Berbagi Kemanfaatan Kepada Ibu-Ibu Tukang Sapu

Berbagi Kemanfaatan Kepada Ibu-Ibu Tukang Sapu

Berbagi Kemanfaatan Kepada Ibu-Ibu Tukang Sapu – Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat Madiun kembali berbagi kemanfaatan. Kali ini Laznas Nurul Hayat Madiun berbagi paket beras kepada ibu-ibu tukang sapu fasum Kota Madiun yang tergabung dalam Majelis Taklim Ibu-Ibu Tukang Sapu (Mata Buku).

Acara serah terima bantuan beras ini dihadiri langsung oleh Ibu Yuni Setyowati Maidi (Ibu Walikota Madiun) yang juga merupakan ketua Penggerak PKK Kota Madiun. Raut bahagia langsung terlihat dari wajah ibu-ibu tukang sapu yang menerima paket beras dari Laznas Nurul Hayat Madiun ini. Rupin, selaku koordinator acara menuturkan, dengan adanya program bagi beras ini, diharapkan dapat sedikit membantu para tukang sapu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Nurul Hayat dan Penggerak PKK Kota Madiun sendiri, sudah lebih dari satu tahun ini menjalin kerja sama dalam kegiatan sosial. Salah satunya adalah Majelis Taklim Ibu-Ibu Tukang Sapu (Mata Buku). Majelis Taklim Ibu-Ibu Tukang Sapu (Mata buku) merupakan kelompok kajian yang diikuti oleh para ibu yang berprofesi sebagai tukang sapu fasum Kota Madiun. Selain belajar agama secara rutin, tiap pekan para ibu ini juga mengadakan Jumat berkah, yaitu berbagai nasi kepada para dhuafa dan para kuli panggul.

“Kami ucapkan terima kasih sekali atas kerjasama dari Laznas Nurul Hayat Madiun. Kerja sama yang sangat baik ini semoga selalu terjalin, demi mewujudkan Kota Madiun yang semakin maju,” ungkap Ibu Yuni Setyowati Maidi.

Tak lupa kami juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang senantiasa mendukung berbagai program kemanfaatan Laznas Nurul Hayat. Semoga apa yang telah kita berikan, mendapatkan sebaik-baiknya balasan. Amiiin ya Rabbal Alamiin..

Berbagi Beras Untuk Ojol

Berbagi Beras Untuk Ojol

Berbagi Beras Untuk Ojol – Yayasan Nurul Hayat Madiun yang beralamat di Jln. Kapten Tendean no 28 A, Sogaten, Sidorejo, Madiun, pada Selasa (19/10/2021) pukul 09.00 WIB membagikan 60 paket sembako. Pembagian paket sembako ini berlangsung di  kantor Yayasan Nurul Hayat Madiun. Pada kesempatan tersebut, sembako dibagikan kepada para driver ojol. Masing-masing driver ojol mendapatkan sembako berupa 5 Kg beras.

Alhamdulillah, pada hari itu, dua komunitas ojol yaitu Rosalia Indah dan Amanda Madiun mendapatkan pembagian sembako dari Yayasan Nurul Hayat. Khoirul Rohman selaku Branch Manager Yayasan Nurul Hayat cabang Madiun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah wujud kepedulian kita kepada para driver ojol di kota Madiun. “Semoga apa yang bisa kami berikan hari ini bisa memberikan manfaat, meski tidak seberapa nilainya,” ujar Khoirul di saat membagikan sembako kepada para driver.

Dalam kondisi sulit saat ini kepedulian terhadap para driver ojol memang sangat dibutuhkan sebagai bagian dari implementasi sosial kemasyarakatan. Alhamdulillah kegiatan ini disambut positif oleh para driver ojol di Kota Madiun. Mereka merasa sangat bersyukur dan bahagia setelah mendapatkan bantuan sembako dari Yayasan Nurul Hayat. Setidaknya bantuan ini mampu sedikit membantu meringankan kebutuhan pokok sehari-hari para driver.

“Terima kasih banyak atas bantuan dan perhatian dari Yayasan Nurul Hayat kepada kami para driver ojol Madiun. Semoga berkah dan barokah,” ujar Ruth, driver lady dari komunitas ojol Rosalia Indah Madiun.

Pembagian sembako oleh Yayasan Nurul Hayat ini merupakan salah satu dari kegiatan sosial yang memang kontinyu dilaksanakan. Kegiatan sosial yang dilaksanakan tak hanya berbagi sembako tapi juga banyak program-program lain yang diberikan kepada yatim piatu, kaum dhuafa dan sebagainya.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua sahabat sejuk yang telah mendukung gerak kemanfaatan Yayasan Nurul Hayat Madiun, khususnya dalam program sembako untuk ojol ini. Semoga segala ikhtiar kebaikan kita, bernilai kebaikan di sisi Allah Subhanahu  Wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional di Indonesia

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional di Indonesia

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional yang ada di Indonesia saat ini sudah semakin banyak. Tercatat ada 27 Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala Nasional yang sudah resmi disahkan oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Zakat, berikut daftar Lembaga Amil Zakat Nasional:

