang tanda-tanda atau ciri mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.

Rasulullah SAW bersabda:

 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ. (رواه البخاري).

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda rasulullah SAW: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diamlah.” (HR. al-Bukhari).

Dari hadits di atas setidaknya ada 3 tanda orang yang dianggap beriman kepada Allah dan kepada Hari Kiamat, pertama tidak menyakiti tetangganya, kedua memuliakan tamunya, dan ketiga berkata yang baik atau diam.

 

  1. Tidak Menyakiti Tetangga

 

Salah satu hal yang ditekankan dalam Islam adalah hidup rukun dalam bertetangga. Hal itu dilakukan adalah agar terciptanya ketenteraman, keamanan, dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat.

 

Kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangat penting, hingga Allah dalam Alquran surat an-Nisa ayat 36 berfirman.

 

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

 

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)

 

Lantas siapakah yang dimaksud dengan tetangga itu, dalam Kitab Fathul Baari dijelaskan ada perbedaan terkait definisi tetangga. Sebagian mereka mengatakan tetangga adalah ‘orang yang shalat subuh bersamamu’, sebagian mengatakan ’40 rumah dari setiap sisi, yakni kanan, kiri, depan, belakang’, sebagian lagi mengatakan ’40 rumah disekitarmu’, ada yang mengatakan ’10 rumah daei tiap sisi’, dan beberapa pendapat lainnya (Fathul Baari, 10/367).

 

Namun demikian, pendapat mana yang hendak diambil terkait definisi tetangga tidak masalah, yang paling penting adalah tidak menyakiti mereka.

 

  1. Memuliakan Tamu

 

Terkait pentingnya hal ini, Islam memberikan rambu-rambu dan tuntunan bagaimana kita memuliakan tamu itu. Beberapa diantara adabnya adalah:

 

  1. Mengundang orang yang bertaqwa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا,وَلاَ يَأْكُلُ طَعَامَك َإِلاَّ تَقِيٌّ

 

“Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa!” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

 

  1. Tidak hanya mengundang orang kaya

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

 

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)

 

  1. Disunnahkan mengucapkan selamat datang

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda,

 

مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى

 

“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)

 

  1. Menyediakan hidangan sebaik mungkin

Allah ta’ala telah berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama tamu-tamunya:

 

فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ . فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ

 

“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?’” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)

  1. Mendahulukan tamu yang lebih tua

Sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا

 

“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari).

 

  1. Berkata yang Baik atau Diam

 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengingatkan kita agar jangan sampai kita menjadi orang yang “muflis”. Sebagaimana sabdanya

 

عن أبي هريرة : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوْاالْمُفْلِسُ فِيْنَا يَا رَسُو لَ اللَّهِ مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ قَالَ رَسُو لَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّيِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَتِهِ وَصِيَامِهِ وِزَكَاتِهِ وَيَأتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَاَكَلاَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَيَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُحِذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرحَ فِي النَّارِ

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”

 

Para shahabat pun menjawab, ”Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda.”

 

Beliau menimpali, ”Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya, no. 2581).

 

Dari penjelasan di atas Nabi sangat mewanti-wanti terkait pentingnya menjaga lisan, hingga memberikan pilihan kepada kita “berkata yang baik” atau “diam”.

 

Semoga kita di jadikan hamba Allah yang senantiasa memuliakan tamu, tidak menyakiti tetangga, mampu menjaga lisan untuk senantiasa berkata baik atau diam.

 

Adab Pergaulan Remaja Dalam Islam

Adab Pergaulan Remaja Dalam Islam

Adab Pergaulan Remaja Islam – Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu menjaga hubungan baik dengan sesama. Baik kepada saudara di dalam keluarga, teman, maupun para tetangga. Dalam surah An-Nisa’ ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai berikut: وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”.

Selain itu, sejumlah hadis juga menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan sesama. Dari Anas Bin Malik dia berkata: “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya,” (HR Ibnu Majah No. 3706).

