Tim SIGAB Nurul Hayat Bantu Penyintas Gempa Cianjur

Tim SIGAB Nurul Hayat Bantu Penyintas Gempa Cianjur

Tim SIGAB Nurul Hayat Bantu Penyintas Gempa Cianjur – Tim SIGAB Nurul Hayat hingga saat ini masih aktif di lokasi bencana untuk proses assessment lanjutan dan pendistribusian bantuan. Bencana Alam Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur sampai hari ini telah menunjukkan perkembangan yang baik untuk evakuasi, karena kita semua tahu, bahwa gempa bumi di Cianjur sudah terjadi sejak 2 pekan lalu (21/11/22).

Tim SIGAB Nurul Hayat Bantu Penyintas Gempa Cianjur

Berikut kami dari tim SIGAB Nurul Hayat memberikan informasi terkini (18/01/21) dari situasi yang ada yakni, korban meninggal dunia 334 jiwa, terdampak dan mengungsi 114.683 jiwa, korban luka 44 jiwa dan ada 8 orang masih dalam pencarian (hilang).

Kerugian materil dari gempa di Cianjur per hari ini yakni, rumah warga rusak sebanyak 42.033 unit, fasilitas kesehatan rusak 18 unit, tempat ibadah rusak 272 unit, fasilitas pendidikan rusak 540 unit dan ada 17 unit kantor dan gedung yang juga terdampak.

Alhamdulillah, tim SIGAB Nurul Hayat telah membantu menyalurkan sebanyak 500 paket hygiene kit, 3.350 porsi makanan siap saji, 400 penyintas layanan pos segar, 400 penyintas pendampingan psikososial, 525 paket kebutuhan pokok, 69 karton air mineral, 1 unit masjid darurat bagi 800 penerima manfaat dan 2 tandon air untuk 700 penerima manfaat. Namun, masih ada kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban terdampak saat ini, diantaranya terpal, obat-obatan, selimut, makanan bayi, popok bayi, hygiene kit, perlengkapan sholat dan pakaian dalam.

Tim SIGAB

Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur dan semua pihak yang telah turut berpartisipasi dalam membantu korban terdampak bencana gempa bumi di Cianjur. Semoga apa yang telah kita upayakan bersama, mendapat sebaik-baiknya balasan dari Allah ﷻ. Tak lupa juga mari kita doakan, agar warga yang terdampak gempa di Cianjur ini dapat segera bangkit dan kembali seperti sedia kala. Aamiin ya Rabbal Alaamiin.

Hingga Hari ini kami masih terus mengajak masyarakat Indonesia serta Sahabatsejuk semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam membantu korban terdampak bencana gempa bumi di Cianjur dengan memberikan donasi terbaik. SIGAB Nurul Hayat akan dengan senang hati membantu menyalurkan bantuan yang diamanahkan kepada kami agar penyintas bencana di sana dapat merasakan manfaatnya. Bersama kami, mari kita saling membantu saudara kita yang tertimpa bencana. 

Masyarakat Indonesia dan Sahabatsejuk dapat menyalurkan donasi dengan mudah melalui zakatkita.org/gempacianjur.

Nobar Film Tegar Bersama Sahabat Disabilitas Nurul Hayat

Nobar Film Tegar Bersama Sahabat Disabilitas Nurul Hayat

Nobar Film Tegar Bersama Sahabat Disabilitas – Alhamdulillah telah terlaksana Nobar Film Tegar bersama Sahabat Disabilitas dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya dan Sahabat Yatim binaan Nurul Hayat pada hari Ahad 4 Desember 2022 di CGV Maspion Square Surabaya. Film ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional setiap tanggal 3 Desember.

Nobar Film Tegar Bersama Sahabat Disabilitas Nurul Hayat

Event Nobar Film Tegar berjalan dengan lancar serta mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Antusias peserta sudah terlihat sejak satu jam sebelum jadwal film ditayangkan. Setelah melakukan registrasi, para peserta dipersilahkan untuk langsung memasuki studio dan menempati kursi masing-masing yang telah ditentukan. Sebelum film di putar, panitia membagikan doorprize kepada para peserta dengan sesi tanya jawab. Terlihat adik-adik yatim dan para peserta lainnya sangat antusias menjawab pertanyaan dari panitia.