1 NAMA LAZ LAZ Rumah Zakat Indonesia
Alamat Jl. Turangga No.25 C. Bandung, Jawa Barat
Telepon (022) 733-2407 / (022) 733-2408 / (022) 731-7400
Email welcome@rumahzakat.org
No. Rekomendasi 235/BP/BAZNAS/VI/2015
008/HVR/SDP/BAZNAS/VI/2015
Tanggal 29 Juni 2015
2 NAMA LAZ LAZ Daarut Tauhid
Alamat Jl. Geger Kalong Girang No. 32 Bandung, Jawa Barat
Telepon (022) 202-1861
Email info@dtpeduli.org
No. Rekomendasi 096/BP/BAZNAS/II/2016
004/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 01 Juli 2015
3 NAMA LAZ LAZ Baitul Maal Hidayatullah
Alamat Graha BMH, Kalibata Office Park Blok H,
Jl. Raya Pasar Minggu No. 21, Kalibata Selatan, Jakarta
Telepon (021) 797-5770 / (021) 797-5771
Email cs.jakarta@bmh.or.id / sekretariat@bmh.or.id
No. Rekomendasi 237/BP/BAZNAS/VII/2015
010/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2015Tanggal 15 Juli 2015
4 NAMA LAZ LAZ Dompet Dhuafa Republika
Alamat Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok C 28–29
Jl. Ir. H. Juanda No.50, Ciputat – 15419 Ciputat, Tangerang Selatan
Telepon (021) 741-6050
Email layandonatur@dompetdhuafa.org / corporatesecretary@dompetdhuafa.org
No. Rekomendasi 339/BP/BAZNAS/X/2015
014/HVR/SDP/BAZNAS/X/2015
Tanggal 27 Oktober 2015
5 NAMA LAZ LAZ Nurul Hayat
Alamat Perum IKIP Gunung Anyar B-48, Surabaya
Telepon (031) 878-3344 / (031) 879-4733 (bag.humas)
Email humas.nurulhayat@gmail.com / salam@nurulhayat.org
No. Rekomendasi 004/HVR/SDP/BAZNAS/IV/2015
Tanggal 17 April 2015
6 NAMA LAZ LAZ Inisiatif Zakat Indonesia
Alamat Jl Raya Condet No 54 D-E Batu Ampar Jakarta Timur 13520
Telepon (021) 8778-7325
Email salam@izi.or.id
No. Rekomendasi 005/HVR/SDP/BAZNAS/VI/2015
Tanggal 04 Juni 2015
7 NAMA LAZ LAZ Yatim Mandiri Surabaya
Alamat Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya
Telepon (031) 828-3488
Email info@yatimmandiri.org
No. Rekomendasi 006/BP/BAZNAS/I/2016
002/HVR/SDP/BAZNAS/I/2016
Tanggal 06 Januari 2016
8 NAMA LAZ LAZ Lembaga Manajemen Infak Ukhuwah Islamiyah
Alamat Gedung SEHATi Lt. 3 Jl. Barata Jaya Gg XXII No. 20 Surabaya
Telepon (031) 505-3883 / 0822-3000-0909 (WA Layanan)
Email info@lmizakat.org
No. Rekomendasi 007/BP/BAZNAS/I/2016
001/HVR/SDP/BAZNAS/I/2016
Tanggal 06 Januari 2016
9 NAMA LAZ LAZ Dana Sosial Al Falah Surabaya
Alamat Jl. Kertajaya 8C/17, Surabaya
Telepon (031) 505-6650
Email info@ydsf.org
No. Rekomendasi 095/BP/BAZNAS/II/2016
003/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 18 Februari 2016
10 NAMA LAZ LAZ Pesantren Islam Al-Azhar
Alamat Komplek Masjid Al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru
Jl. RS Fatmawati No. 27, Kel. Gandaria, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan
Telepon (021) 722-1504 / (021) 2904-5219
Email info@alazharpeduli.com
No. Rekomendasi 097/BP/BAZNAS/II/2016
005/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 18 Februari 2016
11 NAMA LAZ LAZ Baitulmaal Muamalat
Alamat Ruko Mitra Matraman Blok A1, Jakarta
Jl. Matraman Raya No. 27, Jakarta
Telepon (021) 8591-8138 / (021) 8591-8139
Email office@baitulmaalmuamalat.org
No. Rekomendasi 107/BP/BAZNAS/II/2016
007/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 23 Februari 2016
12 NAMA LAZ LAZ Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Nahdatul Ulama (LAZIS NU)
Alamat Gedung PBNU Lt. 2 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat
Telepon (021) 310-2913
Email email@nucare.id / nucarepusat@gmail.com
No. Rekomendasi 095/PH/BAZNAS/V/2016
002/HVR/SDP/BAZNAS/V/2016
Tanggal 25 Mei 2016
13 NAMA LAZ LAZ Global Zakat
Alamat Menara 165 Office Tower 11th Floor.
Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan 12560
Telepon ( 021) 2940-6565
Email info@act.id
No. Rekomendasi 187/PH/BAZNAS/VII/2016
017/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2016
Tanggal 26 Juli 2016
14 NAMA LAZ LAZ Muhammadiyah
Alamat Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah,
Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat 10340
Telepon (021) 315-0400 / Call center 0856-1626-222
Email info@lazismu.org
No. Rekomendasi 218/PH/BAZNAS/VIII/2016
020/HVR/SDP/BAZNAS/VIII/2016
Tanggal 26 Agustus 2016
15 NAMA LAZ LAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
Alamat Gedung Menara Dakwah,
Jl. Kramat Raya No. 45, Kramat, Senen, Jakarta Pusat 10450
Telepon (021) 3190-1233 / (021) 3190-1281
Email info@lazisdewandakwah.co / info@laznasdewandakwah.or.id
No. Rekomendasi 228/PH/BAZNAS/IX/2016
021/HVR/SDP/BAZNAS/IX/2016
Tanggal 01 September 2016
16 NAMA LAZ LAZ Perkumpulan Persatuan Islam
Alamat Jl. Perintis Kemerdekaan No. 2-4, Bandung, Jawa Barat
Telepon 62-22-421 7436
Email info@pzu.or.id /  pzu.pusat@gmail.com
No. Rekomendasi 349/PH/BAZNAS/X/2016
025/HVR/SDP/BAZNAS/X/2016
Tanggal 26 Oktober 2016
17 NAMA LAZ Yayasan Rumah Yatim Ar-Rohman Indonesia
Alamat Jl. Terusan Jakarta No. 212 Antapani, Bandung
Telepon (022) 217-014
Email info@rumah-yatim.org
No. Rekomendasi 025/DPRDN/BAZNAS/II/2017
053/ANG/Ver.Rekomendasi/BAZNAS/II/2017
Tgl. 17 februari 2017
18 NAMA LAZ LAZ Yayasan Kesejahteraan Madani
Alamat Jl. Teluk Kumai No.51 Komp. AL Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telepon (021) 782-8017
Email welcome@yakesma.org / sahab.ku@gmail.com
No. Rekomendasi 089/SET.BAZNAS/01.02/VIII/2017 Tanggal 14 Agustus 2017
389/HVR/SDP/BAZNAS/VIII/2017 Tanggal 14 Agustus 2017
19 NAMA LAZ LAZ Yayasan Griya Yatim & Dhuafa
Alamat Jl. Rawa Buntu Utara Blok Y No. 3, Sektor 1.2 BSD City, Tangerang Selatan, Banten
Telepon (021) 538-1775
Email griyayatimdhuafa@gmail.com /  info@griyayatim.com
No. Rekomendasi 246/Set.BAZNAS/KP.02/12/2017
630/HVR/SDP/BAZNAS/XII/2017
Tanggal 22 Desember 2017
20 NAMA LAZ LAZ Yayasan Daarul Qur’an Nusantara (PPPA)
Alamat Kawasan Bisnis CBD Cileduk Blok A3 No. 21,
Jl. HOS Cokroaminoto, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten 15157
Telepon (021) 7344-4858
Email sekretariat@pppa.id / layanan@pppa.id
No. Rekomendasi 231/HVR/SDP/BAZNAS/III/2018
Tanggal 01 Maret 2018
21 NAMA LAZ LAZ Yayasan Baitul Ummah Banten
Alamat Jl. Raya Munjul – Panimbang KM 1.5
Desa Munjul Kecamatan Munjul Kab. Pandeglang – 42276
Telepon
Email bantenfound@gmail.com
No. Rekomendasi 79/Set.BAZNAS/IV/2018
305/HVR/SDP/BAZNAS/IV/2018
Tanggal 11 April 2018
22 NAMA LAZ LAZ Yayasan Pusat Peradaban Islam (AQL)
Alamat Jl. Tebet Utara 1 No 40 , Jakarta Selatan 12810
Telepon
Email info@divitherapy.com
No. Rekomendasi B.250/Set.BAZNAS/X/2018
691/HVR/SDP/BAZNAS/X/2018
Tanggal 22 Oktober 2018
23 NAMA LAZ LAZ Yayasan Mizan Amanah
Alamat Jl. Ulujami Raya No 111, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Telepon
Email info@mizanamanah.or.id
No. Rekomendasi B.225/Set.BAZNAS/X?2018
704/HVR/SDP/BAZNAS/X/2018
Tanggal 31 Oktober 2018
24 NAMA LAZ LAZ Panti Yatim Indonesia Al Fajr
Alamat Jl. Pasundan No. 26, Kel. Pungkur, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat
Telepon (022) 540-1334
Email mail@pantiyatim.or.id
No. Rekomendasi B.003/Set.BAZNAS/I/2019
016/HVR/SDP/BAZNAS/I/2018
Tanggal 09 Januari 2019
25 NAMA LAZ LAZ Wahdah Islamiyah
Alamat Jl. Antang Raya No. 48, Antang, Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Telepon
Email  layanan@wiz.or.id
No. Rekomendasi B.018/Set.BAZNAS/II/2019
189/HVR/ANG/BAZNAS/II/2019
Tanggal 20 Februari 2019
26 NAMA LAZ LAZ Yayasan Hadji Kalla
Alamat Wisma Kalla Bulding Lt. 14.
Jl. Dr. Sam Ratulangi Nomor 08 Makassar
Telepon (0411) 870111
Email yayasankalla@kallagroup.co.id
No. Rekomendasi B.290/Set.BAZNAS/VII/2019
385/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2019
Tanggal 23 Juli 2019
27 NAMA LAZ LAZ Djalaludin Pane Foundation (DPF)
Alamat Jl. Setia Budi No.123 Tanjung Sari, Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara
Jl. Pulo Macan V no. 47/49 Tomang Jakarta Barat – 11440 (Kantor Administrasi)
Telepon (021) 566-8761 (Kantor)
Email  Info@djalaluddinpane.org
No. Rekomendasi B.794/Set.BAZNAS/III/2020
326-01/ANG/BAZNAS/III/2020
Tanggal 04 Maret 2020