Terkait salah satu kunci dalam pertemanan, riwayat Abu Dawud menuliskan, dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang laki-laki itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya”. Demikian di antara dalil yang menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan antar sesama, baik terhadap keluarga, memilih teman baik, atau dalam hal bertetangga. Berbicara mengenai pergaulan antar remaja, seorang muslim juga perlu memperhatikan beberapa adab dan layak untuk diterapkan sesuai dengan ajaran Islam. Remaja ialah usia menuju dewasa. Artinya, periode ini merupakan masa peralihan dari seorang anak sebelum menjadi dewasa. Maka, beberapa akhlak mulia sebaiknya diterapkan demi menjaga pergaulan menuju ke arah yang positif.

Adab Pergaulan Remaja Dalam Islam

Berikut adalah contoh adab pergaulan remaja menurut Islam sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak Kementerian Agama RI 2020.

  1. Menjaga sopan santun. Sopan santun diperlukan dalam bertindak dan berucap. Hal ini dilakukan demi menghargai orang lain atau antar sesama remaja.
  2. Mengerti dan memahami. Dua sifat ini bisa menimbulkan dampak positif. Yakni dapat terjalinnya persahabatan antar remaja hingga waktu yang cukup lama.
  3. Selalu mengajak ke arah kebaikan. Mengajak ke arah kebaikan dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Seorang remaja diharapkan selalu dapat menjadi rekan bagi temannya untuk selalu mengajak ke jalan kebaikan.
  4. Saling membantu. Dalam pergaulan, dibutuhkan sikap saling membantu. Selain itu, juga diiringi sifat lapang dada. Apabila ada teman yang membutuhkan pertolongan, maka selayaknya dibantu. Namun demikian, andai ada yang kurang berkenan, setidaknya lapang dada dalam menyikapinya juga diperlukan.
  5. Jujur dan Adil. Dua sifat yang penting dimiliki remaja. Dengan menanamkan perilaku jujur, maka tidak akan menimbulkan masalah bagi orang lain. Demikian pula perilaku adil atau tidak pilih kasih terhadap sesama.
  6. Berjuang mencari ilmu. Sebagai seorang remaja, mencari ilmu merupakan hal terpenting sebelum memasuki masa dewasa. Dalam salah satu riwayat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barangsiapa keluar dalam rangka menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali,” (HR At-Tirmidzi No. 2571).

Sementara beberapa tindakan negatif juga perlu dihindari oleh seorang remaja. Lantaran perilaku tersebut dapat merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain, baik keluarga, teman, atau tetangga. Berikut adalah deretan perilaku menyimpang yang biasa dialami remaja dan layak menjadi perhatian untuk selalu dihindari.

  1. Minum minumas keras dan judi. Dua hal tersebut sudah dilarang dalam agara Islam. Surah al-Maidah ayat 90 menyebutkan: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”.
  2. Pergaulan bebas,seperti berpasangan. Berpasangan atau memiliki hubungan khusus dengan lawan jenis termasuk perilaku negatif dan layak untuk dihindari bagi remaja. Dengan hanya berdasarkan nafsu demi memenuhi kebutuhan akan bersenang-senang, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan hal negatif berikutnya. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (QS Al-Isra ayat 32).
  3. Tawuran atau berkelahi antar kelompok. Biasa terjadi di antara kelompok remaja akibat perselisihan yang sebelumnya terjadi. Tentang hal ini, surat Al-Hujurat ayat 11 menuliskan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. “Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. Selain beberapa contoh perilaku menyimpang di atas, juga terdapat hal negatif lainnya dan bisa menjadi acuan bagi seorang remaja untuk tidak melakukan. Yakni seperti mengumbar syahwat, membentuk sebuah kelompok atau geng dengan tujuan buruk, melakukan bullying, suka berbohong, hingga tidak takut terhadap dosa.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah agar terhindar dari segala perbuatan keji dan tercela.

