Jariyah Pembangunan Masjid Al Hidayah

Jariyah Pembangunan Masjid Al Hidayah

Jariyah pembangunan masjid – Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat Madiun terus bergerak menebar kemanfaatan. Kali ini, Laznas Nurul Hayat Madiun menebar kemanfaatan dengan membantu pembangunan Masjid Al Hidayah yang berada di Desa Klampisan, Ngawi, Jawa Timur.

Pembangunan Masjid Al Hidayah ini merupakan pengembangan dari Masjid yang berada di Dusun Klampisan. Masjid yang ada di dusun ini sudah tak muat lagi menampung jamaah. Sehingga masyarakat memiliki keinginan untuk membangun sebuah masjid lagi agar bisa menampung jamaah yang berasal dari 5 RT yang ada di sekitar masjid.

Rencana pembangunan Masjid Al Hidayah ini, sebenarnya sudah ada sejak dua tahun lalu. Namun rencana tersebut tertunda karena terkendala ketersediaan dana dan  pandemi Covid 19.  Pembangunan masjid ini baru bisa dimulai bulan Februari 2022 dengan dana swadaya masyarakat.

Laznas Nurul Hayat Madiun mengajak Sahabat Sejuk Nurul Hayat untuk bersama-sama meraih jariyah dari pembangunan Masjid Al Hidayah. Alhamdulillah Sahabat Sejuk pun antusias membantu proses pembangunan masjid ini. Tak terasa, dalam waktu yang relatif singkat, sudah terkumpul dana sekitar dua juta rupiah per April 2022 ini.

Kami mewakili panitia pembangunan Masjid Al Hidayah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sahabat Sejuk yang telah bergabung dalam program jariyah pembangunan Masjid Al Hidayah ini.  Kami mendoakan semoga apa yang Sahabat Sejuk berikan, menjadi jariyah yang terus mengalir dan mendapat sebaik-baik balasan dari Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Tak lupa kami juga mohon doa dan dukungan dari Sahabat Sejuk semua, agar proses pembangunan Masjid Al Hidayah berjalan lancar sehingga bisa segera dipergunakan oleh warga setempat.

Bangku untuk Santri Penghafal Al Qur’an

Bangku untuk Santri Penghafal Al Qur’an

Penghafal Al Quran adalah insan yang istimewa. Mereka termasuk golongan hamba terbaik yang memiliki banyak sekali keutamaan. Tak heran saat ini banyak sekali anak-anak dan orang tua yang ingin anak mereka menjadi penghafal Al Quran. Tak jarang, demi bisa menghafal Al Quran, mereka rela berpisah jarak dari keluarga, dan tinggal di pondok pesantren sampai proses menghafal mereka selesai.

Di pondok pesantren, anak-anak dididik dengan semaksimal mungkin untuk bisa menghafal Al Quran. Namun terkadang, usaha untuk melahirkan penghafal-penghafal Al Quran tersebut harus menemui kendala. Salah satunya adalah kendala fasilitas. Ya, tak jarang kita jumpai, pondok pesantren yang memiliki kondisi terbatas. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Al Ikhlas yang berada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Di pondok pesantren ini, 100% santrinya adalah anak yatim dan dhuafa, jadi para santri mendapatkan pendidikan di pondok ini secara gratis.

Seperti yang telah disebutkan di atas, Pondok Pesantren Al Ikhlas memiliki kondisi yang terbatas. Sebanyak 100 santri dan santriwati penghafal Al Quran belajar dengan kondisi apa adanya. Di ruang kelas hanya ada papan tulis dan meja-kursi guru. Sehingga dalam proses belajar-mengajar, para santri duduk di lantai tanpa alas.

Melihat kondisi yang terjadi di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Laznas Nurul Hayat dengan dukungan Sahabat Sejuk bergerak untuk menyediakan bangku bagi para santri penghafal Al Quran. Alhamdulillah, saat ini bangku untuk para santri sedang dalam proses pengerjaan oleh para tukang. Semoga bangku-bangku tersebut bisa segera selesai dan bisa dimanfaatkan oleh para santri tahfidz pondok pesantren Al Ikhlas, Magetan.

Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat. Bahagia berbagi bahagia.

Kaki Palsu untuk Ibu Sutik

Kaki Palsu untuk Ibu Sutik

Ibu Sutik. Begitulah beliau akrab dipanggil.  Sehari-hari beliau beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Beliau memiliki keterbatasan. Kaki kirinya harus diamputasi, karena luka diabetes yang semakin menjalar.