Baca Juga: Cara menghitung zakat Mal

Ingin berzakat dengan lembaga zakat terpercaya? Mari berzakat bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat. Caranya cukup mudah tinggal klik button berikut:

klik zakatkitaorg

Nurul Hayat Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesia Fundraising Award 2021

Nurul Hayat Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesia Fundraising Award 2021

Indonesia Fundraising Award 2021 – Alhamdulillah, Laznas Nurul Hayat kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan tersebut datang melalui Ahmad Rifai Hatala, Direktur Penghimpunan Zakat Infak dan Sedekah Laznas Nurul Hayat, yang terpilih sebagai Fundraiser terbaik  dalam ajang Indonesia Fundraising Award 2021.

Indonesia Fundraising Award 2021 ini sendiri diadakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI) dan digelar pada tanggal 4 November 2021, di Hotel Arosa, Jakarta. Acara ini digelar untuk mengapresiasi lembaga-lembaga yang telah berkiprah dalam bidang sosial kemanusiaan. Arlina F. Saliman, Direktur IFI menuturkan, bahwa lembaga-lembaga yang telah berkiprah dalam bidang sosial kemanusiaan ini harus diapresiasi, karena telah menggerakkan kepercayaan publik untuk terus berbagi kepada sesama.

Dalam Indonesia Fundraising Award 2021 ini, sebanyak 29 kategori nominasi dianugerahkan kepada berbagai lembaga dan tokoh. Kategori-kategori tersebut dinilai oleh para dewan juri yang terdiri dari Ahmad Juwani selaku Direktur KNKS, Arlina F. Saliman selaku Direktur IFI, dan  Agus Budiyanto selaku Direktur Eksekutif Forum Zakat.

Penghargaan untuk Ahmad Rifai Hatala, diserahkan langsung oleh Arlina F. Saliman, selaku Direktur IFI. Pada sambutannya, Ahmad Rifai Hatala mengaku sangat berterima kasih atas penghargaan yang diraihnya tersebut. Baginya penghargaan tersebut merupakan amanah yang sangat besar. “Mohon izin, tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk seluruh teman-teman di Laznas Nurul Hayat dan fundraiser di seluruh Indonesia yang telah mendakwahkan zakat. Ini penghargaan untuk kita semua. Kalaupun hari ini nama saya yang tercatat di sini, ini hanya mewakili teman-teman semua. Kalau hari ini tampil teman-teman program, jangan khawatir karena ada penghargaan juga untuk teman-teman semua. Dan yang kita harapkan tentu saja, penghargaan kelak dari Allah ta’ala,” tutur Ahmad Rifai Hatala.

Terima kasih atas doa dan dukungan sahabat sejuk di manapun berada. Semoga kami bisa menjaga amanah ini dengan niat karena Allah ta’ala semata. Dan semoga penghargaan ini menjadi pelecut bagi kami, untuk terus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Sejarah Zakat di Indonesia Awal Mula Terbentuknya

Sejarah Zakat di Indonesia Awal Mula Terbentuknya

Sejarah Zakat di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak kedatangan Islam di Nusantara pada awal abad ke 7 M1), meskipun kesadaran masyarakat Islam terhadap zakat pada waktu itu ternyata masih menganggap zakat tidak sepenting shalat dan puasa. Padahal walaupun tidak menjadi aktivitas prioritas, kolonialis Belanda menganggap bahwa seluruh ajaran Islam termasuk zakat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Belanda kesulitan menjajah Indonesia khususnya di Aceh sebagai pintu masuk.

Pada masa kekuasaan kerajaan Aceh, kantor pembayaran zakat berlangsung di masjid-masjid. Imam dan penghulu ditugaskan untuk memimpin kegiatan keagamaan dan mengelola keuangan masjid yang bersumber dari zakat, infaq, dan wakaf.

Sejarah zakat di indonesia

Pada masa penjajahan, zakat berperan menjadi sumber dana bagi perjuangan kemerdekaan. Setelah tahu manfaat dan kegunaan zakat seperti itu, Pemerintah Hindia Belanda melemahkan sumber keuangan perjuangan dengan melarang semua pegawai, priyayi, dan masyarakat pribumi mengeluarkan zakat harta mereka.

Atas hal tersebut, Pemerintah Belanda melalui kebijakannya Bijblad Nomor 1892 tahun 1866 dan Bijblad 6200 tahun 1905 melarang petugas keagamaan, pegawai pemerintah dari kepala desa sampai bupati, termasuk priayi pribumi ikut serta dalam pengumpulan zakat. Peraturan tersebut mengakibatkan penduduk di bebe-rapa tempat enggan mengeluarkan zakat atau tidak memberikannya kepada peng-hulu dan naib sebagai amil resmi waktu itu, melainkan kepada ahli agama yang dihormati, yaitu kiyai atau guru mengaji.

Ketika terdapat tradisi zakat dikelola secara individual oleh umat Islam. K.H. Ahmad Dahlan sebagai pemimpin Muhammadiyah mengambil langkah mengorganisir pe-ngumpulan zakat di kalangan anggotanya.

Menjelang kemerdekaan, praktek pengelolaan zakat juga pernah dilakukan oleh umat Islam ketika Majlis Islam ‘Ala Indonesia (MIAI), pada tahun 1943, membentuk Baitul Maal untuk mengorganisasikan pengelolaan zakat secara terkoordinasi. Badan ini dikepalai oleh Ketua MIAI sendiri, Windoamiseno dengan anggota komite yang berjumlah 5 orang, yaitu Mr. Kasman Singodimedjo, S.M. Kartosuwirjo, Moh. Safei, K. Taufiqurrachman, dan Anwar Tjokroaminoto.

Baca Juga: Cara Menghitung zakat Mal

Dalam waktu singkat, Baitul Maal telah berhasil didirikan di 35 kabupaten dari 67 kabupaten yang ada di Jawa pada saat itu. Tetapi kemajuan ini menyebabkan Jepang khawatir akan munculnya gerakan anti-Jepang. Maka, pada 24 Oktober 1943, Jepang memaksa MIAI untuk membubarkan diri. Praktis sejak saat itu tidak ditemukan lagi lembaga pengelola zakat yang eksis.

Sejarah Zakat di Indonesia Pasca Merdeka

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1968 pemerintah ikut membantu pemungutan dan pendayagunaan zakat. Ini ditandai dengan dikeluarkannya peraturan Menag No.4 dan 5/1968, yakni tentang pembentukan Badan Amil Zakat. Bahkan pada tanggal 20 Oktober 1968 mengeluarkan anjuran untuk menghimpun zakat secara teratur dan terorganisasi.