Pembagian Doorprize saat Sesi Tanya Jawab

Film Tegar ini di produksi oleh Aksa Bumi Langit. Pemeran utamanya yaitu M. Aldifi Tegarajasa, aktor cilik yang juga disabilitas. Dari film Tegar ini sangat menginspirasi para peserta bahwa dibalik kesulitan pasti akan ada kemudahan. Selain itu juga memotivasi para orang tua (khususnya yang memiliki anak berkebutuhan khuus) untuk tidak berputus asa dan tidak malu dengan kondisi yang ada.

Kita semua akhirnya dapat lebih memahami bahwa kita juga perlu memberikan ruang berkarya dan berprestasi bagi teman-teman kita yang memiliki kebutuhan khusus. Kita perlu memperluas dalam memandang kehidupan agar dapat memahami setiap hikmah, bahwa disabilitas bukan sebuah perbedaan ataupun sebuah kekurangan. Hanya saja orang disabilitas hidup dengan cara yang berbeda.

Dalam film diceritakan Tegar belajar mandiri dengan bantuan teknologi berupa robot rumah pintar pemberian dari sang Kakek. Hal ini sebenarnya sudah banyak diterapkan di luar negeri, dimana para disabilitas juga memanfaatkan bantuan teknologi rumah pintar untuk mandiri. Namun di Indonesia, teknologi ini belum familiar karena akses rumah pintar umumnya juga mahal.

Masih banyak hikmah yang dapat kita petik dari film Tegar ini. Semoga dari Event Nobar Film Tegar ini dapat menghibur dan memberikan motivasi bagi teman-teman disabilitas maupun adik-adik yatim yang hadir.

Nobar Film Tegar Bersama Sahabat Disabilitas Nurul Hayat

Nurul Hayat Raih Penghargaan Fundraising Digital Terbaik 2022

Nurul Hayat Raih Penghargaan Fundraising Digital Terbaik 2022

Fundraising Digital Terbaik 2022 – Alhamdulillah, hari ini Laznas Nurul Hayat kembali meraih penghargaan di ajang Indonesia Fundraising Award sebagai Fundraising Digital Terbaik 2022. Indonesia Fundraising Award (IFA Award) 2022 ini sendiri diadakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI) dan digelar pada hari Rabu tanggal 30 November 2022, Hotel Arosa, Jakarta. Acara penganugerahan ini dapat kita saksikan bersama di akun youtube Institut Fundraising Indonesia.

IFA Award adalah ajang terpercaya dalam peningkatan fundraising dan gerakan kebaikan yang memberikan apresiasi dan penghargaan fundraising terhadap lembaga, badan, korporasi, media dan tokoh di Indonesia maupun internasional. Lembaga yang mendapat penghargaan merupakan lembaga yang berkontribusi dan berprestasi dalam bidang penggalangan dan publik dalam berbagai program. Penganugerahan ini sebagai apresiasi dalam ikhtiar kebaikan yang sudah dilakukan oleh Lembaga zakat, Lembaga wakaf, korporat pro filantropi, dan media masssa pro filantropi.

IFA Award diharapkan dapat mendorong lembaga, badan, korporasi, media dan tokoh di Indonesia maupun internasional agar termotivasi melakukan fundraising dengan transparan dan akuntabel. Setelah melewati wawancara dengan dewan juri yang menilai secara professional sesuai bidangnya. Penghargaan ini juga sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa para pegiat filantropi yang kerap bekerja dalam sepi ini memiliki banyak program yang bisa dipertanggungjawabkan, transparan dan akuntabel.

Ada yang berbeda dari IFA Award tahun ini. Tidak hanya ajang, namun IFA Award juga menekankan adanya upaya kolaborasi antar lembaga dalam membuat sebuah program. Selain itu, nominator ditetapkan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Di tahun ini ada 44 kategori nominasi yang diberikan kepada lembaga baik dalam dan luar negeri. Kategori-kategori tersebut pada tahun ini juga dinilai secara professional oleh lebih banyak dewan juri dari berbagai pakar dan praktisi yang ahli di bidangnya.