Pasca proses amputasi, seorang tetangga berbaik hati membantu beliau membuatkan kaki palsu. Kaki palsu dari tetangganya inilah yang menemani hari-hari beliau selama ini. Namun kini, setelah 3 tahun, kaki palsu itu sudah rusak. Telapaknya lepas. Hampir 6 bulan ini diikat dengan ban bekas, agar tetap bisa digunakan. Namun meski sudah diakali sedemikian rupa, tetap saja kaki palsu itu tak bisa sepeti sedia kala. Baru dipakai berjalan beberapa meter saja, telapaknya sudah lepas lagi.

Alhamdulillah, dengan bantuan dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat, Bu Sutik kini telah memiliki kaki palsu baru, seperti yang beliau inginkan. Kaki palsu baru tersebut, insyaAllah lebih nyaman dan lebih ringan. Semoga kaki palsu baru ini, akan memudahkan Ibu Sutik dalam menjalani aktivitas keseharian beliau.

Kami mewakili Ibu Sutik dan keluarga, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada  Sahabat Sejuk Nurul Hayat atas apa yang telah disampaikan untuk Ibu Sutik. Semoga menjadi amal terbaik dan mendapat sebaik-baik balasan dari Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Zakat Fitrah Pensuci Jiwa

Zakat fitrah

Zakat Fitri atau yang lazim disebut zakat fitrah, sudah jamak diketahui sebagai penutup rangkaian ibadah bulan Ramadhan. Bisa jadi, sudah banyak pembahasan seputar hal ini yang tersuguh untuk kaum muslimin. Namun, tidak ada salahnya jika diulas kembali dengan dilengkapi dalil-dalilnya.

Telah menjadi kewajiban atas kaum Muslimin untuk mengetahui hukum-hukum seputar zakat fitrah. Ini dikarenakan Allah subhanahu wa ta’ala mensyariatkan agar mereka menunaikannya usai melakukan kewajiban puasa Ramadhan. Tanpa mempelajari hukum-hukumnya, maka pelaksanaan syariat ini tidak akan sempurna. Sebaliknya, dengan mempelajarinya, akan sempurna realisasi dari syariat tersebut.

Hikmah Zakat Fitrah

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan untuk orang orang miskin” (Hasan, HR. Abu Dawud, “Kitabul Zakat”, “Bab Zakatul Fitr”, [17] no. 1609; Ibnu Majah [2/395] “Kitabuz Zakat”, “Bab Shadaqah Fitri” [21] no. 1827; dinilai hasan Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud)

Mengapa disebut Zakat Fitrah?

Sebutan yang populer di kalangan masyarakat kita adalah zakat fitrah. Mengapa demikian? Karena maksud dari zakat ini adalah zakat jiwa, diambil dari kata fitrah, yaitu asal-usul penciptaan jiwa (manusia) sehingga wajib atas setiap jiwa. (Fathul Bari, 3/367). Semakna dengan itu, Ahmad bin Muhammad al-Fayyumi menjelaskan bahwa ucapan para ulama “wajib fitrah” maksudnya wajib zakat fitrah. (al-Mishbahul Munir, 476)

Namun, yang lebih populer di kalangan para ulama—wallahu a’lam—disebut zakat fithri زكاة الفطر atau shadaqah fithri صدقة الفطر. Kata “fithri” di sini kembali kepada makna berbuka dari puasa Ramadhan. Sebab, kewajiban zakat tersebut ada setelah selesai menunaikan puasa bulan Ramadhan. Sebagian ulama, seperti Ibnu Hajar al-’Asqalani, menerangkan bahwa sebutan yang kedua ini lebih jelas jika merujuk pada sebab musababnya dan pada sebagian penyebutannya dalam sebagian riwayat. (Lihat Fathul Bari, 3/367)

Baca Juga : Bantu Intan Persiapan Operasi 

Hukum Zakat Fitrah 

Pendapat yang terkuat, zakat fitrah hukumnya wajib. Ini merupakan pendapat jumhur ulama. Di antara mereka adalah Abul Aliyah, Atha, dan Ibnu Sirin, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Bukhari. Bahkan, Ibnul Mundzir telah menukil ijmak atas wajibnya zakat fitrah. Walaupun tidak benar jika dikatakan ijmak, penukilan ini cukup menunjukkan bahwa mayoritas para ulama berpandangan wajibnya zakat fitrah.