Namun demikian pernyataan tersebut tidak ada tindaklanjut, yang tinggal hanya teranulirnya pelaksanaan Peraturan Menteri Agama terkait dengan zakat dan baitul maal tersebut. Penganuliran Peraturan Menteri Agama No. 5 Tahun 1968 semakin jelas dengan lahirnya Instruksi Menteri Agama No 1 Tahun 1969, yang menyatakan pelaksanaan Peraturan Menteri Agama No 4 dan No 5 Tahun 1968 ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dengan latar belakang tanggapan atas pidato Presiden Soeharto 26 Oktober 1968, 11 orang alim ulama di ibukota yang dihadiri antara lain oleh Buya Hamka menge-luarkan rekomendasi perlunya membentuk lembaga zakat ditingkat wilayah yang kemudian direspon dengan pembentukan BAZIS DKI Jakarta melalui keputusan Gubernur Ali Sadikin No. Cb-14/8/18/68 tentang pembentukan Badan Amil Zakat berdasarkan syariat Islam tanggal 5 Desember 1968.

Baca Juga: Sejarah Zakat di Masa Nabi Muhammad

Pada tahun 1969 pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 44 tahun 1969 tentang Pembentukan Panitia Penggunaan Uang Zakat yang diketuai Menko Kesra Dr. KH. Idham Chalid. Perkembangan selanjutnya di lingkungan pegawai kemente-rian/lembaga/BUMN dibentuk pengelola zakat dibawah koordinasi badan kero-hanian Islam setempat.

Keberadaan pengelola zakat semi-pemerintah secara nasional dikukuhkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. 29 dan No. 47 Tahun 1991 tentang Pembinaan BAZIS yang diterbitkan oleh Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri setelah melalui Musyawarah Nasional MUI IV tahun 1990. Langkah tersebut juga diikuti dengan dikeluarkan juga Instruksi Men-teri Agama No. 5 Tahun 1991 tentang Pembinaan Teknis BAZIS sebagai aturan pelaksanaannya.

Baru pada tahun 1999, pemerintah melahirkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam Undang-Undang tersebut diakui adanya dua jenis organisasi pengelola zakat yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk oleh masyarakat dan dikukuhkan oleh pemerintah. BAZ terdiri dari BAZNAS pusat, BAZNAS Propinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota.

Sebagai implementasi UU Nomor 38 Tahun 1999 dibentuk Badan Amil Zakat Na-sional (BAZNAS) dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2001. Dalam Surat Keputusan ini disebutkan tugas dan fungsi BAZNAS yaitu untuk melakukan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Langkah awal adalah mengupayakan memudahkan pelayanan, BAZNAS menerbitkan nomor pokok wajib zakat (NPWZ) dan bukti setor zakat (BSZ) dan bekerjasama dengan perbankan dengan membuka rekening penerimaan dengan nomor unik yaitu berakhiran 555 untuk zakat dan 777 untuk infak. Dengan dibantu oleh Kementerian Agama, BAZNAS menyurati lembaga pemerintah serta luar negeri untuk membayar zakat ke BAZNAS.

Pada tanggal 27 oktober 2011, pemerintah dan DPR RI menyetujui undang-undang pengelolaan zakat pengganti undang-undang nomor 38 tahun 1999 yang kemudian diundangan sebagai UU Nomor 23 tahun 2011 pada tanggal 25 November 2011. UU ini menetapkan bahwa pengelolaan zakat bertujuan (1) meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat dan (2) meningkatkan manfaat zakat untuk  mewujudkan kesejahteraaab masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. UU mengatur bahwa kelembagaan pengelola zakat harus terintegrasi dengan BAZNAS sebagai coordinator seluruh pengelola zakat, baik BAZNAS Provinsi, BAZNAS kabupaten/Kota maupun LAZ.

Kemudian dengan izin Allah LAZ Nurul Hayat mendapat izin sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional pertama di Indonesia pada tahun 2011.  Kemudian disusul oleh LAZ yang lainnya untuk membantu memeratakan pengelolaan zakat di Nusantara.

Sekarang bayar zakat makin mudah bisa via online saja, caranya cukup klik zakatkita.org

klik zakatkitaorg

Sejarah Zakat Pada Masa Nabi Muhammad

Sejarah Zakat Pada Masa Nabi Muhammad

Sejarah zakat pertama turun ketika Nabi hijrah ke Madinah. Waktu di Makkah, umat muslim yang memiliki kemampuan harta dianjurkan untuk bersedekah dan memerdekakan para budak. Namun, belum ada sistem atau lembaga yang mengelola kewajiban berzakat. Pun termasuk pada saat hijrah, umat muslim tidak membawa banyak harta dan aset kekayaan yang mereka miliki (kecuali Usman bin Affan). Namun, setelah setahun membangun ketahanan ekonomi, barulah Rasulullah mengumumkan wajib zakat.

Keahlian orang-orang muhajirin adalah berdagang. Pada suatu hari, Sa’ad bin Ar-Rabi’ menawarkan hartanya kepada Abdurrahman bin Auf, tetapi Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Di sanalah ia mulai berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak lama, berkat kecakapannya berdagang, ia menjadi kaya kembali. Bahkan, sudah mempunyai kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa dagangannya.

Orang-orang Makkah yang ahli dalam perdagangan ini diungkapkan dalam Alqur’an pada ayat-ayat yang mengandung kata-kata tijarah: ”Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat). (QS An-Nur:37)

Sejarah Zakat Awal Mula Disyariatkan

Sejarah zakat

Awal mulanya ayat-ayat Alqur’an yang berisikan tentang zakat ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Makkah. Perintah tersebut pada awalnya masih sekedar sebagai anjuran, sebagaimana wahyu Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 39: ”Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)”.

Namun menurut pendapat mayoritas ulama, zakat mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah. Di tahun tersebut zakat fitrah diwajibkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal diwajibkan pada bulan berikutnya, Syawal. Jadi, mula-mula diwajibkan zakat fitrah kemudian zakat mal atau kekayaan. Tahun ke-2 Hijriah ini Rasulullah mulai menerapkan sistem zakat secara lembaga.

Ayat berkaitan zakat juga tercantum pada surat Al-Mu’minun ayat 4: ”Dan orang yang menunaikan zakat”. Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan zakat dalam ayat di atas adalah zakat mal atau kekayaan meskipun ayat itu turun di Makkah. Padahal, zakat itu sendiri diwajibkan di Madinah pada tahun ke-2 Hijriah. Fakta ini menunjukkan bahwa kewajiban zakat pertama kali diturunkan saat Nabi SAW menetap di Makkah, sedangkan ketentuan nisabnya mulai ditetapkan setelah Beliau hijrah ke Madinah.

Baca Juga: Cara Menghitung Zakat Mal

Setelah hijrah ke Madinah, Nabi SAW menerima wahyu berikut ini, ‘‘Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Baqarah: 110). Berbeda dengan ayat sebelumnya, kewajiban zakat dalam ayat ini diungkapkan sebagai sebuah perintah, dan bukan sekedar anjuran.

Menjelang tahun ke-2 Hijriah, Rasulullah SAW telah memberi batasan mengenai aturan-aturan dasar, bentuk-bentuk harta yang wajib dizakati, siapa yang harus membayar zakat, dan siapa yang berhak menerima zakat. Dan, sejak saat itu zakat telah berkembang dari sebuah praktik sukarela menjadi kewajiban sosial keagamaan yang dilembagakan yang diharapkan dipenuhi oleh setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab, jumlah minimum kekayaan yang wajib dizakati.

Sejarah Pengelolaan Zakat di Madinah

Tahun kedua di Madinah, kondisi perekonomian umat muslim sudah jauh lebih baik. Kaum Muhajirin sudah mulai memiliki ketahanan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah memberikan kebijakan wajib zakat. Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal untuk menjadi Qadhi dan amil zakat di Yaman. Nabi Muhammad memberikan nasehat kepada Mu’adz untuk menyampaikan kepada ahli kitab beberapa hal, di antaranya adalah kewajiban berzakat dengan kalimat: Sampaikan bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada harta benda meraka, yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin yang ada di antara mereka.”

