Mengendalikan Marah Dalam Islam

Mengendalikan Marah Dalam Islam

Mengendalikan Marah Dalam Islam – Manusia adalah makhluk yang memiliki emosi di dalam dirinya. Ada banyak jenis emosi yang bisa mempengaruhi bagaimana cara manusia menjalani hidupnya dan berinteraksi dengan orang lain. Tak jarang, manusia seringkali dikuasai oleh emosinya sendiri, padahal seharusnya manusialah yang mengontrol emosi-emosi tersebut. Emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia, mulai dari pilihan yang kita buat, tindakan yang kita ambil dan semua persepsi yang kita miliki terhadap sesuatu.

Mengendalikan Marah Dalam Islam – Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah dengan marah. Dengan cara ini, setan bisa dengan sangat mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mengucapkan kalimat kekafiran, menggugat takdir, ngomong jorok, mencaci habis, bahkan sampai kalimat cerai yang membubarkan rumah tangganya.

Karena marah pula, manusia bisa merusak semua yang ada di sekitarnya. Dia bisa banting piring, lempar gelas, pukul kanan-pukul kiri, bahkan sampai tindak pembunuhan. Di saat itulah, misi setan untuk merusak menusia tercapai.

Tentu saja, permsalahannya tidak selesai sampai di sini. Masih ada yang namanya balas dendam dari pihak yang dimarahi. Anda bisa bayangkan, betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan karena marah.

Menyadari hal ini, Islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika emosi. Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah SWT agar manusia tidak mudah terpancing emosi. “Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani)

Mengendalikan Marah Dalam Islam – Emosi marah memang tidak dapat dihilangkan dalam diri manusia. Hal ini adalah sebuah naluriah manusia. Menurut Al-Ghazali, ada dua cara mengendalikan amarah. Yang pertama adalah tidak menuruti amarah, kecuali hanya pada persoalan yang tidak dilarang dalam agama dan tidak bertentangan dengan akal sehat manusia. Latihan ini bisa dilakukan dengan memaksakan diri sendiri dan melakukannya terus menerus sampai seseorang itu mengampuni dirinya sendiri. Dengan begitu manusia harus melatih atau melemahkan potensi amarah dalam dirinya sehingga, ketika emosi marah itu muncul, tidak akan terlalu berlebihan dan tidak sampai menyakiti orang lain.

Yang kedua adalah latihan dengan merenungkan bahwa manusia semuanya akan berakhir di dalam kubur. Dengan selalu merenungkan hal itu, manusia akan menjadi lebih zuhud di dunia. Ada baiknya kita selalu menyibukan pikiran dan hati kita dengan hal-hal yang positif, sehingga emosi marah sudah tidak punya tempat lagi di hati kita. Di dalam Al-Quran juga dijelaskan bahwa menahan amarah lebih baik dibandingkan membalasnya. Hal ini terdapat dalam surat An-nahl ayat 126-127 yang berbunyi:

وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖۗ وَلَىِٕنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ

“Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.”

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ

“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.”

Agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa yang lebih besar, ada beberapa cara mengendalikan emosi yang diajarkan dalam Al-Quran dan Sunah. Yakni:

  1. Segera memohon perlindungan Allah SWT dari godaan setan, dengan membaca ta’awudz: A‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM

Karena sumber marah adalah setan, sehingga godaannya bisa diredam dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dari sahabat Sulaiman bin Surd radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Diam dan menjaga lisan.

Bawaan orang marah adalah berbicara tanpa aturan. Sehingga bisa jadi dia bicara sesuatu yang mengundang murka Allah SWT. Karena itulah, diam merupakan cara mujarab untuk menghindari timbulnya dosa yang lebih besar. Di saat kesadaran kita berkurang, di saat nurani kita tertutup nafsu, jaga lisan baik-baik, jangan sampai lidah tak bertulang ini, menjerumuskan Anda ke dasar neraka. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad)

