Bedah Rumah Mbah Sarpiyah

Bedah Rumah Mbah Sarpiyah

Mbah Sarpiyah, usia 70-an tahun. Tinggal di Desa Taji, Kec. Jabung, Kab. Malang. Desa yang terletak di lereng Gunung Bromo. Dengan ketinggian 1200 Mdpl.  Mbah Sarpiyah tinggal sendirian di rumah tidak permanen. Yang pembangunannya hasil dari urunan warga. Tanahnya numpang di tetangga. Tepat di depannya ada kandang sapi.  Pekerjaannya buruh di ladang. Karena faktor usia, jarang ada yangg membutuhkan tenaganya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Mbah Sarpiyah dibantu oleh warga sekitar. Sempat ditawari masuk Griya Lansia (tempat para lansia terlantar). Tapi beliau belum berkenan. Beliau memiliki 2 anak, tapi kondisi ekonominya juga sama.  Nurul Hayat Malang bekerjasama dengan NH Construction yang dikomandoi oleh Kapten Budi. Siap untuk membantu bedah rumah Mbah Sarpiyah.

Tepat pada tanggal 15 September 2021, rumah Mbah Sarpiyah dibongkar dan dibangunkan rumah layak huni. Dengan proses pengerjaan selama 4 hari 3 malam, alhamdulillah rumah Mbah Sarpiyah telah terselesaikan.  Saat ini Mbah Sarpiyah sudah menempati rumah barunya yang sangat layak. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang dan dengan rumah baru ini menjadikan Mbah Sarpiyah lebih rajin ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aaamiin ya Rabbal Alamiin…

Tak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah mendukung gerak kemanfaatan Laznas Nurul Hayat. Semoga apa yang sahabat sejuk berikan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, mendapat balasan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Santunan Pengobatan untuk Pejuang Al Quran

Santunan Pengobatan untuk Pejuang Al Quran

Sejak pertengahan Ramadhan tahun 2021 lalu,  Ustadz Amirudin, salah satu guru Al Quran binaan Nurul Hayat Semarang, mendadak mengalami struk. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Bicarapun sudah tidak jelas. Ustadz Amirudin bergabung menjadi anggota binaan Nurul Hayat Semarang sejak tahun 2014. Selain menjadi guru Al Quran, beliau juga aktif mengkoordinir anak-anak yatim dhuafa di sekitar tempat tinggalnya untuk diikutkan program beasiswa anak yatim Laznas Nurul Hayat. Tak hanya itu, beliau juga mengkoordinir para lansia sebatang kara untuk mendapat bantuan sembako dari Laznas Nurul Hayat. Namun sejak mengalami stroke, Ustadz Amirudin sudah tidak bisa lagi mengajar di TPQ dan mengkoordinir program kemanfaatan Laznas Nurul Hayat.

Beberapa waktu lalu (27/08)  tim Laznas Nurul Hayat Semarang, berkesempatan untuk silaturahmi lagi dengan beliau. Pada kesempatan tersebut, alhamdulillah, terlihat kondisi beliau sudah membaik. Saat ini beliau sudah bisa berjalan sedikit-sedikit dan sudah bisa berbicara meski belum seperti sedia kala. Pada momen silaturahmi tersebut, Laznas Nurul Hayat juga memberikan santunan pengobatan untuk beliau.

Saat ini, Ustadz Amirudin masih terus menjalani pengobatan. Ikhtiar pengobatan yang dilakukaan saat ini adalah pengobatan alternatif pijat dan konsumsi makanan minuman alami yang mepercepat proses penyembuhan. Sahabat sejuk, mari kita doakan semoga Ustadz Amir segera diberikan kesehatan kembali oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga beliau bisa kembali mengajarkan Al Quran di TPQ dan mengkoordinir program-program kemanfaatan untuk orang-orang di sekitarnya. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

#pejuangAlQuran #nurulhayatsemarang #santunanpengobatan

Belajar Berbagi dari Lereng Rinjani

Belajar Berbagi dari Lereng Rinjani

Cahaya senja tampak meredup. Tertutup gagahnya perbukitan. Pantulannya menyebabkan warna perbukitan tidak lagi hijau, membuat puncak Rinjani tanpak menyala. Saya dan beberapa orang kawan masih duduk menunggu seseorang yang sudah membuat janji dengan kami. Tak lama berselang, seorang lelaki dengan tubuh tegap dan kulit hitam manis mengucap salam dari kejauhan, sambil melempar senyum semeringah.