Terima kasih atas doa dan dukungan Sahabatsejuk di manapun berada. Semoga kami bisa menjaga amanah ini dengan niat karena Allah ta’ala semata dan semoga bisa menjadi penyemangat bagi Nurul Hayat untuk terus memperjuangkan kesejahteraan mustahik serta selalu memberikan layanan terbaik dari waktu ke waktu. Aamiin ya Rabbal Alaamiin.

Orang Hebat Ada Berkat Jasa Guru

Orang Hebat Ada Berkat Jasa Guru

Orang Hebat Ada Berkat Jasa Guru – Hari ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November. Hari Guru Nasional tahun ini diperingati dengan tema “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Makna yang terkandung dalam tema tersebut adalah semangat membara para pelajar di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan mengusung tema tersebut diharapkan dapat menjadi momen penghormatan dan apresiasi kepada seluruh guru di Indonesia.

Guru menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat Indonesia yang berperan sebagai pendidik. Guru merupakan sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang menjadi tonggak utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru adalah profesi yang mulia, karena orang hebat ada berkat jasa guru. Dan karena guru pula yang menjadi ujung tombak pendidikan bangsa. Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia yang tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci, yakni sosok guru. Sering kita mendengar kata-kata bijak “maju mundurnya suatu bangsa dapat dilihat dari kemajuan pendidikannya”.

Di Hari Guru Nasional ini, kita perlu merenungkan kembali segala jasa guru yang telah diberikan hingga kita bisa seperti saat ini. Sama seperti orangtua, guru tidak hanya sebagi pendidik, namun juga sebagai orang tua kedua kita saat berada di sekolah. Maka, hargai jasa guru dan kita bangun bersama kesejahteraan para pendidik yang tidak pernah mengenal kata lelah mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ini.

Mengingat jasa guru yang luar biasa, di hari spesial ini Nurul Hayat juga mengajak Sahabatsejuk untuk memberikan hadiah spesial kepada para Guru Qur’an Tuna Netra yang sudah berjuang membebaskan buta huruf Qur’an para penyandang tuna netra. Sahabat sejuk dapat berpartisipasi dengan klik zakatkita.org/gurutunanetra.

Mari kita muliakan dan apresiasi para guru Indonesia, karena dalam islam kita juga diajarkan untuk rendah hati terhadap guru seperti yang telah disebutkan dalam hadist berikut,

“Pelajari ilmu, pelajari ketenangan dan hormat demi ilmu, dan rendah hati terhadap gurumu.” (HR.Ath-Thabrani)

Semoga jasa mereka bisa menjadi amal jariyah dan semoga para guru Indonesia semakin sejahtera. aamiin.

Menjadi Pahlawan Dengan Dermawan

Menjadi Pahlawan Dengan Dermawan

Menjadi Pahlawan Dengan Dermawan – Hari kamis kemarin, pada tanggal 10 November 2022 diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap tahunnya di Indonesia. Hari Pahlawan kiranya tidak hanya sekedar diingat dan diperingati secara seremonial saja pada setiap tanggal 10 November, namun lebih dari itu bagaimana kita dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya.

Perjuangan dan pengorbanan para pahlawan diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk meneruskan pembangunan dan mengisi kemerdekaan. Setiap orang dapat berperan sesuai kemampuan, keahlian, dan keterampilan masing-masing untuk memberikan kontribusi bagi bangsa sebagai wujud pahlawan masa kini. Hal ini sebagaimana tema Hari Pahlawan Tahun 2022 “PAHLAWANKU TELADANKU”.

Logo Hari Pahlawan 10 November 2022

Dahulu pahlawan kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa, seperti: kemiskinan, bencana alam, dan berjuang melawan dampak dari pandemi covid 19 yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Melalui Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2022 di tengah pandemi covid 19, diharapkan masyarakat juga dapat turut berpartipasi  menerapkan dan menggaungkan semangat serta nilai-nilai kepahlawanan di kehidupan sehari-hari.

Apabila setiap insan masyarakat Indonesia memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengimplementasikan semangat dan nilai kepahlawanan, maka hal tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk membangun bangsa. Salah satu usaha kita untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan adalah dengan membantu orang-orang di sekitar kita sekaligus saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang sedang mengalami kesusahan.

