Belajar Berbagi dari Lereng Rinjani

Belajar Berbagi dari Lereng Rinjani

Cahaya senja tampak meredup. Tertutup gagahnya perbukitan. Pantulannya menyebabkan warna perbukitan tidak lagi hijau, membuat puncak Rinjani tanpak menyala. Saya dan beberapa orang kawan masih duduk menunggu seseorang yang sudah membuat janji dengan kami. Tak lama berselang, seorang lelaki dengan tubuh tegap dan kulit hitam manis mengucap salam dari kejauhan, sambil melempar senyum semeringah.

Dia adalah Ri’is, seorang pemuda yang memelopori berdirinya komunitas Bajang Kreatif Sembalun, kabupaten Lombok Timur, NTB. Sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan pemuda. Sore itu ia datang agak terlambat dari waktu yang kita telah sepakati untuk bersua. “Mohon maaf bang, saya baru saja usai mendistribusikan sembako bersama kawan-kawan yang lain,” ucap  mantan guide pendakian gunung Rinjani itu.

Memang benar, sore itu (17/7) di Sekolah Alam Rinjani (SAR), nampak para relawan SAR yang sebagian besar merupakan anggota Komunitas Bajang Kreatif Sembalun sedang menyiapkan paket sembako yang rencananya akan dibagikan ke warga esok pagi. “Paket sembako ini ada beras, mie instan, minyak goreng dan gula,” jelas salah seorang relawan sambil membungkus paket itu.

Telah menjadi rutinitas setiap bulannya, sejak tujuh tahun yang lalu, para relawan membagikan paket sembako ke masyarakat kecamatan Sembalun yang meliputi beberapa Desa itu. Biasanya mereka membagikan paket sembako tersebut kepada masyarakat yang terkategori kurang mampu dan jompo. Namun, di tengah kondisi pandemi, pendistribusian paket sembako juga ditujukan kepada warga yang terdampak pandemi. Baik yang sedang menjalani isolasi mandiri atau yang terdampak secara ekonomi.

Menjelang hari raya Idul Adha, Ri’is dan kawan-kawan pun telah mempersiapkan dua ekor kambing untuk dijadikan sebagai hewan qurban. Kemudian dagingnya akan di bagikan ke warga, terutama kelompok rentan terinveksi virus (lansia, perempuan, penyandang disabilitas dan pekerja sektor informal) dengan harapan daging-daging itu bisa membantu menambah protein serta meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Padahal ia dan para relawan adalah salah satu yang terdampak pandemi ini. Pembatasan mobilitas manusia membuat aktivitas wisata mati total, salah satunya adalah wisata pendakian gunung Rinjani, selama pembatasan tersebut banyak dari mereka menganggur. Namun, kondisi itu tidak menjadi alasan untuk tidak berbagi, berbekal relasi yang ia bangun dengan pihak luar negeri seperti Australia dan Singapura. Ia mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

***

Setiap bulan, Riis dan kawan-kawan bergerilya menyusuri setiap sudut kampung untuk mendata keluarga yang terdampak dan mengalami kesulitan ekonomi. Bermodalkan kepercayaan yang telah ia tanam sejak dulu, Riis memberanikan diri untuk mengumpulkan donasi dari para sahabatnya di luar negeri itu. Selalu ada jalan untuk setiap niat baik, gayung bersambut, sahabat luar negerinya itu pun merespon dengan memberikan sejumlah donasi untuk Riis dan kawan-kawan donasikan ke masyarakat sekitar. Berkat kepedulian dan kedermawanan Riis, para relawan dan sahabat luar negerinya itu. Tidak sedikit keluarga yang merasa terbantu, tidak sedikit juga jembatan, rumah dan infrastruktur yang diperbaiki.

Hidup di bawah kaki gunung Rinjani, mungkin saja menjadi alasan para pemuda lereng Rinjani itu, tidak disibukkan dengan pertikaian dan saling tuding tak berujung di media sosial yang telah menyedot banyak energi itu. Ataukah mereka memang tidak ingin ambil pusing. Selama kami berdiskusi tak satu patah kata pun keluar dari pria pendiri SAR itu yang menyalahkan siapapun atas kondisi yang kita alami hari ini, karena menurutnya saling menyalahkan tak akan memperbaiki keadaan. “Kami akan membantu apa yang bisa kami bantu,”  kata pria lulusan Sekolah Teknik Mesin itu.

Ri’is tak pernah mengenyam bangku kuliahan. Begitupun dengan sebagian besar relawan-relawan lainnya. Namun pengalaman serta kenyataan hidup yang mereka alami menempa rasa kepedulian dan menggerakan mereka untuk berbuat dan memberi manfaat kepada sesama. Tak terhitung sudah berapa banyak warga yang terbantu oleh gerakan yang mereka lakukan. Walaupun tidak terliput media, namun mereka tetap tulus dan konsisten membantu meringankan kesulitan masyarakat.

Di tengah pandemi yang melanda negeri, sosok Riis dan kawan-kawan menjadi contoh yang patut kita tauladani. Kita mesti banyak belajar dari sosok Ri’is dan kawan-kawan relawannya. Kondisi sulit tak lantas membuatnya mencari kambing hitam dan enggan berbagi. Justru sebaliknya, kondisi sulit membuat mereka semakin terpanggil, walaupun sederhana namun memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Untuk mengubah dunia tak perlu melakukan hal-hal besar, lakukanlah hal-hal sederhana namun konsisten.

Sebagaimana Rinjani yang menyimpan dan mengalirkan air kehidupan. Riis dan kawan- kawan pun menumbuhkan asa dan harapan bagi kehidupan sekelilingnya. Dari kaki gunung Rinjani itu kita belajar makna berbagi kepada sesama. “Lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan” kata pepatah Cina

 

Penulis: Ahmad Hadi Ramdhani – Juara 1 Lomba Menulis “Kebaikan di Tengah Pandemi”

Kepada Teman dengan COVID-19 dan Penyintas

Kepada Teman dengan COVID-19 dan Penyintas

“Terima kasih, ya Mas. Sudah banyak membantu. Perasaan saya menjadi lega. Alhamdulillah,” sambil tersenyum penuh dengan harap, laki-laki muda di seberang line video call mengakhiri percakapan.

“Iya, sama-sama. Semoga lekas membaik. Jangan lupa istri diberi tahu dan dituntun cara melakukan terapinya. Ikhlas dan pasrahkan semua sama Gusti Allah. Pasti segera disembuhkan. Aamiin. Assalamu’alaikum.”

Saya pun selalu terharu bercampur bahagia setiap mengakhiri sesi telekonseling. Bukan karena ucapan terima kasih dari teman-teman yang sedang berjuang melawan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Melainkan melihat energi positif yang diekpresikan setelah telekonseling berakhir. There must be hope for survival and  recovery.

Telekonseling COVID-19

Adalah sebuah program tak berbayar yang dilakukan sebuah entitas peduli jiwa. Berupa konseling jarak jauh untuk membantu menguatkan kondisi psikologis teman- teman yang terpapar oleh Covid-19. Program telekonseling dilakukan selama 30 menit dengan para praktisioner di bidang Emotional Freedom Techniques (EFT) yang bersertifikat  ICEP  (International Community EFT Practitioner).

EFT merupakan tools (alat bantu/aid) universal yang digunakan di seluruh dunia oleh praktisi dalam profesi therapeutic dan masyarakat umum. Merupakan gabungan pendekatan timur (akupuntur) dan barat dalam ilmu psikologi. Tools yang meyakini bahwa permasalahan emosi adalah akibat ketidakseimbangan sistem energi di  dalam tubuh manusia.