Dasar mereka adalah hadits dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, ia mengatakan, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memfardukan zakat fitri satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun wanita, kecil maupun besar, dari kaum muslimin. Nabi memerintahkan untuk ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju shalat (Id).” (Shahih, HR. al-Bukhari, “Kitabuz Zakat”, “Bab Fardhu Shadaqatul Fithri” [3/367, no. 1503] dan ini lafaznya. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Muslim)

Siapa yang wajib berzakat fitrah?

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menerangkan dalam hadits sebelumnya bahwa kewajiban tersebut dikenakan atas semua orang, besar ataupun kecil, laki-laki ataupun perempuan, dan orang merdeka ataupun budak hamba sahaya. Akan tetapi, untuk anak kecil diwakili oleh walinya dalam mengeluarkan zakat.

Ibnu Hajar mengatakan, “Yang tampak dari hadits itu bahwa kewajiban zakat dikenakan atas anak kecil. Namun, perintah tersebut tertuju kepada walinya. Dengan demikian, kewajiban tersebut ditunaikan dari harta anak kecil tersebut. Jika tidak punya, zakat anak kecil menjadi kewajiban yang memberinya nafkah. Ini merupakan pendapat jumhur ulama.” (al-Fath, 3/369; lihat at-Tamhid, 14/326—328, 335—336)

Apakah selain muslim juga terkena Kewajiban Zakat?

Sebagai contoh, seorang anak yang kafir; apakah ayahnya (yang muslim) berkewajiban mengeluarkan zakatnya?Jawabnya, tidak. Sebab, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberikan catatan di akhir hadits bahwa kewajiban itu berlaku bagi من المسلمين “dari kalangan muslimin”. Ada pula yang berpendapat tetap dikeluarkan zakatnya. Namun, pendapat tersebut tidak kuat karena tidak sesuai dengan lahiriah hadits Nabi di atas.

 

Renovasi Aula Pesantren Sabilul Muttaqien

Renovasi Aula Pesantren Sabilul Muttaqien

Sejumlah anak, dipandu gurunya, terdengar menyanyikan lagu Balonku Ada Lima dengan riang gembira. Mereka bernyanyi di dalam ruangan yang temboknya masih terlihat batu bata putihnya. Tanpa meja dan kursi belajar.

Anak-anak tersebut, adalah santri TK Pesantren Sabilul Muttaqien, Pulau Sadulang Sumenep. Dan ruangan sederhana yang mereka tempati untuk bernyanyi itu, adalah ruangan sementara untuk “mengungsi”.

Anak-anak tersebut awalnya belajar di aula serbaguna. Sebuah aula yang jika pagi digunakan belajar oleh anak-anak TK dan siang sampai sore digunakan untuk kegiatan mengaji. Pada akhir Februari lalu terjadi angin puting beliung yang menerjang Pulau Sadulang. Akibat angin puting beliung itu, sejumlah bangunan rusak. Termasuk salah satunya adalah aula serbaguna tersebut. Aula tempat belajar anak-anak TK Pesantren Sabilul Muttaqien itu mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian atapnya roboh. Sehingga rawan bila digunakan proses belajar mengajarOleh karena itu mereka mengungsi. Hingga pertengahan Maret belum ada renovasi karena keterbatasan dana.

Melihat hal ini, Laznas Nurul Hayat bergerak cepat memberikan bantuan untuk renovasi. Alhamdulillah renovasi aula Pesantren Sabilul Muttaqien telah berjalan. Bagian-bagian yang rusak mulai diperbaiki. Kusen-kusen bangunan sudah dipasang dengan yang baru. Pembuatan tembok juga hampir rampung.

“Mohon maaf mas, renovasi berjalan lambat di luar perkiraan kami,” terang Mas Syamsul salah satu relawan kami. Beliau sebenarnya tinggal di Pulau Kangean. Sekarang tinggal sementara di Pulau Sadulang untuk mengawal proses renovasi ini. Sebagian bahan material harus dipesan dan didatangkan dari luar pulau. Sehingga pengerjaan menunggu kedatangan material datang.