  1. Mengambil posisi lebih rendah. Kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi, dan lebih tinggi. Semakin dituruti, dia semakin ingin lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi, dia bisa melampiaskan amarahnya sepuasnya. Karena itulah, Rasulullah SAW memberikan saran sebaliknya. Agar marah ini diredam dengan mengambil posisi yang lebih rendah dan lebih rendah. Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan, “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad)
  2. Ingatlah hadis ini ketika marah. Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Subhanallah, siapa yang tidak bangga ketika dia dipanggil oleh Allah SWT di hadapan semua makhluk pada hari kiamat, untuk menerima balasan yang besar? Semua manusia dan jin menyaksikan orang ini, maju di hadapan mereka untuk menerima pahala yang besar dari Allah SWT. Pahala ini Allah SWT berikan kepada orang yang hanya sebatas menahan emosi dan tidak melampiaskan marahnya. Bisa kita bayangkan, betapa besar pahalanya, ketika yang dia lakukan tidak hanya menahan emosi, tapi juga memaafkan kesalahan orang tersebut dan bahwa membalasnya dengan kebaikan.

Satu lagi hadis yang bisa Anda ingat ketika marah, agar bisa meredakan emosi Anda: Dari Ibnu Umar, “Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau, dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat.” (Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Qadha Al-Hawaij, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Ya, tapi yang sulit bukan hanya itu. Ada satu keadaan yang jauh lebih sulit untuk disuasanakan sebelum itu, yaitu mengkondisikan diri kita ketika marah untuk mengingat balasan besar dalam hadis di atas. Umumnya orang yang emosi lupa segalanya. Sehingga kecil peluang untuk bisa mengingat balasan yang Allah SWT berikan bagi orang yang bisa menahan emosi. Yang penting, Anda jangan berputus asa, karena semua bisa dilatih. Belajarlah untuk mengingat peringatan Allah SWT, dan ikuti serta laksanakan. Bisa juga Anda minta bantuan orang di sekitar Anda, Agar mereka segera mengingatkan Anda dengan janji-janji di atas, ketika Anda sedang marah.

  1. Selain meredam emosi, ada baiknya untuk coba mengambil air wudhu. Air wudhu selain berfungsi untuk membersihkan diri juga memiliki manfaat untuk membersihkan hati. Ketika mengambil air wudhu, bisa saja kita lupa dengan hal-hal buruk yang ingin kita lakukan ketika sedang marah. Emosi marah merupakan sifat setan, setan berasal dari api. Untuk meredakan api hendaknya basuh dengan air, yaitu air wudhu. Hal ini sesuai dengan hadits nabi yang berbunyi:

Dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan – Sedekah bisa kita lakukan dengan beragam cara. Sesuai dengan kondisi, potensi, dan kemampuan yang kita miliki. Bagi siapa saja yang diberi kelebihan harta, maka ia bisa bersedekah dengan materi ataupun non materi. Bagi siapa saja yang diuji dengan kekurangan harta, maka pintu sedekah tidak tertutup baginya. Ia bisa bersedekah dengan beragam cara dan meraih pahala sedekah sebagaimana yang didapatkan oleh orang-orang berharta. Sedekah dengan kebaikan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya.

Bersedekah Dengan Ragam Kebaikan – Kata sedekah berasal dari bahasa Arab, yaitu shadaqah yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridha Allah dan pahala semata. Sedekah lebih utama jika diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan. Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain.

Berikut ini beberapa cara bersedekah dengan kebaikan yang dapat kita lakukan.

  1. Sedekah dengan hati

Seorang hamba bisa mendapatkan pahala sedekah hanya dengan niatnya yang tulus. Sebagian salaf berkata “Alangkah banyaknya amalan kecil menjadi besar karena niat, dan alangkah banyaknya pula amalan besar menjadi kecil karena niat.” Ya, niat seseorang yang tulus untuk menggunakan harta dalam kebaikan seandainya Allah memberinya, dapat mengantarkan dirinya untuk mendapatkan pahala yang sama dengan orang kaya.

  1. Sedekah dengan lisan

Lisan berpotensi menjadi bagian tubuh terbaik atau terburuk bagi seseorang. Ia akan menjadi anggota tubuh terbaik jika ia berbicara baik. Pun sebaliknya, lisan akan menjadi anggota tubuh terjelek jika ia berbicara buruk. Di antara hal-hal yang dapat menyebabkan lisan seseorang menjadi bengkok ialah menggunjing, mencaci maki, melaknat, mencela, mengadu domba, berdusta, dan menghina.