Anda bisa Juga ikut membantu menyebarluaskan Yayasan nurulhayat agar semakin semangat dalam menyebarkan dakwah dan kebaikan.

NH Zakatkita Bantu Bebaskan Ijazah Mas Sadewa

NH Zakatkita Bantu Bebaskan Ijazah Mas Sadewa

Yogyakarta – Raden Sadewa Republik Indonesia 2 Sakti Aji atau biasa dipanggil mas Sadewa, sudah setahun belum menerima ijazah kelulusan SMK nya. Ada tunggakan kewajiban biaya pendidikan yang belum dilunasi.

Ayah mas Sadewa sebelumnya merupakan seorang supir wisata di Jogja. Sejak pandemi melanda, terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Bersama sang istri, kini berdagang sayur kecil -kecilan di depan rumahnya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Ijazah sangat diperlukan mas Sadewa untuk mendaftar bekerja atau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, salah satu cita -cita nya adalah menjadi seorang tentara. Namun, karena belum kunjung bisa melunasi tunggakan biaya pendidikan dan ijazahnya tertahan, mas Sadewa sementara bekerja di sebuah kedai susu untuk membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan sehari – hari dirinya dan keluarganya. Penghasilan yang mereka dapat, hingga saat ini belum dapat mencukupi untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan tersebut.

Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT pada hari Selasa, 6 Juli 2021 kemarin setelah melalui serangkaian proses regristrasi dan assesement, tim Laznas Nurul Hayat Yogyakarta menyalurkan Bantuan Pendidikan Dhuafa untuk membantu mas Sadewa. Tim juga menemani mas Sadewa hingga mendapatkan Ijazah yang sudah satu tahun Ia nanti – nantikan.

Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah mendukung program Bantuan Pendidikan Dhuafa. Semoga setiap ilmu yang mas Sadewa dapat dan diaplikasikan menjadi bermanfaat dan menjadi jariyah bagi para Sahabat Sejuk. Dan semoga mas Sadewa segera dapat mengejar cita – citanya. Aamiin.

Khitan Ceria Bersama Polresta Sidoarjo

Khitan Ceria Bersama Polresta Sidoarjo

Bekerjasama dengan Polresta Sidoarjo, Nurul Hayat Sidoarjo mengadakan program Khitan Ceria. Khitan Ceria gratis ini dengan meriah diikuti oleh anak-anak Sidoarjo yang membutuhkan. Selain dalam rangka program sosial NH Sidoarjo, kegiatan ini dilakukan sekaligus merupakan rangkaian acara memperingati Hari Jadi Bhayangkara yang ke 75.

Bertempat di gedung serbaguna Polresta Sidoarjo, kegiatan ini diikuti oleh 113 anak. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, kegiatan yang dilakukan pada Sabtu 19 Juni 2021 ini berjalan dengan lancar.

Acara dibuka langsung oleh Bapak Kapolresta Sidoarjo AKBP Kusumo Wahyu Bintoro. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Selain khitan massal, nantinya ada banyak kegiatan sosial untuk masyarakat yang kami lakukan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-75. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder, netizen dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan sosial ini”. Mereka dibagi 4 gelombang agar tidak ada penumpukan masa. Selain itu juga supaya anak-anak tidak jenuh menunggu giliran khitan.

Selain bergiat bersama Polresta, Nurul Hayat Sidoarjo juga mengadakan kegiatan Khitan Ceria Spesial bersama anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka terdiri dari anak-anak Downsyndrom dan Autis. Bekerjasama dengan Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI), 57 Anak telah mengikuti acara ini. Karena mereka anak spesial, khusus untuk mereka kali ini menggunakan metode Khitan Smart Clamp. Sehingga anak-anak bisa langsung aktifitas walau baru saja dikhitan.