Mengapa Saya Bergabung dalam Program Ini?

Sedikit cerita, butuh perjalanan panjang bagi saya untuk menjadi seorang  praktisioner EFT bahkan untuk mengenal ilmu jiwa. Saya berjuang untuk sembuh dari depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian histrionik sejak Agustus 2019. Berkaca dari apa yang saya alami, mental illness, menjadikan saya lebih peduli dengan kesehatan mental.

Terus melakukan konseling dengan psikolog, psikiater, dan konselor membuat saya pada akhirnya dipahamkan Tuhan agar mau untuk mengerti tentang ilmu jiwa, khususnya kejiwaan saya. Di bulan Juni 2020, salah satu teman saya yang juga seorang konselor jiwa, mengajak saya untuk mengambil sertifikasi Hypnotherapy dan Praktisi Terapi dan alhamdulillah saya dinyatakan lulus. Tuhan pun berkehendak,  saya terlibat sebagai salah satu praktisi   di Telekonseling for COVID-19.

Kondisi Kejiwaan Pasien COVID-19

 “Mas, saya itu bingung, cemas, sedih, takut, karena istri saya yang lagi hamil delapan bulan juga lagi dirawat di sini, Mas?” Ujarnya sambil sesekali menahan sesak napas dan batuk.

Tercatat percakapan di atas, saya lakukan pada hari Jum’at, tanggal 9 Juli 2021, pukul 15.44 WIB. Bersama seorang pasien reinfeksi Covid-19, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Cerita di atas hanya salah satu dari sekian banyak cerita dari teman-teman dengan Covid-19 selama saya menangani telekonseling. Lain halnya dengan salah satu teman dengan COVID-19 lainnya, berusia 22 tahun, mengalami saturasi yang terus menurun,  dan detak jantung yang tak tentu. Selain mengalami obesitas, teman dengan Covid-19 ini juga kehilangan nenek dan ibunya. Bahkan hanya berselang dalam hitungan hari. Dan masih banyak cerita lain yang menguras empati.

Dampak psikologis yang ditimbulkan oleh Coronavirus-19 memang luar biasa.  Berita tentang kematian, banyak saudara yang terpapar virus, hoax atau berita bohong yang berseliweran di media sosial dan lewat aplikasi pesan semakin membuat teman- teman dengan COVID-19 semakin memburuk kondisi kesehatannya. Stres dan kecemasan yang berlebihan. Dengan Telekonseling EFT, saya dan teman-teman praktisi dengan hati akan mendengar keluhan teman-teman dengan COVID-19 dan menjadi sahabat di tengah kecemasan dan perasaan negatif lainnya.

Setelah mereka curhat tentang apa yang mereka rasakan secara fisik dan jiwa, kami akan melakukan tapping EFT. Tapping EFT adalah sebuah ikhtiar untuk menyeimbangkan kembali energi yang tidak lancar di dalam tubuh kita sehingga menyebabkan emosi negatif. Terapi ini dilakukan dengan cara mengetuk beberapa titik pada bagian tubuh kita dengan dua jari kita sambil memberikan sugesti positif.

Di awal dan pada akhir sesi terapi, praktisi akan menanyakan tingkat kecemasan, kekhawatiran atau pikiran negatifnya dengan skala nilai. Jika nol maka keadaan pasien baik-baik saja. Jika skala semakin naik hingga di angka sepuluh maka dapat disimpulkan pasien dalam keadaan sangat tidak baik. Alhamdulillah, dari sekian banyak teman-teman dengan COVID-19 maupun para penyintas yang ikut terapi, semua dapat merasakan gangguan psikologis yang terus menurun.

Apakah cukup cukup dilakukan satu kali konseling? Tentu tidak. Kita akan tetap berkabar di lain hari. Kembali bercerita tentang apa yang dialami. Dan hal yang paling membuat kami bahagia adalah mendapat kabar jika mereka sudah negatif. Alhamdulillah ‘ala kulli hal …

Dalam keterbatasan saya, setidaknya masih bisa bermanfaat untuk teman-teman  yang lain. Belajar menyembuhkan diri sendiri dengan membantu kesembuhan orang lain adalah hal terindah dan salah satu wujud syukur kepada Allah SWT.

Dan ketika saya tuliskan essai ini … saya pun tengah berjuang untuk pulih dari COVID-19.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap sakit adalah terbukanya satu pintu penggugur dosa.

 

 

Penulis: Lilik Kurniawan – Juara 2 Lomba Menulis “Kebaikan di Tengah Pandemi”

Jadikan Dirimu Produktif dengan Aksi Kebaikan

Jadikan Dirimu Produktif dengan Aksi Kebaikan

Sudah satu tahun sejak Presiden Joko Widodo mengumukan kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020. Sekaligus suatu momen untuk mengingat bahwa untuk pertama kali kita semua jadi kurang produktif karena harus membatasi segala aktivitas, mulai dari penutupan sekolah, pembelajaran online, kerja dari rumah, mengurangi mobilitas, dan yang paling identik adalah memakai masker setiap saat.

Satu hingga tiga bulan pertama, keadaan ini masih dianggap baik-baik saja bahkan tidak sedikit pelajar dan pekerja yang merasa diuntungkan dengan kondisi tersebut. Hitung-hitung menambah hari libur katanya  waktu itu. Karena sudah bosan atau lelah dengan tuntutan tugas atau pekerjaan yang serasa tiada habisnya. Namun, keadaan berputar 180 derajat tidak sesuai dengan yang dipikirkan.

Covid-19 tak kunjung usai hingga akhirnya kondisi kesehatan dan finansial yang harus dikorbankan. PHK atau pemutusan hubungan kerja banyak dilakukan dimana-mana karena perusahaan tidak mampu menutupi biaya operasionalnya. Sektor perniagaan gulung tikar karena kebijakan pemerintah untuk mengurangi keramaian, sektor pariwisata juga tujuan destinasi sepi pengunjung, sektor penerbangan, dan masih banyak lagi.

Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk menekan kasus positif Covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi babak awal penanganan Covid-19 di Indonesia untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus yang lebih luas. Mencegah aktivitas mudik pada perayaan hari-hari besar guna mengantisipasi risiko penularan.

Larangan mudik ini menuai pro kontra dari masyarakat pasalnya mudik sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu momen untuk berkumpul bersama keluarga besar di daerah asal. Hingga memasuki era New Normal yang mengatur mobilitas warga dengan protokol kesehatan. Namun, lagi-lagi, perlu disadari bahwa pandemi ini tidak hanya berkutat pada masalah penularan virus saja, tapi dampaknya mampu melumpuhkan sektor ekonomi negara dan mematikan usaha atau industri di masyarakat.

Salah satu  influencer tanah air, Fiersa Besari, yang merasa prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 sempat menuliskan keprihatinannya tersebut di Twitter. Apalagi dengan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak  awal tahun 2021 ini sudah cukup memutus rantai penghasilan masyarakat menegah ke bawah. Yang lebih mengejutkan adalah pandemi tidak menghalangi jalannya praktik korupsi di pemerintahan. Beberapa pejabat negara berhasil diamankan oleh aparat sebab menjadi tersangka korupsi terkait bantuan penanganan dan penanggulangan Covid-19. Hal tersebut sungguh amat disayangkan karena dalam kondisi seperti yang sekarang ini, segala bentuk bantuan dan dukungan sangat diperlukan bagi siapapun, terutama masyarakat terdampak pandemi.