Semoga renovasi bisa selesai di pertengahan Mei 2022. Sehingga bisa digunakan oleh para santri untuk beraktivitas. Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat atas donasi yang diberikan. Semoga mendapatkan sebaik-baik balasan dari Allah ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Respon Cepat Gempa Pasaman Sumatera Barat

Respon Cepat Gempa Pasaman Sumatera Barat

Gempa Pasaman –  Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Sumatera Barat pada Jumat, 25 Februari 2022 lalu. Gempa yang terjadi pada pukul 08.39 WIB ini, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak berpotensi tsunami.

Meski tidak berpotensi tsunami, gempa Pasaman ini cukup banyak menimbulkan korban. Disebutkan, 11 orang meninggal dunia, 43 orang mengalami luka berat, 346 orang mengalami luka ringan, dan 13.000 orang harus mengungsi. Tak hanya menimbulkan korba jiwa, gempa ini juga menyebabkan kerusakan rumah warga. Data BPBD menyebutkan sebanyak 528 rumah rusak berat, 512 rumah rusak sedang, dan 1160 rusak ringan.

Merespon gempa ini, tim SIGAB Nurul Hayat, bergerak cepat melaksanakan giat kemanfaatan. Beberapa giat kemanfaatan yang telah dilakukan antara lain melakukan assessment dan mengirimkan bantuan berupa logistik dan selimut. Selain memberikan bantuan-bantuan tersebut, Laznas Nurul Hayat juga memberikan bantuan huntara (hunian sementara) bagi masyarakat yang terdampak gempa Sumatera Barat.

Untuk bantuan huntara ini, tim SIGAB Nurul Hayat melakukan assessment dan validasi data rumah rusak yang belum mendapat bantuan di Desa Malampah. Tim berdiskusi dengan Kepala Desa dan mendapati data bahwa di desa tersebut terdapat sebanyak 17 rumah yang belum mendapat bantuan. Dari 17 rumah tersebut, yang masuk kriteria penerima bantuan huntara dari Nurul Hayat sebanyak 8 rumah. Tentunya 8 rumah tersebut adalah yang benar-benar berhak menerima bantuan, yaitu rumah yang ditempati janda tua, hingga balita yang ditinggal wafat oleh ayahnya.

Sebelum proses pembangunan dimulai, tim SIGAB Nurul Hayat melakukan diskusi dengan para penerima manfaat. Diskusi ini terkait model rumah, proses pembuatan yang dikerjakan secara gotong royong, hingga menentukan urutan rumah siapa yang dibangun terlebih dahulu. Tak lama setelah kesepakatan tercapai. Proses pembangunan pun dimulai. Diawali dengan mencari material bangunan hingga proses distribusi bahan bangunan ke Pos Nurul Hayat.

Respon Cepat Gempa Pasaman Sumatera Barat

Setelah material terdistribusi. Tim dengan warga kembali berdiskusi untuk menentukan sistem pembangunan. Awalnya disepakati sistem pembangunan menggunakan satu tukang dan dibantu para penerima manfaat. Namun karena diperkirakan akan memakan waktu, para penerima manfaat mengusulkan mereka menyediakan tukangnya sendiri. “Kami semua sepakat menanggung ongkos tukangnya, tanpa mengurangi gotong royong,” kata koordinator penerima manfaat. “Nurul Hayat sudah sangat banyak membantu. Ini merupakan bentuk terima kasih kami kepada Nurul Hayat,” imbuh penerima manfaat lainnya.

Respon Cepat Gempa Pasaman Sumatera Barat

Info terkini dari proses pembangunan huntara, alhamdulillah update pembangunan disampaikan setiap dua hari sekali. Penerima manfaat mengirimkan foto bangunan yang sudah selesai dipondasi. Ada juga yang mengirimkan foto bangunan yang sudah berdiri beserta rangkanya. Ada pula yang baru membersihkan lahan, karena terbatas untuk membayar tukang. Alhamdulillah yang mengalami kendala ini dapat suntikan semangat dari rekan-rekannya. Juga mendapat bantuan tenaga dari penerima manfaat yang lain.

Harapannya, huntara ini sudah bisa ditempati sebelum Idul Fitri. Sehingga di hari istimewa tersebut, menjadi lebih lengkap kebahagiaan mereka.

Terima kasih Sahabat Sejuk Nurul Hayat atas bantuan yang diberikan. Semoga apa yang Sahabat Sejuk berikan, membawa keberkahan. Aamiiin ya Rabbal Alamiin..