Adapun cara sedekah dengan lisan antara lain:

Berzikir

Berzikir dapat dilakukan di antaranya dengan membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu akbar), dan tahlil.

Berkata yang baik

Dengan berkata baik berarti seseorang telah memberikan kebahagiaan kepada orang lain, seperti kebahagiaan saat menerima pemberian. Di antara perkataan yang baik yang termasuk sedekah antara lain:

Amar makruf nahi mungkar. Mengajak yang baik dan mencegah kemungkaran. Meminta anak untuk mengantarkan makanan kepada tetangga adalah amar makruf. Meminta jamaah di masjid agar merapikan barisan adalah amar makruf. Melarang adik-adik kita dari mengganggu orang lain adalah nahi mungkar. Mencegah teman kita dari berduaan dengan seseorang yang bukan mahramnya adalah nahi mungkar.

Mengucapkan salam (Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh) ketika bertemu dengan sesama muslim.

  1. Sedekah dengan perbuatan

Senyum adalah sedekah

Ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Senyumanmu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR At-Tirmidzi)

Shalat dan puasa

Sedekah jenis ini termasuk sedekah kepada diri kita sendiri. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Begitu pagi tiba, seluruh persendian salah seorang dari kalian hendaknya bersedekah, dan setiap shalat dan puasa yang dilakukan adalah sedekah baginya…” (HR. Abu Dawud)

Mendamaikan orang dan membantu sesama

Mendamaikan dua orang yang berselisih dan berlaku adil terhadap keduanya adalah sedekah.

Membantu seseorang untuk menaiki kendaraannya adalah sedekah. Mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya juga adalah sedekah.

Menunjukkan alamat kepada orang yang bertanya adalah sedekah. Menunjukkan jalan orang yang pikun atau kurang baik penglihatannya adalah sedekah. Begitu pula menyingkirkan halangan dari jalan adalah sedekah.

Memberikan minum kepada manusia yang kehausan adalah sedekah. Memberikan bantuan air ke daerah-daerah yang kekeringan adalah sedekah, begitu juga memberikan air minum kepada binatang adalah sedekah.

Memberikan pinjaman uang kepada orang yang membutuhkan adalah sedekah. Demikian pula, menangguhkan utang kepada orang yang belum mampu melunasinya adalah sedekah.

Menahan diri dari berbuat jahat

Orang Islam yang baik adalah orang yang tidak mengganggu kaum muslimin lainnya dengan lidah dan tangannya. Disebutkan dalam sebuah hadits:

“Siapakah muslimin yang baik? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Yaitu orang Islam yang kaum muslimin merasa aman dari lidah dan tangannya’.” (HR. Muslim)

Menafkahi keluarga

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya, jika seorang Muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah, maka yang demikian itu dihitung sebagai sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Menanam tanaman

Sedekah dengan menanam tanaman memang ajaib, karena yang dicuri pun akan bernilai sedekah bagi sang penanamnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiada seorang Muslim yang menanam tanaman kecuali yang ia makan itu bernilai sedekah, yang dicuri bernilai sedekah, yang dimakan binatang buas bernilai sedekah, dan yang dimakan burung juga bernilai sedekah. Begitu pula yang berkurang karena diminta seseorang juga bernilai sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Mengajarkan ilmu

Mengajarkan ilmu yang bermanfaat adalah sedekah, baik dengan menuliskannya dalam sebuah buku maupun menjelaskannya kepada orang lain. Maka dari itu hendaknya setiap muslim senantiasa mau belajar dan juga mengajarkan ilmu yang dipelajarinya kepada orang lain, sebab mengajarkan ilmu yang kita kuasai kepada orang lain termasuk sedekah bagi kita yang pahalanya akan terus mengalir sesudah meninggal nanti.

Semoga beragam cara bersedekah yang dipaparkan di sini dapat memudahkan kita untuk meraih pahala sedekah. Setiap muslim bebas memilih cara bersedekahnya, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan. Semoga Allah selalu menggerakkan hati dan memudahkan langkah kita untuk bersedekah, baik dengan materi maupun non materi.