Meskipun demikian, pemerintah telah bergerak untuk membantu masyarakat melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari APBN ataupun APBD dengan harapan dapat meringankan beban perekonomian masyarakat. Faktanya, bantuan selama pandemi Covid-19 tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari komunitas, selebgram atau influencer, dan para relawan. Mereka turut bahu-membahu mengirimkan bantuan untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi. Lalu sebagai masyarakat ‘biasa’, kita bisa apa sih untuk berbagi ke sesama dengan harapan saling menguatkan satu sama lain di tengah pandemi?

  1. Langsung Salurkan Bantuanmu Kepada Mereka yang Membutuhkan

Apabila kamu adalah orang yang berkecukupan atau bahkan memiliki kelebihan harta, kamu bisa dengan mudah memberikan bantuan kepada mereka dengan menggunakan penghasilanmu. Seperti aksi yang dilakukan oleh pengguna TikTok, Farhan Mayor. Remaja asal Malang ini membagikan momen ketika dirinya menjadikan bagasi mobilnya penuh dengan bahan-bahan kebutuhan pokok dan mempersilahkan orang-orang di pinggir jalan yang ditemuinya untuk mengambil sesuai dengan kebutuhannya.Sumber: tiktok.com/farhanmayor

Farhan Mayor memang berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan, namun ia tetap ingat dengan hak orang lain apalagi di situasi pandemi sekarang ini. Video tersebut telah disaksikan sebanyak 7,6 juta views dan mendapat 1,2 juta likes. Berbagi tidak harus dalam jumlah yang besar, yang penting adalah nilai kebermanfaatannya bagi sesama. Ketika kamu memiliki penghasilan lebih, berbagi dengan yang lain tentu bukan hal yang rumit, kan?

  1. Tunjukkan Rasa Empatimu dengan Mendukung Aksi Positif Para Influencer

Rachel Vennya, seorang selebgram, berhasil mengumpulkan donasi mencapai Rp 9 miliar dari aksi galang dana yang dilakukannya melalui Kitabisa.com. Dana tersebut kemudian disalurkan untuk membantu fasilitas rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat terdampak. Nah, bagi kita yang rasanya tidak memiliki pengaruh sebesar para artis dan selebgram, kita tetap bisa melakukan aksi dengan mendukung usaha influencer-influencer yang menebar kebaikan di luar sana loh. Mulai dari ikut menyumbang dan mengajak orang lain untuk ikut serta. Melihat mereka tersenyum atas bantuan kita, menyenangkan bukan?Pandemi yang melanda negeri telah menggerakan hati banyak orang, termasuk para influencer. Dengan memanfaatkan popularitasnya, tidak sedikit artis/selebgram/content creator yang menginisiasi aksi galang dana untuk turut bersama-sama mengumpulkan bantuan bagi para covid fighter seperti tenaga medis, korban PHK, masyarakat menegah ke bawah yang terdampak.

  1. Memeriahkan dan Ikut Serta dalam Campaign

Campaign menjadi salah satu media mengajak orang lain untuk ikut berbuat kebaikan loh. Campaign 10.000 Susu untuk Kebaikan, misalnya. BEM Keluarga Mahasiswa UGM beserta beberapa aliansi di UGM mengadakan digital campaign

dengan mengajak para mahasiswa memasang twibbon yang berisi ajakan untuk berbuat kebaikan di masa pandemi. Nah, nantinya setiap satu twibbon yang dipasang berarti menyumbang 2 kotak susu bagi yang membutuhkan. Bayangkan  saja, semakin banyak yang memasang twibbon, maka akan semakin banyak pula yang terbantu. Campaign seperti ini merupakan alternatif yang sangat mudah terutama bagi kalangan pelajar atau mahasiswa untuk mulai berbagi ke sesama. Cukup memposting twibbon beserta foto, kamu sudah menyebarkan kebaikan dengan mengajak orang lain bergabung sekaligus menyumbangkan bantuan kepada yang berhak.

  1. Tidak Ada Salahnya Mencoba untuk Jadi Relawan

Ingin menambah pengalaman sekaligus berbuat aksi kebaikan? Menjadi relawan bisa menjadi opsi pilihan. Banyak sekali gerakan yang mengajak para generasi muda untuk bertanggung jawab dan berkomitmen mengentaskan Covid-19. Kegiatan seperti ini sekaligus menjadi ajang untuk berjejaring dan bertukar pikir dengan orang-orang baru serta meggelorakan jiwa sosial. 

  1. Berbagi Informasi adalah Bentuk Bahwa Kamu Peduli

Memberikan bantuan tidak selamanya harus berupa materi loh. Kita bisa ikut berbagi dengan keahlian atau pengetahuan yang kita miliki. Apabila tergabung dengan komunitas atau organisasi mahasiswa, pencerdasan melalui poster atau infografis sudah banyak dijumpai. Mereka menyerukan aksinya melalui tulisan dengan harapan dapat mengedukasi masyarakat umum mengenai fenomena sosial yang terjadi melalui kajian-kajian ilmiah. Informasi yang dibagikan ke publik merupakan bukti bahwa mereka memberikan perhatian terhadap apa yang terjadi.

 

 

Penulis: Eka Amalya Ramadhani – Juara 3 Lomba Menulis “Kebaikan di Tengah Pandemi”

 

Stop Kebaikan di Era Pandemi

Stop Kebaikan di Era Pandemi

Bagaimana menurut Anda jika kita harus benar-benar menghentikan segala aktifitas kebaikan kita di masa pandemi ini karena terbatasnya akses mobilitas keseharian kita? Apakah Anda setuju? Saya rasa tidak! Sudah tentu jiwa-jiwa mulia itu akan meronta jika harus menutup diri dari berbagai kebaikan yang sudah rutin dilakukan, terutama saat bertatap wajah. Tapi apakah harus dengan menghentikannya di era pandemi yang dirasa mengerikan ini? Tentu saja tidak! Masih banyak cara untuk terus menjadikan diri ber-fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Sebagai manusia yang seringkali tak luput dari kesalahan tentu kita berusaha untuk terus melakukan kebaikan agar kita tetap bisa mendapat ridho Allah untuk menggapai surga-Nya. Pada hakikatnya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, salah satu caranya dengan melakukan kebaikan. Itulah mengapa walau di tengah pandemi seperti sekarang ini maka kita tidak boleh kehabisan ide untuk melakukan kebaikan apa yang bisa kita lakukan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 148 yang artinya:

Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya (pada hari kiamat). Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Lalu apa saja kebaikan yang bisa kita lakukan di tengah pandemi yang melanda seperti sekarang ini? Berikut adalah sebagian kecil hal-hal yang bisa kita lakukan di era pandemi seperti sekarang ini:

  1. Apresiasi Diri

Apa maksudnya apresiasi diri? Coba ingat kembali masa-masa sebelum pandemi. Apakah kita sudah rajin makan teratur? Apakah kita sudah rajin berolahraga? Apakah kita sudah rajin membaca? Apakah kita sudah rajin beribadah?

Bagi sebagian orang mungkin sudah berusaha menjalankan dengan baik. Namun, bagi sebagian orang lagi, ada juga yang masih merasa kesulitan untuk menjalankan hal- hal tersebut. Kemudian, di masa pandemi seperti sekarang inilah orang mulai berlomba- lomba untuk menjaga ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah-nya dengan baik. Orang mulai lebih berlomba untuk memperbanyak tilawah dan berdoa, makan teratur, minum multivitamin, atau sekadar berjemur di pagi hari. Orang mulai mengganti hobi nongkrongnya menjadi membaca, walaupun sekadar banyak membaca status di media sosial, namun semoga ada hikmah yang bisa diambil dari yang ia baca.