Rasulullah juga pernah mengangkat dan menginstruksikan kepada beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab dan Ibn Qais ‘Ubadah Ibn Shamit sebagai amil zakat di tingkat daerah. Sebagai kepala negara, perintah Rasul langsung dijalankan oleh seluruh umat muslim dengan sigap.

Setelah mengutus para sahabat sebagai Amil, Rasulullah mensosialisasikan aturan-aturan dasar, bentuk harta yang wajib dizakatkan, siapa saja yang harus membayar zakat, serta siapa saja yang menerima zakat kepada penduduk Madinah dan daerah sekitarnya.

Zakat yang diterapkan Nabi Muhammad mengalami perubahan sifat. Saat di Makkah, zakat dilakukan hanya bersifat sukarela. Setelah hijrah, zakat menjadi kewajiban sosial yang dilembagakan, dan harus dipenuhi oleh setiap muslim yang memiliki harta telah mencapai nisab, atau jumlah minimum kekayaan yang dimiliki untuk membayar zakat.

Adapun ketentuan zakat telah ditentukan perhitungannya. Untuk zakat fitrah, umat muslim wajib membayar dengan makanan pokok seberat 3,5 kg. Sedangkan zakat mal sebesar 2,5% dari total kekayaan, apabila harta telah mencapai nisab atau batas kekayaan minimal. Namun, pada jenis kekayaan tertentu, seperti pertanian, peternakan, atau barang temuan, nisab zakat memiliki nominal yang berbeda.

Baca Juga: Tata-tata Cara Zakat Fitrah

Dalam sejarah pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad, amil dipilih adalah mereka yang amanah, jujur, dan akuntabel. Zakat yang disalurkan, jumlahnya sesuai dengan zakat yang masuk ke dalam baitul mal. Namun, karena pada awal kali memulai pengambilan zakat pencatatan belum dilakukan secara rinci, penggunaan dana zakat langsung disalurkan kepada golongan mustahiq.

Baca Juga: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Sejak sistem pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad di Madinah, dilakukan secara optimal, perekenomian di dalam negara menjadi lebih stabil. Gap antara orang kaya dan orang miskin semakin tipis. Tingkat kriminalitas pencurian atau perampokan di dalam Madinah juga sangat kecil. Zakat mampu membawa kedamaian dalam bersosial di Madinah saat itu.

Amil Zakat di Zaman Rasulullah

Dalam sejarah zakat, Rasulullah juga membentuk amil zakat, atau pengurus yang mengelola zakat. Serta membangun Baitul Mal sebagai tempat pengelolaan zakat. Amil, sebagai pegawai baitul mal, dibentuk memiliki pembagian tugas. Yaitu terdiri dari Katabah atau petugas yang mencatat para wajib zakat. Hasabah adalah petugas yang menaksir dan menghitung zakat. Jubah adalah petugas yang menarik atau mengambil zakat dari Muzakki. Khazanah berperan sebagai petugas yang menghimpun dan memeliharan harta zakat. Serta Qasamah adalah petugas yang menyalurkan zakat kepada mustahiq.

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi dan Zubair bin Bakkar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Nafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Shalih At Tammar dari Az Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari ‘Attab bin Usaid berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menghitung takaran buah atau anggur yang ada di pohon milik orang-orang.” (HR Abu Abdullah Muhammad ibn Yazid Abdullah ibn Majah Al-Quzwaini).

Selain berfungsi sebagai tempat menerima zakat, baitul mal yang didirikan memiliki sifat produktif. Baitul mal juga menerima dana pajak yang dipungut dari penduduk non muslim yang tinggal di Madinah dan sekitarnya, serta sebagian dari harta rampasan perang, untuk digunakan sebagai modal pemberdayaan masyarakat.

Selain di Baitul Mal, dana zakat juga dikelola langsung oleh amil di masing-masing daerah. Yusuf Al Qardawi menjelaskan bahwa Rasulullah telah mengutus lebih dari 25 amil ke seluruh pelosok Negara, dengan membawa perintah pengumpulan dana zakat. Sekaligus mendistribusikan zakat sampai habis sebelum kembali ke Madinah. Pengelolaan zakat sebisa mungkin dilaksanakan secara merata, agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemakmuran yang sama. Tidak kekurangan, ataupun merasa kelaparan.

Pembukuan zakat dicatat terpisah dengan pendapatan lainnya, seperti pendapatan pajak dan harta rampasan perang. Dibedakan pemasukan dan pengeluaran, semua dicatat secara rinci dan jelas. Rasulullah juga berpesan kepada Amil zakat, untuk bertindak adil serta ramah kepada Muzzaki (orang yang membayar zakat) maupun Mustahiq (orang yang menerima zakat).

Baca Juga : Syarat Wajib Zakat dan Ketentuannya

Amil Zakat di Masa Kini

Sedangkan di masa kini amil zakat dibentuk dan diizinkan untuk menghimpun dan mengolala dana zakat berdasarkan penunjukan dari presiden atau pemerintah yang berwenang untuk mengatur tatanan negara. Dalam hal ini amil zakat yang langsung dibentuk dalam naungan pemerintah adalah BAZNAS. Selanjutnya BAZNAS menunjuk perwakilan amil zakat di daerah-daerah untuk menjangkau dana zakat masyarakat ke semua penjuru nusantara. Salah satunya adalah Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang mendapatkan wewenang secara langsung dari BAZNAS sebagai lembaga amil zakat nasional.

LAZNAS Nurul Hayat kemudian terus berinovasi meningkatkan layanan agar masyarakat mudah dalam membayar zakat dimanapun dan kapanpun. Akhirnya Nurul Hayat meluncurkan aplikasi bayar zakat online melalui zakatkita.org. Klik saja aplikasinya di button berikut.

klik zakatkitaorg

Nobar Nussa The Movie Bersama Sahabat Yatim NH

Nobar Nussa The Movie Bersama Sahabat Yatim NH

Nobar Nussa The Movie, alhamdulillah pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 telah terlaksana nobar Nussa The Movie bersama sahabat yatim NH. Acara nobar ini dilaksanakan di XXI Transmart Rungkut, Surabaya. Sebanyak 3 studio dipadati oleh 280 peserta yang 150 di antaranya adalah adik-adik yatim NH. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sahabat sejuk NH, donatur cilik ANAS dan adik-adik yatim membaur menikmati keseruan Nussa The Movie.

Keseruan nobar Nussa The Movie, sudah terlihat sejak satu jam sebelum jadwal film diputar. Ya, satu jam sebelum film dimulai para peserta dan adik-adik yatim sudah memasuki XXI Transmart Rungkut dengan penuh antusias. Setelah melakukan registrasi, para peserta kemudian dipersilakan untuk memasuki studio masing-masing dan menempati kursi yang telah ditentukan. Sebelum film diputar,  panitia mengadakan sesi tanya jawab dan membagikan doorprize kepada para peserta. Terlihat adik-adik yatim dan para peserta lainnya begitu antusias menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia. Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan simbolis beasiswa Sahabat Yatim Cemerlang yang telah diberikan dari Januari hingga Oktober 2021.

Nobar Nussa The Movie Bersama Sahabat Yatim NH

Tepat pukul 13.00 WIB film dimulai. Sahabat sejuk, donatur cilik ANAS, dan adik-adik yatim NH terlihat begitu menikmati berbagai keseruan yang dilakukan oleh Nussa dan teman-temannya. Berkali-kali mereka tertawa lepas ketika Nussa dan tokoh-tokoh lain bertingkah lucu. Tak jarang mereka juga larut dalam suasana haru yang disajikan dalam film. Hingga tak terasa, sekira pukul tiga sore, film selesai. Dengan tertib, satu per satu peserta meninggalkan studio masing-masing.