Beasiswa untuk Yatim Cemerlang

Beasiswa untuk Yatim Cemerlang

Beasiswa untuk Yatim Cemerlang – Bulan oktober lalu, bertepatan dengan jatuhnya bulan maulid Nabi Besar Muhammad ﷺ, yang niscaya menjadikannya salah satu bulan mulia dan bulan penuh dengan berkah. Alhamdulillah, salah satu keberkahan bulan maulid ini juga dirasakan oleh anak-anak yatim, khususnya  mereka yang berada di wilayah Malang Raya.

Total Sebanyak 1.014 anak yatim, mulai jenjang pendidikan 1 SD (7 Tahun) sampai dengan 3 SMP (15 Tahun) mendapatkan beasiswa pendidikan di bulan maulid ini. Semuanya adalah anak yatim dhuafa, yang tersebar di berbagai kecamatan di Malang Raya, dan juga di kota-kota sekitar seperti Pasuruan, Bangil, dan Blitar.

Beasiswa untuk Yatim Cemerlang

Dengan kondisi dan situasi pandemi seperti saat ini, demi keamanan bersama, beasiswa ini tidak dibagikan secara serentak, karena akan berisiko menimbulkan kerumunan, dan meningkatkan risiko cluster Covid baru. Atas dasar itu, kami dari Nurul Hayat selaku amil zakat mengambil jalan untuk memaksimalkan relawan-relawan dakwah di pelbagai daerah, atau kami menyebutnya dengan istilah koordinator program.

Alhamdulillah pembagian beasiswa ini berjalan dengan lancar dan kondusif, dengan protokol kesehatan tentunya. Meskipun tidak berlangsung serempak, semua adik-adik yatim ini dapat merasakan keberkahan ini secara bersamaan.

Semoga dengan adanya beasiswa pendidikan ini, adik-adik yatim tetap bersemangat dalam belajar dan menempuh pendidikan, sembari tetap berpegang teguh di jalan-Nya.

Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat, baik relawan maupun donatur, dan juga bunda yatim yang gigih membesarkan putra-putri mereka. Semoga menjadi berkah untuk semuanya.  Amiin ya Rabbal Alamiin..

Beasiswa untuk Santri Yatim di Pondok Pesantren

Beasiswa untuk Santri Yatim di Pondok Pesantren

Beasiswa Santri Yatim – Lembaga amil zakat nasional Nurul Hayat sangat konsen dengan dunia pendidikan. Selain ditunjukkan dengan adanya lembaga pendidikan Khairunnas, Lembaga amil zakat nasional Nurul Hayat juga memiliki banyak program untuk mendukung sektor pendidikan. Beasiswa yatim dan beasiswa Sahabat Muda Genpres (Generasi Prestasi) adalah salah satunya.

Alhamdulillah, dalam rangka hari santri, pada bulan Oktober yang lalu, Lembaga amil zakat nasional Nurul Hayat Tuban telah menggulirkan program Beasiswa Santri Pondok Pesantren. Total keseluruhan ada 100 santri yatim jenjang Tsanawiyah yang menerima bantuan beasiswa pendidikan dari Lembaga amil zakat nasional Nurul Hayat Tuban.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para santri yatim di pondok pesantren bisa mendapatkan pondasi pendidikan yang kuat. Sehingga mereka senantiasa siaga jiwa raga untuk terus menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai dan ajaran Islam, serta dapat mencegah celah sesuatu yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Dan tentu saja agar mereka mendapat bekal pendidikan yang maksimal karena santri adalah salah satu aset dan pilar masa depan bangsa.

Terima kasih kepada segenap Keluarga Sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program ini. Semoga apa yang keluarga sejuk berikan membeawa keberkahan dan menjadi wasilah jariyah. Aamiiin ya Rabbal Alamiin..