Baca juga: Rumah Layak untuk Saudara Muslim di NTT

Kami dari Nurul Hayat selalu siap membantu Sahabat untuk berbagi ke sesama melalui zakatkita.org. Untuk menjadi pahlawan masa kini kita tidak perlu bersusah payah berperang dengan mengangkat senjata, cukup dengan berbagi kita sudah berjasa untuk orang-orang yang membutuhkan serta menjadi inspirasi bagi orang-orang sekitar. Mari kita jadikan semangat juang para pahlawan terdahulu  untuk menjadi pahlawan masa kini dalam berkontribusi membangun bangsa dan negara.

Amalan Saat Terjadi Gerhana

Amalan Saat Terjadi Gerhana

Amalan Saat Terjadi Gerhana –  Hari ini, pada tanggal 8 November 2022 telah terjadi Gerhana Bulan Total yang merupakan fenomena astronomis dimana terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Perisiwa ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra Bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah.

Dalam islam, gerhana bulan disebut juga sebagai Khusuful Qamar. Saat terjadi Khusuful Qamar ini, maka kaum muslimin dianjurkan untuk melaksanakan shalat khusuf atau shalat gerhana. Pada shalat gerhana terkandung makna mendalam akan tanda kuasa Allah seperti yang disebutkan dalam hadist, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

Gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang, tetapi keduanya termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah.

“Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut.” (HR. Muslim, no. 901)

Selain menyegerakan shalat saat melihat gerhana, Allah juga memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan beberapa amalan kebaikan, diantaranya memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah serta bentuk ketaatan lainnya. Seperti yang disebutkan pada hadist berikut ;

Dan jika kamu melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah dan ucapkan yang Maha Besar, dan berdoalah serta bersedekah

“Jika kamu melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, takbir, berdoa, dan bersedekah.” (HR.Bukhari, no.1044)

Dari amalan yang telah disebutkan, jelas bahwa Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menjalankan amalan-amalan kebaikan yang diantaranya adalah memperbanyak sedekah. Bagi Sahabat yang ingin bersedekah pada momen gerhana bulan ini dapat menyalurkannya melalui zakatkita.org.

Semoga sedekah yang kita keluarkan bisa memberikan kebaikan dan pahala yang berlimpah untuk kita serta memberikan kebahagiaan bagi penerima manfaat. Aamiin.

NH Banyuwangi Hadirkan Program Konservasi Terumbu Karang

NH Banyuwangi Hadirkan Program Konservasi Terumbu Karang

Nurul Hayat Banyuwangi bersama Kelompok Masyarakat Putera Samudra, Kampung Mandar Banyuwangi, menggagas sebuah program sadar lingkungan yang bertujuan untuk melestarikan ekosistem bawah laut di kawasan Pantai Boom Banyuwangi melalui Program Konservasi Terumbu Karang.

Berawal dari keprihatinan masyarakat bahwa sebagian besar penduduk nelayan di wilayah Kampung Mandar harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencari atau menangkap ikan. Sedangkan di kawasan laut yang berada tampak di depan mata hanya bisa digunakan untuk jalur lewat saja. Faktor utama yang mempengaruhi adalah tidak banyak populasi ikan yang berada di kawasan laut terdekat. Sehingga para nelayan rela menempuh jalur berkilo-kilo jika ingin memperoleh hasil ikan yang lebih banyak.

Melalui upaya program konservasi terumbu karang di kawasan laut terdekat, kami berharap menjadi solusi untuk membentuk ekosistem baru bawah laut. Program ini diharapkan juga dapat memotivasi masyarakat pada umumnya untuk turut menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya di darat, tapi juga kelestarian alam laut.

“Sesuai rencana, kami akan mulai memasang rumah terumbu karang ini dari kedalaman 4 meter. Yang nantinya akan bergeser semakin ke tengah hingga jarak 500 meter dari bibir pantai dengan kedalaman kira-kira 400 meter di bawah permukaan laut. Ini dilakukan supaya populasinya bisa sampai juga ke pinggir pantai, tidak hanya di tengah-tangah laut,” kata Hilmansyah, ketua Pokmas Putera Samudra.