Nobar Nussa The Movie Bersama Sahabat Yatim NH

Alhamdulillah, acara nobar Nussa The Movie bersama sahabat yatim NH ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Heri, salah satu koordinator yatim wilayah Jambangan, Surabaya, mengaku senang dengan acara ini. Menurutnya, selain menghibur, film ini juga bisa menginspirasi anak-anak untuk selalu berusaha sebaik mungkin, pantang menyerah, dan menjaga solidaritas dengan teman.

Adik-adik yatim yang hadir di acara ini pun merasa senang. Salah satunya adalah Bei, adik yatim asal Panjangjiwo, Surabaya. “Saya senang dengan acara ini. Filmnya bagus, seru, dan agak-agak bikin mau nangis pas di bagian akhirnya,” tuturnya. Tak hanya Bei, Ibu Emi, salah satu keluarga sejuk Nurul Hayat yang turut dalam acara ini juga merasa senang dengan acara nobar ini. “Alhamdulillah, acaranya seru. Filmnya bisa memacu imajinasi anak-anak untuk lebih kreatif lagi. Acara nobar ini sepertinya perlu diulang lagi karena seru dan bagus,” ucap beliau.

Baca Juga: Cara Menghitung zakat mal

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga usaha kita dalam memuliakan adik-adik yatim ini, bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka dan mendatangkan keberkahan bagi kehidupan kita. Aamiin ya Rabbal Alamiinn..

Hukum Zakat Profesi atau Penghasilan

Hukum Zakat Profesi atau Penghasilan

Hukum zakat profesi atau biasa disebut zakat penghasilan menjadi perbincangan dan perdebatan di masa saat ini. Karena sebagian besar menyangkut hidup banyak orang yang bekerja sebagai karyawan dimana setiap bulan mereka mendapatkan gaji dari hasil kerjanya.

Nah, sekarang apa yang menjadi landasan hukum kewajiban zakat profesi? Dan berapa besar kadarnya, lalu kapan dikeluarkannya zakat profesi?

Dasar Hukum Zakat Profesi

  1. Ayat-ayat al-Quran yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya.
  2. Berbagai pendapat ulama terdahulu, maupun sekarang. Sebagian menggunakan istilah yang bersifat umum, yaitu al-amwaal. Sementara sebagian lagi secara khusus memberikan istilah dengan istilah al-Maal al-Mustafaad.
  3. Dari sudut keadilan, penetapan kewajiban zakat pada setiap harta yang dimiliki akan terasa sangat jelas. Para petani harus berzakat, apabila hasil panen pertaniannya mencukupi nishab. Dan sangat adil, jika zakat ini pun bersifat wajib pada penghasilan yang diperoleh para pekerja profesional semacam dokter, dosen, konsultan hukum dan lain sebagainya.
  4. Sejalan dengan perkembangan kehidupan sosial manusia, kususnya bidang ekonomi. Kegiatan ekonomi masyarakat dalam bentuk keahlian dan profesi semakin berkembang dan bahkan menjadi ladang penghasilan utama sebagian besar masyarakat. Karenanya, zakat profesi menjadi penting dan harus diterapkan.

Kapan Zakat Profesi Dikeluarkan ?

Besar dan waktunya dianalogikan (disesuaikan) dengan dua jenis zakat. Yaitu, waktunya disesuaikan dengan zakat pertanian: setiap musim panen atau dalam hal ini ketika seseorang mendapat honor (gaji). Dan kadarnya disesuaikan dengan zakat perdagangan atau sama dengan zakat emas dan perak, yaitu kadar zakatnya 2,5 persen. Jadi, setiap bulan seseorang harus mengeluarkan zakat profesi sebesar 2,5 persen dari besarnya gaji.

Hukum Zakat Profesi Berdasarkan Quran

Akad adalah ibadah ,dan dalam beribadah hendaknya selalu berpatokan kepada dalil (tauqifiyyah).

Dan tentang zakat profesi,tidak ada dalil baik dari Al-Qur’an, maupun Sunnah Rasulullah SAW, dan Ijma’ atau Qiyas yang Shohih. Dan tidak satu pun dari kalangan para Ulama salaf yang menyatakan disyari’atkannya.

Kesimpulannya, mewajibkan sesuatu kepada harta manusia apa-apa yang tidak diwajibkan oleh Allah ,adalah perkara yang diharamkan,dan termasuk memakan harta manusia dengan cara yang batil Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا
إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقًا مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui” (QS. Al Baqarah: 188).

Zakat Penghasilan dan Profesi tidak bisa disamakan dengan zakat hasil pertanian dan peternakan karena tidak ada nash maupun qiyas yang menjelaskannya. Zakat Profesi harus sesuai dengan nisab dan haul.
Para ulama menyatakan suatu kaidah yang agung hasil kesimpulan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah bahwa pada asalnya tidak dibenarkan menetapkan disyariatkannya suatu perkara dalam agama yang mulia ini kecuali berdasarkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman:

“Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mensyariatkan bagi mereka suatu perkara dalam agama ini tanpa izin dari Allah?” (Asy-Syura: 21)

Pada asalnya tidak ada kewajiban atas seseorang untuk membayar zakat dari suatu harta yang dimilikinya kecuali ada dalil yang menetapkannya. Berdasarkan hal ini jika yang dimaksud dengan zakat profesi bahwa setiap profesi yang ditekuni oleh seseorang terkena kewajiban zakat, dalam arti uang yang dihasilkan darinya berapapun jumlahnya, mencapai nishab atau tidak, dan apakah uang tersebut mencapai haul atau tidak wajib dikeluarkan zakatnya, maka ini adalah pendapat yang batil. Tidak ada dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menetapkannya. Tidak pula ijma’ umat menyepakatinya. Bahkan tidak ada qiyas yang menunjukkannya.

Adapun jika yang dimaksud dengan zakat profesi adalah zakat yang harus dikeluarkan dari uang yang dihasilkan dan dikumpulkan dari profesi tertentu, dengan syarat mencapai nishab dan telah sempurna haul yang harus dilewatinya, ini adalah pendapat yang benar, yang memiliki dalil dan difatwakan oleh para ulama besar yang diakui keilmuannya dan dijadikan rujukan oleh umat Islam sedunia pada abad ini dalam urusan agama mereka.

Baca Juga: Cara Menghitung zakat penghasilan

Dalam istilah fikih, pendapatan/penghasilan professional tersebut mirip dengan maal mustafad yang dijelaskan dalam kitab-kitab fikih zakat. Zakat profesi ini bukan bahasan baru, karena para ulama fikih telah menjelaskannya dalam kitab-kitab klasik, diantaranya kitab al-Muhalla (Ibnu Hazm), al-Mughni (Ibnu Quddamah), Nail al-Athar (Asy-Syaukani), Subul As-Salam (Ash-Shan’ani).

Menurut mereka, setiap upah/gaji yang didapatkan dari pekerjaan itu wajib zakat (wajib ditunaikan zakatnya). Diantara para ulama yang mewajibkan zakat profesi adalah Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Mu’awiah, ash-Shadiq, al-Baqir, an-Nashir, Daud, Umar bin Abdul Aziz, al-Hasan, az-Zuhri, dan al-Auza’i.