Mereka memiliki kelebihan dari pada anak normal lain. Walau seperti itu, mereka tetap memiliki hak yang sama seperti anak-anak yang lainnya. Bahkan sebagian orang tua malu memiliki buah hati seperti itu. Sehingga anak tidak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik karena mengalami diskriminasi dari orang tua. Dengan kegiatan ini, harapan kedepannya bisa memberikan semangat bagi para orang tua. Yang paling penting anak-anak beribadah dalam keadaan suci, tidak membawa najis.

Alhamdulillah para orang tua anak -anak spesial ini sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Masih banyak anak-anak seperti ini yang belum dikhitan, hanya karena mereka menganggap khitan tidak perlu dikarenakan kondisi sang anak yang memiliki keterbatasan. Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat ..

Berkomitmen Mencerdaskan Anak Bangsa, NH Zakatkita Bantu Biaya Pendidikan Dhuafa

Berkomitmen Mencerdaskan Anak Bangsa, NH Zakatkita Bantu Biaya Pendidikan Dhuafa

Memasuki tahun kedua pandemi. Belum tampak ada tanda mereda. Namun demikian denyut nadi kehidupan harus tetap berjalan. Terutama pada bidang cukup vital, seperti kebutuhan pangan, layanan kesehatan, transportasi dan tentunya yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Di saat bersamaan bagi anak-anak sekolah, tiba saat yang mendebarkan namun ditunggu-tunggu. Yakni saat pergantian jenjang pendidikan. Baik yang kenaikan kelas ataupun kelulusan. Sebagai salah satu proses menapak pada level berikutnya.

Kabar diterimanya sang anak di salah satu sekolah negeri favorit, Menjadi kegembiraan dan sekaligus dilema bagi Pak Yan. Bapak dua anak dalam kesehariannya ini berprofesi sebagai pengamen dari bus ke bus. Meskipun dari pihak sekolah ada subsidi untuk murid baru, tetapi masih cukup berat bagi Pak Yan untuk bisa melunasi seluruh biaya yang dibutuhkan.

Alhamdulillah melalui program sektor pendidikan. Laznas Nurul Hayat Tuban telah menyalurkan amanah dari keluarga sejuk Nurul Hayat untuk membantu kesulitan Pak Yan. Bantuan berupa biaya pelunasan 4 stel seragam putrinya telah diterima secara langsung. Semoga tetap semangat dan optimis menatap masa depan. Juga bagi setiap insan pendidikan. Dan bagi para donatur semoga bisa menjadi salah satu ladang amal yang memberatkan timbangan amal. Amiin …

Kebaikan Ramadhan Akan Terus Bergulir

Kebaikan Ramadhan Akan Terus Bergulir

Awal kolaborasi Laznas Nurul Hayat Tuban bersama BAZNAS Kabupaten Tuban. Bersama berbagi kebaikan dalam aksi yang nyata. Keluarga Ibu Nofi yang mempunyai 4 anak yatim adalah penerima manfa’atnya. Saling bertaut dan bergerak bersama dalam Program (Bukan) Bedah Rumah. Memberikan kegembiraan keluarga yatim yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Saling koordinasi secara intens dan support penuh dari 2 kecamatan yang terlibat. Kecamatan Tuban sebagai tempat kediaman yang selama ini menjadi domisili. Dan Kecamatan Semanding sebagai lokasi baru.

Di lokasi tanah baru dengan luas 120 m² telah dibangunkan rumah berukuran 5×6 m. Jauh lebih luas dan insya Allah lebih nyaman dari rumah yg ditinggali selama ini. Jadi memang ini bukan bedah rumah, karena rumah yg lama masih berdiri kokoh. Dan tetap ditempati nenek Ibu Nofi bersama 2 adiknya. Sedangkan rumah baru di lokasi baru nantinya akan ditempati Ibu Nofi bersama 4 anaknya.