Banyak orang mulai sadar bahwa kesehatan itu sangatlah penting tatkala mereka sakit di tengah pandemi ini, padahal sebelumnya mereka rela berlelah hingga terlalu sering begadang tanpa memperhatikan kesehatannya. Banyak orang mulai sadar bahwa hidupnya selama ini kurang ibadah, karena sibuk dengan urusan dunia yang tak pernah ada habisnya. Banyak orang mulai sadar bahwa pentingnya berliterasi agar tak mudah mengambil informasi dengan serta merta, tanpa mencari kebenaran lagi.

Intinya, dengan adanya pandemi ini makin banyak orang yang semakin sadar diri bahwa diri sendiri butuh diapresiasi dengan pemenuhan hak diri. Tak perlu dengan hal- hal mewah seperti makan di restoran mahal atau dengan membeli barang bermerek, namun cukup dengan istirahat yang cukup, penuhi hak tubuh ketika lapar, apalagi hak hati untuk mendapatkan ketenangan dengan banyak menghadirkan diri pada Illahi.

  1. Bertegur Sapa

Kebaikan kecil yang kadang terabaikan adalah bertegur sapa. Saat bertemu ada kalanya kita terlalu sibuk dengan gadget masing-masing. Ketika pandemi seperti sekarang kita baru merasakan betapa bosannya ketika terlalu lama berada di rumah tanpa bertemu dengan orang lain atau rekan bahkan saudara kita. Sehingga, kita dipaksa bertegur sapa walau sekadar melalui video call untuk tahu kabar mereka dan mengubur kebosanan kita karena tak selamanya gadget menjadi hiburan yang betul-betul kita butuhkan dan bisa menggantikan posisi mereka.

Kita pun menjadi orang yang merindukan saat-saat bisa berkumpul dengan orang lain tanpa rasa takut dan curiga. Namun, dengan kemudahan teknologi Allah takdirkan kita untuk tetap bisa bertegur sapa walau jarak memisahkan, walau keadaan memaksa kita untuk tidak bertemu padahal kita bisa.

Tak perlu jauh kepada sanak saudara, teman, atau tetangga yang memang tak mesti tiap hari kita temui, bahkan dengan keluarga kita di rumah pun kadang kita susah untuk bertemu karena kesibukan aktifitas kerja kita. Pandemi ini menjadikan kita menjadi lebih dekat lagi untuk sering bertegur sapa dan menjaga keharmonisan dalam keluarga. Mengapa? Karena kita dipaksa untuk lebih banyak waktu di rumah dibanding di luar rumah.

Ayah yang jarang melihat anaknya bermain karena sibuk bekerja, kini bisa memiliki banyak waktu untuk mendampingi tumbuh kembang anaknya bahkan bisa mendampingi anaknya untuk mengaji bersama. Ibu yang biasanya sibuk bekerja karena keputusannya membantu sang suami dalam perekonomian keluarga, kini bisa banyak waktu untuk sekadar memasak makanan kesukaan anaknya di pagi hari yang mungkin biasanya dikerjakan oleh pembantu rumah tangganya. Bahkan orangtua yang biasanya tidak tahu bagaimana proses belajar anaknya di sekolah, kini bisa mendampingi anaknya belajar di tengah kesibukan urusan rumah tangganya.

Pandemi ini memang memberi banyak dampak positif dan negatif. Tentunya kita tak boleh terlalu lama untuk terkungkung dalam dampak negatifnya. Sebagai seorang yang berjiwa sosial kita tetap bisa terus berbagi dengan mereka yang membutuhkan, misal anak yatim piatu, orang-orang yang kekurangan dan lain sebagainya walau kita tidak bisa bertemu langsung dengan mereka karena sudah banyak sekali wadah yang menjembatani kita untuk bisa memberikan bantuan kita pada mereka secara online.

Jika kita belum bisa membantu dengan uang atau benda, kita tetap bisa membantu mereka dengan membagikan informasi terkait bagaimana orang lain bisa ikut membantu mereka. Bahkan paling minimal jika kita belum bisa membantu dengan semua itu, maka kita bisa bantu dengan doa tulus yang kita tujukan untuk mereka.

Pandemi ini memang terlihat menyesakkan, tapi mungkin ini menjadi ladang rezeki untuk sebagian orang. Pandemi ini mungkin terasa menyesakkan, tapi mungkin ini jalan kemudahan untuk banyak orang. Pandemi ini mungkin terasa membosankan, tapi mungkin ini kemudahan bagi mereka yang belum paham akan teknologi agar menjadi lebih paham teknologi.

Pandemi ini mungkin terasa memberatkan, tapi mungkin ini jalan hidayah untuk setiap pribadi agar terus menerus memperbaiki diri dan memperbanyak berdoa. Misalnya, para mahasiswa yang biasanya berlelah menunggu dosen untuk bimbingan, kini cukup melalui dunia virtual dengan membuat kesepakatan temu, kemudian waktu lainnya bisa ia gunakan untuk menuntut ilmu agama secara online juga. Murid yang mungkin sekian kilometer harus menempuh jarak ke sekolahnya, cukup melalui gadget sudah bisa belajar dengan gurunya dan mendapat ilmu asal penuh kesungguhan. Sungguh Allah sudah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan.

Semoga Allah senantiasa menguatkan kita, mengokohkan hati kita, memudahkan kita, untuk terus istiqomah dalam melakukan kebaikan dalam segala kondisi. Semoga kita juga menjadi orang yang senantiasa bersyukur dan berpikir positif dengan segala yang diberikan Allah dengan hati yang ikhlas. Semoga kebaikan yang kita usahakan, Allah terima dan menjadi pemberat amal kebaikan untuk menggapai rahmat Allah, demi bisa menapaki surga-Nya. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin. Sungguh tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan dan kekuasaan Allah. Wallahu a’lam bishowab.

 

Penulis: Ana Wahyu Nurrohmah – Juara Harapan 1, Lomba Menulis “Kebaikan di Tengah Pandemi”

Efek Domino Anak dan Lingkungan di Tengah Pandemi

Efek Domino Anak dan Lingkungan di Tengah Pandemi

“Udah pelajaran sekolah susah, anaknya susah dibilangin lagi.” Kalimat tersebut sering kali saya dengar selama pandemi covid 19. Kalimat yang merujuk pada  keluhan orang tua dalam proses pembelajaran online. Bukan lagi suatu hal yang tabu, pandemi covid 19 telah menjadi momok yang merugikan negara di berbagai bidang. Sejak kasus positif covid 19 pertama di Indonesia pada bulan Maret 2020, masyarakat berada dalam bayang-bayang ketakutan terpapar virus yang begitu mematikan. Pemerintah pun segera mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memutus rantai penyebaran covid 19, salah satunya dengan penerapan kegiatan online atau tatap muka.

Beberapa kegiatan yang dibatasi adalah pendidikan dan ekonomi yang berarti kedua pekerjaan tersebut dilakukan di rumah. Berakar dari kebijakan tersebut, Orang tua kini memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pencari nafkah dan juga guru bagi anak mereka di rumah. Waktu, pikiran, dan tenaga adalah makanan sehari-hari orang tua di masa pandemi ini, belum lagi tambahan beban pikiran karena faktor lain seperti faktor sosial. Ketidaknyamanan yang terus-terusan menumpuk membuat kesehatan mental menurun, membuat tubuh bereaksi terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit yang lebih dikenal dengan istilah stress.