Zakat profesi itu wajib ditunaikan berdasarkan ayat, maqashid dan maslahat. Diantara ayat yang mewajibkan zakat bersifat umum, seperti firman Allah SWT yang artinya: “Ambillah dari sebagian harta orang kaya sebagai sedekah (zakat), yang dapat membersihkan harta mereka dan mensucikan jiwa mereka, dan  doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu dapat memberi ketenangan bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”. (QS. At-Taubah: 103)

Hal ini sesuai dengan maqashid (tujuan) diberlakukannya zakat yaitu semangat berbagi, memenuhi hajat dhuafa dan kebutuhan dakwah. Pendapatan kaum profesional itu besar, harus terdistribusi kepada kaum dhuafa sehingga ikut memenuhi hajat mereka.

Bahkan jika menelaah penjelasan para sahabat, tabi’in, dan ulama setelahnya, begitu pula pandangan ulama kontemporer, lembaga fatwa di Indonesia dan lembaga zakat di tanah air, bisa disimpulkan bahwa sesungguhnya tidak ada satupun ulama atau lembaga ataupun otoritas fatwa yang tidak mewajibkan zakat profesi.

Tetapi, semuanya mewajibkan zakat profesi, perbedaannya sebagian mewajibkan adanya haul (melewati satu tahun), dan sebagian yang lain tidak mewajibkan haul. Kesimpulan zakat penghasilan atau zakat profesi itu wajib merupakan pandangan Majlis Ulama Indonesia. Wallahu a’lam.

Baca Juga : Cara Menghitung Zakat Mal

Cara Bayar Zakat Profesi Online

Bayar zakat sekarang makin mudah bisa via online cukup dari rumah, Sediakan handphone kemudian klik di browser zakatkita.org atau klik tombol di bawah ini:

klik zakatkitaorg

Hukum Zakat Perkebunan dan Pertanian

Hukum Zakat Perkebunan dan Pertanian

Hukum Zakat Perkebunan dan pertanian pada dasarnya tidak semua hasil pertanian dan perkebunan dikenai kewajiban berzakat. Selain ditetapkan berdasarkan nisab-nya, zakat hasil bumi ini juga dapat ditinjau dari 3 keadaan. Dari 3 kondisi ini bisa diketahui bagaimana hukum zakatnya.

  1. Lenyap atau hilang sebelum waktunya. Yakni kondisi sebelum biji-bijian masak atau buah yang dipanen layak konsumsi maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.
  2. Lenyap atau hilang setelah masa wajib dibayarkan zakatnya, tapi belum disimpan di tempat penyimpanan. Jika hal ini terjadi karena sengaja, maka pemilik tetap wajib membayarkan zakatnya. Jika tidak, maka tidak ada kewajiban mengganti zakatnya.
  3. Lenyap atau hilang setelah hasil panen disimpan.

Ada perbedaan pendapat mengenai wajib atau tidaknya zakat dalam ketiga kondisi di atas. Namun menurut Syaikh Ibnu Utsaimin, jika ada unsur keteledoran dari pemiliknya, maka zakat tetap wajib dibayarkan. Jika tidak, maka tidak ada kewajiban mengganti zakat hasil pertanian dan perkebunan tersebut.

Dasar Wajibnya Hukum Zakat Perkebunan dan Pertanian

Zakat Hasil pertanian disyariatkan dalam Islam berdasarkan al-Qur`ân dan as-Sunnah serta Ijmâ’. Diantara dasar tersebut :

1. Firman Allâh Azza wa Jalla :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allâh) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allâh Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [al-Baqarah/2:267]

2. Firman Allâh Azza wa Jalla :

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. [al-An’am/6:141]

3. Hadits Abdullâh bin Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فِيْمَا سَقَتِ السَّمَاءُ وَالْعُيُوْنُ، أَوْ كَانَ عَثَريّاً : الْعُشُرُ، وَمَا سُقِيَ باِلنَّضْحِ: نِصْفُ الْعُشُرِ

Pada pertanian yang tadah hujan atau mata air atau yang menggunakan penyerapan akar (Atsariyan) diambil sepersepuluh dan yang disirami dengan penyiraman maka diambil seperduapuluh. [HR al-Bukhâri]

4. Hadits Jâbir bin Abdillah Radhiyallahu anhu bahwa beliau mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فِيْمَا سَقَتِ الأَنْـهَارُ وَالْغَيْمُ: الْعُشُوْرُ، وَفِيْمَا سُقِيَ بِالسَّانِيَةِ: نِصْفُ اْلعُشُرِ

Semua yang diairi dengan sungai dan hujan maka diambil sepersepuluh dan yang diairi dengan disiram dengan pengairan maka diambil seperduapuluh [HR Muslim]

5. Hadits Mu’âdz bin Jabal Radhiyallahu anhu yang berbunyi :

بَعَثَنِيّ رَسُوْلُ اللهِ  إِلَى الْيَمَنِ فَأَمَرَنِيْ أَنْ آخُذَ مِمَّا سَقَتِ السَّمَاءُ: الْعُشُرَ، وَفِيْمَا سُقِيَ باِلدَّوَالِيْ: نِصْفَ الْعُشُرِ

Rasûlullâh mengutusku ke negeri Yaman lalu memerintahkan aku untuk mengambil dari yang disirami hujan sepersepuluh dan yang diairi dengan pengairan khusus maka seperduapuluh [HR. an-Nasâ’i dan dishahihkan al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh Sunan an-Nasâ`i 2/193]

Sedangkan Ijma’ telah menetapkan kewajiban zakat pada gandum, anggur kering dan kurma sebagaimana dinukilkan oleh Ibnul Mundzir rahimahullah dan Ibnu Abdilbarr rahimahullah serta Ibnu Qudâmah rahimahullah.

hukum Zakat perkebunan

Kapan Zakat Perkebunan dan Pertanian Ditunaikan ?

Zakat pada biji-bijian mulai diwajibkan apabila biji-bijian itu sudah kuat dan tahan bila di tekan. Sedangkan pada buah-buahan adabila sudah layak konsumsi seperti sudah memerah atau menguning pada buah korma. Penjelasan tentang layak konsumsi ini ada dalam beberapa hadits diantaranya :

a. Hadits Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu secara marfû’ dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Haditsnya berbunyi :

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى تُزْهَي. قِيْلَ: وَمَا زَهْوَهَا؟ قَالَ: تَحْمَارُّ وتُصْفَارُّ

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli buah-buahan hingga matang. Ada yang bertanya, ‘Apa tanda matangnya?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Memerah dan menguning.’ [Muttafaqun ‘Alaih]

b. Hadits Anas Radhiyallahu anhu juga , beliau berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم نَهَى عَنْ بَيْعِ الْعِنَبِ حَتَّى يَسْوَدَّ، وَعَنْ بَيْعِ اْلحَبِّ حَتَّى يَشْتَدَّ

Nabi melarang menjual anggur hingga berwarna kehitaman dan (melarang) dari jual beli biji-bijian hingga masak. [HR Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah dan dishahihkan al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abi Daud 2/344]

c. Hadits Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma , beliau Radhiyallahu anhuma berkata :

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلاَحُهَا، نَهَى اْلبَائِعَ وَاْلمُبْتَاعَ. وَفِيْ لَفْظٍ لِلْبُخَارِيْ: كَانَ إِذَا سُئِلَ عَنْ صَلاَحِهَا قَالَ: حَتَّى تَذْهَبَ عَاهَتُهَا

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli buah-buahan hingga nampak layak. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang yang jual dan yang membeli. (Dalam lafadz Imam al-Bukhâri) : Apabila Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang layaknya, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Hingga hamanya hilang’ [Mmuttafaqun ‘Alaihi].