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi – Hal yang paling mudah dilakukan manusia untuk mendapatkan pahala adalah dengan bersedekah. Bahkan, memberi senyum kepada orang lain secara ikhlas merupakan sedekah yang membawa berkah tanpa harus mengeluarkan uang sepersen pun. Allah SWT tentu tidak suka dengan orang yang riya atau pamer. Makanya, bersedekah dapat dilakukan secara diam-diam atau bersifat rahasia

Rahasiakanlah sedekah kita. Menyembunyikan sedekah lebih utama daripada terang-terangan kecuali sedekah yang wajib. Menyembunyikan ini lebih dekat pada keikhlasan.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271).

Baca Juga: Sedekah subuh online cepat dan mudah

Keutamaan Sedekah Secara Sembunyi-Sembunyi – Syaikh As Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “Jika sedekah tersebut ditampakkan dengan tetap niatan untuk meraih wajah Allah, maka itu baik. Dan seperti itu sudah mencapai maksud bersedekah. Namun jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi, maka itu lebih baik. Jadi ayat ini menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi lebih utama daripada dilakukan secara terang-terangan. Namun jika tidak sampai bersedekah karena ia maksud sembunyikan, maka tetap menyampaikan sedekah tadi secara terang-terangan itu lebih baik. Jadi semuanya dilakukan dengan kembali melihat maslahat.”

Kata Ibnu Katsir berkata bahwa tetap bersedekah dengan sembunyi-sembunyi itu lebih afdhol karena berdasarkan hadits,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata,

1- Imam (pemimpin) yang adil.

2- Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.

3- Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid.

4- Dua orang yang saling mencintai karena Allah, di mana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.

5- Dan seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan, “Sungguh aku takut kepada Allah.”

6- Seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.

7- Dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.” (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031).

Baca Juga: Cara menghitung zakat mal yang praktis

Hadits di atas menunjukkan bahwa keutamaan sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Para ulama mengatakan bahwa inilah yang berlaku pada sedekah sunnah, secara sembunyi-sembunyi itu lebih utama. Cara seperti itu lebih dekat pada ikhlas dan jauh dari riya’. Adapun zakat wajib, dilakukan secara terang-terangan itu lebih afdhol. Demikian pula shalat, shalat wajib dilakukan terang-terangan, sedangkan shalat sunnah lebih afdhol sembunyi-sembunyi karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.”

Para ulama katakan bahwa penyebutan tangan dan kiri di sini hanyalah ibarat yang menggambarkan sedekahnya benar-benar dilakukan secara diam-diam. Tangan kanan dan kiri, kita tahu begitu dekat dan selalu bersama. Ini ibarat bahwa sedekah tersebut dilakuan secara sembunyi-sembunyi. Demikian kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Sedekah Online

sedekah makin mudah bisa via online dari rumah. Klik saja zakatkita.org.

klik zakatkitaorg

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain – Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi Allah aneka potensi kelebihan olehNya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia

Karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita .

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Al-Isra Ayat 7)

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain – Yang terpenting agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita. Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih-benih, bermekarannya tunas-tunas, merekahnya bunga-bunga di taman, hingga menggerakkan berputarnya roda kehidupan. Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Demikianlah, cahaya pribadi kita hendaknya mampu menyemangati siapapun, bukan hanya diri kita, tetapi juga orang lain dalam berbuat kebaikan dengan sepenuhnya melimpahan energi karunia Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah energiNya, Subhanallah. Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan Nabi SAW, sebagai khairunnas. Sebaik-baik manusia! Insya Allah

NH Yogyakarta Bantu Biaya Pendidikan Badriyah Diana

NH Yogyakarta Bantu Biaya Pendidikan Badriyah Diana

Jum’at 24 September 2021, tim Laznas Nurul Hayat Yogyakarta melakukan perjalanan menuju bagian timur Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya Kepanewon, Kecamatan Semin. Tujuannya adalah SMK Muhammadiyah Semin.  Di sana tim Laznas Nurul Hayat Yogyakarta menyalurkan amanah Sahabat Sejuk untuk membantu salah satu siswi yang mengalami kesulitan dalam pembayaran biaya pendidikan.