Stress berdampak buruk bagi kesehatan mental terutama dalam pengolahan emosi. Orang yang sedang terkena stress akan mudah marah karena emosinya yang tidak stabil. Bila ditarik benang merah dari persitiwa ini, maka dampak stress pada orang tua akan sangat berpengaruh pada mental anak dalam menghadapi pandemi ini. Anak cenderung meniru perilaku orang tua dan lingkungan sekitarnya saat usia 6 sampai 12 tahun. Langkah awal mendidik anak dari orang tua sangat berpengaruh di masa pandemi ini. Hal ini bisa digambarkan seperti domino, orang tua – anak – lingkungan merupakan sebuah kesatuan yang saling terhubung. Bila orang tua mengedepankan emosi negatif dalam mendidik anak mereka, maka kepribadian anak akan menjadi tidak baik. Ini disebabkan karena perlakuan anak di lingkungan dipengaruhi oleh bagaimana ia diperlakukan di rumah.

”Sejatinya tidak ada yang jahat dari awal.” Kalimat itu dikutip dari buku The Lord Of The Rings karya JRR Tolkien. Kalimat tersebut menginspirasi saya untuk menjadi domino awal yang memberikan dampak baik kepada lingkungan sekitar sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan mengurangi beban stress orang tua serta anak. Saya menyadari untuk menjadi pioner dalam berbagi kebaikan, saya haruslah terlebih dahulu paham apa makna berbuat baik yang sebenarnya. Dalam Islam, konsep berbuat baik banyak sekali contohnya, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Saya mengambil salah satu pengertian dari ihsan yang berarti mencurahkan kebaikan kepada hamba-hamba Allah dengan harta, ilmu, kedudukan dan badannya. Bertolak dari pengertian itulah timbul semangat untuk menebar kebaikan di tengah pandemi ini.

Sebelum saya membuat sebuah program, saya mencoba menahan diri dan berpikir secara kritis tentang peran apa yang dapat saya lakukan. Saya adalah mahasiswa Sastra Indonesia semester 3 di Universitas Negeri Yogykarta. Di mata kuliah yang saya tampu terdapat ilmu literasi dan juga pendidikan. Maka dari situlah saya bersama teman-teman, membuat sebuah komunitas bernama Negeri Literasi Yogykarta yang bertujuan membantu anak-anak dalam hal pembelajaran sekolah, terutama literasi.

Negeri Literasi yang saya gagas sebetulnya sudah ada sejak tahun 2019. Yaitu saat saya masih duduk di bangku SMA dan berlokasi di Kota Purwokerto sesuai tempat tinggal saya saat itu. Namun karena pandemi, kegiatan sempat dihentikan dan tidak aktif. Setelah berdiskusi kembali bersama teman-teman yang ada di Yogyakarta, saya memutuskan untuk kembali mendirikan negeri literasi yang berfokus pada kegiatan literasi anak yang belum mempunyai fasilitas membaca. Bentuk dari kegiatan ini adalah membagikan buku kepada sekolah atau desa yang masih belum mempunyai fasilitas membaca. Selain membagikan buku kita juga belajar bersama. Membaca dan menghitung yang dibungkus dengan suasana yang menyenangkan. Harapan dari kegaiatan ini adalah memberikan semangat positif bagi anak-anak dan lingkungan belajar yang menyenangkan supaya menimbulkan efek domino yang berkualitas.

Saya menyadari, peran saya sebagai mahasiswa sastra untuk berperan aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Saya berfokus kepada perkembangan anak yang kelak dari merekalah lahir generasi unggul yang mempunyai manfaat bagi bangsa dan negara. Selain mendirikan negeri literasi, saya juga aktif menyuarakan ide-ide saya lewat media dan juga berbagai perlombaan terutama tentang tulisan anak-anak. Dengan menyuarakan gagasan dan juga terjun langsung ke tengah masyarakat, membuat kita lebih mengerti dan paham apa makna dari ihsan sesungguhnya.

Tentunya banyak pihak yang juga tengah berjuang bersama memaknai ihsan sesuai dengan bidangnya. Nurul Hayat merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang memfasilitasi pemuda untuk menyuarakan gagasan dan pendapat mereka tentang kondisi yang tengah terjadi. Dengan mengambil tema “Berbagi Kebaikan di Tengah Pandemi” selaras dengan misi saya untuk mendalami makna ihsan dengan kegiatan bermasyarakat. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Nurul Hayat yang telah menjadi wadah untuk menyampaikan tulisan saya. Besar harapan tulisan ini dapat menginspirasi orang-orang di tengah pandemi untuk membuat efek domino yang positif.

 

Penulis: Zain Fauzan Naufal – Juara Harapan 2 Lomba Menulis “Kebaikan di Tengah Pandemi”

 

Menghitung Zakat Mal yang Benar

Menghitung Zakat Mal yang Benar

Cara Menghitung Zakat Mal – zakat termasuk salah satu ibadah yang wajib ditunaikan di bulan suci Ramadhan. Di mana di setiap bulan Ramadhan, seluruh umat Muslim mengeluarkan zakat fitrah yang dapat dimulai di awal bulan hingga sebelum sholat Idul Fitri. Biasanya zakat fitrah ini dibayarkan dalam bentuk beras atau makanan pokok.

Selain zakat fitrah, zakat mal juga bisa ditunaikan pada bulan Ramadhan. Dilansir dari situs Baznas, zakat mal merupakan zakat yang dikenakan berupa uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Biasanya orang yang memiliki harta kekayaan lebih selama 1 tahun, dapat membayarkan zakat mal tersebut kepada orang yang membutuhkan.

Bahkan tidak jarang, banyak umat Muslim yang membayarkan zakat mal di bulan Ramadhan dengan harapan pahala yang berlipat ganda. Namun sebenarnya, bagi orang yang sudah memenuhi syarat dapat segera membayarkan zakat mal tanpa harus menunggu bulan Ramadhan.

Lalu seperti apa syarat orang, harta, dan cara menghitung zakat mal dengan benar? Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami telah merangkum penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Syarat Harta untuk Zakat Mal

Selain orang atau pihak yang wajib mengeluarkan zakat, harta yang hendak dizakatkan juga mempunyai syarat tersendiri. Berikut beberapa syarat harta yang wajib dibayarkan sebagai zakat mal:

  • Harta milik pribadi secara penuh.
  • Harta semakin bertambah atau berkembang.
  • Harta sudah memenuhi syarat nishab.
  • Harta sudah melebihi kebutuhan pokok.
  • Harta terbebas dari kewajiban utang.
  • Harta sudah dimiliki selama 1 tahun (haul).

Cara Menghitung Zakat Mal

kadar nisab zakat mal

Cara menghitung zakat mal yang pertama dengan mengetahui terlebih dahulu berapa besaran nishab yang ditentukan. Seperti dilansir dari Baznas.go.id, nishab zakat mal sebesar 85 gram emas. Kemudian, kadar zakat mal yang ditentukan dalam perhitungannya adalah sebesar 2,5%. Berikut cara menghitung zakat mal yang benar beserta contohnya:

2,5 % x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Contohnya :

Bapak A selama 1 tahun penuh memiliki harta yang tersimpan (emas/perak/uang) senilai Rp 100.000.000. Jika harga emas saat ini Rp 622.000/gram, maka nishab zakat senilai Rp 52.870.000. Sehingga Bapak A sudah wajib zakat. Zakat maal yang perlu Bapak A tunaikan yaitu :

2,5 % x Rp 100.000.000 = Rp 2.500.000

Cara menghitung zakat mal tersebut dapat disesuaikan dengan harga emas yang selalu mengalami perubahan setiap waktu. Bagi Anda yang sudah memenuhi perhitungan nishab, kewajiban zakat mal bisa segera ditunaikan. Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini bisa menjadi kesempatan emas untuk bisa berbagi dengan sesame yang membutuhkan.