Dia adalah Ri’is, seorang pemuda yang memelopori berdirinya komunitas Bajang Kreatif Sembalun, kabupaten Lombok Timur, NTB. Sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan pemuda. Sore itu ia datang agak terlambat dari waktu yang kita telah sepakati untuk bersua. “Mohon maaf bang, saya baru saja usai mendistribusikan sembako bersama kawan-kawan yang lain,” ucap  mantan guide pendakian gunung Rinjani itu.

Memang benar, sore itu (17/7) di Sekolah Alam Rinjani (SAR), nampak para relawan SAR yang sebagian besar merupakan anggota Komunitas Bajang Kreatif Sembalun sedang menyiapkan paket sembako yang rencananya akan dibagikan ke warga esok pagi. “Paket sembako ini ada beras, mie instan, minyak goreng dan gula,” jelas salah seorang relawan sambil membungkus paket itu.

Telah menjadi rutinitas setiap bulannya, sejak tujuh tahun yang lalu, para relawan membagikan paket sembako ke masyarakat kecamatan Sembalun yang meliputi beberapa Desa itu. Biasanya mereka membagikan paket sembako tersebut kepada masyarakat yang terkategori kurang mampu dan jompo. Namun, di tengah kondisi pandemi, pendistribusian paket sembako juga ditujukan kepada warga yang terdampak pandemi. Baik yang sedang menjalani isolasi mandiri atau yang terdampak secara ekonomi.

Menjelang hari raya Idul Adha, Ri’is dan kawan-kawan pun telah mempersiapkan dua ekor kambing untuk dijadikan sebagai hewan qurban. Kemudian dagingnya akan di bagikan ke warga, terutama kelompok rentan terinveksi virus (lansia, perempuan, penyandang disabilitas dan pekerja sektor informal) dengan harapan daging-daging itu bisa membantu menambah protein serta meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Padahal ia dan para relawan adalah salah satu yang terdampak pandemi ini. Pembatasan mobilitas manusia membuat aktivitas wisata mati total, salah satunya adalah wisata pendakian gunung Rinjani, selama pembatasan tersebut banyak dari mereka menganggur. Namun, kondisi itu tidak menjadi alasan untuk tidak berbagi, berbekal relasi yang ia bangun dengan pihak luar negeri seperti Australia dan Singapura. Ia mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

***

Setiap bulan, Riis dan kawan-kawan bergerilya menyusuri setiap sudut kampung untuk mendata keluarga yang terdampak dan mengalami kesulitan ekonomi. Bermodalkan kepercayaan yang telah ia tanam sejak dulu, Riis memberanikan diri untuk mengumpulkan donasi dari para sahabatnya di luar negeri itu. Selalu ada jalan untuk setiap niat baik, gayung bersambut, sahabat luar negerinya itu pun merespon dengan memberikan sejumlah donasi untuk Riis dan kawan-kawan donasikan ke masyarakat sekitar. Berkat kepedulian dan kedermawanan Riis, para relawan dan sahabat luar negerinya itu. Tidak sedikit keluarga yang merasa terbantu, tidak sedikit juga jembatan, rumah dan infrastruktur yang diperbaiki.

Hidup di bawah kaki gunung Rinjani, mungkin saja menjadi alasan para pemuda lereng Rinjani itu, tidak disibukkan dengan pertikaian dan saling tuding tak berujung di media sosial yang telah menyedot banyak energi itu. Ataukah mereka memang tidak ingin ambil pusing. Selama kami berdiskusi tak satu patah kata pun keluar dari pria pendiri SAR itu yang menyalahkan siapapun atas kondisi yang kita alami hari ini, karena menurutnya saling menyalahkan tak akan memperbaiki keadaan. “Kami akan membantu apa yang bisa kami bantu,”  kata pria lulusan Sekolah Teknik Mesin itu.