Semangat berbagi ini tak ubahnya seperti bola salju. Di momen akhir Ramadhan, banyak pihak yang turut mensupport program kemanfa’atan ini. Keterlibatan komunitas kemanusiaan yang tergabung dalam Tuban Humanity. Terus melebar dan bersambung dengan Fave Hotel, Rena Factory Outlet dan Dandiya Cafe.

Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dan mendukung suksesnya acara. Senyum dari keluarga yatim semoga menjadi salah satu wasilah diringankannya hisab kita. Terus bergerak dalam kebaikan saat sendiri atau bersama. Jaga dan tumbuhkan empati di sekitar kita. Salam kemanusiaan …

Bantu Biaya Pelunasan Hutang untuk Kesehatan Adik Bryan

Bantu Biaya Pelunasan Hutang untuk Kesehatan Adik Bryan

Kediri (03/06/2021) Namanya Bryan. Tempat tinggalnya di dusun Sekarputih, kecamatan Bagor, kabupaten Nganjuk. Wajah adik Bryan tampak terlihat benar-benar tidak sehat. Bibirnya dan jari jemarinya berwarna biru kehitaman. Ini akibat kelainan jantung yang dideritanya.

Setiap bulan adik Bryan selalu rutin kontrol ke RSUD Soetomo Surabaya. Dengan bantuan BPJS KIS, alhamdulillah biaya obat semua gratis. Namun, untuk rutin berobat setiap bulan ke Surabaya, pastinya dibutuhkan biaya-biaya lain seperti biaya makan, transportasi, dan kebutuhan yang lain.

Kali ini Nurul Hayat diberikan kesempatan berkunjung ke rumahnya guna untuk menyampaikan amanah dari para donatur. Sesampai rumahnya disambut hangat oleh ibu Anik, yang tidak lain adalah ibunda dari adik Bryan. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang sampah, yang keliling mengambil sampah warga dari rumah ke rumah.

Lantas ibunya bercerita, bahwa tahun lalu, tepatnya di bulan Juni 2020 beliau terpaksa berhutang kepada seorang rentenir dikarenakan hasil upah dari suaminya tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan pokok keluarga. Tidak hanya untuk kebutuhan perawatan adik Bryan, biaya hutangnya juga untuk mencukupi kebutuhan anak pertamanya yang masih kelas 2 SMP.

Ketika dari tim Nurul Hayat bertanya nominal hutangnya, beliau menjawab bahwa jika seluruh hutangnya di kalkulasikan ada sekitar 4,5 juta meski hutang beliau tidak langsung cash 4 juta. Itupun belum juga termasuk bunganya. Bingungnya beliau, si rentenir selalu menagih setiap hari. Beliau juga sempat mengatakan jika beliau malu untuk mengajukan bantuan ke Nurul Hayat, karena sejak tahun 2018 Nurul Hayat sudah membantu proses pengobatan adik Bryan.

Tim Nurul Hayat pun menjelaskan kepada beliau, bahwasanya sebagai tugas amil zakat, Nurul Hayat siap membantu dalam hal seperti ini. Dengan harapan kedepannya semoga si ibu tidak lagi berhutang kepada rentenir.

Kalau dalam asnaf atau golongan penerima zakat, keluarga ibu Anik termasuk golongan Gharim. Beliau berhutang digunakan untuk mencukupi kebutuhan premier, bukan kebutuhan tersier. Tidak ada alasan lagi beliau berhutang, selain dikarenakan hasil kerja suaminya yang tidak seberapa, dan untuk biaya berobat adik Bryan yang mempunyai penyakit kelainan pada jantungnya.

Alhamdulillah, pada tanggal 9 Juni 2021 amanah dari para donatur sudah tersampaikan. Yaitu menutup hutang pokok ibu Anik di rentenir sebesar Rp. 4.500.000,-. Terima kasih sahabat sejuk NH atas bantuan dan dukungannya. Semoga adik Bryan selalu diberi kesembuhan dan dapat hidup selayaknya anak anak yang lain. Amiin..

 

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • +62-822-3077-3077
  • cs@nurulhayat.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