Siswi tersebut bernama Badriyah Diana, kelas X Program Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran. Karena kondisi ekonomi yang sulit, ditambah dampak pandemi yang belum usai hingga hari ini, orang tua Mbak Badriyah kesulitan untuk melunasi kewajiban awal pendidikan. Pihak sekolah sebetulnya telah memberi keringanan berupa pembebasan biaya pendidikan selama beberapa bulan, namun tetap ada kewajiban biaya yang harus ditunaikan peserta didik.

Salah seorang kerabat Mbak Badriyah melihat kesulitan tersebut. Beliau lantas mencarikan bantuan agar dapat meringankan biaya pendidikan yang tertunggak. Dalam pencarian tersebut, kerabat Mbak Badriyah tersebut sampai di kantor Laznas Nurul Hayat Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah melalui proses pendaftaran, pada Jum’at 24 September 2021 tim Laznas Nurul Hayat Yogyakarta langsung menuju SMK Muhammadiyah Semin untuk menyerahkan bantuan pelunasan biaya pendidikan ke sekolah.

Bantuan ini, diterima oleh Kepala Sekolah dan beberapa jajaran guru. Alhamdulillah, amanah Sahabat Sejuk untuk membantu biaya pendidikan Mbak Badriyah telah tersampaikan. Terima kasih Sahabat Sejuk atas bantuan yang diamanahkan kepada kami, semoga menjadi amal jariyah yang berbuah pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan untuk Mbak Badriyah semoga proses pendidikannya berjalan lancar dan ilmunya menjadi manfaat. Aamiin ya Rabbal Alamiin…

Nurul Hayat Bantu Tebus Ijazah Anak Yatim Dhuafa

Nurul Hayat Bantu Tebus Ijazah Anak Yatim Dhuafa

Septian Suryo Ramadhan sudah dinyatakan LULUS SD sejak 12 Juni 2021. Namun sampai dengan Agustus 2021, ia belum juga mendapatkan ijazah. Ijazah tersebut belum bisa diambil karena ia masih memiliki tanggungan biaya sekolah sebesar Rp 1.455.000 yang harus segera dilunasi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ibunda adik Suryo mengajukan bantuan kepada Nurul Hayat Semarang. Beliau berharap dengan bantuan tersebut ijazah anaknya bisa segera dibawa pulang. Sebab ijazah tersebut sangatlah penting untuk kelanjutan pendidikan Suryo nantinya.

Nurul Hayat Semarang lalu bergerak melakukan verifikasi data. Hasil verifikasi didapatkan info bahwa tanggungan biaya tersebut memang benar adanya. Jumlah tanggungan tersebut terasa berat bagi Ibundo Suryo. Apalagi Suryo adalah anak yatim dan pendapatan ibunya sebagai pedagang jajanan anak-anak, sangatlah kecil. Ditambah lagi pada masa pandemi seperti ini, jualan ibunya juga sepi pembeli.

Alhamdulillah, pada tanggal 27 Agustus 2021, Nurul Hayat Semarang mendatangi sekolah Suryo untuk melakukan pelunasan. Uang pelunasan langsung diterima oleh pihak sekolah. Ijazah Suryo pun akhirnya bisa dibawa pulang. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah, nilai-nilai hasil pembelajaran Suryo yang tertera di ijazah pun tergolong sangat baik.

Bantuan pendidikan untuk yatim dhuafa

Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam program Bantuan Pendidikan Dhuafa. Alhamdulillah, apa yang sahabat sejuk semua berikan, sangat bermanfaat untuk menebus ijazah suryo. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan berkah dan ridho-Nya untuk kita semua. Aamiin ya Rabbal Alaminn.

 

#JagaHarapanYatim #ZakatKita #NurulHayat

Bantuan Dana Pendidikan untuk Mas Ona

Bantuan Dana Pendidikan untuk Mas Ona

Zakat Kita Yogyakarta – Kamis, 12 Agustus 2021, tim Laznas Nurul Hayat DI. Yogyakarta menuju Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, untuk menyalurkan amanah #SahabatSejuk, yaitu bantuan dana pendidikan untuk Ona Rusniawan, siswa kelas XII, SMA Negeri 1 Srandakan.

Mas Ona memiliki tunggakan kewajiban dana pendidikan sejak kelas X. Setelah kami telusuri, ternyata Mas Ona sudah menjadi yatim sejak kelas X. Sepeninggal sang ayah, kondisi ekonomi keluarga Mas Ona kurang sejahtera. Sang Ibu sebagai tulang punggung keluarga harus bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Meski sudah bekerja keras, ternyata hasil yang didapatkan oleh ibu Mas Ona, belum cukup untuk membiayai pendidikan Mas Ona. Beruntung sejak kelas X, sekolah memberi kebijakan untuk menangguhkan biaya sekolah Mas Ona, sehingga sang Ibu memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan dana.

Ya, kepergian sang suami tak membuat ibunda Mas Ona menyerah untuk memberikan pendidikan bagi sang anak. Beliau bertekad, Mas Ona harus tetap sekolah sampai tuntas. Pihak sekolah pun mendukung keinginan Ibunda Mas Ona. Selain menangguhkan keseluruhan biaya pendidikan, pihak sekolah juga berupaya membantu meringankan kebutuhan belajar online (termasuk bantuan kuota belajar online), sehingga Mas Ona tetap bisa sekolah. Sembari itu, ibunda Mas Ona terus bekerja sekuat tenaga dan mengusahakan mencari bantuan untuk biaya sekolah Mas Ona.

Alhamdulillah, Ibunda Mas Ona dipertemukan dengan Laznas Nurul Hayat DI. Yogyakarta. Setelah melalui tahapan registrasi dan survey, Tim Laznas Nurul Hayat DIY bersama Mas Ona langsung menuju SMAN 1 Srandakan untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan yang telah terkonfirmasi resmi dari sekolah.

Terima kasih #SahabatSejuk atas bantuan program Bantuan Dana Pendidikan yang telah Anda berikan. Semoga menjadi amal jariyah yang berbuah pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amiin ya Rabbal Alamiin.

Mas Ona merupakan penerima manfaat Bantuan Pendidikan Dhuafa yang kelima di tahun 2021 ini. Masih banyak siswa/siswi lain yang membutuhkan bantuan pendidikan ini. Mari terus bergandengan tangan untuk ringankan beban mereka.

NH Zakatkita Bantu Bebaskan Ijazah Mas Sadewa

NH Zakatkita Bantu Bebaskan Ijazah Mas Sadewa

Yogyakarta – Raden Sadewa Republik Indonesia 2 Sakti Aji atau biasa dipanggil mas Sadewa, sudah setahun belum menerima ijazah kelulusan SMK nya. Ada tunggakan kewajiban biaya pendidikan yang belum dilunasi.

Ayah mas Sadewa sebelumnya merupakan seorang supir wisata di Jogja. Sejak pandemi melanda, terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Bersama sang istri, kini berdagang sayur kecil -kecilan di depan rumahnya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Ijazah sangat diperlukan mas Sadewa untuk mendaftar bekerja atau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, salah satu cita -cita nya adalah menjadi seorang tentara. Namun, karena belum kunjung bisa melunasi tunggakan biaya pendidikan dan ijazahnya tertahan, mas Sadewa sementara bekerja di sebuah kedai susu untuk membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan sehari – hari dirinya dan keluarganya. Penghasilan yang mereka dapat, hingga saat ini belum dapat mencukupi untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan tersebut.

Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT pada hari Selasa, 6 Juli 2021 kemarin setelah melalui serangkaian proses regristrasi dan assesement, tim Laznas Nurul Hayat Yogyakarta menyalurkan Bantuan Pendidikan Dhuafa untuk membantu mas Sadewa. Tim juga menemani mas Sadewa hingga mendapatkan Ijazah yang sudah satu tahun Ia nanti – nantikan.

Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang telah mendukung program Bantuan Pendidikan Dhuafa. Semoga setiap ilmu yang mas Sadewa dapat dan diaplikasikan menjadi bermanfaat dan menjadi jariyah bagi para Sahabat Sejuk. Dan semoga mas Sadewa segera dapat mengejar cita – citanya. Aamiin.

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • +62-822-3077-3077
  • cs@nurulhayat.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita
Majalah

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