Bantu Intan Persiapan Operasi

Bantu Intan Persiapan Operasi

Namanya Intan. Usianya 16 tahun. Di usianya yang masih sangat muda tersebut, Intan harus menerima kenyataan yang berat. Ia harus ikhlas rahimnya diangkat. Karena ada parasit yang tumbuh dan menyedot sel darah merah.

Awalnya, Intan tidak bisa haid/menstruasi. Berjalan hampir sampai satu tahun, tidak ada kecurigaan. Karena beberapa kali memang siklusnya tidak menentu. Tepat satu tahun tidak mengalami haid, Intan mengalami sakit perut yang luar biasa. Ia jadi tak nafsu makan. Wajahnya pucat dan berat badannya semakin turun.

Keluarga membawa Intan ke rumah sakit. Diagnosa awal, sakit perutnya karena bakteri di lambung.  Namun setelah beberapa waktu, tak kunjung sembuh. Akhirnya pindah rumah sakit. Meminta pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata terdeteksi ada benjolan di rahim Intan. Sudah lumayan besar. Harus ada tindakan.

Satu-satunya jalan, harus dilakukan operasi pengangkatan rahimKeluarga mempertimbangkan betul hal ini. Karena menyangkut masa depan Intan. Pada akhirnya keluarga sepakat untuk mengikuti saran dokter. Demi kebaikan Intan.

Alhamdulillah, proses operasi berjalan lancar. Kini masih fase pemulihan. Pasca operasi 2 tahun lalu. Masih memakai kantong stoma. Untuk buang air besar.

Jika tidak ada halangan, sesuai yang dijadwalkan oleh dokter. InsyaAllah Intan akan segera menjalani operasi lagi. Untuk penutupan bedah perut. Keluarga harus menyiapkan biaya untuk kebutuhan operasi. Untuk transportasi, biaya hidup di rumah sakit, dan segala macam. Terkait persiapan biaya operasi, bukanlah hal mudah bagi keluarga Intan. Ayahnya seorang nelayan kecil dengan pendapatan satu juta rupiah per dua minggu. Itu pun jika tangkapan sedang banyak dan cuaca mendukung.

Informasi terkini yang disampaikan oleh kakak Intan, kondisi Intan saat ini semakin membaik. Intan juga telah selesai menjalani pembersihan salurusan usus. Saatnya kini ia mempersiapkan diri untuk operasi penyambungan usus dengan anus. Lalu penutupan kantong stoma. Agar ia bisa buang air secara normal.

Dokter memberi estimasi waktu dua minggu. Jika tidak ada kendala. Akan segera dihubungi untuk proses operasi. Pihak keluarga terus memberi support. Dukungan mental. Serta finansial untuk kebutuhan operasi dan pemulihan. Terima kasih kepada segenap sahabat sejuk Nurul Hayat. Yang telah menyisihkan rezeki untuk turut membantu pengobatan Intan. Semoga dicatat Allah menjadi amal baik.

Perkembangan Terkini Kondisi Adik Bryan

Perkembangan Terkini Kondisi Adik Bryan

Sahabat Sejuk Nurul Hayat, masih ingat dengan adik Bryan? Ya, adik Bryan adalah warga Dusun Sekarputih, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang menderita sakit kelainan jantung.

Beberapa waktu yang lalu, Ibu Anik, Ibu kandung adik Bryan, terpaksa berhutang kepada rentenir untuk biaya kebutuhan sehari-hari, untuk kebutuhan kakak Bryan yang masih kelas 2 SMP, dan tentu saja untuk kebutuhan pengobatan Bryan. Saat itu total hutang Ibu Anik kurang lebih sebesar 4,5 juta rupiah. Beliau kesulitan membayar hutang tersebut. Sementara sang rentenir menagih setiap hari. Alhamdulillah, pada 9 Juni 2021 amanah dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat untuk menutup hutang pokok dari Ibu Anik ke rentenir telah kami sampaikan.

Laznas Nurul Hayat sendiri, sejak tahun 2018 sudah membantu proses pengobatan adik Bryan. Dan dapat kami kabarkan kepada Sahabat Sejuk semua, perkembangan saat ini, adik Bryan tengah menjalani perawatan di RSUD Jombang. Alhamdulillah, keadaannya sudah mulai membaik. Laznas Nurul Hayat membantu kebutuhan di luar BPJS, seperti biaya transport atau yang lainnya.