Jika Sahabat semua masih ragu untuk menghitung zakat mal, ada aplikasi yang memudahkan sahabat semua untuk menghitung zakat mal yaitu melalui : ZAKATKITA.ORG

Syarat Orang yang Menerima Zakat

Setelah mengetahui cara menghitung zakat mal, Anda juga perlu mengetahui golongan orang seperti apa yang berhak menerima zakat. Hal ini sudah diatur dengan jelas dalam QS At Taubah ayat 60. Berikut golongan orang yang berhak menerima zakat:

  • Fakir : adalah mereka yang tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.
  • Miskin : adalah mereka yang memiliki harta namun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
  • Amil : adalah mereka yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Muallaf : adalah mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah.
  • Hamba Sahaya : adalah termasuk budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  • Gharimin : adalah mereka yang mempunyai utang untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  • Fisabilillah : adalah mereka yang berjuang di jalan Allah dengan kegiatan dakwah, jihad, dan sebagainya.
  • Ibnu Sabil : adalah mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

LAZNAS Nurul Hayat siap membantu menyalurkan zakat sahabat semua ke 8 golongan yang berhak menerima zakat. Untuk melihat semua program-program kemanfaatan Nurul Hayat bisa dicek di website zakatkita.org 

5 Amalan Setelah Sholat Subuh Mendatangkan Rezeki

5 Amalan Setelah Sholat Subuh Mendatangkan Rezeki

Amalan setelah sholat subuh yang baik dilakukan bisa memberikan ketenangan Jiwa dan mendatangkan rezeki. Sholat subuh menjadi salah satu sholat wajib yang dilakukan oleh muslim di seluruh dunia sebagai ibadah pada Allah SWT. Sama seperti sholat wajib lainnya, sholat subuh juga memiliki banyak sekali keutamaan, terutama dalam hal rezeki. Bahkan ada beberapa amalan setelah sholat subuh yang sangat baik bila kita lakukan.

Namun sayang, masih banyak di antara kita yang memilih untuk tidur kembali setelah sholat subuh. Nyatanya, bukan hanya menghambat rezeki saja, tidur setelah sholat subuh juga sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh. Itulah mengapa Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk langsung beraktivitas setelah sholat subuh, seperti berdoa, berzikir, hingga mencari rezeki.

Berikut ini ada 4 amalan setelah sholat subuh yang baik untuk kita lakukan. Yuk langsung saja dicek Sahabat semua:

Amalan setelah sholat subuh yang baik dilakukan bisa memberikan ketenangan Jiwa dan mendatangkan rezeki

1. Doa Setelah Sholat Subuh

Amalan setelah sholat subuh yang pertama yaitu ada doa. Berdoa merupakan sebuah rutinitas yang dilakukan oleh setiap muslim, bukan hanya saat sholat subuh saja, namun juga setiap sholat dan setiap saat kita harus selalu berdoa dan minta perlindungan pada Allah SWT. Tetapi ada yang berbeda untuk doa setelah sholat subuh ya KLovers. Dan berikut ini doa yang baik diminta setelah sholat subuh:

“Allahumma innii asaluka ‘ilmaanaafi’aa. Wa rizqontoyyibaa wa amalammutaqobbalaa”

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).

2. Zikir Setelah Sholat Subuh

Kemudian amalan setelah sholat subuh yang lainnya yaitu ada zikir. Ya, zikir menjadi sebuah kegiatan yang baik dilakukan saat sholat subuh dan memiliki banyak sekali manfaatnya. Tidak hanya memberikan pahala yang besar saja, namun juga dapat memberikan cahaya serta ketenangan dalam dunia dan akhirat kelak. Dan berikut ini beberapa zikir yang bisa kalian jadikan sebagai amalan setelah sholat subuh:

“Astaghfirullah” 3x

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah (3x)

“Allahumma Antassalaam wa minkassalaam. Tabaa rokta yaa dzaljalaali wal ikroom.”

Artinya: Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Suci Egkau wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Allahumma laa maa ni’a limaa a’thoita. Wa laa mu’thiya limaa mana’ta. Wa laayanfa’u dzaljaddi minkaljaddu.”

Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.” (HR Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Laa haula walaaquwwata illaabillaah. Laa ilaaha illallah walaa na’budu illaa iyyaahu lahunni’matu walahulfadhlu. Walahutstsanaaulhasanu. Laailaaha illallahu mukhlishiina lahuddiini walau karihal kaafiruuna.”

Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah semata. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (HR Muslim, Abu Dawud, Ahmad)

“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu. Wahuwa ‘alaa kulli syai inqodiir.” 10x

Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. (HR Ahmad, At Tirmidzi) (10x)

“Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika. Wasyukrika wahusni ‘ibaadatika.”

Artinya: Ya Allah, tolong aku agar selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu. (HR Abu Dawud, Ahmad)

“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syai inqodiir.”

Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. (HR Abu Dawud)

“Subhaanallaah” 33x

“Alhamdulillah” 33x

“Allaahu akbar” 33x

 

3. Surat Al Quran yang Dapat Dibaca

Tidak hanya itu saja, kalian juga dapat membaca beberapa surat dalam Al Quran sebagai salah satu amalan setelah sholat subuh yang dapat dilakukan. Berikut ini beberapa surat dalam Al Quran tersebut:

  • Membaca Surat Al Fatihah
  • Membaca lima ayat pertama Surat Al Baqarah
  • Membaca ayat 255, 256, dan 257 Surat Al Baqarah
  • Membaca ayat 284 – 286 Surat Al Baqarah
  • Membaca Surat Al Ikhlas
  • Membaca Surat Al-Falaq
  • Membaca Surat An Naas

4. Sedekah di waktu subuh

Disebutkan dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 261:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Inilah janji Allah, bahwa ketika kamu bersedekah maka sejatinya hartamu tidak akan berkurang, melainkan Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat. Maka, sedekah saat subuh menjadi cara hebat untuk mengawali hari. Insyaa Allah bisa mengundang kebaikan di sepanjang harimu.

“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” – HR. Bukhari & Muslim

Hadits di atas adalah salah satu alasan kuat betapa sedekah di waktu subuh adalah amalan yang mulia. Selain doa dari malaikat, ada beberapa keutamaan lain yang insyaa Allah akan kita dapatkan ketika ikhlas merutinkan sedekah, salah satunya sedekah saat subuh.

Sedekah subuh sekarang bisa makin mudah via online, kapan saja dimana aja bisa klik : ZAKATKITA.ORG

5. Memulai Aktivitas

Dan yang terakhir yaitu dengan memulai aktivitas. Ya, setelah sholat subuh tidak baik bagi kita untuk tidur kembali. Bukan hanya tidak baik untuk kesehatan, namun juga dapat menghambat rejeki dari Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar tak tidur usai melaksanakan sholat subuh. Lebih baik usai subuh, aktivitas diisi dengan mengerjakan hal-hal bermanfaat yang dapat mendatangkan rezeki.

Dalam riwayat sahabat Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan Imam Thabrani, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Idza shalaytumul-fajra fala tanamuu ‘an thalabi arzuqakum.”

Artinya: “Ketika kalian sudah selesai melakukan sholat subuh, janganlah (mementingkan) tidur yang menjadi penyebab hilangnya rezekimu.”

Menurut Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir, kebiasaan Rasulullah SAW usai subuh dimulai dengan mencari rezeki. Yakni di waktu-waktu yang diberkahi. Setelah sholat subuh, Rasulullah berzikir dan beristighfar kemudian setelah matahari terbit, barulah Rasulullah berjalan keluar mencari rezeki.