Selain mengembalikan kelestarian alam bawah laut, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan populasi ikan di kawasan tersebut. Yang juga akan berbanding lurus dengan hasil tangkap masyarakat Kampung Mandar yang notabene sebagian besar adalah nelayan. Tentu itu akan berdampak besar bagi pendapatan ekonomi mereka. Dan nantinya mereka tidak perlu lagi  menempuh jarak yang terlalu jauh untuk menangkap ikan di laut.

Meneladani Akhlak Nabi Ibrahim

Meneladani Akhlak Nabi Ibrahim

Meneladani Akhlak Nabi Ibrahim Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam Kholilullah (kekasih Allah)-. Di antara kisah beliau adalah ketika beliau didatangi para malaikat yang akan diutus untuk membinasakan kaum Luth. Para malaikat tersebut terlebih dahulu mendatangi Ibrahim dan istrinya, Sarah untuk memberi kabar gembira akan kelahiran anak mereka yang ‘alim yaitu Nabi Allah Ishaq ‘alaihis salam. Kisah tersebut disebutkan dalam ayat berikut ini :

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (24) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (25) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (26) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (27) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (28) فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (29) قَالُوا كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ (30)

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaama”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.” Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.  Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).” (QS. Adz Dzariyat: 24-30)

 

Menjawab Salam dengan Yang Lebih Baik

Dalam ayat di atas, Allah Ta’ala benar-benar memuji kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihis salam. Para malaikat sebagai tamu tadi, ketika masuk ke rumah beliau, mereka memberikan penghormatan dengan ucapan, “Salaaman”. Aslinya, kalimat ini berasal dari kalimat, “Sallamnaa ‘alaika salaaman (kami mendoakan keselamatan padamu)”. Namun lihatlah bagaimana jawaban Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam terhadap salam mereka. Ibrahim menjawab, “Salaamun”. Maksud salam beliau ini adalah “salaamun daaim ‘alaikum (keselamatan yang langgeng untuk kalian)”. Para ulama mengatakan bahwa balasan salam Ibrahim itu lebih baik dan lebih sempurna daripada salam para malaikat tadi. Karena Ibrahim menggunakan jumlah ismiyyah (kalimat yang diawali dengan kata benda) sedangkan para malaikat tadi menggunakan jumlah fi’liyah (kalimat yang diawali dengan kata kerja). Menurut ulama balaghoh, jumlah ismiyyah mengandung makna langgeng dan terus menerus, sedangkan jumlah fi’liyah hanya mengandung makna terbaharui. Artinya di sini, balasan salam Ibrahim lebih baik karena beliau mendoakan keselamatan yang terus menerus. Inilah contoh akhlaq yang mulia dari Nabi Allah Ibrahim ‘alaihis salam. Kita bisa mengambil pelajaran dari sini bahwa hendaklah kita selalu menjawab ucapan salam dari saudara kita dengan balasan yang lebih baik. Sebagaimana Allah Ta’ala pun telah memerintahkan kita seperti itu dalam ayat,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)

Bentuk membalas salam di sini boleh dengan yang semisal atau yang lebih baik, dan tidak boleh lebih rendah dari ucapan salamnya tadi. Contohnya di sini adalah jika saudara kita memberi salam: “Assalaamu ‘alaikum”, maka minimal kita jawab: “Wa’laikumus salam”. Atau lebih lengkap lagi dan ini lebih baik, kita jawab dengan: “Wa’alaikumus salam wa rahmatullah”, atau kita tambahkan lagi: “Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barokatuh”. Bentuk lainnya adalah jika kita diberi salam dengan suara yang jelas, maka hendaklah kita jawab dengan suara yang jelas, dan tidak boleh dibalas hanya dengan lirih. Begitu juga jika saudara kita memberi salam dengan tersenyum dan menghadapkan wajahnya pada kita, maka hendaklah kita balas salam tersebut sambil tersenyum (bukan cemberut) dan menghadapkan wajah padanya. Inilah di antara bentuk membalas salam dengan yang lebih baik.

Baca Juga : Berbagi Kemanfaatan Kepada Ibu-Ibu Tukang Sapu

Memuliakan Tamu

Dalam cerita Ibrahim ini juga terdapat pelajaran yang cukup berharga yaitu akhlaq memuliakan tamu. Lihatlah bagaimana pelayanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam untuk tamunya. Ada tiga hal yang istimewa dari penyajian beliau:

Beliau melayani tamunya sendiri tanpa mengutus pembantu atau yang lainnya.