Ri’is tak pernah mengenyam bangku kuliahan. Begitupun dengan sebagian besar relawan-relawan lainnya. Namun pengalaman serta kenyataan hidup yang mereka alami menempa rasa kepedulian dan menggerakan mereka untuk berbuat dan memberi manfaat kepada sesama. Tak terhitung sudah berapa banyak warga yang terbantu oleh gerakan yang mereka lakukan. Walaupun tidak terliput media, namun mereka tetap tulus dan konsisten membantu meringankan kesulitan masyarakat.

Di tengah pandemi yang melanda negeri, sosok Riis dan kawan-kawan menjadi contoh yang patut kita tauladani. Kita mesti banyak belajar dari sosok Ri’is dan kawan-kawan relawannya. Kondisi sulit tak lantas membuatnya mencari kambing hitam dan enggan berbagi. Justru sebaliknya, kondisi sulit membuat mereka semakin terpanggil, walaupun sederhana namun memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Untuk mengubah dunia tak perlu melakukan hal-hal besar, lakukanlah hal-hal sederhana namun konsisten.

Sebagaimana Rinjani yang menyimpan dan mengalirkan air kehidupan. Riis dan kawan- kawan pun menumbuhkan asa dan harapan bagi kehidupan sekelilingnya. Dari kaki gunung Rinjani itu kita belajar makna berbagi kepada sesama. “Lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan” kata pepatah Cina

 

Penulis: Ahmad Hadi Ramdhani – Juara 1 Lomba Menulis “Kebaikan di Tengah Pandemi”

NH VCR 2021, Sambut Milad 2 Dekade Nurul Hayat

ZAKATKITA – Nurul Hayat Proudly Pesents: NH VCR 2021. Sebuah Virtual Charity Run atau dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai event lari virtual. Dalam rangka Milad Nurul Hayat yang ke-20, NH VCR ini diselenggarakan sekaligus untuk berbagi kepada para lansia terlantar.

2 decades, 20 tahun LAZNAS Nurul Hayat terus berjuang bersama mustahik. NH VCR ini didedikasikan kepada masyarakat yang peduli pada kesehatan dan pada sesama. Dari program ini, dana yang terkumpul akan dibagikan untuk para lansia terlantar.

Kini saatnya kita berlari sekaligus berbagi. Saatnya langkah kita menjadi jembatan kebahagiaan untuk para lansia terlantar.

Simak poster di postingan ini ya dan follow @nurulhayatku untuk dapatkan update info rangkaian Milad Nurul Hayat.

Setiap jarak yang kau tempuh adalah perubahan, yuk lari! Registrasi di nurulhayat.org/virtualrun untuk ikut misi kebaikan ini.

#NurulHayat #ZakatKita #VirtualRun2021 #MiladNurulHayat #VirtualCharityRun #VirtualRun #Running #EventLari #LombaLari

Nurul Hayat proudly presents: VCR 2021

Virtual Charity Run adalah event lari virtual. Dalam rangka Milad Nurul Hayat yang ke-20, event VCR ini diselenggarakan sekaligus untuk berbagi kepada para Lansia terlantar.

2 decades, 20 tahun terus berjuang bersama mustahik. Event VCR didedikasikan untuk para mustahik khususnya para lansia sebatang kara. Saatnya langkahmu menjadi jembatan kebahagiaan untuk para lansia terlantar.

Simak poster di postingan ini dan follow @nurulhayatku untuk dapatkan update info rangkaian Milad Nurul Hayat.

Setiap jarak yang kau tempuh adalah perubahan, yuk lari! Registrasi di nurulhayat.org/virtualrun untuk ikut misi kebaikan ini.

#NurulHayat #ZakatKita #virtualrun2021 #MiladNurulHayat #VirtualCharityRun #virtualrun #running #berbagi #eventlari #lariberbagi #infolombalari

Nasi Berkah Untuk Penyintas Banjir Kedungbanteng

Nasi Berkah Untuk Penyintas Banjir Kedungbanteng

ZAKAT SIDOARJO – (19/2) Hari Jum’at tim NH Sidoarjo berbagi Nasi Kotak di Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo. Sudah dua bulan rumah-rumah mereka tergenang banjir, dan kurang lebih satu tahun sawah-sawah mereka tidak bisa ditanami.