Itulah 4 amalan setelah sholat subuh yang sebaiknya kita lakukan. Semoga dengan melakukan amalan setelah sholat subuh di atas, kita tidak hanya mendapatkan pahala serta rezeki saja dari Allah SWT, namun juga kesehatan tubuh.

Keutamaan Sholat Subuh yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Keutamaan Sholat Subuh yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Keutamaan sholat subuh begitu dahsyat dampaknya bagi kehidupan. Subuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,

“ Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat.  Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.

Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Untuk itu berikut beberapa keutamaan mengerjakan sholat subuh yang wajib kamu ketahui.

Keutamaan Sholat Subuh Wajib Diketahui

  1. Disaksikan Oleh Para Malaikat

Keutamaan sholat subuh yang pertama adalah orang yang melakukan shalat Subuh berjamaah di masjid akan disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan para malaikat yang bertugas di siang hari. Karena ketika waktu subuh tiba, bergantian para malaikat yang bertugas pada malam hari akan naik ke langit dan para malaikat yang bertugas pada siang hari turun ke bumi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka-, ‘Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka sholat,” (HR Bukhari)

 

  1. Mendapatkan Keutamaan Shalat Sepanjang Malam

“ Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

 

  1. Dilapangkan Rezeki

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “ Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

 

  1. Kunci Kemenangan

“ Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari) Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.

Tentara Mesir itu berkata, “ Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.’” Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

 

  1. Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya

“ Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).

 

  1. Salah Satu Penyebab Masuk Surga

Rasulullah saw bersabda :

“ Barang siapa yang mengerjakan sholat bardain (yaitu sholat subuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” ( HR. Bukhari no 574 dan Muslim no 635). Sholat subuh merupakan sholat bardain yang apabia dikerjakan maka akan mendapatkan surga dari Allah swt.

 

  1. Penghalang Masuk Neraka

Keutamaan sholat subuh berikutnya adalah merupakan salah satu penghalang masuk nya kita ke dalam neraka. Maka dari itu lakukanlah sholat subuh maupun sholat lainnya dengan hati ikhlas dan niat semata ibadah karena Allah swt. insyaAllah kita semua akan terhindar dari panasnya api neraka.

Nabi SAW bersabda: tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan sholat sebelum terbitnya matahari ( yaitu sholat subuh dan sholat sebelum tenggelamnya matahari yaitu sholat ashar. HR. Muslim no. 634).

 

  1. Sumber Cahaya di Hari Kiamat

Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan ” digulung” . Ibadahlah yang akan menerangi pelakunya.

 

  1. Berada dalam Jaminan Allah SWT

Rasulullah SAW memberi janji, bila shalat Subuh dikerjakan, maka Allah akan melindungi siapa pun yang mengerjakannya seharian penuh. Hadits yang diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa yang membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. (HR Muslim, at-Tirmizi dan Ibnu Majah).

 

  1. Mendapatkan Berkah dari Allah SWT

Keutamaan sholat subuh terutama apabila dilakukan secara berjamaah akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dikarenakan, dengan melaksanakan sholat subuh maka semua kegiatan manusia akan dilaksanakan pada waktu pagi hari, terlebih untuk aktivitas awajib dan juga dilaksanakan secara berjamaah seperti sholat subuh.

 

  1. Tidak Tergolong Orang Munafik

Manfaat sholat subuh bagi umatnya dapat menjadikan umatnya terhindar dari sifat-sifat munafik. Sholat subuh akan dapat menghindarkan kita dari penyakit kemunafikan tersebut, seperti yang telah dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:

“ Tidak ada Sholat yang lebih berat (dilakukan) bagi orang munafik daripada sholat Subuh dan juga sholat Isya. Seandainya mereka mengetahui (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan kemudian membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)

 

  1. Berpeluang Mendapatkan Pahala Haji Atau Umrah

Bagi umat Islam yang selalu menjalankan kewajiban menjalankan sholat subuh dan melakukan dzikir hingga terbitnya matahari, maka orang tersebut akan berpeluang mendapatkan pahala haji atau umrah bagi amalan ibadahnya. Dasar dari hal ini adalah keterangan dari Anasibn Malik Radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang bersabda:

“ Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)

 

  1. Kesempatan untuk Melaksanakan Sholat Sunah Subuh

Manfaat sholat subuh bagi umat Islam berikutnya dapat memiliki kesempatan untuk melakukan sholat sunah subuh ataupun sholat subuh berjamaah. Shalat sunat Subuh dua rakaat ini memiliki  kelebihan tersendiri yang telah disebutkan dalam hadits.

“ Dua rakaat (shalat sunah) Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim dari Ummul MukmininAisyah Radhiallahu ‘anha)

 

  1. Melihat Allah SWT pada Kiamat Nanti

Mereka yang menjaga shalat Subuh dan ashar, dijanjikan kelak di surga akan melihat Allah SWT. Hal ini akan menjadi ganjaran terbesar yang akan dikaruniakan Allah SWT kepada hamba-Nya.

Dari Jarir Bin Abdullah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu berkata, “ Kami pernah duduk bersama Nabi Muhammad  shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama tersebut, Maka, Nabi Muhammad bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak akan terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak untuk meninggalkan shalat sebelum terbitnya matahari dan juga sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!” (HR. Bukhari-Muslim)

Sedekah Subuh makin Mudah via Online

Klik saja : ZAKATKITA.ORG

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Cara Menghitung Zakat Penghasilan itu berdasarkan penghasilan bruto atau netto? Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa zakat penghasilan atau zakat profesi ( al mal al- mustafad ) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian professional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama orang/ lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan ( uang ) halal yang memenuhi nisab ( batas minimum untuk wajib zakat ). Contohnya adalah pejabat pemerintah, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, artis, selebgram, youtuber, dosen, guru dan sejenisnya.

Hukum zakat penghasilan ulama’ fiqh berbeda pendapat. Mayoritas ulama’ Madzhab empat tidak mewajibkan zakat penghasilan pada saat menerima kecuali sudah mencapai nisab dan setahun ( haul ). Namun para ulama’ mutaakhirin seperti Syekh Abdur rahman Hasan, Syeh Muhammad Abu Zahro, Syekh Abdul Wahhab Khallaf, Syekh Yusuf Al- Qardlowi, Syekh Wahbah Az- Zuhaili, hasil kajian majma’ fiqh dan fatwa MUI Nomor 3 tahun 2003 menegaskan bahwa : zakat penghasilan itu hukumnya Wajib.

Hal ini mengacu pada pendapat sebagian sahabat ( Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dam Mua’wiyah), Tabiin ( Az- Zuhri, Al- Hasan Al- Bashri, dan Makhul ) juga pendapat Umar bin Abdul Aziz dan beberapa ulam’ fiqh lainnya ( Al-fiqh al- Islam wa adillatu, 2/ 866 ).

Juga berdasarkan firman Allah SWT: “ … ambillah olehmu zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka ……( QS. Al- Taubah. 9:103 )

Jika kita mengikuti pendapat ulama’ yang mewajibkan zakat penghasilan, lalu bagaimana cara mengeluarkannaya. Dikeluarkan pengahsilan kotor ( Bruto ) atau penghasilan bersih ( Netto)? Baik sebelum itu simak dulu syarat seseorang berzakat dan Cara Mengeluarkan zakat penghasilan.

Syarat Seseorang Berzakat

Jika seseorang memenuhi syarat berikut ini maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat:

  1.  Islam
  2.  Merdeka
  3.  Berakal dan baligh
  4.  Hartanya memenuhi nisab

Cara Mengeluarkan Zakat Penghasilan

Dalam buku fiqh zakat karya Dr. Yusuf al-Qardlawi. Bab zakat profesi dan penghasilan, dijelaskan tentang cara mengeluarkan zakat penghasilan ada tiga cara, diantaranya:

Zakat Dihitung dari Penghasilan Bruto

Yaitu mengeluarkan zakat penghasilan kotor. Artinya, zakat penghasilan yang mencapai nisab 85 gram emas dalam jumlah setahun ( nisab menurut Prof. Dr. Yusuf al- Qardlowi ), dikeluarkan 2,5 % langsung ketika menerima sebelum dikurangi apapun. Jadi kalau dapat gaji atau honor dan penghasilan lainnya dalam sebulan mencapai 2 juta X 12 bulan = 24 juta, berarti dikeluarkan langsung 2,5% dari 2 juta tiap bulan= 50 ribu atau dibayar diakhir tahun = 600 ribu. Hal ini berdasarkan pendapat Az- Zuhri dan ‘ Auzai’, beliau menjelaskan : “ bila seorang memperoleh penghasilan dan ingin membelanjakan sebelum bulan wajib zakat  datang, maka hendaknya ia segera mengeluarkan zakat itu terlebih dahulu dari membelanjakannya “ ( ibnu Abi Syaibah, Al- mushannif. 4/ 30 ).

Dan juga menqiyaskan dengan beberapa harta zakat yang langsung dikeluarkan tanpa dikurangi apapun, seperti zakat ternak, emas perak, ma’dzan dan rikaz.

Zakat Setelah Dipotong Operasional Kerja

Yaitu setelah menerima penghasilan gaji atau honor, maka dipotong dahulu dengan biaya operasional kerja. Contonnya, seorang yang mendapat gaji 2 juta sebulan, dikurangi biaya  transport dan konsumsi harian di tempat kerja sebanyak Rp. 500 ribu. Sisa Rp. 1.500.000, maka zakatnya dikeluarkan 2,5 % dari Rp. 1.500.000,- yaitu Rp. 37.500,-.

Hal ini menganalogikan dengan zakat hasil bumi dan kurma serta sejenisnya. Bahwa biaya dikeluarkan lebih dahulu baru zakat dikeluarkan dari sisanya. Ini adalah pendapat ‘ Atho’ dan lainnya. Dari itu zakat hasil bumi ada perbedaan prosentase zakat antara yang diairi dengan hujan yaitu 10% dan melalui irigasi 5%.

Zakat Dihitung dari Penghasilan Netto atau Zakat bersih

Yaitu mengeluarkan zakat dari harta yang masih mencapai nisab setelah dikurangi untuk kebutuhan pokok sehari- hari, baik pangan, papan, hutang dan kebutuhan pokok lainnya untuk keperluan dirinya, keluarga dan yang menjadi tanggungannya. Jika penghasilan setelah dikurangi kebutuhan pokok masih mencapai nisab, maka wajib zakat. Tapi kalau tidak mencapai nisab maka tidak wajib zakat, karena dia bukan termasuk Muzakki ( orang yang wajib zakat ) bahkan menjadi mustahiq ( orang yang berhak menerima zakat ) karena sudah menjadi miskin dengan tidak cukupnya penghasilan terhadap kebutuhan pokok sehari- hari.

Hal ini berdasarkan hadist riwayat imam Al- bukhori dari Hakim bin Hizam bahwa Rasullah SAW bersabda “ … dan paling baiknya zakat itu dikeluarkan dari kelebihankebutuhan…”. ( lihat Dr. Yusuf Al- Qardlawi. Fiqh zakat. 486 ).

KESIMPULAN

Seorang yang mendapatkan penghasilan halal dan mencaoai nisab ( 85 gram emas ) wajib mengeluarkan zakat 2,5%. Boleh dikeluarkan setiap bulan atau akhir di akhir tahun. Sebaiknya zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor sebelum dikurangi kebutuhan yang lain. Ini lebih utama ( Afdhal ) karena khawatir ada harta yang wajib zakat tapi tidak dizakati, tentu akan mendapatkan azab Allah baik di dunia dan di akhirat. Juga penjelasan Ibnu Rusdy bahwa zakat itu Ta’bbudi ( pengabdian kepada Allah SWT ) bukan hanya hak mustahiq. Tapi ada juga sebagian ulama’ yang memperbolehksn sebelum dikeluarrkan zakat dikurangi dahulu biaya operasional kerja atau kebutuhan pokok sehari – hari.

Semoga dengan zakat, harta menjadi bersih, berkembang, berkah, bermanfaat dan menyelamatkan pemiliknya dari siksa Allah SWT, Amiin ya mujibassailin. Wallahu ‘Alam

Cara Menghitung Zakat Mudah Via Online

Banyak lembaga amil zakat yang menyediakan platform hitung zakat secara online, mudah, praktis dan insyaaAllah sesuai dengan syariat islam. Salah satunya Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat menyediakan platform kalkulator zakat, KLIK AJA : ZAKATKITA.ORG

Kajian Tematik Spesial Bersama Ustadz Salim A. Fillah

Kajian Tematik Spesial Bersama Ustadz Salim A. Fillah

Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, Nurul Hayat Zakat Kita menyelenggarakan kajian tematik spesial bulan kemerdekaan dengan tema: “Ibrah Pahlawan di Tengah Ujian”. Kajian spesial ini diisi oleh sosok yang spesial pula, beliau adalah Ustadz Salim A. Fillah, pengasuh majelis Jejak Nabi dan penulis buku-buku Islami best seller.

Kajian tematik spesial bulan kemerdekaan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui zoom. Alhamdulillah, 344 peserta tercatat mengikuti kajian ini dengan penuh khidmat.

Acara  dimulai pukul 13.00 WIB. Sebagai pemandu jalannya acara, adalah Rifai Hatala. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh ananda Fazli Mawla Pasha, yang merupakan santri SMA Khairunnas, Nurul Hayat. Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran,  Rifai Hatala selaku MC mengenalkan profil Ustadz Salim A. Fillah sekaligus menyapa beliau.

Kajian tematik spesial

Sampailah kemudian pada puncak acara yaitu pemaparan kajian tematik “Ibrah Pahlawan di Tengah Ujian”. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Salim A. Fillah banyak memaparkan kisah-kisah perjuangan para pahlawan  dan para ulama. Kisah-kisah yang sangat menarik, yang menyimpan banyak hikmah untuk kita semua. Pemaparan materi  dari Ustadz Salim A. Fillah ini berjalan kurang lebih selama satu jam.

Kajian tematik spesial

Setelah pemaparan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pertanyaan-pertanyaan dari para peserta yang masuk di kolom chat. Tanpa menunggu lama, Ustadz Salim A. Fillah pun langsung merespon pertanyaan-pertanyaan dari para peserta tersebut.

Sekira pukul 14.30 WIB, acara telah sampai pada bagian akhir. Sebelum acara ditutup, Ustadz Salim A. Fillah menyampaikan kesimpulan dari kajian dan kemudian memimpin doa.

Terima kasih, kami ucapkan kepada semua sahabat sejuk yang telah mengikuti kajian tematik spesial bulan kemerdekaan “Ibrah Pahlawan di Tengah Ujian” ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan dari kajian ini dapat bermanfaat untuk kehidupan kita. Semoga pula, hikmah dan keteladanan dari para pahlawan, dapat menjadi bekal bagi kita semua untuk menghadapi masa yang penuh dengan ujian ini. Amiin ya Rabbal Alamiin..

Copyright © 2001-2023 Yayasan Yay. Nurul Hayat Surabaya