Beliau menyajikan makanan kambing yang utuh dan bukan beliau beri pahanya atau sebagian saja.

Beliau pun memilih daging dari kambing yang gemuk. Ini menunjukkan bahwa beliau melayani tamunya dengan harta yang sangat berharga.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bagaimana sebaiknya kita melayani tamu-tamu kita yaitu dengan pelayanan dan penyajian makanan yang istimewa. Memuliakan dan menjamu tamu inilah ajaran Nabi Ibrahim, sekaligus pula ajaran Nabi kita Muhammad ‘alaihimush sholaatu wa salaam. ‘Abdullah bin ‘Amr dan ‘Abdullah bin Al Harits bin Jaz’i mengatakan, “Barangsiapa yang tidak memuliakan tamunya, maka ia bukan pengikut Muhammad dan bukan pula pengikut Ibrahim” (Lihat Jaami’ul wal Hikam, hal. 170). Begitu pula dalam hadits yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47, dari Abu Hurairah)

Seseorang dianjurkan menjamu tamunya dengan penuh perhatian selama sehari semalam dan sesuai kemampuan selama tiga hari, sedangkan bila lebih dari itu dinilai sebagai sedekah. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

« مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ » . قَالَ وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ وَالضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ ، فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهْوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ »

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia perhatian dalam memuliakan tamunya.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud perhatian di sini, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu perhatikanlah ia sehari semalam dan menjamu tamu itu selama tiga hari. Siapa yang ingin melayaninya lebih dari tiga hari, maka itu adalah sedekah baginya.” (HR. Bukhari no. 6019 dan Muslim no. 48, dari Syuraih Al ‘Adawi). Para ulama menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah seharusnya tuan rumah betul-betul perhatian melayani tamunya di hari pertama (dalam sehari semalam) dengan berbuat baik dan berlaku lembut padanya. Adapun hari kedua dan ketika, hendaklah tuan rumah memberikan makan pada tamunya sesuai yang mudah baginya dan tidak perlu ia lebihkan dari kebiasaannya. Adapun setelah hari ketiga, maka melayani tamu di sini adalah sedekah dan termasuk berbuat baik. Artinya, jika ia mau, ia lakukan dan jika tidak, tidak mengapa (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 21/31). Imam Asy Syafi’i rahimahullah dan ulama lainnya mengatakan, “Menjamu tamu merupakan bagian dari akhlaq yang mulia yang biasa dilakukan oleh orang yang nomaden dan orang yang mukim” (Lihat Syarh Al Bukhari libni Baththol, 17/381). Sudah sepatutnya kita dapat mencontoh akhlaq yang mulia ini.

 

Berbicara dengan Lemah Lembut

Dalam ayat yang kami bawakan di awal tadi, kita dapat menyaksikan bagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihis salam juga mencontohkan akhlaq berbicara lembut kepada para tamunya. Lihatlah ketika menjawab salam tamunya, beliau menjawab, “Salaamun qoumun munkarun” (selamat atas kalian kaum yang tidak dikenal). Kalimat ini dinilai lebih halus dari kalimat ‘ankartum‘ (aku mengingkari kalian). Begitu pula ketika Ibrahim mengajak mereka untuk menyantap makanan. Bagaimana beliau menawarkan pada mereka? Beliau katakan, “Ala ta’kuluun” (mari silakan makan). Bahasa yang digunakan Ibrahim ini dinilai lebih halus dari kalimat, “Kuluu” (makanlah kalian). Ibaratnya Ibrahim menggunakan bahasa yang lebih halus ketika berbicara dengan tamunya. Kalau kita mau sebut, beliau menggunakan bahasa “kromo” (bahasa yang halus dan lebih sopan di kalangan orang jawa). Inilah contoh dari beliau bagaimana sebaiknya seseorang bertutur kata. Inilah pula yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda,

لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1/155, hasan)

Demikianlah akhlaq mulia dari Nabi Ibrahim yang seharusnya dapat kita jadikan teladan. Dalam sebuah ayat, Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ

“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian.” (QS. Al Mumtahanah: 6)

Buah Manis Dari Syukur

Buah Manis Dari Syukur

Buah Manis dari SyukurDari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun terkadang terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri. Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menganggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa.

Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, terbitan, Darul ‘Aqidah, hal. 165-166).

Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.

Bayangan kita barangkali, nikmat hanyalah uang, makanan dan harta mewah. Padahal kondisi sehat yang Allah beri dan waktu luang pun nikmat. Bahkan untuk sehat jika kita bayar butuh biaya yang teramat mahal. Namun demikianlah nikmat yang satu ini sering kita lalaikan.

Syukur adalah akhlaq yang mulia, yang muncul karena kecintaan dan keridho’an yang besar terhadap Sang Pemberi Nikmat. Syukur tidak akan mungkin bisa terwujud jika tidak diawali dengan keridho’an. Seseorang yang diberikan nikmat oleh Allah walaupun sedikit, tidak mungkin akan bersyukur kalau tidak ada keridho’an. Orang yang mendapatkan penghasilan yang sedikit, hasil panen yang minim atau pendapatan yang pas-pasan, tidak akan bisa bersyukur jika tidak ada keridho’an. Demikian pula orang yang diberi kelancaran rizki dan harta yang melimpah, akan terus merasa kurang dan tidak akan bersyukur jika tidak diiringi keridho’an. 

Buah Manis dari Syukur

Syukur Adalah Sifat Orang Beriman

Rasulullah ` bersabda, “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (H.R. Muslim no.7692).

Merupakan Sebab Datangnya Ridha Allah

Allah l berfirman, “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” (Q.S. Az-Zumar [39]: 7).

Merupakan Sebab Selamatnya Seseorang Dari Azab Allah

Allah berfirman, “Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS. An-Nisa [4]: 147).

Merupakan Sebab Ditambahnya Nikmat

Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (Q.S. Ibrahim [14]: 7).

Ganjaran Di Dunia dan Akhirat

Janganlah Anda menyangka bahwa bersyukur itu hanya sekedar pujian dan berterima kasih kepada Allah. Ketahuilah bahwa bersyukur itupun menuai pahala, bahkan juga membuka pintu rezeki di dunia. Allah l berfirman, “Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran” (QS. Ali Imran [3]: 145). Imam Ath Thabari menafsirkan ayat ini dengan membawakan riwayat dari Ibnu Ishaq, “Maksudnya adalah, karena bersyukur, Allah memberikan kebaikan yang Allah janjikan di akhirat dan Allah juga melimpahkan rizki baginya di dunia” (Tafsir Ath Thabari, 7/263).

 

Bumi Allah itu luas, syukur kita jangan sampai sempit.

Keutamaan Tawadhu’

Keutamaan Tawadhu’

Mendapat Kemuliaan dari Allah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang tawadhu’ kepada Allah, pasti dimuliakan Allah” (HR. Muslim). Inilah pesan Nabi yang benar-benar kita lihat secara nyata dalam kehidupan hari ini. Betapa, semakin tawaduk seseorang, ia semakin disukai. Allah ﷻ membuat hati setiap manusia menjadi suka terhadap pribadi-pribadi tawadhu’.

Sebaliknya juga demikian. Manakala terdapat sifat sombong pada diri seseorang, ia pasti tidak disukai orang lain dan kedudukannya jatuh di mata orang-orang.

Maka di hadapan kita ada dua pilihan. Merendahkan hati sehingga kita ditinggikan kedudukan, atau meninggikan hati sehingga kita direndahkan kedudukan.

Mendapat Surga Tertinggi

Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang tawadhu’ satu derajat kepada Allah ﷻ, Allah ﷻ angkat ia satu derajat hingga mencapai Surga yang tertinggi. Sebaliknya, siapa yang sombong satu derajat kepada Allah ﷻ, Allah ﷻ rendahkan ia satu derajat hingga mencapai Neraka terbawah.” (HR. Ahmad)

Betapa tinggi kedudukan mukmin yang tawadhu. Allah ﷻ menjaminkan untuknya Surga tertinggi disebabkan ketawadhu’annya. Sebaliknya, bertapa buruk kedudukan orang yang sombong. Mari kita tanyakan pada diri sendiri. Berada digolongan manakah kita? Apapun jawabannya, bukankah kita sangat menginginkan Surga? Dan Tawadhu dapat menghantarkan kita ke sana, sedang sombong akan menghalangi kita ke Surga bahkan jatuh ke Neraka.