Membuat perekonomian dan kesehatan warga disana terganggu. Apalagi banjir terjadi sangat lama. Mengganggu aktifitas warga, aktifitas mencari nafkah, ibadah dan aktifitas lainnya.

Dengan bagi-bagi nasi ini diharapkan mereka sedikit kenyang, ditengah genangan banjir yang masuk rumah sampai berbulan-bulan ini. Beberapa warga sudah ada yang mulai sakit-sakitan, karena genangan air ini sudah terlalu lama membanjiri desanya.

“Alhamdulillah nasi kotanya, bisa buat buka puasa rajab nanti. Trimakasih ya..” Ungkap salah satu warga terdampak banjir

Kami bagikan dari rumah ke rumah yang tergenangi banjir, dari anak-anak sampai lansia mendapatkan nasi kotak ini. Kami bagikan sesuai jumlah penghuni rumah yang terdampak.

Jika hujan deras, banjir tinggi kembali sampai 70 cm lebih. Hampir menggenangi seluruh desa. Sekolah-sekolah, kantor desa dan tempat ibadah juga terendam dibencana ini.

Jalan-jalan dan rumah mereka sudah ditinggikan, tapi banjir juga masih tinggi. Apalagi curah hujan beberapa hari ini agak tinggi. Beberapa upaya dari pemerintah dan swadaya warga gotong royong untuk mengatasinya, tapi hasilnya masih terjadi banjir saat musim penghujan datang.

Trimakasih kepada seleuruh #SahabatSejuk, kami rupakan donasi Anda dihari ini berupa nasi kotak untuk warga terdampak banjir di Desa Kedungbanteng. Semoga ini menjadi keberkahan untuk kita semua. Aamiin

Alhamdulillah ! Infak Ratusan Juta Bermanfaat untuk Bangun Rumah Dhuafa

Alhamdulillah ! Infak Ratusan Juta Bermanfaat untuk Bangun Rumah Dhuafa

ZAKAT MALANG – Di tahun 2020 kemarin. Nurul Hayat Malang memiliki program unggulan. Yakni Program Bedah Rumah Dhuafa. Program yang mempunyai rasa sosial tinggi. mulai dari kepedulian, keprihatinan, kebersamaan dan gotong royong. yang memunculkan rasa sosial tetangga sekitar.

Program Bedah Rumah ini baru dilaksanakan di awal tahun 2020, dengan target 5 rumah sepanjang tahun. alhamdulillahnya, program ini sangat diminati oleh kebanyakan donatur Nurul Hayat tentunya. melihat dari sisi kemanfaatan yang diterima oleh mustahiq. Awal kondisi rumah yang reot, rusak sampai tak layak Huni. Hingga mendapatkan rumah yang bisa dikatakan bagus dan layak huni.

Penerima program ini pun diutamakan adalah kaum dhuafa lansia (lanjut usia) yang hidup sebatang kara. diatas umur 60 tahun. tak bisa dibayangkan bila usia senja mereka hidup dalam keadaan yang tak layak.

di penghujung tahun, Nurul Hayat Malang menutup buku administrasi dengan Nilai 165 juta sekian untuk Program Bedah Rumah. Nilai yang cukup besar, menjadikan program bedah rumah nurul Hayat Malang sangat diminati donatur. dengan total 7 unit Rumah yang sudah dibangun. tersebar di 5 Kecamatan Kabupaten Malang dan 1 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

ucapan terima kasih dan tangisan kebahagiaan muncul saat melihat langsung kondisi rumah yang akan mereka tempati. Alhamdulillah ‘ala kulli hal…

mewakili tim Bedah Rumah Nurul Hayat Malang kami sampaikan terima kasih. atas kontribusi berupa donasi dan tenaga yang dikeluarkan untuk program Bedah Rumah ini. khususnya #SahabatSejuk Nurul Hayat. Semoga Allah memberikan kelancaran rezeki dan diberikan kemudahan dalam segala hal. wa bil khusus keluarga #SahabatSejuk Nurul Hayat selalu dalam lindungan Allah SWT.
amiinn…