Mohon doa Sahabat Sejuk semua, semoga kondisi adik Bryan bisa segera semakin membaik. Satu bulan ini keadaannya drop dan harus dirawat di rumah sakit. InsyaAllah, kami akan terus menyajikan update dari kondisi terkini adik Bryan.

Terima kasih, Sahabat Sejuk atas bantuan yang diberikan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas dengan sebaik-baik balasan. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Pelatihan Menulis Al Quran untuk Guru Ngaji

Pelatihan Menulis Al Quran untuk Guru Ngaji

Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu telah terselenggara pelatihan menulis Al Quran Nurul Hayat Malang. Acara ini terlaksana berkat sinergi Nurul Hayat Malang dan Syammil Quran. Sinergi dalam hal ini adalah terkait pelaksanaan pelatihan menulis Al Quran.

Sebanyak 50 paket Al Quran tulis terdistribusikan untuk para guru ngaji yang berada di Malang Selatan. Tepatnya berada di daerah minoritas Muslim, Desa Sitiarjo. Tidak hanya mendapatkan Al Quran tulis, para guru ngaji juga mendapatkan pelatihan secara spiritual. Mulai dari menata hati, menata niat, dan bertekad istiqomah untuk belajar hal baru, yaitu menulis Al Quran.

Kegiatan pelatihan menulis Al Quran ini dilaksanakan di Aula Pesantren Cinta Al Quran yang diasuh oleh ustadz Deden Jaenal Abidin. Waktu penyelenggaraan pada tanggal 1 April 2022, sekaligus untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Besar harapan Nurul Hayat Malang, semoga pelatihan ini menjadi langkah awal untuk lebih meningkatkan kualitas cinta kepada Al Quran melalui menulis. Khususnya kepada para guru ngaji binaan Nurul Hayat Malang. Terima kasih kami sampaikan kepada Ustadzah Yenik Wahyu Lestari selaku pemateri kegiatan ini. Karena perjuangan beliau akan selalu menjadi jariyah dakwah di Malang Selatan.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat, yang selama ini terus membersamai kami dalam memberikan kemanfaatan kepada para guru ngaji. Semoga apa yang telah Sahabat Sejuk berikan, mendapatkan sebaik-baik balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin..

#MenulisAlQuran #NurulHayatMalang_SyammilQuran

Akhlaq Rasulullah Implementasi Al-qur’an

Implementasi Al-Qur’an Akhlak Rasullulah – “Orang non-islam tidak membaca al-Qur’an dan hadits, yang mereka baca dalah tingkah laku kita, maka jadilah cerminan islam yang baik.” Sebuah quotes atau statement dari Khabib Nurmagomedov, seorang fighter UFC yang pernah bertarung dan menanag melawan cannor Mc Gregor yang sebelumnya sempat mengejek agama islam yang dianutnya.

Menyikapi fanatisme berlebihan dalam beragama dengan cara menyerang, menhina, mengejek, menyalahkam agama laina dalah sesuatu yang tak bisa di benarkan dengan alasan apapun, menyadari bahwa nama lain dari Agama adalah Kepercayaan atau Keyakinan yang tak bisa di paksakan dimana kita seharusnya saling menghargai pilihan orang lain. Beragama dengan baik, sudah sepatutnya kita belajar untuk mencontoh Tauladan kita, Nabi Muhammad SAW, bahwasanya dalam mengajarkan dan menyebarkan ajaran Agama Islam tidak dengan kekerasan juga tidak dengan membenci orang laiin,

Dalam suatu riwayat di kisahkan sebuah cerita tentang Rasulullah SAW dengan seorang pengemis Yahudi buta, di sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis buta yang selalu berbicara menghina dan menghujat Muhammad SAW, menyerukan agar orang-orang tidak percaya dan menjauhi Muhammad SAW dengan dalih karena ia adalah seorang pembohong, dan penyihir yang akan mempengaruhi orang-orang.

Namun demikian, ketika Rasulullah mengetahui tentang pengemis buta itu, bukan nya marah tapi sebalik nya, Rasulullah justru senantiasa mendatangi pengemis buta yang selalu menghina dan mencaci nya itu, membawakan makanan bahkan sampai menyuapi si pengemis buta Yahudi itu dengan penuh kasih sayang, tanpa sepatah kata pun Rasulullah dengan begitu sabar nya terus menyuapi pengemis meskipun si pengemis itu tak henti-henti nya menjelek-jelek kan Nama Muhammad SAW tepat di hadapan orang nya.

Baca Juga : Bedah Rumah Pak Darmanto Sekeluarga

Ketika Rasulullah SAW wafat, Khalifah Abu Bakar mencoba untuk melakukan apa yang sering di lakukan oleh Rasulullah SAW kepada pengemis buta itu, namun ketika Abu Bakar mendatangi dan hendak memberikan makanan, tak lama pengemis buta itu menyadari bahwa yang datang berbeda dengan orang yang selalu menyuapi nya itu, lantas pengemis buta itu pun sontak berkata ” Siapa kau ini ?” orang yang selalu membawakan makanan untuk ku tangan nya lebih lembut dan selalu menyuapi ku”

Tak kuat menahan air mata nya, Abu Bakar pun larut dalam tangisan nya seraya berkata “Orang mulia yang anda maksud itu telah wafat, beliau adalah Rasulullah Muhammad SAW”, betapa terkejutnya pengemis buta itu mendengar apa yang di katakan oleh Sayidina Abu Bakar, orang yang selama ini ia hujat, ia hina, dan ia jelek-jelek an nama nya adalah orang yang telah memperlakukan nya dengan sangat baik, menyuapi nya dengan penuh kasih sayang tanpa rasa benci dan marah sedikit pun atas hinaan dan cacian pengemis buta Yahudi itu kepada beliau.

Menangis sejadi-jadi nya, sebuah tangisan rasa bersalah yang begitu dalam, hingga hati nya pun tersentuh oleh betapa mulia nya Akhlak Rasulullah SAW bersamaan dengan pintu hidayah yang terbuka akhir nya pengemis Yahudi buta itu mengucapkan dua kalimat Syahadat dan memeluk Agama Islam.

Baca Juga : Pipanisasi Air Bersih untuk Warga Flores

Begitu banyak kisah kemuliaan Rasulullah SAW yang sudah sepatut nya di jadikan tauladan bagi kita sebagai umat nya, menjadi sebuah bukti bahwa ajaran Agama Islam bisa di terima adalah karena kemuliaan Akhlak Rasulullah SAW yang mampu menggetarkan hati siapa pun yang merasakan kebaikan nya, seperti itu lah adanya tatkala Akhlak dan suri tauladan baginda Rasulullah sebagai Implementasi dari Al-Qur’an.

Melihat realita saat ini tah hanya sedikit orang-orang yang belajar dari media sosial,

tanpa ada nya standar atau filter dalam menangkap sebuah informasi, sangat mudah sekali mem framing masyarakat ke dalam hal yang justru kurang baik, seperti menumbuhkan sikap fanatisme, saling membenci, tidak menghargai pilihan orang lain, yang seakan semakin jauh dari tenggang rasa atau toleransi yang selalu di contoh kan oleh Rasulullah SAW.

Dengan tulisan ini, mari kita sama-sama merenungkan kembali sikap kita terhadap kehidupan beragama, bahwa Rasulullah SAW di utus untuk menyempurnakan Akhlak manusia, pun juga sebaik-baik nya manusia adalah yang bermanfa’at bagi orang lain. Esensi dari berAgama adalah menjadikan penganutnya menjadi manusia yang baik, hargai keyakinan orang lain, perkuat sikap toleransi, jauhkan diri kita dari sikap saling membenci, saling mengasihi antar sesama, ingatlah selalu bahwa “Bukan apa Agama mu ? tapi Apa yang kau lakukan dengan Agama mu ?”, maka hasil dari berAgama adalah dengan menjadi manusia yang baik.

 

KANTOR PUSAT

  • Perum IKIP Gunung Anyar Blok B-48 Surabaya (Maps)
  • cs@nurulhayat.org

Platform donasi Yayasan Nurul Hayat, klik aja zakatkita.org

PUBLIKASI

  • Majalah
  • Event
  • Laporan Publik
  • Laporan Situasi
  • Berita

GABUNG

  • Relawan
  • Karir
  • Mitra Kami
  • Ajukan Program

LAYANAN

  • Zakat
  • Infaq
  • Sedekah
  • Kalkulator Zakat
  • Layanan Lainnya

INFORMASI

  • Kantor Cabang
  • FAQ

Copyright © 2001-2021 Yayasan Nurul Hayat Surabaya