Perintah Allah dan RasulNya

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu’ sehingga seseorang tidak boleh berlaku congkak atas orang lain dan tidak boleh berlaku aniaya.” (HR. Abu Dawud)

Peringatan Rasulullah ﷺ tersebut sudah sangat jelas. Tinggal pada diri kita, butuh kerelaan untuk melakukan muhasabah dan mengevaluasi cara kita bergaul dengan orang lain selama ini.

Tanah Adalah Jalan Terdekat Menuju Langit

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah berfirman, ‘siapa yang bersikap tawadhu kepadaKU seperti ini (Rasulullah menunjuk tanah dengan bagian dalam telapak tangannya dan menjatuhkannya ke tanah) maka Aku akan meninggikannya seperti ini (beliau membalikkan telapak tangannya tinggi-tinggi menuju langit)” (HR. Ahmad).

Ketika kita kian bersikap tawadhu kepada Allah ﷻ  dalam hidup bermasyarakat, pada saat itulah kita semakin dimuliakan Allah ﷻ. Perhatikan sekali lagi dua perumpamaan di atas. Makin diri ini menempel ke tanah kerendahan, makin naiklah kita ke langit kemuliaan.

Bukan sebuah kebetulan juga, bila Rasulullah ﷺ dalam sabdanya yang lain mengatakan, jarak terdekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah saat bersujud. Posisi sujud adalah posisi merendahkan diri. Kepala yang menjadi tempat berfikir dan sumber kecerdasan, direndahkan serendah-rendahnya menjadi sejajar dengan telapak kaki. Namun, disaat seperti inilah Allah ta’ala mendekat dengan sangat dekat kepada hambaNya.

Tidak Masuk Surga yang Hatinya ada Sombong

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak masuk Surga orang yang hatinya memendam kesombongan walau seberat atom” (HR, Muslim). Dalam riwayat lainnya, “Tidak masuk Surga orang yang dalam hatinya terbetik kesombongan meski seberat biji sawi.”

Maka tak perlu menjadi sombong seperti Namrudz, yang mengejek Ibrahim dengan berkata, “Aku juga bisa menghidupkan dan mematikan manusia,” lalu dia memanggil dua orang, yang satu ia bunuh, satu lagi ia biarkan hidup. Tak perlu juga menjadi Firaun, yang mengaku sebagai Tuhan. Untuk diharamkan dari Surga, tak perlu menjadi seperti keduanya. Karena Rasulullah hanya mensyaratkan sebiji sawi kesombongan, sudah menghalangi seseorang dari Surga.

Adakah kita mendustakan kebenaran? Adakah kita merendahkan orang lain?

Apakah Engkau Hendak Menyaingi Allah?

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah ﷻ berfirman, “Kesombongan adalah pakaianKu dan kemuliaan adalah jubahKu. Siapa yang mau menyaingiKu dalam keduanya, pasti Aku siksa.” (HR.Ahmad)

Bertawaduklah kepada Allah. Jangan menyaingi kebesaranNya. Tidakkah kita menginginkan Allah ﷻ memberikan karunia Surga?

Perhatikan Wasiat Luqman

Allah ﷻ berfirman dalam wasiat Luqman kepada anaknya, “Jangan engkau memalingkan muka (tushair) dari manusia dan jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh” (QS. Luqman : 18).

Apa makna Tusha’ir? Ia berasal dari kata shi’ir. Yaitu sejenis penyakit yang menimpa leher unta sehingga ia tidak bisa menggerakkan lehernya. Ia pun berjalan dengan leher mendongak ke atas.

Perhatikan perumpaan dari Al-Quran yang sangat menarik tersebut. Al-Quran menyamakan orang-orang yang sombong, dengan ciri gestur tubuhnya yang khas, dengan unta yang berpenyakit shi’ir. Mendangak kepala ke atas, sulit menunduk. Kalau unta, karena lehernya yang sakit, kalau manusia karena hatinya yang berpenyakit.

 

#LaznasNurulHayat  #Zakatkita

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya