Bantu Biaya Kesehatan Kakek Jubairi

Bantu Biaya Kesehatan Kakek Jubairi

Kakek Jubairi merupakan seorang lansia yang bekerja sebagai supir angkot. Warga Jln. AW Syahrani, Batu Ampar, Balikpapan Barat ini, saat ini sedang diuji sakit sesak nafas dan batuk. Sakit yang diderita Kakek Jubairi ini sudah beliau alami selama satu tahun. Kondisinya cukup parah, sehingga menyebabkan beliau tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasa.

Kakek Jubairi tidak menjalani perawatan di rumah sakit. Beliau hanya menjalani pengobatan secara mandiri. Untuk biaya berobatnya, beliau mengandalkan penghasilan dari membantu mencuci baju tetangga. Terkadang juga ada bantuan dari tetangga sekitar rumahnya.

Kakek Jubairi membutuhkan bantuan biaya kesehatan. Nurul Hayat mengajak sahabat sejuk untuk membantu beliau agar bisa mendapatkan tindakan kesehatan yang baik, obat-obatan dan suplemen serta biaya operasional sehari-hari.

Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu Nurul Hayat telah menyalurkan amanah dari sahabat sejuk yakni bantuan biaya berobat untuk Kakek Jubairi. Semoga bantuan ini dapat mendukung proses berobat Kakek Jubairi sehingga beliau dapat segera kembali sehat dan bisa beraktivitas sebagaimana biasa.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah bersama-sama membantu Kakek Jubairi. Semoga segala kebaikan sahabat sejuk mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Bantu Adik Mavisha Sembuh Dari Kelainan Jantung

Bantu Adik Mavisha Sembuh Dari Kelainan Jantung

Adik Mavisha saat ini berusia empat bulan. Sejak lahir, ia harus bolak-balik ke rumah sakit untuk berobat.

Awalnya, Supri dan Yayuk—orangtua Mavisha—sudah curiga dengan pertumbuhan putrinya yang tidak seperti anak-anak pada umumnya. Lalu beliau berdua berusaha membawa Adik Mavisha ke RSUD Magetan. Dari RSUD Magetan, Adik Mavisha mendapat rujukan ke RS Moewardi Solo. Dari pihak RS Moewardi pun kembali merujuk Adik mavisha ke RSCM ( Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusuma ) Jakarta.

Setelah melalui berbagai pemeriksaan Adik Mavisha terindikasi mengidap penyakit Coartatio atau penyempitan pembuluh darah dan Mesocardia atau kelainan pada jantung. Setelah dua bulan Adik Mavisha menjalani rawat inap di RSCM Jakarta,  pihak RSCM memperbolehkan Adik Mavisha pulang untuk menjalani rawat jalan di Rumah Sakit yang lebih dekat yakni di RS Moewardi Solo.

Adik Mavisha idealnya harus segera mendapatkan tindakan operasi. Namun hal tersebut belum dilakukan dengan pertimbangan usianya yang masih terlalu dini serta risiko-risiko pasca operasi dan lain-lain. Sementara pihak dokter menyarankan untuk terapi dan mengonsumsi obat serta makan yang bergizi.

Setiap bulan Adik Mavisha harus menjalani rawat jalan ke RS Moewardi. Untuk meringankan beban keluarga Adik Mavisha, mari bantu dengan berdonasi melalui NH Zakatkita.

Alhamdulillah bantuan tahap pertama buat berobat adik Mavisha sudah kita berikan. Nurul Hayat InsyaAllah akan terus mendampingi proses pengobatan Adik Mavisha, apalagi menurut dokter proses pengobatan Adik Mavisha membutuhkan pengobatan yang rutin dan jangka panjang.

Terima kasih sahabat sejuk Nurul Hayat. Mohon doanya, semoga Adik Mavisha bisa segera sembuh dan bisa bertumbuh kembang dengan normal, seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Bantu Wildan Berjuang Sembuh dari Tumor Syaraf

Bantu Wildan Berjuang Sembuh dari Tumor Syaraf

Mochammad Wildan Aprilian Said merupakan anak piatu usia 12 tahun yang sedang berjuang melawan sakit yang dideritanya. Wildan menjadi anak piatu yang sejak lahir. Ia ditinggal Ibunya pasca berjuang melahirkannya. Sejak kecil Wildan dan kakak perempuannya dirawat oleh Nenek dan Kakeknya, sebab sampai sekarang keluarga tidak tahu kemana Ayahnya pergi meninggalkan mereka.

Wildan dibesarkan dengan keadaan serba terbatas. Neneknya yang renta dan Kakeknya yang seorang tukang becak hanya bisa menghidupi dengan seadanya. Kondisi ini membuat Wildan dan Kakaknya, tidak dapat meneruskan pendidikan mereka seperti teman-teman lain seusianya.

Ditambah kondisi Wildan yang sejak November sakit. Kondisi ekonomi yang minim membuat keluarga tidak berani membawa Wildan untuk berobat.

Hingga kabar itu kami terima, kami mencoba menguatkan Sang Kakek dan Nenek untuk membawa Wildan berobat. Qodarallah saat diperiksa dokter, kondisi Wildan lemas dan sudah susah untuk menggerakkan kaki dan tangannya. Menurut hasil pemeriksaan dokter, Wildan menderita tumor syaraf pada jaringan syaraf di kepalanya. Wildan kemudian diputuskan harus dirawat di rumah sakit untuk menerima perawatan intensif.

Dua pekan setelah kami mengunjungi Wildan di rumah untuk mengantarkan donasi titipan sahabat sejuk Nurul Hayat sekalian,  kami mendapatkan kabar duka. Sebenarnya, pada awal mendapatkan perawatan intensif, kondisi Wildan sempat membaik. Namun semakin lama kondisinya semakin menurun. Ketika menjalani kontrol ke-4, saat sedang menunggu giliran, perawat langsung memindahkan Wildan ke ruang IGD. Dan ternyata Allah berkehendak lain. Wildan berpulang ke rahmatullah.

Selamat jalan Adik Wildan, semoga engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin ya Rabbal Alamiin.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang selama ini telah membantu Adik Wildan. Semoga Allah membalas kebaikan sahabat sejuk semua, dengan sebaik-baik balasan.

Dukung Fatekh Berjuang Sembuh dari Leukemia

Dukung Fatekh Berjuang Sembuh dari Leukemia

Namanya Alfan Fatekh Dwi Ashari. Sehari-hari akrab disapa Fatekh. Usianya 10 tahun. Tinggal di Desa Karangsemanding, Balongpanggang, Gresik. Saat ini Fatekh sedang diuji sakit leukemia.

Awalnya, saat berusia 4 tahun, Fatekh mengalami demam yang sangat tinggi. Setelah dibawa ke rumah sakit, demamnya turun. Satu hari kemudian, demamnya kembali kambuh dan berulang. Hingga akhirnya dokter menyarankan untuk tes laboratorium lengkap. Dari sinilah dokter mendiagnosa bahwa Fatekh mengalami leukemia.

Setelah didiagnosa mengalami leukemia, Fatekh menjalani pengobatan secara mandiri. Menurut penuturan sang Ayah, biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan mandiri tersebut mencapai Rp 80.000.000 juta lebih. Pengobatan mandiri tersebut dijalani Fatekh sambil mengurus asuransi kesehatan. Kini tindakan dan beberapa obat sudah tercover asuransi kesehatan. Tapi masih ada beberapa obat dan suplemen tambahan yang harus dibeli sendiri. Untuk asupan nutrisi tambahan, Fatekh membutuhkan susu formula khusus. Satu kaleng kecil, harganya hampir Rp 350.000.

Ayah Fatekh, saat ini bekerja sebagai seorang tukang tambal ban. Beliau memilih keluar dari perusahaan sejak Fatekh sakit dan butuh pengobatan intens.

Saat ini Fatekh  sedang menjalani kemoterapi dan mendapatkan obat rutin agar kondisi tubuhnya stabil dan tidak mudah drop. Ia harus menjalani kemoterapi dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Jika tidak, ia akan merasa nyeri  yang sangat hebat dan tidak bisa bergerak serta beraktivitas sama sekali.

Kondisi terkini, alhamdulillah keadaan Fatekh berangsur membaik. Saat ini ia masih menjalani kemoterapi. Awalnya masih sering merasa nyeri namun sekarang intensitas nyerinya berkurang. Dengan bantuan susu formula yang sahabat sejuk berikan, tulang dan sendi Fatekh berangsur kuat. Semoga keadaan Fatekh terus membaik, Hb-nya stabil dan bisa sembuh seperti sediakala.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah membantu Fatekh. Semoga kebaikan sahabat semua mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Bantu Bu Jumiati Melawan Kanker

Bantu Bu Jumiati Melawan Kanker

Ibu Jumiati adalah wanita tangguh yang kini hidup berdampingan dengan sakit yang beliau derita yakni Malignant Neoplasm of Breast atau kanker payudara. Sakit ini sudah beliau derita selama kurang lebih 6 bulan. Awalnya beliau merasa tubuhnya lemas. Kemudian beliau merasa ada bengkak kecil di bagian sela tangan kanan. Semakin hari bengkak itu tumbuh semakin besar.

Saat ini, Bu Jumiati harus menjalani kemoterapi secara rutin. Untuk biaya pengobatan, beliau mengandalkan BJPS mandiri. Namun beliau juga masih membutuhkan biaya untuk suplemen, obat-obatan yang tidak tercover BPJS, dan biaya operasional sehari-hari.

Sang suami dulu bekerja serabutan. Kadang bekerja sebagai kuli bangunan jika ada panggilan. Kadang membuat rambut palsu untuk aksesoris. Saat ini, sang suami lah yang menjaga Ibu Jumiati setiap hari.

Laznas Nurul Hayat mengajak sahabat sejuk sekalian untuk membantu Bu Jumiati melawan sakitnya. Alhamdulillah, hingga saat ini tercatat 15 donatur yang telah berpartisipasi membantu Ibu Jumiati. Untuk kondisi saat ini, beliau masih menjalani kemoterapi. Beliau juga tetap mengonsumsi makanan sehat untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Mewakili keluarga Ibu Jumiati kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah membantu Ibu Jumiati. Semoga seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat senantiasa mendapat limpahan keberkahan dan senantiasa berada dalam perlindungan Allah Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Masih terbuka kesempatan bagi sahabat sejuk untuk ikut berpartisi membantu Ibu Jumiati. Sahabat semua bisa membantu beliau melalui platform zakatkita.org.

Bantu Mbah Pinah Melawan Stroke

Bantu Mbah Pinah Melawan Stroke

Mbah Pinah Namanya. Sang suami sudah wafat sejak lama. Beliau tidak mempunyai keturunan. Saat ini dirawat oleh anak angkatnya di salah satu rumah kontrakan sederhana.

Dua tahun yang lalu, Mbah Pinah masih kuat berjalan, bahkan masih mampu menjajakan jualannya yakni makanan ringan. Namun sejak sakit stroke, beliau tidak mampu lagi untuk melakoni aktivitas jualannya.

Penyakit stroke ini sudah berjalan dua tahun. Saat ini Mbah Pinah hanya bisa berbaring di kamar. Makan seadanya. Dan butuh diaper setiap harinya.

Mbah Pinah, membutuhkan bantuan operasional untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dengan melihat kondisi Mbah Pinah, mari bersama sama meringankan beban biaya kebutuhan Mbah Pinah untuk melawan stroke.

Alhamdulillah, dukungan dari sahabat sejuk Nurul Hayat untuk Mbah Pinah terus mengalir. Hasil donasi dari sahabat sejuk sudah kami sampaikan kepada Mbah Pinah. Bantuan tersebut di antaranya dipergunakan untuk membeli diapers dan obat obatan.

Kami mewakili keluarga Mbah Pinah ingin mengucapkan berjuta-juta terima kasih kepada teman-teman semua. Semoga kebaikan teman-teman dibalas berlipat-lipat oleh Allah Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Bantu Kebutuhan Hidup Adik Ardi

Bantu Kebutuhan Hidup Adik Ardi

Mohammad Ardiyansah atau biasa dipanggil Ardi, merupakan balita yang baru berusia 5 tahun pada bulan November lalu. Saat ini, Adik Ardi tengah diuji dengan sakit Retinoblastoma atau kanker mata. Sakit ini biasa terjadi pada anak-anak, penyebabnya adalah sel-sel di retina mata tumbuh cepat tidak terkendali sehingga merusak jaringan di sekitarnya.

Adik Ardi harus menjalani pengobatan rutin di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Hal ini tentu membuat Adik Ardi dan keluarganya harus bolak-balik dari rumahnya di Jl. Bunyu, RT 04/RW01, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, menuju  ke Surabaya, guna menjalani pengobatan kemoterapi.

Adik Ardi berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan buruh serabutan yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga tidak memiliki penghasilan pasti. Sementara sang Ibu hanya seorang Ibu rumah tangga.

Proses pengobatan Adik Ardi yang mengharuskan bolak-balik Banyuwangi-Surabaya tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik itu untuk biaya transportasi maupun untuk kebutuhan hidup selama Adik Ardi menjalani pengobatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Kami mengajak sahabat sejuk Nurul Hayat untuk membantu biaya hidup Adik Ardi selama menjalani proses pengobatan ke Surabaya.

Alhamdulillah, sahabat sejuk Nurul Hayat antusias membantu Adik Ardi. Izinkan kami menyampaikan bahwa donasi yang terkumpul dalam waktu dekat, kami putuskan kami serahkan kepada Adik Ardi terlebih dahulu. Ini demi kelangsungan biaya hidup yang dibutuhkan oleh Adik Ardi beserta orangtuanya yang harus pulang-pergi Banyuwangi-Surabaya, naik kereta api guna menjalani pengobatan/kemoterapi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Tentunya bantuan dari sahabat sejuk ini sangat bermanfaat mengingat penghasilan yang diperoleh Ayah Ardi tidak menentu.

Terima kasih banyak sahabat sejuk Nurul Hayat. Semoga niat baik kita semua untuk Ardi mendapat ridho dan balasan dari Allah Ta’ala. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Alami Penyakit Langka, Bantu Biaya Hidup Adik Arshaka

Alami Penyakit Langka, Bantu Biaya Hidup Adik Arshaka

Anugrah Arshaka kini berusia 7 bulan. Namun, tak seperti bayi pada umumnya, Arshaka lahir dengan wajah dan kepala tidak normal. Dalam medis biasa disebut Anensefali yang itu tergolong langka.

Hingga saat ini kondisi Arshaka belum kunjung membaik. Membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk kontrol ke rumah sakit.

Ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan, gajinya hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Untuk popok maupun susu, Arshaka kadang harus utang ke saudara.

Pada tanggal 9 Januari 2024, Adik Arshaka berada di Surabaya untuk berobat lanjutan ke rumah sakit rujukan. Belum diketahui berapa lama akan tinggal di Surabaya.

Alhamdulillah, saat ini Anugrah Arshaka sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. InsyaAllah dalam beberapa pekan ke depan, akan ada pemeriksaan dari dokter spesialis saraf, jantung, THT, anak, dan juga bedah plastik. Semoga dalam setiap pemeriksaan nantinya selalu diberikan kelancaran dan semoga Arshaka dan keluarga diberikan kesehatan selalu.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah membantu Adik Arshaka. Semoga segala kebaikan sahabat sejuk mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiiin.

Bantu Biaya Terapi Stroke Achmad Gazali

Bantu Biaya Terapi Stroke Achmad Gazali

Namanya Achmad Gazali. Tahun lalu saat Achmad Gazali berusia 15 tahun, ia terjatuh dari sepeda motor, yang mengakibatkan badan Achmad tidak bisa digerakkan. Fungsi organ penggerak tidak berfungsi seperti biasa. Sehingga kini ia mengalami lumpuh/stroke.

Sejak berusia 13 tahun, Achmad sudah putus sekolah dikarenakan masalah biaya dan kesehatan. Achmad Gazali tinggal bersama Adik dan Ibunya yang saat ini janda. Sehari-hari Ibunya beraktivitas sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak bekerja. Mereka tinggal di Jalan Perjuangan RT 52, No. 69, Kel. Graha Indah, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Tempat tinggal mereka kondisinya memprihatinkan. Hanya beralaskan tanah yang dilapisi tikar plastik. Saat hujan alas tersebut akan basah dan tergenang air.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Achmad mendapat bantuan dari tetangga sekitar. Namun untuk biaya berobat dan terapi, ia membutuhkan bantuan dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat.

Laznas Nurul Hayat mengajak sahabat sejuk untuk membantu biaya berobat dan terapi Achmad Gazali

Alhamdulillah, sahabat sejuk Nurul Hayat antusias membantu Achmad Gazali. Bantuan telah terkumpul dan telah disalurkan untuk Adik Achmad Gazali. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh sahabat sejuk yang telah berpartisipasi dalam program ini. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk biaya berobat dan terapi Adik Achmad Gazali. Semoga pula, kebaikan dari sahabat sejuk mendapat sebaik-baik balasan dari Allah Ta’ala. Amiin ya Rabbal Alamiiin.

Pengobatan Gratis untuk Pelosok Desa di Kediri Raya

Pengobatan Gratis untuk Pelosok Desa di Kediri Raya

PRAKTIS (Praktik Medis Sosial) merupakan salah satu program Nurul Hayat di sektor kesehatan. Tujuan program ini adalah untuk memberikan layanan edukasi dan konsultasi kesehatan untuk masyarakat yang tinggal di daerah pelosok pedesaan.

Dengan adanya program ini, masyarakat bisa konsultasi kesehatan secara gratis. Target lokasi untuk kegiatan ini adalah di daerah yang lokasinya jauh dari faskes pertama yaitu Puskesmas.

Selain itu, dengan hadirnya program ini masyarakat akan tahu lebih dini mengenai penyakit yang dideritanya. Karena kami sempat menemukan ada seorang pasien yang tidak pernah periksa sama sekali. Hanya mengandalkan obat-obat tradisional. Setelah di cek ternyata memiliki tekanan darah tinggi yang ini bisa berakibat fatal untuk kesehatan.

Untuk lokasi yang selama ini kami bantu, di daerah lereng pegunungan area Kediri raya. Terutama di daerah lereng Gunung Wilis dan Gunung Kelud.

Alhamdulillah, pada tanggal 13 Januari 2024, Laznas Nurul Hayat Kediri menggelar program PRAKTIS  di lereng pegunungan Wilis, tepatnya di Dusun Tumpakdoro, Desa Pamongan, Kabupaten Kediri. Daerah ini dipilih karena memang lokasinya jauh dari faskes. Sebanyak 80 pasien turut serta dalam program ini. Untuk tim medis, Nurul Hayat dibantu oleh PSC (Public Safety Center) Dinas Kesehatan Kediri.

InsyaAllah program ini akan berlanjut ke desa-desa yang jauh dari faskes. Utamanya di daerah lereng pegunungan.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk yang telah mendukung program ini. Semoga segala kebaikan sahabat mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Ta’ala. Aamin ya Rabbal Alamiin.

Dokumentasi video, klik tautan berikut ini.

Copyright © 2001-2023 Yayasan Yay. Nurul Hayat Surabaya