Apabila buah-buahan sudah nampak layak dikonsumsi atau biji-bijian sudah matang, maka diwajibkan padanya zakat, ini menurut pendapat yang rajih dalam hal ini. Sebagian Ulama ada yang berpegang kepada keumuman firman Allâh Azza wa Jalla pada surat al-An’âm ayat ke-141 untuk mewajibkan zakat pertanian pada saat panennya. Namun mayoritas Ulama memandang waktu wajibnya zakat pertanian adalah ketika sudah matang dan pada hasil perkebunan ketika layak konsumsi. [Lihat al-Mughni 4/169 dan Hasyiyah ar-Raudh al-Murbi’ 4/89].

Jumlah Zakat yang Wajib Dikeluarkan dari Zakat Perkebunan

Pembagian zakat hasil pertanian dan perkebunan berdasarkan sistem pengairan ini akan menentukan besaran presentase zakat yang harus dikeluarkan oleh pemiliknya. Jika ditinjau dari sistem pengairannya, dapat dirinci ke dalam 5 kondisi yakni:

  1. Lahan yang disiram tanpa biaya. Artinya, semua lahan yang pengairannya dengan sistem tadah hujan atau menggunakan sungai/mata air di sekitarnya, maka nilai zakat yang harus dikeluarkan adalah 10% dari nilai hasil panen di tahun tersebut.
  2. Lahan yang irigasinya dengan pembiayaan. Adapun lahan pertanian yang sistem irigasinya berbiaya, maka kewajiban zakat yang dikenakan adalah sebesar seperduapuluh atau 5% dari hasil panen keseluruhan.
  3. Lahan yang irigasinya sistem campuran. Ada lahan pertanian yang sistem irigasinya 50% menggunakan pengairan alami dan 50% menggunakan irigasi berbayar. Menurut kesepakatan ulama besaran zakat hasil pertanian dan perkebunan yang harus dibayar adalah 7,5%.
  4. Lahan yang irigasinya berbayar dan tidak berbayar bergantian. Misalnya, selain dialiri irigasi berbayar, lahan juga terkena hujan. Hal ini perlu dilihat mana yang lebih dominan. Jika tadah hujan lebih dominan, maka zakatnya adalah 10%. Jika sebaliknya, maka zakatnya 5%.
  5. Lahan yang tidak bisa dipastikan mana sistem irigasi yang dominan, wajib dizakatkan sebesar 10%. Ini karena 10% merupakan nilai yang paling jelas untuk lahan dengan pembiayaan berbayar.

Cara Menghitung Zakat Perkebunan dan Pertanian

Contoh studi kasus cara menghitung zakat perkebunan kelapa sawit sebagai berikut:

Contoh : Pak Umar mempunyai kebun kelapa sawit dan hasil panennya sebanyak 30.000 kg dan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang sudah berumur 10 tahun adalah Rp. 2000,-/ kg. Maka cara menghitung zakatnya adalah sebagai berikut : Hasil panen 30.000 kg X Rp. 2000,- = Rp. 60.000.000,-. Jadi zakat yang harus dikeluarkan adalah : Rp.60.000.000,- X 5% (karena menggunakan perairan sendiri dan pupuk) = Rp. 3.000.000,-

Pendapat Kedua :
 Bahwa perkebunan kelapa sawit dan karet tidak termasuk zakat pertanian, karena tidak disebutkan di dalam hadist dan tidak pula termasuk makanan pokok. Tetapi jika perkebunan kelapa sawit dan karet ini dijual, maka termasuk dalam zakat perdagangan dan wajib dikeluarkan 2,5% dari aset yang ada, dengan syarat terpenuhi nishab seharga 85 gram emas dan berlaku satu tahun.

Baca Juga:  Cara Menghitung Zakat Mal

Contoh : Pak Umar mempunyai kebun kelapa sawit dan hasil panennya selama satu tahun adalah 30.000 kg, sedangkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang sudah berumur 10 tahun adalah Rp. 2000,-/ kg. Nishobnya adalah 85 gram emas = Rp.42.500.000 Maka cara menghitung zakatnya adalah sebagai berikut : Hasil panen 30.000 kg X Rp. 2000,- = Rp.60.000.000,-. Artinya bahwa hasil panen kelapa sawit tersebut sudah terkena zakat karena melebihi nishob. Jadi zakat yang harus dikeluarkan adalah : Rp.60.000.000,- X 2,5 % = Rp. 1.500.000,- setiap tahunnya.

Baca Juga:  Cara Menghitung Zakat Pertanian

Cara Bayar Zakat Online

Zakat makin mudah bisa dari rumah cukup via handphone saja klik zakatkita.org

klik zakatkitaorg

Dalam Rangka Hari Santri, NH Salurkan 6 Ton Telur

Dalam Rangka Hari Santri, NH Salurkan 6 Ton Telur

Dalam rangka memperingati Hari Santri tahun 2021, Laznas Nurul Hayat salurkan bantuan 6 Ton telur ke pondok pesantren dan keluarga pra sejahtera. Bantuan ini dibagikan di beberapa kota yaitu Madiun (2 Ton), Malang  (2 Ton), Semarang (1 Ton), dan Solo (1 Ton).

Di Solo, bantuan 1000 Kg telur diserah-terimakan pada tanggal 22 Oktober 2021. Bertempat di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta, acara serah terima bantuan dihadiri oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Direktur Eksekutif Laznas Nurul Hayat Heri Latief, Kepala Cabang  Laznas Nurul Hayat Solo Lilik Purwanto, dan beberapa hadirin yang lain. Acara diawali dengan penandatanganan serah terima oleh Kepala Cabang Laznas Nurul Hayat Solo dan Walikota Surakarta, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis 1000 Kg telur. Setelah penyerahan simbolis, acara diteruskan dengan bertukar  cendera mata oleh Direktur Laznas Nurul Hayat dan Walikota Surakarta.

“Terima kasih, hari ini saya menerima bantuan 1000 Kg telur dari Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat. Luar biasa sekali bantuannya. Bantuan ini akan langsung kami salurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan dan pihak-pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Alhamdulillah, bantuan ini luar biasa sekali, bisa meringankan permasalahan-permasalahan yang dihadapi warga selama pandemi ini,” tutur Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Alhamdulillah, selain mendapatkan sambutan positif dari Walikota Surakarta, bantuan telur ini juga mendapatkan respon baik dari para penerima bantuan. “Kami dari Pondok Pesantren Hadil Iman, mengucapkan terima kasih kepada Laznas Nurul Hayat yang telah memberikan bantuan kepada anak-anak kami. Dan tentunya bantuan ini akan berdampak positif kepada para peternak, karena apa yang mereka usahakan mendapatkan hasil sesuai harapan. Semoga bantuan ini memberikan keberkahan kepada semua pihak,” ujar Ustadz Suharno. Tak hanya Ustadz Suharno, Rafi Ahmad, salah satu santri Pondok Pesantren Al Muayyad juga merasa senang dengan bantuan ini. “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Nurul Hayat yang telah memberikan kami bantuan telur,” ucapnya dengan penuh semangat.

Bantuan 6 Ton telur ini, selain dalam rangka memperingati Hari Santri tahun 2021, juga merupakan respon dari permasalahan nasional yang merugikan peternak kecil. Ya, para peternak merugi karena harga telur anjlok namun harga pakan mengalami kenaikan. Dengan hadirnya program ini, Laznas Nurul Hayat membeli telur dengan harga normal, kemudian menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima.

Aryo Widyandoko, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, mengapresiasi hadirnya program ini karena bisa membantu para peternak. “Terima kasih kepada Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat yang telah memberikan bantuan 1000 Kg telur ayam, dibeli dengan harga normal dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih karena peternak kami mendapat bantuan yang luar biasa, sehingga bisa mengurangi kerugian-kerugian yang mereka rasakan,” ujarnya.

Copyright © 2001-2023 Yayasan Yay. Nurul Hayat Surabaya