BERBAGI SERIBU NASI

BERBAGI SERIBU NASI

Berbagi Seribu Nasi. ZAKAT KEDIRI – NH Zakat Kita – Kediri, 21 Oktober 2020. Alhamdulillah, setiap bulan dapat amanah dari donatur untuk berbagi seribu nasi bungkus. Pendistribusiaan bebas. Yang penting 8 asnaf penerima zakat. Tetapi prosentasenya pendistribusian tetap banyak untuk dhuafa.
Bulan ini dibagikan ke santri TPQ, adik yatim, Abang becak, buruh kasar dan lansia. Insya Allah lanjut lagi di bulan November. Amanah donasi langsung dalam bentuk nasi bungkus. Pendistribusian di daerah Kota dan Kabupaten Kediri. Total ada 6 Kecamatan. Kami agendakan dua jadwal. Pertama 500 bungkus pekan ke-1. Kedua 500 bungkus pekan ke-3. Dengan dibantu para kordinator dan relawan program sosial.

Pendistribusian kami laksanakan selain hari Jum’at. Alasannya, pertama memang sudah ada program yang lain. Yang juga serupa. Tapi konsepnya berbeda. Alasan kedua di hari Jum’at insya Allah juga sudah banyak para dermawan berbagi nasi. Yang target penerimanya juga sama.

Memang hanya sebatas nasi. Tapi sangat berarti. Mohon do’a dan dukungannya, program berbagi 1000 nasi insya Allah akan rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Alhamdulillah 2 bungkus nasi, sangat bermanfaat buat saya. Makan siang tidak perlu beli. Ini nanti saya kasihkan ke anak saya juga” Kata salah seorang penerima yang berprofesi sebagai abang becak.

Tujuan program ini memang ada kaitannya dengan masa pandemi. Kita semua tahu bahwa semua sektor terkena dampak. Tapi alhamdulillah, saat ini perekonomian sudah mulai stabil.

Berbagi 1000 bungkus nasi ini inisiatif dari salah satu pengusaha Kediri. Akhirnya beliau membentuk groub sinergi berbagi nasi. Di dalamnya ada Laznas dan beberapa komunitas sosial yang beliau pilih. Alhamdulillah, beliau memberi amanah kepada kami yang tergabung dalam groub sinergi berbagi nasi. Groub dibentuk untuk memudahkan komunikasi dalam pendistribusian.

Pendistribusian dibantu oleh para relawan NH Zakat Kita. Pun juga beberapa mitra program sosial. Alhamdulillah, semoga semua urusan bisa dimudahkan.

Terima kasih kepada sahabat sejuk NH atas donasinya. Atas semua dukungan program kemanfaatan NH Zakat Kita. Semoga mendatangkan keberkahan untuk kita semua.

Memetik Hikmah Dalam Ujian

Memetik Hikmah Dalam Ujian

Oleh : Yeyen Memetik Hikmah Dalam Ujian.

Belakangan ini, pandemi Corona menjadi pembicaraan hangat di seluruh penjuru dunia. Apa sebenarnya Corona itu? Menurut Kemenkes RI virus Corona atau  severe acute respiratory syndrome corona virus 2  (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus Corona menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat, hingga kematian.

Virus ini bisa menyerang segala usia. Mulai dari bayi, balita, remaja, hingga lansia. Hingga 19 April 2020, total jumlah kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 6575 kasus. Untuk mencegah terus bertambahnya jumlah kasus ini, tim medis telah melakukan upaya edukasi kepada masyarakat. Dengan upaya ini, diharapkan angka penderita atau bahkan kematian akibat virus ini dapat diminimalisir.

Hadirnya pandemi Corona, memang menjadi sebuah musibah bagi kita semua. Oleh karena itu, tak heran jika sebagian orang menganggap ujian ini hanya akan mendatangkan kesulitan semata. Padahal, telah dijelaskan di dalam Alquran bahwa setiap ujian dari Allah ﷻ pasti diiringi dengan kebahagiaan dan pahala yang banyak. Seperti dalam firman-Nya:  “Sesungguhnya bersama kesusahan itu ada kemudahan.” (QS: Al Insyirah [94]: 4)

Ayat di atas menjelaskan bahwa tidak ada masalah yang tidak diiringi dengan jalan keluar, tidak ada kesempitan yang tidak diiringi kelapangan. Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi pandemi ini? Jawabnya adalah berpikir positif. Ya, terkadang kita terlalu fokus pada sisi negatif yang ditimbulkan oleh pandemi ini, hingga lupa dengan dampak positifnya.

Menurut Dr. Handrawan Nadesul,  beberapa dampak positif adanya Corona antara lain: Masyarakat lebih sering cuci tangan, lebih sadar pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), lebih sadar pentingnya menjaga sistem imun atau kekebalan tubuh, lebih menerapkan etika ketika sakit terutama batuk dan etika meludah yang sering terlupakan. Hal lain yang menjadi sangat berbeda ketika wabah ini melanda adalah meningkatkan iman seseorang kepada Allah ﷻ. Lebih banyak berdoa dan bersyukur karena telah diberikan kesehatan dan kesempatan berkumpul bersama orang yang dicintai.

Menurut Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatra Barat, setiap hari tubuh manusia menghirup mikroba, namun tidak langsung sakit. Karena dalam tubuh manusia terdapat  Neutrophil yang bertugas melawan bakteri, juga terdapat Limfosit yang bertugas melawan virus. Keduanya bekerja sama melawan musuh yang masuk dalam tubuh berupa bakteri dan virus.

Beliau juga menuturkan, iman dan takwa dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh sehingga tubuh dapat melawan bakteri dan virus. Alasannya, ketika keyakinan pada takdir Allah ﷻ sangat kuat, maka lidahnya basah dengan dzikrullah, dan pikirannya fokus pada realitas hidup yang tidak sepenuhnya dapat dirancang. Sehingga manusia hidup dipenuhi optimisme.

Kelurusan pola pikir banyak dibentuk oleh jiwa optimis (al raja’), sabar, syukur, tawakal dan ridha pada kehendak Allah ﷻ. Berikut cara yang dapat diterapkan untuk menguatkan iman dan takwa selama wabah Corona:

  1. Sholat on time, sebelum adzan sudah bersiap diri untuk mengerjakan sholat.

  2. Tadabbur Alquran, membaca dan memahami arti dari ayat-ayat suci Alquran.

  3. Dzikrullah, berdzikir kepada Allah ﷻ setiap saat.

  4. Berdoa, meminta selalu dijaga iman dan imunnya.

  5. Memperbanyak sedekah, mencintai fakir miskin dan anak yatim.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, tarawih, tadarus Alquran, buka bersama, pengajian Ramadhan, dan sholat Idul Fitri tidak mungkin dilakukan secara terbuka di masjid seperti biasanya. Namun meski demikian, usaha untuk meraih takwa dan keberkahan bulan suci Ramadhan tetap dapat kita lakukan di rumah masing-masing. Manusia tidak boleh pasrah dengan keadaan yang ada. Yang perlu kita lakukan adalah, mematuhi anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran Corona dan terus beroda agar wabah ini segera berakhir.

NH Zakat Kita

Merapi Berstatus Siaga, NH Zakat Kita Salurkan Bantuan Logistik

Merapi Berstatus Siaga, NH Zakat Kita Salurkan Bantuan Logistik

ZAKAT YOGYAKARTA – Zakat Yogyakarta – Pada tanggal 5 November 2020, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengumumkan peningkatan status kebencanaan Gunung Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Peningkatan status tersebut disusul dengan SK Bupati Sleman dengan nomor 76/Kep.KDh/A/2020, yang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi mulai tanggal 5 hingga 30 November 2020.

Menindaklanjuti kabar tersebut, BPBD Kabupaten Sleman mengadakan rapat koordinasi penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi pada tanggal 8 November 2020 dengan mengundang petugas terkait serta lembaga – lembaga kemanusiaan termasuk salah satunya NH Zakat Kita Yogyakarta.

Pasca rapat koordinasi, NH Zakat Kita Yogyakarta yang berkomitmen berkontribusi dalam bantuan logistik posko pengungsian, pada tanggal 9 November 2020 melalui tim Siaga Tanggap Bencana (SIGAB) langsung menyalurkan 96 pcs selimut untuk segera digunakan untuk kebutuhan penyintas dengan prioritas untuk kelompok rentan. Kelompok rentan yang dimaksud adalah anak – anak, lansia dan ibu hamil. 96 pcs selimut tersebut disalurkan langsung ke posko yang sudah terdapat penyintas, yaitu posko penanggulangan bencana erupsi merapi Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman yang saat itu sudah diisi 164 jiwa penyintas.

Selanjutnya, berbekal laporan rutin assesment posko pengungsian yang disampaikan oleh penanggung jawab posko penanggulangan bencana erupsi merapi Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Pada tanggal 16 November 2020, tim SIGAB NH Zakat Kita Yogyakarta kembali menyalurkan 40 box air mineral, 2 box susu steril kurma, 10 pcs hand wash, 5 pcs hand sanitizer, dan 92 pcs trash bag untuk kebutuhan posko yang kala itu telah ditempati 214 jiwa penyintas.

Penyaluran kembali dilakukan pada tanggal 20 November 2020, kali menggandeng tim Aqiqah Nurul Hayat Yogyakarta dengan menyalurkan 250 porsi sate dan gule kambing yang merupakan amanah dari customer. 250 porsi sate dan gule tersebut dimanfaatkan sebagai menu makan siang penyintas.

Tim SIGAB NH Zakat Kita Yogyakarta sampai hari ini masih terus memantau kondisi status tanggap bencana erupsi gunung merapi serta kondisi keposkoan pengungsi guna menentukan langkah yang diambil selanjutnya. Semoga Allah menjaga kita semua dan potensi bencana erupsi gunung merapi segera berakhir, warga DIY – Jateng khususnya yang daerahnya berada di kawasan rawan bencana III yang saat ini harus mengungsi, bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Sumber Air Jadi Sumber Kebaikan

Sumber Air Jadi Sumber Kebaikan

Sumber Air Jadi Sumber Kebaikan. Program Surga Desa (Sumber Air Untuk Warga Desa) yg didukung oleh Developer Hunian Syariah, Grand Village As-Salam sudah menghasilkan laba. Laporan keuangan akhir Mei 2020 kemarin. Terbaca ada saldo senilai 8,8jt.Berada di Dusun Sumbertimo, Desa Arjosari, Kec. Kalipare Kab. Malang ini. Mulai beroperasi sejak Maret 2020. Sudah 3 bulan beroperasi. Dikelola oleh Warga yg berbasis Musholla.Jadi ketika ada sisa saldo, sepenuhnya digunakan untuk kemakmuran Musholla. Sesuai akad awal. Karena lokasi sumur berada di area Musholla. Tanahnya Musholla yg di bor.

Selain untuk Musholla. Dana juga dianggarkan untuk program sosial. Santunan anak yatim contohnya. Seperti hari ini. Pengurus mengadakan Santunan untuk 7 anak yatim. Sebesar 100rb peranak.

InsyaAlloh program sosial ini akan diadakan setiap bulan. Selain anak yatim. Juga ada sembako untuk para lansia & Dhuafa yg lain.

Pengelolaan sumber ini bernama Hippam As-Salam. Nama diambil dr Donatur utama, Yakni Grand Village As-Salam. Developer Hunian Syariah di Malang. Sumber air ini dimanfaatkan oleh. 350 rumah, 1 masjid, 9 musholla, 3 sekolah dan kantor balai desa. Alhamdulillah kemanfaatannya luar biasa.

Terima kasih kepada segenap Donatur Warga Malang. Ini sedekah jariyah njenengan. Layaknya Sumur Ustman. InsyaAlloh Pahala terus mengalir.

#SurgaDesa

#ZakatWargaMalangUntukWargaMalang

www.zakatkita.org | #SedekahDariRumah

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya